
setelah sampai di rumah Laura bersiap siap untuk latihan bela diri, Laura bertekad akan belajar menggunakan senjata dan bela diri, hidup dilingkungan mafia membuat Laura sadar bahwa hidupnya tidak akan aman, kejadian seperti semalam sewaktu waktu bisa terulang kembali dan untung saja Laura sudah belajar menggunakan senjata sehingga semalam Laura bisa menyelamatkan dirinya.
"semalam aku menembak lengan penjahat itu dan tadi pagi aku yakin lengan Jhon berdarah". Laura berbicara sambil menuruni tangga
"tapi tidak mungkin jika Jhon yang menyerangku". lanjut Laura dan menuju ke dapur untuk menembak energi sebelum berlatih. setelah selesai mengisi energi untuk latihan Laura ke halaman belakang, di sana sudah ada Riko.
"Riko aku sudah siap latihan".
"nyonya habis makan tunggu sepuluh menit sampai makanan nyonya turun dulu" Riko menjelaskan. sepuluh menit kemudian
"ayo Riko, apa yang harus aku lakukan sekarang". tanya Laura
"pertama nyonya harus pemasaran sebelum berlatih karena manfaat pemasaran adalah mengurangi ketegangan otot, mengurangi cedera, dan lainnya". Riko menjelaskan dan Laura menganggukan kepalanya
Laura dan Riko melakukan pemanasan terlebih dahulu, Laura mengikuti gerakan Riko. setelah pemanasan Riko mengajar gerakan dasar dari silat yaitu yang pertama adalah kuda kuda, dalam silat ada enam jenis kuda kuda pertama Riko mencontohkan kuda kuda depan, kaki yang depan ditekuk sedangkan kaki yang belakang lurus dengan telapak kaki menghadap serong luar dan badan tegap Laura yang mengikuti gerakan yang diajarkan Riko merasa kesulitan karena ini pertama kali belajar bela diri.
setelah semua kuda kuda dipelajari Riko ke gerakan berikut yaitu pukulan, dibagian ini Laura sangat kesulitan karena ada beberapa teknik dalam pukulan tapi Laura tidak akan menyerah setelah empat puluh lima menit Laura akhirnya bisa mempelajari semua teknik itu.
selanjutnya riko tendang dan tangkis, beberapa teknik yang Riko contohkan Laura mengikuti dengan senang hati, setelah melihat nyonya sudah menguasai teknik dasarnya , Riko menyuruh Laura untuk mempraktikkan gerakan tersebut dengan sendiri tanpa Riko.
"ternyata nyonya orang yang cepat belajar" Riko yang mengawasi Laura latihan dan setelah hampir satu jam setengah, Riko menyuruh Laura beristirahat terlebih dahulu.
"nyonya sebaiknya istirahat tersebut terlebih dahulu baru di lanjutkan". Laura yang sudah merasakan letih akhirnya beristirahat di kursi yang terletak di bawah pohon.
kini Laura dan Riko bersiap untuk latihan kali ini Riko akan menyerang Laura, saat Riko menyerang Laura melawannya dengan gerakan yang sudah Riko ajarkan bahkan Laura memelintir tangan Riko.
bugh
bugh
Laura memukul Riko
"maaf Riko apa sakit". Laura merasa bersalah saat memukul Riko
"tidak nyonya, nyonya sangat cepat belajarnya,. aku rasa cukup untuk belajar bela diri hari ini". jawab Riko
"terima kasih sudah mengajariku silat".
"sama sama nyonya, saya senang bisa mengajari nyonya". jawab Riko
setelah belajar bela diri Laura ingin mengasah kemampuan menembak, Laura menyuruh Riko untuk menggantung beberapa apel di tiang setelah apel itu tergantung, Laura mengarahkan pistolnya ke apel tersebut.
dor
__ADS_1
dor
dor
dor
dor
dor
suara tembakan mengema di halaman belakang dari enam apel yang tepat sasaran lima apel dan satunya meleset.
dor
satu tembakan mengenai apel yang belum sempat terkena tembakan.
