
Ana mengerjapkan matanya dan saat matanya terbuka pandangan pertama yang dia lihat adalah pangeran pandanya bahkan Farhan tertidur sambil memeluk Ana. tangan Ana terulur untuk menegang wajah Farhan dari mata hidup dan bibir, Ana terseyum sendiri saat mengetahui bahwa dirinya telah menjadi istri dari Farhan yaitu dosennya sekaligus pangeran pandanya, secara perlahan Ana memindahkan Farhan yang memeluk dirinya. saat Ana akan turun ada sebuah tangan yang menariknya sehingga membuat Ana terjatuh kembali ke ranjang dan tangan itu semakin mengeratkan pelukannya.
"setelah memandang dan memainkan wajahnya Ku kamu mau pergi begitu saja putri tulip". bisik Farhan di telinga Ana dengan suara khas bangun tidur, Ana yang mendengar suara Farhan membuatnya merinding
"hmmm pak lepaskan, aku mau mandi". ucap Ana sambil berusaha melepaskan tangan Farhan yang melilit di perutnya
Farhan bukannya melepaskannya tetapi semakin mengeratkan pelukannya dan mencium leher jenjang Ana dan Ana yang mendapatkan ciuman itu langsung menegang
"putri tulip aku hanya mencium leher mu dengan singkat tapi kamu sudah menegang seperti ini bagaimana jika aku melakukan lebih dari ini". bisik Farhan dan mengulangi mencium lehernya kembali
"pa pak lepaskan a aku mau mandi karena ada ja jam kuliah pa pagi". ucap Ana sambil terbata bata, Farhan yang berada di belakang Ana terseyum saat melihat kegugupan Ana dan langsung membalikan tubuh Ana menghadapnya
"pak". pekik Ana saat wajahnya dengan wajah Farhan sejajar
"hmmm apa seperti itu memanggil suamimu dengan sebuah pak, aku bukan dosenmu putri tulip tapi suamimu". ucap Farhan sambil mengusap pipi Ana yang sudah memerah
"lalu bapak mau di panggil apa, Ana sudah terbiasa memanggil bapak". ucap Ana
"terserah tapi jangan bapak, aku terasa tua putra tulip". ucap Farhan sambil memperhatikan bibir mungil Ana
"tapi le lebih enak pak". ucap Ana
Farhan langsung membungkam bibir Ana dengan bibirnya saat Ana tetap memanggilnya pak dan Ana langsung melebarkan matanya saat bibirnya bersentuhan dengan bibir Farhan, Farhan semakin memperdalam ciuman tersebut dan tangan Ana yang satu berada di dada Farhan sedangkan yang satunya memegang bantal. Ana memukul dada bidang Farhan Ketika kehabisan nafasnya.
"hmm". erangan Ana sambil memukul dada Farhan
Farhan melepaskan ciuman tersebut dan Ana langsung menghirup udara sedang Farhan mengusap Saliva yang berada di pinggir bibir Ana. Farhan terkekeh saat melihat wajah Ana yang memerah seperti kepiting rebus. Ana langsung mendorong Farhan dan turun dari ranjang Kemudian berlari ke kamar mandi
blam
Ana membanting pintu kamar mandi sehingga membuat tawa Farhan langsung pecah dan mengema di kamar Ana sedangkan Ana yang berada di kamar mandi langsung meletakkan satunya tangan di dada dan merasakan jantungnya berdetak dua kali lipat, Ana yang mendengar tawa Farhan langsung cemburut
"dasar pangeran panda mesum dan kamu juga pipi kenapa langsung memerah membuat ku malu saja". monolog Ana sambil bercermin dan memegang pipinya, tangan Ana menyentuh bibirnya yang masih lembab akibat ciuman tadi
__ADS_1
"ciuman pertama ku". monolog Ana dan bibirnya langsung terseyum
Ana langsung melepas baju dan meletakan di keranjang pakaian kemudian berendam di bathtub, Ana menutup matanya dan membayangkan ciuman tadi sehingga menciptakan senyum tipis di bibirnya. setelah lima belas menit berendam Ana berjalan ke bawa sower untuk menghilangkan sisa sabun yang menempel di tubuhnya. saat tangan akan mengambil handuk Ana langsung membuka matanya dan tidak menemukan handuk di tempat biasanya.
