Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Muhammad Farhat Alfarizi


__ADS_3

di kediaman keluarga Delon, Anissa yang sedang berbaring di ranjangnya dan menatap langit langit kamar sambil membayangkan saat Arden menolong anak jalanan dari para preman, saat membayangkan itu Anissa terseyum sendiri.


"betapa keren dan coolnya dia saat berkelahi dengan preman itu". puji Anissa sambil membayangkan Arden


"aishh kenapa aku jadi membayangkannya". monolog Anissa saat sedang membayangkan Arden


"baik sih tapi sikap sombongnya itu bikin kesel".


saat sedang melamun Anissa mendengar keributan di bawah dan segera turun Anissa melihat mamanya sedang menahan sakit dan ayahnya yang panik kemudian kakek dan neneknya berusaha menenangkan kedua orang tuanya.


"Delon siap mobil". perintah mama Ayu terhadap putra, Delon langsung menuju ke garasi untuk mengambil mobil


"nek mama kenapa". tanya Anissa yang Ikut panik saat melihat mamanya kesakitan


"mamamu akan melahirkan, bantu nenek sa". perintah Ayu dan Anissa membantu memapah mamanya menuju ke mobil, Delon membuka pintu mobil saat melihat Lisa. setelah semua masuk Delon melajukan mobilnya.


"sakit ma". rengek Lisa


"sabar sayang". mama Ayu berusaha menenangkan menantu dengan mengelus punggung Lisa


"cepet mas, sakit rasanya". perintah Lisa


"air apa ini nek". tanya Anissa saat kakinya terkena air


mama Ayu terkejut saat ketuban Lisa sudah pecah. Delon melajukan mobilnya dengan kecantikan penuh. saat sudah sampai di rumah sakit Lisa langsung di bawa ke ruang bersalin. dokter langsung mengambil tindakan karena ketuban Lisa sudah pecah.


"huhuhu". Lisa berusaha mengejan agar bayi keluar sendangkan Delon mengusap punggung tangan Lisa dan mencium


"sayang kamu pasti bisa". bisik Delon di telinga Lisa


"aaaa". teriak Lisa


oek


oek

__ADS_1


oek


oek


Delon dan Lisa terseyum saat dokter mengangkat anak mereka bahkan tangisan mengema di ruangan itu. Anissa dan kakek neneknya yang menunggu di luar mengucapkan syukur saat mendengar tangisan bayi.


"terima kasih sayang". ucap Delon sambil mencium seluruh wajah istrinya


"silahkan di adzani putranya pak". dokter menyerah bayi itu, Delon menetes air matanya saat mengendong bayi mungil itu, dulu saat Anissa di lahirkan Delon tidak bisa mengendongnya lantaran Anissa harus masuk inkubator. setelah itu dokter meletakan bayi itu di dadanya ibunya untuk melakukan inisiasi menyusui dini. Lisa menetas air mata saat anaknya berusaha mencari sumber kehidupan dan saat anaknya telah menemukannya Lisa merasakan bagaimana memberikan Asi kepada anaknya untuk pertama kalinya. dulu saat Anissa di lahirkan Lisa mengalami koma dan baru sadar saat delapan bulan kemudian dan saat itu ASI-nya sama sekali tidak keluar dan terpaksa Anissa di beri susu formula.


"kenapa nangis hmmm". ucap Delon sambil mengusap air mata Lisa


"jadi seperti ini rasa menyusui anak mas, Dulu aku tidak bisa memberikan Asi untuk Anissa". jawab Lisa


setelah Lisa di pindah di ruang rawat Anissa masuk dan langsung menghampiri box bayi yang terdapat adiknya yang masih sangat mungil, Anissa terseyum saat melihat adiknya itu, Anissa pikir pikir lucu juga dia mempunyai adik di usia sembilan belas tahun, Anissa masih ingat dulu dia merengek kepada kedua orang tuanya untuk diberikan adik tetapi saat Lisa mengandung lagi mengalami keguguran sampai tiga kali, dan saat itu Anissa sempat marah dengan kedua orang tuanya karena tak kunjung di berikan adik, Delon berusaha memberikan pengertian kepada Anissa bahwa mereka tidak bisa memberikannya seorang adik dan akhirnya Anissa hanya menganggukkan kepalanya dengan lesu.