"lumayan juga, walaupun tadi sempat meleset". ucap Laura dan memasukan pistol dan meninggalkan halaman belakang.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Alex merasa pusing ternyata ada penghianat di antara mereka pantas saja banyak penghianat, tapi siapa satu orang itu, di dalam mobil Alex memikirkan perkataan pemimpin Clan Oktopus tadi , jika benar pasti Gunawan sudah tau tentang dirinya, berarti Alex harus hati hati untuk melakukan rencana selanjutnya. setelah sampai di markas Alex langsung menuju ketempat latihan sedangkan anggota yang lain membereskan senjata mereka.
dor
dor
dor
"Jhon". teriak Alex
"iya tuan". jawab Jhon
"pasang apel di di kepalamu dan berdiri di sana". perintah Alex dan menyerahkan sebuah apel
"apa tuan". jawab Jhon terkejut
"apa aku harus mengulangi perkataanku lagi". Alex berucap dengan datar
"tapi tuan bukankah sudah ada papan sasaran disana".
"laksanakan perintahku Jhon atau kepalamu yang aku tembak". Alex mengucapkan dengan menekan setiap katanya.
mau tidak mau Jhon berdiri di dekat papan sasaran dan meletakkan apel di kepalanya, walaupun tahu Alex tidak pernah meleset dalam menembak tetapi sekarang Alex dalam keadaan marah bisa saja dia menembak sesukanya.
__ADS_1
dor
satu kali tembakan tepat mengenai buah apel dan Jhon merasa lega saat tembakan mengenai apel.
"Lex redam emosimu jika seperti kamu tidak akan tahu siapa penghianat itu". Bagaskara datang untung menenangkan Alex
"Gunawan benar benar memilih orang yang tepat sehingga kita tidak mencurigai". sambung Bagaskara
"tuan besar benar tuan". Jhon menimpali ucapan Bagaskara
"lalu sekarang harus bagaimana ayah".
"Lex ayah pernah mengajarimu jangan menggunakan emosi jika ingin mengetahui tapi gunakan otak". Bagaskara menasihati Alex
"tenanglah, ayah tau kamu marah dan ayah juga marah karena bisa kecolongan seperti ini walaupun ayah selalu hati hati untuk merekrut anggota baru".
"yah pasti orang itu sudah di latih dengan baik makanya kita tidak curiga sama sekali". Alex berbicara.
Alex mengahampiri taiger dan mengelusnya, Alex tersenyum sinis saat melihat tulang tulang para penghianat di kadang taiger ,Alex berpikir benar yang dikatakan oleh ayah dia harus menggunakan otaknya untuk mengetahui penghianat itu, bagi Alex penghianat adalah sebuah kejahatan yang tidak dapat di toleransi, dan penghianat tidak bisa dimaafkan begitu saja jika hanya dimaafkan dia bisa melakukan penghianat kembali, hanya satu hukuman bagi penghianat adalah kematian.
Alex memutuskan pulang ke rumah dengan menyetir sendiri dan soalnya ayah sudah pergi dari tadi setelah berbicara dengannya sedangkan Jhon kembali ke apartemennya. Laura yang mendengar suara mobil segera menghampirinya, Alex turun dari mobil.
"selamat datang suamiku". Laura berbicara dengan manis
"jangan bersikap manis di depanku, aku tidak menginginkanmu, kamu itu hanya perempuan murahan Laura sama dengan Sintia yang rela mengangkang demi uang, aku yakin mantan tunanganmu itu pasti sudah menyentuhmu tidak mungkin jika belum menyentuhmu". Alex berbicara pedas saat mengingat Laura adalah anak Gunawan di tambah masalah penghianat.
"katakan siapa orang yang ayah kamu tugaskan untuk menjadi mata mata". bentak Alex dengan mencengkram rahang Laura
"aku tidak tau, aku juga tidak tau masalah apa yang membuatmu dendam dengan ayah". perkataan Laura membuat Alex terkejut saat Laura mengetahuinya
"bagus jika kamu mengetahui, aku menikahimu untuk balas dendam kepada Gunawan". sinis Alex
Alex lalu menyeret Laura ke kamarnya dan memasuki kamar mandi dan mengisi bathup dengan air.
☘️
sambil nunggu update selanjutnya yuk mampir di karya temanku dengan cerita dosen dan mahasiswi yuk langsung pasti bikin penasaran.........
Judul : Istri Kecil Dosen Muda
Karya : Susi Similikity
__ADS_1