Tuan Mafia

Tuan Mafia
Rencana Yang Gagal


__ADS_3

saat Laura akan meminum jus tersebut seekor kucing menabrak Laura "meong" dan itu membuat Laura terkejut


pyaar gelas yang di pegang Laura terjatuh kelantai dan belum sempat diminum olehnya, pecahan gelas tersebut mengenai kakinya


"nyonya ada apa". tanya bik sum saat mendengar pecahan gelas


"ini bik tadi ada kucing menabrak saya dan minumannya tumpah sebelum saya minum". Laura menjelaskannya


"kaki nyonya berdarah" bik sum terkejut


"nyonya saya ambilkan minum lagi ya dan saya obati nyonya lukanya". sambung bik sum


"tidak perlu bik biar saya sendiri yang bikin minum dan saya obati lukanya". Laura mengambil pistolnya dan berjalan ke dapur dan membuat minuman, bik sum membawakan kotak P3k Laura segera mengobati lukanya agar tidak terinfeksi.


"shhh" desis Laura karena merasa perih saat lukanya terkena obat merah.


Laras yang melihat kejadian itu mengepalkan tangannya "sial gagal semua gara gara kucing itu" monolog Laras


*tuan Jhon*


gagal tuan


laras mengirim pesan kepada Jhon


^^^*Laras*^^^


^^^kenapa bisa gagal^^^


*tuan Jhon*.


saat nyonya akan meminumnya


ada kucing yang menabrak nyonya


dan membuat minumannya tumpah


^^^*Laras*^^^


^^^besok pastikan jangan gagal^^^


^^^dan lakukan setiap hari^^^


^^^karena cara kerjanya racun itu^^^


^^^secara pelan pelan^^^


"tuan Jhon*


baik tuan


"besok aku harus berhasil, jika aku gagal lagi maka tuan Jhon tidak akan menepati janjinya" monolog Laras dan melanjutkan memotong rumput


Laura yang sudah selesai mengobati lukanya segera masuk kamar dan membersihkan dirinya


drt

__ADS_1


drt


ponsel Laura berbunyi dan tertera nama suamiku ❤️ , Laura yang melihat nama tersebut


"aishh pasti si tembok yang memberi nama seperti ini" lalu mengangkatnya


"lama banget menjawab dari sama saja". cerocos Alex dari sebrang sana dan Laura menjauhkan ponselnya dari telinga


"Santai tuan tembok, saya habis mandi". jawab ketus Laura


"sudah saya bilang jangan panggil saya tembok". protes Alex


"makanya jika tidak ingin di panggil tembok itu muka jangan lurus seperti tembok". jawab lantang Laura


"antarkan makanan ke kantor". perintah Alex


"saya tidak tau letak kantornya".


"Riko akan mengantarmu".


"tuan ingin dibawakan makanan apa".tanya Laura.


"nila asam manis, spaghetti, sayur pokcoy". jawab Alex


"yakin itu".


"iya dan segera datang".


"awas saja jika seperti malam itu, akan aku paksa tuan untuk memakannya". lalu Laura segera mematikan teleponnya, dan mengganti nama kontak suamiku ❤️ menjadi tuan tembok.


sedangkan Alex yang sudah berada di kantor merasa kesal karena Laura memanggilnya tembok dan memutuskan sambungan teleponnya "berani dia mematikan teleponnya" kemudian Alex mengambil cermin dan bercermin "wajah ganteng seperti ini di panggil tembok, buta apa gimana itu matanya, setiap perempuan yang melihat selalu terpesona bahkan mereka rela untuk mengangkang untuk saya" monolong Alex dengan mengelus rahangnya


"tidak tuan". jawab Jhon


"Jhon bagaimana penampilan saya sudah perfect belum". tanya Alex, entah mengapa dia ingin terlihat sempurna pada hari ini dan sangat antusias


"penampilan tuan setiap hari selalu perfect tuan".


"tapi aku ingin hari ini sangat perfect". jawab Alex dengan membenarkan dasinya


Jhon yang melihat tingkah Alex merasa aneh "apa karena nyonya akan kemari, tuan benar benar sudah jatuh cinta kepada nyonya" monolog Alex dalam hati.


