Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Rencana Lamaran


__ADS_3

"Aira ini mana kenapa lama sekali padahal hanya beli makanan dan meninggalkan aku duduk berdua dengan beruang kutub ini, sungguh menyebalkan". monolog Anissa sambil mengetukkan jarinya di meja


Aira kembali dengan membawa dua bakso dan dua es teh, Aira menghampiri Anissa dengan tersenyum. lalu memberikan satu mangkuk bakso kepada Anissa


"kenapa lama sekali". tanya Anissa


"maaf tadi ngantri". jawab Aira dan langsung menyantap makanannya karena sudah sangat lapar dan Anissapun juga memakan bakso


Arden yang sudah selesai makanan langsung meninggalkan meja begitu saja.


"Anissa mimpi apa aku semalam bisa duduk satu meja dengan Arden". ucap Aira sambil memperhatikan punggung Kokoh Arden


"apa sebenarnya yang kalian lihat dari cowok menyebalkan itu sehingga memujinya, muka datar iya dan sombong". ucap Anissa


"aish dia itu ganteng cool lagi siapa juga yang tidak akan jatuh cinta kepadanya, andai Arden menyatakan cinta kepadaku akan aku terima langsung tanpa berpikir". ucap Aira sambil membayangkan


"lebih baik cari yang lain deh jangan cowok seperti itu bisa makan hati setiap sampai berjodoh sama cowok seperti dia". ucap Anissa lalu mengigit baksonya


"awas Lo lama lama jatuh cinta kamu nanti". ucap Aira


setelah obralan itu Anissa dan Aira menikmati bakso mereka dengan nikmat, Aira mengusap perutnya yang telah menghabiskan satu mangkuk bakso dan satu gelas es teh


"akhirnya kenyang". ucap Aira sambil mengelap bibirnya yang sedikit berminyak itu


setelah selesai makan Anissa meminjam ponsel Aira untuk menghubungi Bayu untuk menjemputnya. Anissa menunggu Bayu di gazebo taman Kampus sedangkan Aira memilih ke perpustakaan untuk meminjam buku karena dua hari lagi giliran Aira yang melakukan persentasi


sedangkan di sebuah perusahaan Gio turun dari mobilnya dan memasuki perusahaan tersebut dengan santai dan berjalan ke arah resepsionis


"mau cari siapa tuan". tanya resepsionis


"saya mau bertemu dengan tuan Alex". ucap Gio


"apa sudah membuat janji". tanya resepsionis tersebut


"sudah". jawab Gio singkat

__ADS_1


resepsionis itu lalu menghubungi Alex dan mengatakan di bawah ada tuan Gio yang ingin bertemu dengannya dan Alex mengatakan untuk menemui di ruangannya.


"silahkan tuan Gio, tuan Alex menunggu anda di ruangannya". ucap resepsionis tersebut


"terima kasih". ucap Gio


Gio memasuki lift dan menekan angka tujuh karena ruangan tuan Alex ada di lantai tujuh, Gio membenarkan jasnya. setelah lift sampai di lantai tujuh Gio berjalan ke ruangan Alex langkah kakinya mengema di ruangan tersebut. Gio menarik nafasnya saat akan mengetuk pintu


tok


tok


"masuk". ucap Alex


Gio memasuki ruangan itu dan menghampiri alex yang sedang duduk di kursinya.


"maaf om saya sudah menganggu". ucap Gio


"tidak masalah Gio silahkan duduk". jawab Alex lalu menutup berkasnya


Gio duduk di depan Alex dan mereka membicarakan hasil dari kerjasamanya, Alex juga senang bekerja sama dengan Gio karena semenjak bekerja sama dengan Gio, penjual produk yang baru dilaunching satu bulan lalu mengalami peningkatan yang sangat tinggi bahkan pihak produksi menjadi kualahan dan Alex harus menambah pekerja agar mencapai target penjualan.


