
di dalam mobil terjadi keheningan setelah Nadia merajuk tetapi Gio sudah berhasil membuat istrinya tidak marah lagi kepadanya
"mas pasti mama senang banget mendengar kabar ini". ucap Nadia
"karena mama sudah menunggu lama momen ini dan tinggal satu langkah lagi maka semuanya akan berhasil". sambung Nadia dan Gio hanya menanggapi dengan senyuman
"tapi ingat ya mas awas kamu jatuh cinta dengannya". ancam Nadia kembali
"apa kamu tidak percaya dengan suamimu ini sehingga kamu selalu mengatakan itu terus, coba sekarang aku tanya sama kamu apa pernah aku menyakitimu". tanya Gio dan di jawab gelengan oleh Nadia
"aku hanya takut kamu berpaling dengannya apalagi sampai saat ini aku juga belum hamil". jawab sendu Nadia, Gio meminggirkan mobilnya saat melihat istrinya yang sedih itu setelah itu Gio menangkup wajah Nadia
"lihat mas". perintah Gio dan Nadia langsung menatap wajah istrinya
"dengar apapun yang terjadi hanya kamu yang akan menjadi istrinya mas dan mas yakin kamu bisa hamil jika kamu tidak merokok dan minum minuman keras". ucap Gio dan Nadia menganggukan kepalanya
Gio mencium kening Nadia dan setalah itu melajukan mobilnya kembali karena ponselnya sudah berdering sejak tadi. saat sampai di depan rumah seorang wanita sudah menunggu kedatangan mereka berdua, saat melihat Gio dan Nadia turun dari mobil wanita itu langsung menghampiri mereka
"bagaimana". tanya wanita itu
"kita bicara di dalam saja ma". jawab Gio
mereka bertiga masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
"bagaimana apa semua berjalan dengan lancar". tanya wanita itu lagi
Gio menceritakan bahwa lamarannya berjalan dengan lancar bahkan Tante Laura sangat bahagia dengan acara lamaran itu dan tadi juga ada sedikit masalah saat Gio meminta acara pernikahan dilaksanakan satu Minggu lagi tetapi Gio bisa menyanyikan Ana dan keluarganya dengan alasan bahwa dua minggu lagi mamanya akan melakukan operasi dan sebelum operasi makanannya ingin melihat Gio menikah dulu. mereka semua percaya dengan itu bahkan merasa tidak curiga bahwa Nadia adalah istrinya. wanita itu terseyum saat mendengar jawaban dari Gio
"lalu bagaimana dengan kedua kakak Ana". tanya wanita itu
"Ardan dan Arden tidak ada di sana". jawab Gio
"bagus Gio kamu memang anak mama yang hebat, bisa menyakinkan keluarga itu dalam waktu satu bulan apalagi Laura". ucap wanita itu
"Laura Laura ternyata kamu masih sama saja sangat mudah percaya dengan orang lain". monolog wanita itu
__ADS_1
"lihat Alex sebentar lagi kehancuran dan ke kekacauan akan menghampiri keluarga mu dengan begitu aku akan puas hahahaha". sambung wanita itu
"aku pikir akan sulit mengelabui mu tapi ternyata sangat mudah kamu percaya dengan dokumen dokumen palsu itu tentang Gio dan keluarganya".
Gio dan Nadia hanya melihat mamanya yang begitu Bahagia
"mama sudah tidak sabar menunggu satu Minggu itu dan mama akan menyambut kedatangan Ana dengan sambutan yang tidak pernah dia lupakan". ucap wanita
"iya ma Nadia juga tidak sabar melihat ekspresi Ana saat mengetahui tentang ku". jawab Nadia sambil memeluk mamanya itu
Gio mengambil rokok di tangan mamanya saat mamanya akan merokok di depan Nadia karena Gio tidak ingin istrinya menghirup asap rokok tersebut. wanita itu yang tau maksud putranya hanya diam saja
"bawa sini, mama akan merokok di kamar mama". ucap wanita dan Gio menyerahkan rokok itu.
setelah mamanya masuk ke kamar di ruang tamu itu tinggal Nadia dan Gio. Nadia merbahkan kepalanya di pangkuan Gio dan Gio mengusap kepala Nadia dengan lembut.