Alex yang menunggu kedatangan Laura merasa waktu berjalan lambat karena orang yang di tunggu tunggu tidak muncul juga, akhirnya Alex gunakan waktunya untuk mengecek berkas berkas dengan tidak bersemangat.


☘️☘️☘️☘️☘️


setelah selesai semuanya Laura keluar mencari Riko untuk mengantarkannya ke kantor Alex


"nyonya sudah siap". tanya Riko


"sudah rik". jawab Laura


Riko membukakan pintu untuk nyonyanya dan kemudian Riko masuk ke kemudi lalu menjalankan mobilnya, dalam perjalanan Laura melihat keluar saat itu juga dia melihat Merlin dan Delon di sebuah cafe dan mereka tanpa bahagia tanpa Laura sadari air matanya lolos begitu saja, hati memang mengatakan untuk ikhlas tapi semua kenangan saat kebersamaannya dengan Delon sulit untuk dia hapus, Laura menghapus air matanya. tiga puluh menit akhirnya Laura sampai di kantor Alex, saat melihat gedung tinggi itu Laura terlihat gugup.


"silahkan nyonya". Riko membukakan pintu mobil

__ADS_1


"terima kasih". Laura turun dari mobil sedangkan Riko masuk kembali ke mobil untuk memakirkan mobilnya, sebelum masuk Laura menatap ke sekeliling kantor tersebut dan Dengan langkah yang sedikit gemetar Laura memasuki kantor itu.


"permisi mba". sapa Laura


"iya ada apa". jawab ketus resepsionis


"saya ingin bertemu dengan tuan Alex". resepsionis itu memincingkan matanya


"sudah buat janji". tanya resepsionis


"belum mba, saya istrinya dan ingin mengantarkan makanan ini". Laura menjelaskan dan resepsionis melihat penampakan Laura


"mba jangan mimpi ya jadi istrinya tuan Alex , hahaha" resepsionis mentertawakan Laura


"tapi saya benaran istrinya mba"


"tuan Alex sama saya saja tidak tergoda apalagi model seperti mba". jawab sinis resepsionis itu


"pergi saja". sambungnya


Laura yang di usir oleh resepsionis itu segera menelepon Alex agar dia bisa masuk


drt


drt


drt


telepon Alex bergetar dan menampilkan nama Laura dan Jhon yang melihat itu langsung mematikannya, sedang Laura yang berada dibawah tidak menyerah baru satu panggil di tolak dan berusaha menghubunginya lagi tapi di tolak lagi dan detik berikutnya ponselnya sudah tidak aktif, Jhon sengaja mematikan ponselnya agar Laura tidak bisa menghubungi Alex


"Jhon apa Laura belum datang". tanya Alex setelah kembali dari toilet


"belum tuan, mungkin nyonya tidak akan datang, jika datang seharusnya sudah dari tadi". jawab Jhon " pasti nyonya sudah di usir oleh resepsionis dan satpam di kantor tidak ada yang tau dia istri tuan Alex" monolog Jhon dalam hati


"tuan sebaiknya saya pesankan makan siang".


"tidak perlu Jhon, aku akan menunggu mungkin terkena macet". jawab Alex


Laura yang berada di bawah " kenapa panggilnya di tolak dan sekarang sudah tidak aktif" Laura berusaha untuk menghubungi Alex lagi tapi masih tidak aktif ponsel


"menghubungi siapa mba, mba mau menipu ya, pak satpam". teriak resepsionis


"ada apa mba Maya". jawab satpam


"usir perempuan ini dia mengaku sebagai istri tuan Alex sedang tuan Alex belum menikah pasti mau menipu dia". resepsionis itu menjelaskan


"bukan pak, saya benaran istrinya". bela Laura


"mari mba keluar jangan sampai saya menggunakan kekerasan".


satpam itu yang melihat Laura diam saya kemudian menarik tangan Laura untuk di bawa keluar sedangkan Laura memberontak


"pak saya kesini ingin mengantarkan makanan ini jika tidak di antar tuan Alex akan marah".


tapi satpam itu tidak mengindahkan pembelaan Laura dan tetap memasak menarik tangan Laura.

__ADS_1


hayo hayo siapa kemarin yang berpikir Laura meminum racun.


Laura selamat ya karena seekor kucing.


__ADS_2