Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Manipulatif


__ADS_3

Gio yang telah berhasil melarikan diri dari sekapan Farhan dan Alex langsung menyetop taxi yang lewat dan masuk begitu saja walaupun di dalam taxi itu sudah ada penumpang.


"om jangan sembarang masuk saya sudah berada di taxi ini duluan". ucap seorang gadis berseragam SMA


"pak jalan saja". ucap Gio tanpa menghiraukan ucapan gadis itu


"eh om jangan sembarang nyuruh ya yang naik taxi duluan itu saya dan saya harus segera sampai di sekolah karena ada ujian". ucap gadis SMA itu


"pak jalan atau aku bunuh gadis ini". ancam Gio sambil meletakkan pisau di leher gadis itu sehingga membuat gadis itu menelan salivanya


"eh eh apa ya om lakukan". tanya gadis itu dengan gugup


"DIAM, pak jalan dan antarkan saya ke jalan Kamboja blok M". perintah Gio


supir tadi itu langsung melajukan taxi menuju alamat yang di ucapkan Gio sedangkan gadis SMA itu hanya diam saja karena bergerak sedikit saja pisau itu akan melukai lehernya karena Gio menekan pisau itu di lehernya


"siapa sih ni om om main ancam saja, apa tidak pernah sekolah dan tindakannya termasuk tindakan kriminal". monolog gadis itu dalam hati sambil menatap Gio seakan akan ingin menguliti Gio hidup hidup


"auwh". ringis gadis itu saat pisaunya tidak sengaja menggores lehernya karena supir tadi yang mendadak berhenti karena ada kucing lewat


"hiks hiks hiks berdarah". tangis gadis itu


"itu hanya luka kecil sudah SMA masih menangis". ucap Gio


"hiks hiks sakit tau om". jawab gadis itu sambil memegang lehernya yang berada


"singkirkan pisau itu". teriak gadis itu dengan nyaring sehingga membuat Gio dan supir taxi menutup telinganya.


supir itu menjalankan taxinya lagi sedangkan dua penumpang yang berada di belakang hanya diam saja dan gadis SMA itu terisak karena leher terlebih lebih tepatnya gadis itu takut darah. saat taxi sudah sampai di alamat yang di tujukan Gio taxi itu berhenti dan Gio langsung turun serta membayar ongkos taxi itu. gadis itu menatap Gio yang masuk ke dalam rumah


saat Gio sudah masuk ke dalam rumah Merlin sudah menatap Gio dengan tajam dan Gio langsung duduk di hadapan mamanya


"darimana dan kenapa menghilang". tanya Merlin sambil menatap Gio dengan tajam lalu menghisap rokoknya

__ADS_1


"kemarin waktu pulang dari kantor Gio di sekap sama om Alex ma". jawab Gio


"dengan kata lain rencana kita gagal". tanya Merlin dan Gio menganggukan kepalanya


"dasar anak bodoh kenapa bisa gagal ha". teriak Merlin


"Abang memberitahu semua rencana kita pada om Alex". jawab Gio


"jadi lagi lagi karena abangmu itu". kekeh Merlin


"mama sudah bilang bukan andai malam itu kamu lenyapkan abangmu serta ibumu yang penghianat itu maka rencana kita tidak gagal". bentak Merlin


"mama tenang saja kita masih bisa membalas dendam dengan cara lain". ucap Gio


plak


plak


plak


plak


"mama tidak mau tau bagaimana pun cara kamu harus berhasil menghancurkan keluarga Alex atau tidak mama akan mengakhiri hidup mama". ucap Merlin sambil mengarahkan pistol di kepala


"jangan ma Gio mohon jangan karena Gio hanya punya mama saja". ucap Gio dan mengambil pistol itu dari tangan mamanya


"mama tenang ya Gio pasti akan melakukan apapun untuk mama karena mamalah Gio bisa merasakan kasih sayang mama dan mama juga sudah mengabdikan hidup mama untuk ayah dan mendampingi ayah serta Gio saat wanita menjijikan itu meninggalkan ayah dan Gio demi pria lain". ucap Gio sambil memegang kedua tangan Merlin