"cucu kedua nenek sangat ganteng". ucap nenek Ayu sambil menoel pipi bayi itu


"semaunya mirip kamu Delon kecuali bibirnya dan bibirnya mirip dengan Lisa". beritahu mama Ayu


"iya ma padahal aku yang mengandungnya tapi semuanya mirip mas Delon". jawab Lisa


"ma yah siapa namanya". tanya Anissa


Lisa menatap Delon saat Anissa menanyakan namanya


"Muhamad Farhat Alfarizi". jawab Delon


"nama yang bagus mas". ucap Lisa


"hai Farhat cucu kakek". sapa kakek Bagas dan bayi itu terseyum lebar.


Anissa yang tidak pernah melihat bayi sangat kagum saat melihat adiknya.


"hai adik Farhat kenalkan aku Anissa kakakmu yang paling cantik". sapa Anissa dan lagi lagi bayi itu tersenyum.

__ADS_1


"sungguh rezeki buat kalian masih di berikan kepercayaan untuk merawat seorang anak". ucap nenek Ayu


"iya ma, aku pikir Sudah tidak bisa sambil setelah keguguran tiga kali waktu bahkan dokter sudah memvonis ku tidak bisa memiliki anak lagi". ucap Lisa


"istirahatlah sayang". perintah Delon saat melihat Lisa yang masih lemas.


saat Lisa beristirahat nenek Ayu mengantikan pokok baby Farhat karena bayi itu pup dan terus menagis sendangkan Anissa memperhatikan neneknya yang merawat baby Farhat. Delon dan ayahnya sedang kembali ke rumah untuk mengambil perlengkapan bayi yang tertinggal.


"apa semua bayi menagis saat pup nek". tanya Anissa


"bayi akan menagis karena tidak nyaman dan harus segera menggantinya agar tidak terjadi iritasi". jawab nenek Ayu


lalu nenek Ayu memberi nasehat kepada Anissa untuk mencari suaminya yang perhatian dengan istrinya sehingga bisa berganti untuk merawat anak anaknya kelak, nenek Ayu juga memberitahu Anissa bagaimana cara mengurus seorang bayi.


"apa aku dulu juga seperti adik Farhat". tanya Anissa sehingga membuat nenek Ayu diam, karena dulu Anissa lahir belum saat dan saat Anissa masih bayi termasuk kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya, di mana Lisa yang koma sedangkan Delon yang frutasi karena hampir kehilangan Lisa


"semua bayi akan seperti ini Nissa". jawab nenek Ayu


"apa sesakit itu ya nek saat melahirkan tadi Anissa melihat mama begitu kesakitan saat di dalam mobil". tanya Anissa


"rasa sakit tidak akan sebanding saat bayi itu sudah lahir akan ada rasa bangga saat kita berhasil melahirkan anak anak kita". jawab mama Ayu


Anissa mencium baby Farhat yang ada di pangkuan neneknya, Anissa rasanya ingin mengigit baby Farhat yang sangat mengemaskan. ciuman yang Anissa berikan membuat bayi itu mengeliat.


Delon kembali membawa perlengkapan bayi dan kebutuhan Lisa dan juga beberapa makanan untuk mereka sedangkan kakek Bagas harus menghadiri meeting menggantikan Delon.


"yah apa aku selucu dan mengemas seperti adik Farhat". tanya Anissa


"tentu bahkan kamu membawa kebahagiaan untuk keluarga kita dan kamu harta yang paling berharga untuk ayah, kehadiran mu sangat berarti untuk ayah". jawab Delon " Karena dengan kehadiran mu membuat ayah menyadari perasaan ayah dan juga bisa bersanding dengan perempuan sebaik ibunya, dia adalah bidadari ayah". sambung Delon dalam hati


"nek aku ingin mengendong adik Farhat".


nenek Ayu meletakan baby Farhat di pangkuan Anissa kemudian Anissa menimang nimangnya adik kecilnya itu sedangkan Delon duduk di samping Lisa yang sedang tertidur, Delon memandangi wajah teduh Lisa.


💙💙💙

__ADS_1


Hay Hay aku tidak pernah bosan ni meracuni kalian dengan rekomendasi cerita cerita yang sangat Bagus dan Wajib di baca, nah kali ini aku bawakan cerita "Not You" karya "AG Sweetie" cuss langsung kepoin



__ADS_2