
Laura membuka matanya, Alex terseyum saat melihat Laura sudah sadar.
"baby akhirnya kamu sadar". Alex langsung mencium kening Laura
"haus". Alex langsung mengambil minum untuk Laura dan memencet tombol di dekat brangkar
dokter Salla langsung menuju ke ruang rawat Laura untuk memeriksa keadaan Laura, setelah Laura di periksa dokter Salla meletakkan bayi mereka secara bergantian di dada Laura untuk melakukan inisiasi menyusui dini, Alex melihat tanpa berkedip saat anaknya mencari sumber kehidupan, saat bayi itu menyusu Alex sedikit cemberut karena benda itu sekarang bukan miliknya lagi tapi juga ketiga anaknya, sedangkan Laura merasa geli saat anak menyusu. setelah ketiga bayinya selesai menyusu Laura meletakan kedua putranya di samping kiri dan kanan sedangkan Alex mengendong putri mereka.
"Lex mau di beri nama siapa". tanya Laura
"putra pertama kita namanya Andra yang memiliki arti kuat agar saat dewasanya nanti dia dapat menjadi laki laki yang Kuat dan bisa menjaga adik adiknya dan juga menjaga ibunya serta kuat dalam segala hal". jawab Alex
"untuk putra kedua kita namanya Arden yang artinya pemberani agar dia menjadi laki laki yang akan berani dalam segala hal termasuk membela kebenaran". sambung Alex
"dan untuk Putri kita yang cantik ini namanya Andreana yang memiliki arti perempuan kuat dengan harapan dia tidak mudah di tindas oleh orang lain dan menjadi perempuan yang bisa menyelesaikan masalah" lanjut Alex dan mencium pipi putrinya
"nama yang sangat bagus" Laura terseyum saat mendengar nama yang diberikan Alex untuk anak mereka.
Alex meletakkan anak anak mereka kedalam box dan mendekati Laura.
"Terima kasih sudah berjuang untuk melahirkan mereka baby". Alex mencium bibir Laura dan Laura mengelus rahang Alex
"aku mencintaimu Tuan Mafia" Alex terseyum untuk pertama kalinya Laura mengucapkan cinta untuknya
"aku juga mencintaimu baby". lalu Alex mencium bibir Laura dan **********
"ingat kak ipar baru melahirkan kak" Mex berbicara saat memasuki ruang rawat Laura dan harus melihat pemandangan yang menyebalkan, mereka berdua langsung menjauh, Alex mendengus sebal karena Mex selalu mengganggunya sedangkan Laura memalingkan wajahnya karena malu.
"baby istirahatlah, aku harus membasah sesuatu dengan Mex" Laura menganggukan kepalanya
Alex dan Mex keluar dari ruang rawat Laura, kini kedua masuk kedalam ruangan yang berada di samping Laura
"bagiamana Mex persiapannya". tanya Alex langsung ke intinya
"semuanya sudah beres kak, tinggal menjalankan rencananya" jawab Mex
__ADS_1
"untuk perjalanan Laura dan anak anakku pastikan aman dan penghianat itu tidak bisa menyentuh mereka"
"tenang saja perjalanan untuk kakak ipar akan aman". jawab Mex
"bagus, aku ingin segera mengakhiri dendam ini".
Alex dan Mex membahas rencana penyerangan kepada Strart Black dan perjalanan untuk Laura ke rumah yang Alex tunjukan pada Laura waktu itu, di rumah itu akan membuat Laura dan ketiga anaknya selamat, ada sedikit kecemasan jika dia tidak bisa kembali bersama mereka tapi Alex akan berusaha kembali untuk mereka.
setelah membahas itu Alex langsung kembali ke ruang rawat Laura saat pintu di buka Laura langsung melihat Alex ada sedikit perbedaan dari wajah Alex
"ada apa". tanya Laura
"baby dengarkan aku baik baik". Alex menjeda perkataannya
"besok kamu dan anak anak akan tinggal di rumah yang waktu itu, ini demi keselamatan kalian". sambung Alex
"bersamamu kan". tanya Laura
"tidak baby, aku harus menyelesaikan dendam ini". jawab Alex
"tidak aku ingin bersamamu". mata Laura berkaca kaca
"dengar baby aku pasti akan kembali bersama kalian". Alex berbicara sambil menyatukan kening mereka, Mex yang melihat dari balik pintu merasakan apa yang mereka rasakan.
lalu Alex membawa Laura kedalam pelukannya untuk memberikan kenyamanan dan ketenangan untuk Laura, mereka berdua merbahkan dirinya di brangkar itu
"aku punya mimpi jika kita akan hidup bahagia dan akan menjadi keluarga yang bahagia"
"mimpi mu akan terwujud sayang, dan setelah ini kita akan hidup tanpa adanya bayang bayang balas dendam" Alex terseyum saat berbicara.
setelah lama mengobrol mereka tertidur dengan lelap.
💙💙💙💙💙
keesokan paginya Laura dan ketiga anaknya sudah berada di dalam mobil, Alex mencium satu persatu dan terakhir mencium istrinya.
__ADS_1
"berjanji kepadaku kamu akan pulang dengan selamat, jika tidak untukku maka untuk mereka". Laura berbicara dengan mengelus rahang Alex
"aku akan pulang dengan selamat, jika aku selamat maka kamu harus memberiku satu anak lagi". jawab Alex dan Laura langsung mencubit perut Alex
"apa kamu pikir mudah melahirkan anak". Laura menjawab dengan cemberut
"setelah masa nifas mu habis aku akan langsung membuatnya" bisik Alex di telinga Laura
bugh
"dasar mesum" teriak Laura
"ini baru Laura, jangan sedih terus" Laura langsung memeluk Alex
"aku bercanda baby, mereka bertiga sudah cukup" Alex memberikan sebuah pistol kepada Laura untuk berjaga jaga, setelah itu Alex keluar dari mobil. saat mobil itu berjalan Laura terus melihat kebelakang dan senyum Alex yang dia lihat, di dalam mobil itu Laura tidak sendirian melainkan bersama Jolin.
"Jolin kenapa kamu bisa disini, bukannya kamu bekerja di rumah ayah Gunawan". tanya Laura bingung saat melihat Jolin bersamanya
"aku di sana hanya jadi mata mata, aku salah satu anggota D'devil dan sekarang tugasku menjaga nyonya dan bayi lucu lucu ini". jawab Jolin sambil mencubit pipi Andra
"kenapa kamu bisa menjadi anggota D'devil" tanya Laura dengan penasaran karena selama ini yang dia tau anggota D'devil hanya laki laki
Jolin menceritakan bahwa dulu saat dia berumur 6 tahun di buang oleh ibu tirinya dan dia hidup sebagai pengemis hingga anak ada berumur 14 tahun yang bernama Mex membawanya pulang dan sejak itu dia belajar cara mengunakan pistol dan bela diri. dan saat umur delapan belas tahun dia masuk ke keluarga Gunawan. Laura terkejut ternyata tidak hanya dia yang mengalami masa sulit sejak kecil.
"sebenarnya nasib kita hampir sama". Laura terkekeh saat mengingat hidup setelah kepergian orang tuanya.
di rumah sakit seseorang berjalan menuju ke sebuah ruangan dan membawa pistol dan terseyum saat melihat seorang sedang tertidur
dor
dor
dor
dor
__ADS_1
empat tembakan dia layangkan untuk menghabisi seseorang dan orang itu mendekati sasaran dan langsung membalikan badan sasarannya dan terkejut yang dia tembak sebuah manekin begitu pula ketiga bayi itu hanya manekin.
"sial mereka sudah pergi". monolog pria itu