"mama minta maaf Gio tadi menampar kamu, ini pasti sakitkan". tanya Merlin sambil mengusap pipi Gio yang memerah


"tidak ini pantas Gio dapatkan karena telah gagal dan tidak bisa membahagiakan mama karena rencana itu gagal padahal selama ini mama selalu membahagiakan Gio". ucap Gio lalu mencium punggung tangan Merlin


"sudah jangan sedih kita masih bisa menyusun rencana lain, sekarang istirahatlah mama yakin kamu lelah karena di sekap oleh Farhan dan Alex". ucap Merlin sambil tersenyum dan Gio membalas senyuman mamanya itu

__ADS_1


Gio berjalan ke arah kamarnya dan setelah Gio masuk ke dalam kamarnya, Merlin menyandarkan kepalanya di sofa dan menatap langit langit ruang tamu itu.


"untung saja aku bisa mengendalikan emosi ku sehingga tidak membuat Gio tersudutkan dan curiga kepada ku bahwa aku selama ini hanya pura pura menyayanginya, aku harus bisa membuatnya tetap percaya kepada ku karena aku masih membutuhkannya untuk mencapai tujuan ku". monolog Merlin dalam hati


"untung saja waktu itu aku berhasil mencegah Fatma membawa Gio sehingga aku bisa mencuci otaknya sejak kecil dan malam itu aku juga berhasil membunuh Malik saat akan mengatakan kebenaran kepada Gio dan beruntungnya lagi saat aku membunuhnya Fatma ada di sana dan aku membuatnya seolah-olah dia yang membunuh Malik dan malam itu juga aku berhasil meracuni Gio bahwa ibunyalah yang membunuh ayahnya". monolog Merlin dalam hati lagi sambil tersenyum


"ayo Merlin jangan hancurkan rencana yang telah kamu susun selama ini karena menunjukkan siapa dirimu yang asli di depan Gio anak tiri mu yang bodoh itu sama seperti ayahnya hahaha". sambung Merlin


Nadia yang baru saja selesai belanja masuk ke dalam rumah dan melihat mama Merlin yang sedang duduk di sofa, Nadia menghampiri mama Merlin.


"ma mas Gio sudah pulang". tanya Nadia dan si anggukan oleh Merlin


"ya sudah ma Nadia mau masuk ke kamar dulu". pamit Nadia dan lagi lagi Merlin menganggukkan kepalanya


sedangkan di rumah sakit dokter Ryan sedang memeriksa kaki kiri Farhan dan dokter Ryan terpaksa memasang gips di kaki kiri Farhan agar tidak semakin parah.


"jangan terlalu di gunakan untuk bergerak jika sering bergerak maka akan berakibat fatal". ucap dokter Ryan


"baik dok". jawab Farhan


setelah melakukan pemeriksaan Alex dan Farhan kembali di rumah, setelah sampai di rumah Farhan langsung masuk ke kamar Ana dan menunggu Ana pulang kuliah. pukul dua siang Ana yang sudah pulang langsung masuk ke kamarnya dan Ana terkejut saat melihat kaki Farhan yang terpasang gips


"pak eh maksudku mas kenapa ini kakinya". tanya Ana yang sudah duduk di ranjang


"tadi sedikit bertengkar dengan Gio jadi begini". jawab Farhan


"kenapa menemui Gio diakan jahat mas". ucap Ana


"sebenarnya Gio baik hanya saja dari kecil otaknya di racuni oleh Tante Merlin". jawab Farhan


"dan bagaimanapun aku aku membawa adikku kembali ke jalan yang benar". sambung Farhan


"jadi Gio adikmu". tanya Ana dan di anggukan oleh Farhan

__ADS_1


"bagaimana bisa Gio itu adikmu". tanya Ana


jadi....


__ADS_2