
"anak anak sudah kamu hubungi baby". tanya Alex sambil memeluk istrinya dari belakang
"sudah dan mereka akan datang, tadi juga katanya Farhan ada kabar baik untuk kita". jawab Laura dan membalikkan badannya
Alex mengambil obat yang di berikan istrinya lalu meminumnya
"kabar apa". tanya Alex dan meletakan gelas di meja rias
"tidak tau kita tunggu malam ini, untuk Arden dan Anissa kemungkinan akan sampai jam tujuh malam tadi pesawatnya ditunda keberangkatannya". ucap Laura
"mas". ucap Laura dan melingkarkan tangannya di leher suaminya
"hmmm". guman Alex dan memegang pinggang istrinya dan mereka saling tatap
Alex menyatukan keningnya dengan kening istrinya
"apa semuanya sudah siap untuk malam ini". tanya Alex
"sudah mas, aku juga meminta pada para pelayan untuk memasak makanan kesukaan anak anak". jawab Laura
drt
drt
drt
Alex mengambil ponselnya dan mengangkat kepalanya tersebut
"iya". jawab Alex
"......."
"iya sesuai yang saya minta kemarin". ucap Alex
"....."
"iya, sudah tidak ada yang di rubah lagi". jawab Alex
"....."
"hmmm". gumam Alex
Alex meletakkan ponselnya dan mengangkat istrinya lalu mendudukan di meja rias
"kenapa notaris menelpon mas". tanya Laura
"untuk menyiapkan segalanya". jawab Alex dan mencium punggung tangan istrinya
pukul setengah tujuh malam Andra dan istrinya serta baby kaila sudah sampai di rumah orang tua. Andra mengedong baby kaila
"cucu cantik kakek sudah datang". ucap Alex sambil mengambil baby kaila dan meminangnya
Andra dan Tasya menyalimi tangan orang tuanya
"Tasya bagaimana tidak kesusahankan merawat baby kaila". tanya Laura
"tidak ma lagian mas Andra juga sering bantu Tasya". jawab Tasya
sambil menunggu kehadiran yang lainnya Laura berbincang dengan Tasya dan memberikan beberapa nasehat dalam merawat seorang anak, Tasya yang mendengar penjelasan mama mertuanya terseyum senang
"mama ayah Ana kangen". ucap Ana yang langsung memeluk Laura
"sudah punya suami masih manja juga". ucap Andra
__ADS_1
"biarin wle". jawab Ana
"aku mau mengendong baby kaila yah". ucap Ana dan Alex menyerahkan baby kaila pada putrinya
"hallo keponakan aunty yang cantik". ucap Ana
cup
cup
cup
cup
tiba tiba baby Kaila menangis saat Ana menciumi bayi itu
"hmmm nangiskan". ucap Andra
cup
cup
Ana menepuk nepuk baby kaila agar terdiam
"anak cantik jangan nangis hmmm". ucap Ana dan baby kaila langsung terseyum
"uluh uluh makin cantik kalau terseyum seperti ini". sambung Ana
Arden mengandeng tangan Anissa saat memasuki rumah disana semuanya anggota keluarga sudah terkumpul. Farhan dan Anissa langsung menyalimi tangan kedua orang tuanya
"bagaimana perjalanannya ". tanya Alex
"lancar yah walaupun tadi sempat ditunda karena cuaca di Bali sedikit tidak mendukung ". jawab Arden
"sebelum acara makan malamnya di mulai dan berhubung semua sudah berkumpul Ana dan mas Farhan punya kabar baik". ucap Ana
"kami diberikan kepercayaan lagi ma dan sekarang Ana sedang mengandung kembali". jawab Farhan
semua orang yang ada disana terseyum senang mendengar kabar baik itu dan mereka memberikan selamat pada pasangan suami istri itu. Alex terseyum saat melihat putrinya sangat bahagia bahwa dia hamil kembali
"dijaga baik baik kandungnya". ucap Laura
"dengerin kata suami juga jika itu menyangkut kebaikan mu". sambung Laura
"iya ma , Ana pasti akan menjaganya dengan baik". jawab Ana
setelah mendengar kabar bahagia itu mereka menuju halaman belakang yang sudah di hias dengan sangat indah untuk acara makan malam hari ini.
