Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Tidak Tau Apa Yang Dirasakan


__ADS_3

Bunga menatap Sinis bahkan kakinya sejak tadi menginjak kaki Anissa dan Anissa yang mulai merasa kesal


"auwh". Rintih Bunga saat ujung helss mengenai punggung kakinya bahkan sekarang Anissa semakin menekannya


"lepas cewek gatal". erang Bunga


"dengar bunga apa bukan seperti cewek lainnya yang selama ini kamu tindas hanya diam saja". ucap Anissa lalu mengangkat kakinya


sedangkan Bunga mengelus punggung kakinya dan Bunga mengepalkan tangannya saat melihat punggung kakinya memerah, saat sedang mengusap kakinya Bunga melihat laki laki yang bersama Anissa masuk ke dalam kelasnya.


"itukan laki laki yang tadi pagi hmm ini kesempatan untuk mempermalukan cewek gatal ini". monolog Bunga dalam hati dan langsung berdiri di hadapan laki laki itu sehingga membuat Yusuf menghentikan langkahnya karena Bunga berdiri di depan dan Anissa langsung memijat kepalanya karena tau Bunga akan membuat masalah


"pengumuman pengumuman". ucap Bunga


"kalian tau bahwa teman kita Anissa itu cewek murahan , bagaimana tidak murahan bukan berita di pacaran dengan Arden sudah melebar luas di kampus kita". ucap Bunga dan teman kelasnya menganggukkan kepalanya


"dan kalian tau, cewek gatal ini berangkat bersama laki laki ini bahkan saat di parkiran sangat mesra, setelah menggoda Arden dan sekarang mengoda laki laki ini dan aku yakin laki laki ini datang untuk menghampiri cewek murahan ini yang tidak tau malu". tuding Bunga dengan menatap tajam Anissa


"aku tegaskan aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Arden". ucap Anissa


"Bohong jika tidak memiliki hubungan kenapa Arden begitu perhatian padamu". ucap Bunga

__ADS_1


"dan kau". tunjuk Bunga pada Yusuf


"kamu bayar berapa cewek gatal ini untuk semalam". ucap Bunga sambil menatap Yusuf sedangkan Yusuf menatap Bunga sambil mengelengkan kepalanya


"apa ini sikap yang di miliki seorang mahasiswi". ucap Yusuf


"tidak memiliki sopan santun". sambung Yusuf


"perkenalan nama saya Yusuf berdirinya saya di sini mengantikan Bu Darmi yang sudah pensiun". ucap Yusuf sehingga membuat semua mahasiswa ataupun mahasiswi diam termasuk Bunga


"kurasa kalian sudah tau dan saya harap di kelas saya tidak ada mahasiswa dan mahasiswi yang tidak memiliki sopan santun". sambung Yusuf sehingga membuat Bunga panas dingin


"dan kamu saya harap bisa merubah sikapmu dan silahkan duduk jika ingin mengikuti pelajaran saya jika tidak itu pintu keluarnya". ucap Yusuf dan Bunga langsung kembali ke tempat duduknya sambil menahan detak jantungnya sedangkan Yusuf berjalan ke mejanya


Yusuf memulai belajarnya dan semua memperhatikan bagaimana cara mengajar Yusuf yang terkesan santai dan mudah di pahami dan sesekali Yusuf mencuri pandang ke arah Anissa sedangkan Anissa yang merasa di perhatikan lebih memilih untuk menatap ke arah jendela dan saat itu juga Anissa melihat Arden yang sedang bermain basket dan tanpa Anissa sadari bibinya membentuk senyuman saat Arden mengguyur rambutnya ke arah belakang


deg


jantung Anissa langsung berdetak saat Arden juga menatapnya sehingga membuat Anissa sedikit salah tingkah, Anissa bernafas lega saat Arden kembali bermain


"kurasa dia tidak menatap ke arah ku dan tidak mungkin akan terlihat dari sana jarak kelas ini dengan lapangan basket agak jauh". monolog Anissa sambil mencoret kertasnya dan tanpa sadar Anissa melihat Arden lagi dan tepuk tangan yang sangat meriah saat Arden memasukan bola ke arah ring.

__ADS_1


setelah hampir dua jam pelajaran Anissa sama sekali tidak fokus ke pelajaran dan Anissa menopang dagunya dan melihat ia arah lapangan basket lalu matanya juga mengikuti Arden yang meninggalkan lapangan itu. Yusuf yang melihat Anissa tidak fokus langsung mengetukkan pulpennya di mejanya Anissa sehingga membuat Anissa mendongakkan kepalanya ke arah Yusuf.


"berhubung sejak tadi kamu tidak fokus dalam pelajaran saya sekarang kamu ikut ke ruangan saya dan lihat bahkan teman teman mu sudah tidak ada kamu tidak menyadarinya Anissa". ucap Yusuf dan Anissa melebarkan matanya saat melihat ruangan itu sudah kosong hanya tinggal dirinya dan juga Yusuf


"ayo ke ruangan saya Anissa". ucap Yusuf dan Anissa langsung mengikuti langkah Yusuf


"kenapa kelasnya sudah kosong dan aku tidak menyadarinya". monolog Anissa dalam hati


sedangkan Arden yang sedang meminum langsung meneguk air itu sampai habis dan tanpa Arden sadari dia meremas botol itu saat dia melihat Anissa berjalan mengikuti laki laki yang bersamanya di cafe itu


"cemburu ini saat tau pacarnya jalan sama lali laki lain, aku dengar dengar dia dosen Lo harus di jaga benar benar ceweknya nanti berpaling ke dosen". goda Bimo


"dia bukan pacar ku". ucap Arden lalu membuang botol itu di tempat sampah


"sudahlah bro jangan mengelak semua yang berada disini sudah tau jika dia pacarmu, jika tidak cemburu kenapa itu botol bisa bernasib seperti itu hmmm". goda Bimo lagi dan Arden langsung meninggalkan Bimo


"dijaga bro pacarnya saingannya dosen bro". teriak Bimo lalu tertawa terbahak bahak saat melihat ekspresi Arden tadi


"hahahaha ternyata orang yang tidak pernah jatuh cinta sekalinya jatuh cinta tidak menyadari perasaannya". monolog Bimo lalu menyusul Arden, Bimo berdecak kesal saat Arden bukan masuk kelas malah menjalankan motornya meninggalkan kampus


💙💙💙💙

__ADS_1


yuk mampir di karyanya kak "Merpati_Manis" cusslah langsung kepoin



__ADS_2