Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Demi kebahagiaan Anak


__ADS_3

setelah Arden pulang Anissa duduk di depan ayahnya.


"ayah kenapa secepat itu, sebenarnya ayah setuju atau tidak". tanya Anissa


"tadi sudah jelas Anissa ayah setuju, jika memang Arden serius maka dalam satu Minggu ini dia akan datang bersama orang tuanya". jawab Delon dan berdiri meninggalkan putrinya itu


"ayah". teriak Anissa yang kelas dengan sikap ayahnya


Anissa memasuki kamarnya dan menutup pintunya dengan kasar lalu Anissa menghempaskan tubuhnya di ranjang lalu menatap langit langit kamar serta tangannya yang saling bertautan.


"jika di lihat dari ekspresi beruang kutub tadi aku sedikit khawatir dia dan orang tuanya tidak bisa datang". ucap Anissa


"ku mohon permudahkan jalan kami berdua karena sebelum ayahku tidak memberikan izin, semoga dalam waktu satu minggu ini orang tu Arden bisa meluangkan waktu untuk datang kemari". ucap Anissa sambil memandang langit langit kamar dan membayangkan saat Arden meminta dirinya untuk menikah dengan dirinya


Anissa langsung menutup wajahnya dan merasa lucu dengan cara Arden yang mengatakan tujuannya itu


"dasar aneh melamar di atas motor yang di bawa dengan kecepatan penuh tapi lucu juga beda dari yang lain". ucap Anissa lalu membuka ponselnya dan memandangi wajah Arden yang dia ambil beberapa waktu lalu secara diam diam


Anissa membalikkan badannya sehingga berhadapan dengan kasur dan Anissa menopangkan dagunya di lengan sambil terus menatap foto Arden


"walaupun dari samping tetap terlihat tampan, dulu aku sempat berdo'a agar tidak jatuh cinta pada pria yang dingin seperti mu tapi sekarang aku malah jatuh pada pesona mu, sungguh aku tidak bisa menghentikan perasan ku padamu". ucap Anissa


"mungkin hatiku akan sakit saat melihat mu bersama perempuan lain". sambung aneh yang seperti tidak akan sanggup jika harus menyaksikan Arden bersanding dengan perempuan lain


"dari banyaknya perempuan yang menyukaimu , sungguh aku masih tidak percaya saat kamu lebih memilih ku untuk menjadi pendamping hidupku beruang kutub".


"aku yakin kamu pasti akan datang dalam minggu ini, awas saja ya jika kamu tidak datang maka kamu tidak akan pernah melihat ku lagi ingat itu". ucap Anissa sambil menunjukkan jarinya di ponselnya seolah olah dia sedang berbicara dengan Arden sungguh


Anissa terkekeh saat menyadari tingkat konyolnya yang berbicara dengan foto Arden


"aaa begini rasanya jika jatuh cinta ternyata pantas saja semua orang mengatakan bahwa jatuh cinta itu indah". ucap Anissa


sedangkan Arden yang baru sampai rumah, menghela nafasnya saat mengingat permintaan ayahnya Anissa, dengan wajah lesunya Arden masuk ke dalam rumah sambil membawa sebuah kantor plastik dan saat melihat kakak iparnya yang sedang duduk di sofa Arden langsung memberikan plastik itu

__ADS_1


"apa ini". tanya Tasya


"bubur rasa stroberi permintaan keponakan yang selalu membuat omnya kesal". jawab Arden


untuk mendapatkan itu Arden harus meminta tukang bubur untuk membuat bubur rasa stroberi bahkan Arden harus membayar lima kali lipat agar tukang bubur mau membuatkannya. Tasya langsung terseyum lebar saat membuka bingkisan itu apalagi tercium aroma stroberi dari bubur tersebut. Tasya langsung melahap bubur itu sedangkan Arden bergidik ngeri saat melihat bubur itu apalagi yang memiliki rasa stroberi. Arden langsung naik dan saat di tangga Arden berpapasan dengan Andra


"tumben baru pulang". tanya Andra


"tadi harus mencari bubur untuk anakmu". jawab Arden


"memang ada bubur rasa stroberi". tanya Andra bahkan tadi saat dirinya yang akan mencarinya Tasya melarangnya


"ya harus mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan itu, jadi kakak harus menggantinya". jawab Arden lalu naik ke atas


"anak ku benar benar merepotkan om nya, tapi biarlah hitung hitung dia belajar nanti jika sudah menikah akan terbiasa". ucapan Andra yang menuruni tangga, dulu saat awal kehamilan Tasya, istrinya itu sering meminta yang aneh aneh padanya sehingga membuat Andra jarang tidur dan kualahan dengan permintaan istrinya itu.