"ma yah tumben makan malam di buat acara seperti ini". ucap Andra
"biar ada suasana berbeda". jawab Alex
mereka semua sudah duduk di kursinya masing masing
"iya suasananya terasa berbeda apalagi makan di bawah sinar matahari ". ucap Ana
di saat semu orang mengagumi acara malam ini tapi tidak dengan Arden yang merasakan sesuatu yang aneh apalagi ayahnya menyuruh segera pulang padahal liburan bulan madunya masih ada.
"ada apa". tanya Anissa sambil berbisik saat melihat suaminya diam saja
"aku merasakan ada yang aneh". jawab Arden dan Anissa mengusap punggung tangan suaminya
"ya mungkin saja ayah dan mama membuat acara ini sudah jauh jauh hari sebelum Kita menikah". ucap Anissa
__ADS_1
"tapi apa tidak bisa acara dilaksanakan setelah kita pulang dan jika seperti aku merasakan ada sesuatu hatiku jadi tidak tenang sayang". ucap Arden
"Arden, Anissa segera makan ". ucap Alex
"iya yah". jawab Anissa dan mengambilkan makanan untuk suaminya
Arden semakin tidak tenang saat acara makan malam ini di rekam seakan akan acara ini tidak akan terulang lagi
"sayang makan". ucap Anissa
Arden menarik nafasnya memakan makanannya. mereka semua menikmati makanan dengan diam. Alex mengusap punggung tangan istrinya.
"makan yang banyak, pokoknya hidangannya ini harus di habiskan". ucap Laura
setelah selesai makan mereka masih duduk di tempat yang sama
"ma yah kenapa acara makam malam ini di rekam". tanya Arden
"ya untuk diabdikan kak". jawab Ana
"iya kakak tau Ana tapi..."
"sudah sudah jangan berdebat, jangan merusak suasana makan malam yang indah ini dengan perdebatan kalian". ucap Alex
"tuan mau foto bersama dimana". tanya seseorang
"di dekat kolam itu kelihatan bagus terkena cahaya bulan dan disana cahaya terang ". jawab Alex
"baiklah tuan kalau begitu saya siapkan dulu".
mereka semua sudah berkumpul dan siap untuk berfoto bersama dengan posisi Alex dan Laura di tengah, Alex memangku baby Kaila , Andra dan Tasya dan sebelah kiri, Farhan dan Ana di sebelah kanan sedangkan Arden dan Anissa berdiri dibelakang Laura dan Alex. sebuah foto keluarga yang sangat bahagia.
Alex menyerahkan baby Kaila pada istrinya saat dada terasa sangat nyeri.
"ayah kenapa". tanya Arden saat melihat ayahnya memegang dadanya
"mas". ucap Laura yang air matanya mulai berjatuhan
"ayah". teriak mereka semua saat melihat Alex tidak sadarkan diri
Arden dan Andra langsung mengangkat ayahnya.
"mas ku mohon jangan di tinggalkan aku hiks". ucap Laura yang menepuk nepuk wajah suaminya yang ada di pangkuannya
Andra fokus menyetir dan Arden sesekali melihat kebelakang. sesampainya di depan rumah sakit
"dokter". teriak Arden
suster membawa berangkar untuk membawa Alex. Laura semakin takut saat tangan suaminya sudah dingin. Alex di bawa masuk kedalam UGD.
"ma ada apa dengan ayah". tanya Arden
"ma jawab". ucap Arden saat melihat mamanya semakin menangis
"a ayah kalian terkena penyakit jantung hiks". jawab Laura
semua orang disana terkejut dengan jawaban tersebut. Arden langsung membawa mamanya ke dalam pelukannya
"mama takut hiks". ucap Laura
"ayah pasti baik baik saja ma". ucap Andra
"iya mah , ayahkan kuat". ucap Ana
__ADS_1
"tapi penyakitnya sudah tidak dapat disembuhkan". ucap Laura
kebahagiaan yang mereka rasakan tadi berubah menjadi kesedihan saat mengetahui apa yang di alam ayahnya, terjadi keheningan saat menunggu seorang dokter keluar dari ruangan tersebut