
pagi hari Anissa menyipitkan matanya saat sinar matahari masuk lewat jendela yang di buka oleh mamanya.
"ma jangan di buka jendelanya". ucap Anissa sambil memukul guling
Lisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu, lalu menghampiri putrinya di ranjang.
"anak gadis tidak baik bangun kesiangan, buruan bangun dan mandi lalu berangkat kuliah". ucap Lisa lalu menarik selimut yang di pakai Anissa
Dengan malas Anissa turun dari ranjang dan melihat jam di dinding , matanya langsung melebar saat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi
"ma kenapa tidak membangunkan Anissa, Anissa ada jam kuliah pukul sembilan". ucap Anissa langsung menyambar handuknya lali masuk ke kamar mandi
brak
Anissa membanting pintu kamar mandi karena terburu buru, Lisa merapihkan tempat tidur Anissa. setelah itu Lisa turun ke bawah.
"sarapan ada di meja makan". ucap Lisa lalu menutup pintu kamar putrinya itu.
Lisa menghampiri Delon yang sendang berjemur bersama baby Farhat, Lisa terseyum melihat baby Farhat yang sudah bisa tengkurap itu, Lisa dan dan Delon harus menyiapkan tenaga ekstra untuk menjaga baby Farhat yang sedang aktif itu.
"baby Farhat tidak rewelkan mas". tanya Lisa yang ikut duduk di karpet bersama suami dan anaknya itu
"tidak, apa Anissa sudah bangun". tanya Delon
"sudah dan sedang mandi, mungkin mandi bebek karena terburu buru". jawab Lisa
Anissa yang sudah selesai mandi langsung mengenakan pakaiannya dan mengambil kunci mobilnya. Anissa langsung berangkat karena jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Anissa melajukan mobilnya dan meninggalkan rumahnya. Delon yang melihat Anissa terburu-buru terseyum mengingatkan saat dulu dia kuliah juga seperti itu selalu bangun kesiangan dan kenapa sifat buruknya itu menurun ke Anissa. Anissa mengendarai mobilnya sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"eh eh kenapa ini mobil". ucap Anissa saat mobil yang dia kendarai tiba tiba berhenti
"astaga kenapa aku lupa seharusnya ini mobil aku bawa ke bengkel kemarin". ucap Anissa lalu turun dari mobil dan membukakan bagian depan mobil, ketika di buka keluar asap
"aish bagaimana ini pasti aku akan telat, Anissa Anissa kenapa kamu lupa sih". monolog Anissa
"mana sepi lagi". ucap Anisa sambil mencari ponselnya di tas untuk memesan taxi online
"astaga ponselku ketinggalan lagi, tadikan ada di nakas". umpat Anissa
__ADS_1
saat melihat motor yang melaju Anissa menghentikan motor tersebut dengan berada di tengah jalan
citttt
suara ban motor yang bergesekan dengan aspal karena rem mendadak, Anissa menutup matanya saat motor tersebut hampir menabraknya. pengendara motor itu menghentikan motornya dan membuka kaca helmnya
"hey kau mau cari mati ya". bentaknya, Anissa yang mendengar bentakan tersebut langsung membuka matanya dan mendengus sebal
"kenapa harus beruang kutub sih". monolog Anissa dalam hati
"hey cewek preman dimana mana kamu itu selalu buat masalah". ketus Arden sambil menyalakan motornya kembali
"eh eh jangan pergi dulu,aku tidak akan menghentikan mu jika tidak kepepet". ucap Anissa sambil memegangi kepala motor Arden
"minggir". perintah Arden dan Anissa mengelengkan kepalanya
"minggir". Arden mengulangi perkataannya lagi saat Anissa tidak beranjak dari tempatnya
"bareng ya ke kampusnya aku buru buru DNA mobilku sedang rusak". mohon Anissa
"kan bisa pesan taxi online". jawab Arden
"jika tidak terburu-buru malas sekali aku mohon mohon ke beruang kutub ini sama saja menjatuhkan harga diri ku". monolog Anissa dalam hati
"bukan urusanku". jawab Arden
Anissa yang melihat Arden akan melajukan motornya segera naik ke bagian penumpang. Arden yang melihat Anissa sudah naik ke motor mengeram kesal
"turun". perintah Arden dengan dingin
"tidak mau". jawab Anissa sambil meletakkan kedua tangannya di pinggang
Arden yang kesal langsung menancapkan gas dan melajukan motornya dengan kencang alhasil Anissa melingkarkan kedua tangannya di perut Arden karena Anissa takut jatuh dari motor. ketika tangan Anissa melingkar di perutnya membuat jantung berdetak dua kali lipat
"ada apa dengan jantungku". monolog Arden dalam hati dan tetap melajukan motornya dengan kecepatan penuh tanpa mempedulikan penumpang di belakang.