Andra yang sudah berada di samping istrinya itu mengusap kepala istrinya yang sedang memakan buburnya. Andra duduk di samping istrinya lalu mengusap perut istrinya itu


sedangkan Arden yang berada di kamarnya langsung berjalan menuju balkon dan menghubungi ayahnya, panggilan pertama tidak di jawab kemudian Arden mencoba menghubungi lagi dan langsung di angkat oleh ayahnya


"hallo ayah". ucap Arden


"iya Arden ada apa". tanya Alex dan dia juga merasa bersyukur ketika Arden begitu dekat dengannya walaupun mereka sering berdebat sendangkan Arden sangat senang ketika ayahnya menjadi teman curhat yang baik


"bagaimana keadaan Ana dan Farhan yah". tanya Arden


"adikmu hanya kurang istirahat saja sedangkan Farhan di masih koma belum ada kemajuan". jawab Alex


"tapi Farhan bisa sembuhkan yah". tanya Arden yang khawatir dengan keadaan Farhan dan Arden memikirkan nasib adiknya itu jika sampai Farhan tidak bisa sembuh, akan seberapa terpuruknya adiknya itu dan Arden tidak bisa melihat adiknya sedih


"semua baik baik saja dan tinggal menunggu Farhan siuman, do'akan saja semoga Farhan segera sembuh Arden". jawab Alex


"bagaimana dengan tujuan mu apa Anissa memiliki perasaan yang sama terhadap mu". tanya Alex

__ADS_1


"Anissa juga memiliki perasaan yang sama yah dan aku juga sudah menemui orang tuanya lalu mengatakan tujuan ku dan om Delon setuju tapi..."


"tapi apa Arden". tanya Alex saat putranya itu tidak melanjutkan perkataannya


"tapi om Delon meminta ku datang bersama ayah dan mama dalam minggu ini jika dalam minggu ini aku tidak datang bersama orang tua maka om Delon tidak akan memberikan kesempatan untuk ku". jawab Arden


"kamu tenang saja nanti kita akan datang ke rumah Anissa". jawab Alex


"tapi bagaimana dengan Ana ayah jika ayah dan mama pulang ke sini, nanti Ana di sana sendirian". ucap Arden


"Arden nanti ayah dan mama pulang untuk menemani mu melamar Anissa secara resmi setelah selesai ayah dan mama akan langsung kembali ke Singapura, dan kamu tenang saja nanti ayah dan mama akan naik pesawat pribadi yang bisa pergi kapan saja". jawab Alex


"tapi nanti ayah dan mama pasti akan lelah jika harus bolak balik Indonesia Singapura". ucap Arden


"Arden kami sebagai orang tau hanya ingin anak anak kami itu bahagia, ayah dan mama tidak ingin sedih , jangan sia siakan kesempatan yang di berikan ayahnya Anissa". ucap Alex


"ayah terima kasih". ucap Arden dan Alex di seberang sana hanya terseyum


setelah sambungan telepon terputus Arden duduk di sofa dan melihat foto Anissa yang ada di ponselnya


"dulu kita sering bertengkar tapi sekarang kita malah jatuh cinta, sungguh lucu sekali, tunggu sebentar lagi kita akan bersama Anissa". ucap Arden sambil mengusap foto Anissa


"aku masih tidak menyangka jika perasaan yang aku punya tidak bertepuk sebelah tangan". sambung Arden sambil menggeser foto foto Anissa yang ada di ponselnya


setiap ada kesempatan Arden selalu memfoto Anissa secara diam diam. Arden juga bersyukur ketika Anissa mengajaknya pacar bohongan dan dari bohongan itu sebentar lagi akan menjadi kenyataan. entah apa yang di rasakan Arden saat itu sehingga menyetujui ajakan Anissa untuk menjadi pacar bohongan agar Yusuf menjauhi Anissa yang kenyataan Yusuf tidak pernah menjauhi Anissa.


tapi Arden baru sadar jika beberapa hari ini dia tidak melihat Yusuf mendekati Anissa tapi Arden masa bodoh yang terpenting dia dan Anissa akan maju ke jenjang yang lebih serius


"kamu sedang apa sekarang, apa kamu sekarang juga sedang melakukan apa yang aku lakukan yaitu memandangi fotomu". ucap Arden yang terkekeh


"apa kamu juga melakukan yang sama seperti ku yaitu memfoto mu secara diam diam dan menyimpang di ponsel". sambung Arden


Arden memejamkan matanya dan menikmati udara yang begitu sejuk di tambah dengan hatinya yang sedang senang, senang mendapatkan restu dari ayahnya Anissa dan orang tuanya juga bisa datang dalam minggu ini sesuai permintaan ayahnya Anissa.

__ADS_1


__ADS_2