"mas nanti pokoknya jangan larang aku untuk melakukan apapun terhadap Ana". ucap Nadia
"memang kamu mau melakukan apa sayang". tanya Gio
"aku ingin membuat menderita di rumah ini aku ingin tunjukkan kepadanya bahwa akulah nyonya di rumah ini". jawab Nadia sambil memandang wajah sumainya dari bawah
ting
pesan masuk ke ponsel Gio dan Gio membaca pesan itu dengan tenang karena isinya adalah kenaikan penghasilan dari penjualan yang di lakukan oleh perusahaan.
"sayang tidurlah di kamar mas mau ke kantor dulu untuk mengecek beberapa berkas". ucap Gio
Nadia bangkit dari pangkal sumainya dan mencium bibir suaminya lalu masuk ke dalam kamar. Gio menjalankan mobilnya ke kantor karena ada beberapa berkas yang harus dia tanda tangani. setelah sampai di kantor Gio langsung masuk ke ruangannya dan memeriksa berkas itu sebelum di tanda tangani. setelah satu jam lebih akhirnya Gio selesai menandatangani berkas berkas yang membutuhkan tanda tangannya. setelah itu Gio masuk ke ruangan yang ada di balik rak. sampai di dalam ruangan itu Gio merbahkan dirinya di ranjang untuk mengistirahatkan tubuh dan juga pikirnya.
satu minggu kemudian
di rumah keluarga Alex
sejak pagi sudah ramai dengan mempersiapkan pernikahan Ana dan Gio bahkan Ana sudah bangun sejak pagi untuk di rias, saat di rias Ana hanya diam saja sedangkan perias itu memuji kecantikan Ana dan Ana hanya tersenyum saat mendapatkan pujian itu. Ana menggunakan Gaun putih yang sangat cocok dengan kulitnya. sejak tadi Ana hanya diam saja dan akan menjawab ketika di tanya
__ADS_1
"akhirnya Lo nikah juga". ucap Tasya sambil memakan coklat
"senyum dong masak mau menikah cemburut seperti itu". goda Tasya dan Ana terseyum kecil
"aku hanya gugup saja". jawab Ana sambil meremas jarinya
"aku lihat mama sangat bahagia dengan Pernikahan mu". ucap Tasya yang duduk di samping Ana
"aku senang jika mama bahagia dengan pernikahan ini". ucap Ana
"kalung mu kemana". tanya Tasya saat tidak melihat kalung Ana dan Ana yang di tanya hanya diam saja
ceklek
Laura terseyum saat melihat Ana yang sudah siap dan terlihat cantik, Laura mengahampiri putrinya itu, Ana yang melihat mamanya langsung tersenyum.
"Putri mama sangat cantik pasti Gio akan terpesona melihat kecantikan anak mama ini". ucap Laura
"ayo ma kita keluar pasti sebentar lagi pengantin prianya pasti akan datang". ajak Tasya
"tidak, mas Alex menyuruh kita untuk bersama Ana disini dan Ana akan keluar setelah akad". ucap Laura
sejak bangun tidur Alex melarangnya untuk menyambut pengantin pria bersamanya. padahal Ana bisa di kamar bersama dengan Tasya jika memang Ana harus keluar setelah akad tetapi sejak tadi Alex menyuruh dirinya untuk menemani Ana padahal Laura sudah menolak karena dia ingin menyambut calon mantunya itu, hingga Alex memaksanya dan mau tidak mau Laura menuruti kemauan suaminya itu
"owh begitu ya ma tapi kemarin aku tidak seperti itu". tanya Tasya
"ini permintaan mas Alex jadi ikuti saja". ucap Laura
sedangkan di bawah Alex menyambut pengantin pria bersama keluarganya, Alex terseyum kepada mereka
"maaf om kami datang sedikit terlambat tadi ada kendala". ucap pengantin pria
"tidak masalah ayo masuk". ajak Alex
Alex dan pengantin pria sudah duduk berhadapan. mereka sudah berjabat tangan untuk melakukan akad
__ADS_1
"sudah siap". tanya Alex
pengantar pria menarik nafasnya dan menganggukkan kepalanya