Anissa semakin mengeratkan pelukannya saat merasakan motor semakin melaju dengan kencang, Anissa juga menyandarkan kepalanya di punggung Arden dan memejamkan mata.
__ADS_1
"ini beruang kutub mau cari mati atau gimana". monolog Anissa dalam hati dan berusaha mengatur detak jantung dan nafasnya yang ketakutan karena laju motor yang sangat kencang
"tidak mau lagi aku di bonceng sama dia, semoga saja selamat sampai kampus". monolog Anissa
saat motor memasuki kampus mereka semua melihat Arden yang membonceng seorang gadis dan ini adalah kejadian yang sangat langka karena yang mereka tau Arden adalah tipe pria yang dingin bahkan ada rumor jika Arden sulit untuk di dekati
"siapa gadis itu sangat beruntung bisa di bonceng Arden si cowok cool". celetuk salah satu mahasiswi saat moto itu melewati mereka
bunga yang melihat Arden membonceng seseorang membuat diam mematung.
"siapa gadis itu , selama ini aku berusaha mencari perhatian tetapi Arden sama sekali tidak pernah bisa". monolog Bunga sambil mengikuti motor Arden sampai ke parkiran.
saat Arden sudah menghentikan motornya tetapi Anissa belum melepaskan pelukannya
"turun". perintah Arden dengan dingin
Anissa membuka matanya saat mendengar perintah Arden, Anissa bernafas lega saat sampai di kampus dengan selamat, saat tau dia memeluk Arden dengan erat Anissa langsung melepaskan pelukan tersebut
"kenapa aku bisa memeluk bahkan sangat erat lagi, pasti dia kesenangan". monolog Anissa dalam hati
"aku bilang turun yang turun kenapa malah bengong". ucapan Arden berhasil membuat Anissa kembali dari lamunannya
"iya iya tidak sabaran banget". jawab Anissa lalu turun dari motor Arden dan langsung pergi meninggalkan Arden
"dasar tidak tau terima kasih". ucap Arden dan berhasil membuat langkah Anissa berhenti dan berbalik badan
"terima kasih beruang kutub yang sangat menyebalkan". ucap Anissa sambil menekan setiap kata yang di ucapkan
setelah mengatakan itu Anissa berlari menuju kelasnya karena dia sudah terlambat lima menit, Anissa berharap dosennya belum masuk. sedangkan bunga yang melihat Anissa turun dari motor Arden meremas buku yang dia pegang
"ada hubungan apa cewek preman itu hingga bisa berangkat bersama Arden". monolog Bunga
"dor". Bunga terkejut saat seseorang menepuk pundaknya
"hey cantik kenapa melamun di sini". ucap Ben
"Ben kau membuatku terkejut saja". ucap Bunga sambil mengusap dadanya karena Ben sering membuatnya terkejut, Bunga yang malas berlama lama dengan Ben langsung meninggalkan Ben begitu saja tanpa mengucapkan sesuatu
__ADS_1
"yah kebiasaan aku di tinggal". ucap Ben saat melihat punggung bunga yang mulai menjauh dan menghilang ketika Bunga berbelok, Ben yang melihat Arden langsung menghampiri temannya itu.