"mampus aku kenapa bisa lupa tidak membawa handuk dan pakaian ganti". monolog Ana sambil menepuk jidatnya
"aku tidak mungkin keluar tanpa menggunakan pakaian bisa malu aku". monolog Ana
Ana membuka sedikit pintu kamar mandi dan melihat Farhan yang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, Farhan yang melihat pintu kamar mandi terbuka sedikit memincingkan matanya dan dahi bekerut
"aish kenapa pangeran panda masih disana mana melihat kesini lagi". monolog Ana
Farhan mengambil tongkatnya yang berada di samping ranjang dan berjalan menghampiri Ana sedangkan Ana yang melihat Farhan berjalan ke kamar mandi langsung menutup pintunya.
tok
tok
"putri tulip apa yang kamu lakukan kenapa tadi mengintip seperti itu, apa sedang membutuhkan sesuatu". tanya Farhan
"hmmm sebenarnya aku lupa membawa handuk dan baju ganti". jawab Ana sambil mengigit bibir
Farhan yang mendengar jawaban Ana langsung mengambil handuk Ana yang tergantung di samping meja rias kemudian menyampaikan handuk itu di pundaknya lalu Farhan berjalan dengan pelan menuju lemari Ana dan mengambil baju untuk Ana Karen Farhan tau Ana pasti malu jika Keluar hanya menggunakan handuk, Farhan mengambil dress berwarna putih dan bercorak bunga tulip.
tok
tok
"putri tulip ini handuk dan bajumu". ucap Farhan
Farhan melekatkan handuk dan baju itu ke tangan Ana yang keluar dari kamar mandi, Ana langsung menutup pintunya sedangkan Ana yang berada di dalam kamar mandi langsung terkejut saat Farhan juga mengambil dalaman miliknya, Ana pikir Farhan hanya mengambilkan handuk dan baju saja ternyata dugaan Ana salah.
"ya ampun makin malu aku tadi aku pikir hanya diambil handuk dan baju saja, dan tadi aku berencana akan mengambil dalaman sendiri setelah memakai baju yang dia ambilkan". monolog Ana
__ADS_1
Farhan duduk di kursi rias milik Ana dan sedikit memijat kakinya yang kiri Farhan merasakan ngilu di kakinya itu, Ana yang keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Farhan yang sedikit meringis.
"jangan di pijat seperti itu nanti takut malah akan parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter saja bagaimana untuk menyembuhkan kaki kirimu pak". ucap Ana dan Farhan langsung menatap Ana saat Ana masih saja memanggilnya pak
"hmmm aku akan berusaha tidak memanggil pak tapi itu sulit karena selama ini bapak jadi dosen Ana". ucap Ana saat Farhan menyadarinya
"pelan pelan saja merubah panggilannya". ucap Farhan sambil tersenyum.
setelah itu Farhan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setalah Farhan dan Ana selesai. mereka turun kebawah untuk sarapan. Ana membantu Farhan turun dari tangga karena Farhan sedikit kesulitan saat menggunakan tongkat sesampainya di ruang makan di sana sudah terdapat orang tua Ana dan juga Arden. Laura yang melihat putrinya dan Farhan langsung merasa bersalah karena surat itu , Alex yang melihat tatapan Laura langsung mengusap punggung tangan istirnya itu dan terseyum.
"bagaimana keadaan mu Han". tanya Alex.
"baik om". jawab Farhan
"jangan panggil om panggil ayah saja sama seperti Ana". ucap Alex
"baik yah". jawab Farhan
mereka semua sarapan dengan diam. setelah sarapan Alex dan Farhan berpamitan untuk pergi ke suatu tempat, sedangkan Ana bersiap untuk berangkat ke kampus, saat sedang menunggu Arden, Laura menghampirinya.
"Ana". ucap Laura
"iya ma". jawab Ana
"mama minta maaf". ucap Laura
"maaf, maaf untuk apa ma". tanya Ana yang bingung karena mamanya tiba tiba minta maaf
Laura memberitahu Ana jika dia yang menulis surat itu dan apa alasannya, Laura menyesal melakukan itu seandainya Laura tau gio bukan orang baik maka dia tidak akan melakukan itu. Ana bertanya apa maksud jika Gio bukan orang yang baik lalu Laura menjelaskan apa niat Gio menikahi Ana., Ana yang mendengar penjelsan mama itu langsung tersenyum karena Ana tau setiap orang tua ingin melakukan yang terbaik untuk anaknya
"mama tidak perlu merasa bersalah sama Ana dan lagian sekarang Ana sudah bersama pangeran panda". ucap Ana sambil tersenyum dan Laura langsung memeluk putrinya itu
saat Arden sudah berada di depan mereka berdua berpamitan untuk pergi ke kampus. setelah kepergian kedua Anaknya Laura masuk ke dalam rumah.
__ADS_1