"terima kasih om atas pujian, saya juga sangat menyayangkan atas kepergian Farhan yang begitu cepat padahal saya lihat waktu di pesta itu saya yakin Farhan adalah orang yang sangat hebat". jawab Gio


"Gio semalam kamu mengirimkan pesan kepada saya ingin menyampaikan sesuatu". tanya Alex yang ingat dengan pesan yang Gio kirimkan


"gini om tapi jangan marah ya". jawab Gio


"memang kamu ingin menyampaikan apa". tanya Alex


"sebenarnya saya". Gio menjeda ucapannya sehingga membuat Alex menatap Gio


"sebenarnya saya ingin melamar Putri om Ana". ucap Gio dan Alex langsung menatap tajam ke arah Gio


"maaf Om jika saya lancang, sejak pertama kali saya bertemu Ana di pesta waktu itu saya jatuh cinta kepada Ana dan sudah satu bulan ini saya berusaha mengambil hati Ana tetapi saat saya mau mengungkapkan perasaan saya Ana selalu mengalihkan pembicaraan saya dan kedatangan saya kemari ini melamar Ana ke om dan saya harap om menyetujui dan bisa membantu saya". ucap Gio dan mengutarakan keinginannya

__ADS_1


"kenapa saya harus menyetujui dan membantu mu". tanya Alex


"saya akan berusaha untuk membuat Ana bahagia dan tidak menyakitinya, saya yakin om sudah mencari tau tentang saya sejak saya datang ke rumah om untuk pertama kalinya". jawab Gio


ya selama ini Alex mencari tau tentang Gio karena Alex tau Gio menyukai Ana dan informasi yang dia dapat adalah Gio tinggal bersama adik perempuannya sedangkan mamanya berobat keluar negeri dan ayahnya sudah meninggal sekitar lima tahun lalu. Alex juga tidak menemukan keburukan dalam diri Gio


"apa yang membuat mu menyukai putriku". tanya Alex


"saat saya melihat Ana seperti ada kedamaian dan menggetarkan hati saya om, Ana ini bagai cahaya yang menerangi dalam hidup saya dan saat saya mengenalnya membuat hidup saya memiliki warna". jawab Gio sambil tersenyum


"baiklah om akan bicarakan niatmu kepada Ana dan jika Ana menyetujuinya maka om akan menghubungi tetapi om juga tidak akan memaksa Ana karena dia yang akan menjalani hidupnya". ucap Alex dan membuat Gio terseyum


"terima kasih om dan saya harap Ana menerima lamaran saya jika Ana setuju saya akan datang ke rumah om bersama adik saya dan maaf mama saya tidak bisa datang karena masih berada di luar negeri untuk melakukan pengobatan". ucap Gio dan Alex menganggukan kepalanya


ceklek


pintu terbuka dan menampilkan Arden yang masuk dengan wajah dinginnya, Arden menatap Gio sekilas dan duduk di sofa yang ada di ruangan ayahnya.


"om kalau begitu saya permisi karena takut menganggu om dan putra om". ucap Gio


"iya Gio". jawab Alex


Gio meninggalkan ruangan itu dan tidak lupa menyapa Arden tetapi Arden tidak membalas sapaan Gio.


"kenapa dia datang kemari". tanya Arden


"membahas kerja sama dan Gio ada niat untuk melamar Ana". jawab Alex lalu membawa satu berkas dan meletakan berkas itu di hadapan Arden


"ayah menyetujuinya". tanya Arden dan Alex menganggukan kepalanya


"pelajari itu berkas dan besok ada meeting, ayah mau kamu yang memimpin meeting itu". perintah Alex


"yah sudah Arden katakan jika Arden tidak ingin terjun ke dunia bisnis". ucap Arden


Alex dan Arden terlibat perdebatan kecil karena Arden tidak ingin memimpin meeting besok sedangkan Alex menggunakan segala macam cara agar Arden mau Hingga akhirnya Arden kalah debat dengan sang ayah dan dengan terpaksa Arden mengambil berkas tersebut dan mempelajarinya.

__ADS_1


"sekarang ayah puas". ucap Arden sambil membuka berkas tersebut


sedangkan Alex terseyum puas setalah berhasil membuat putranya mau menjadi pemimpin meeting besok. ancaman yang Alex lontarkan berhasil membuat Arden mau mengikuti ke inginnya. Alex yang tau jika Arden tidak ingin memiliki adik itu Alex gunakan jika Arden tidak mau Alex pastikan dua bulan kemudian Arden mendengar kabar bahwa mamanya hamil. padahal dulu Alex ingin menambah satu anak lagi tapi ketika Arden mendengar bahwa dirinya akan memiliki adik membuat Arden mengamuk dan melayangkan protes kepada kedua orang tuanya dan tidak hanya proses tetapi Arden juga mengunci dirinya di kamar selama dua hari sehingga membuat Arden masuk rumah sakit, dan di situ akhirnya Alex dan Laura memutuskan tidak akan memiliki anak lagi


__ADS_2