Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Harus Memastikan Dulu


__ADS_3

Alex dan Andra turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah dengan wajah yang begitu lelah.


"mas sudah pulang, bagiamana". tanya Laura dan ikut duduk bersama suaminya sedangkan Andra masuk ke dalam kamarnya


"sebaiknya besok kita ke Singapura menemani Ana". ucap Alex


"soalnya Ana di Singapura sendirian sedangkan Fatma hari baru sampai di Indonesia karena menantu satunya akan melahirkan". sambung Alex dan memijat dahinya setelah tau apa yang di alami putrinya


"kenapa Ana tidak cerita dengan kita jika ada masalah sebesar ini". tanya Laura


"mas juga tau tadi saat mas bertemu Fatma , Fatma bilang Ana tidak mau membuat kita khawatir dengan keadaannya padahal Fatma sudah membujuk Ana untuk memberitahu kita tapi dia tetap tidak mau". jawab Alex


"lalu bagaimana keadaan Farhan mas". tanya Laura


"Farhan masih koma bahkan sudah satu bulan ini Farhan mengalami koma". jawab Alex


"kalau begitu kita harus ke Singapura mas, kasihan Ana jika harus ada di sana sendirian". ucap Laura


"iya mas juga sudah menyiapkan semuanya dan besok pagi kita langsung berangkat ke sana". jawab Alex dan Laura menanggukan kepalanya


Laura merasa menjadi orang yang bodoh tidak tau apa yang sedang terjadi pada putrinya padahal Laura sering mengobrol dengan putrinya melalui sambungan telepon dan yang Laura tau bahwa Ana sedang liburan bersama suaminya karena selama ini Ana sering ikut kemanapun suaminya pergi


"mas sebenarnya apa yang terjadi pada Farhan sehingga mengalami koma". tanya Laura


"mas juga tidak tau, saat mas tanya pada Fatma bahkan Fatma sendiri juga tidak tau apa penyebab putranya koma dan saat Fatma tanya pada Ana, Ana sendiri malah menyalahkan dirinya atas apa yang di alami Farhan jadi Fatma tidak menanyakan apa yang terjadi karena sejak Farhan koma Ana lebih banyak diam". jawab Alex


Alex menatap ponselnya yang menampilkan banyak panggilan dari Arden


"baby ini kenapa Arden menelpon ku sebanyak ini". tanya Alex

__ADS_1


"tidak tau setelah pulang tadi dia mencari mu mas". jawab Laura


"ya sudah kamu siapkan apa yang mau di bawa besok mas mau ke kamar Arden dulu, tumben sekali anak ini menghubungiku sebanyak ini". ucap Alex dan Laura menganggukan kepalanya


Arden melangkahkan kakinya menuju kamar Arden, Alex membuka pelan pintu kamar putranya itu dan Alex melihat Arden yang tidak menyadari kehadiran.


"Arden". panggil Alex dan Arden menolehkan kepalanya saat itu juga senyum Arden mengembang


"ayah". ucap Arden dan langsung bangkit dari rebahannya


"ada apa mencari ayah". tanya Alex yang ikut duduk di samping putranya


Arden lalu menceritakan pada ayahnya bahwa tadi dia baru saja bertemu dan berbicara empat mata dengan ayahnya Anissa bahkan tidak ada satupun yang Arden lewatkan. apalagi kata kata terakhir ayahnya Anissa yaitu "om ingin kamu membuktikan keseriusan mu pada Anissa jika kamu lama maka jangan salah saya jika Anissa bersama orang lain". Alex mendengarkan cerita Arden


"sejak tadi aku memikirkan kata kata terakhir om Delon, apa yang di maksud om Delon adalah aku harus segera melamar ataupun menikahi Anissa sebagai pembuktian itu, apa seperti itu yah maksud dari om Delon". tanya Arden


"ayah rasa seperti itu yang di maksud ayahnya Anissa". jawab Alex


"Arden dengarkan ayah sebelum kamu mengutarakan keinginan mu sebaiknya kamu pastikan dulu perasaan Anissa padamu, apakah Anissa juga memiliki perasaan yang sama seperti yang kamu alami sekarang, setelah kamu tau perasaan Anissa padamu ataupun Anissa tau perasaan mu padanya baru setelah itu kamu mengutarakan niat mu pada orang tua Anissa, setelah orang tua Anissa setuju nanti baru ayah dan mama datang bersama ku kesana untuk melamar Anissa secara resmi". ucap Alex dengan panjang lebar


"tapi selama ini Anissa merasa nyaman dan welcome dengan perlakuan ku selama ini". ucap Arden dan Alex terseyum dengan ucapan putranya


"yang tentu saja Wellcome karena kalian pacaran pura pura dan ayah yakin apa yang kamu lakukan itu Anissa anggap karena sedang menjalankan peranmu sebagai pacar pura pura". ucap Alex dan Arden terkejut saat ayahnya mengetahuinya apa yang menyebabkan dirinya dekat dengan Anissa yang menimbulkan cinta


"tapi seharusnya Anissa tau dengan perlakukan yang begitu hangat padanya seharusnya dia juga bisa membedakan mana yang serius mana yang bohongan". ucap Arden


"Arden perempuan itu butuh yang namanya pengakuan di bandingkan dengan perlakukan kita walaupun kita menunjukkan cinta kita dengan perlakuan tapi mereka tetap saja menginginkan pengakuan cinta dari mulut kita". ucap Alex


"jadi pastikan dulu apa Anissa juga mencintaimu dan setelah itu baru ke orang tuanya, jika kamu sudah tau maka tidak akan adanya penolakan dari Anissa ketika kamu melamarnya". ucap Alex dan Arden mendengarkan apa yang dikatakan oleh ayahnya

__ADS_1


untuk pertama kalinya Arden berbicara berdua dengan ayahnya dengan panjang seperti ini bahkan yang dia bicarakan soal percintaan. Alex ingin rasanya tertawa saat putranya curhat tentang isi hatinya bahkan pertama kalinya Arden merasakan jatuh cinta dan itupun di tentang oleh orang tua perempuan


"Delon aku harap kamu tidak menghalangi anak anak kita". monolog Alex dalam hati


"nanti jika sudah berhasil hubungi ayah, nanti ayah dan mama akan usahakan untuk kembali ke Indonesia jika misi Cinta mu itu Berhasil". ucap Alex


"kembali ke Indonesia, memang ayah dan mama mau kemana". tanya Arden


"ke Singapura adikmu sedang membutuhkan ayah dan mama". jawab Alex


"Singapura apa yang terjadi dengan Ana yah". tanya Arden


"sudah kami tidak usah pikirkan adikmu, sebaiknya kamu fokus ke perasaan mu saja". ucap Alex


"Arden harus tau yah karena Ana adik Arden". ucap Arden


"Farhan sedang koma dan di rawat di Singapura dan ayah juga belum tau penyebab Farhan koma makanya besok ayah dan mama akan berangkat ke Singapura". jawab Alex


"Sudah ayah keluar dulu, semoga berhasil". ucap Alex dan mengusap bahu putranya lalu meninggalkan kamarnya


"Farhan koma, kenapa bisa koma bukannya mereka ke Singapura untuk liburan". monolog Arden


Arden mengambil ponselnya dan ingin menghubungi adiknya karena ingin memastikan apa adiknya baik baik saja dan apa yang menyebabkan Farhan koma. Arden menggaruk kepalanya ketika ponsel Ana tidak aktif. Arden langsung berlari keluar dari kamar dan masuk ke kamar putranya sehingga membuat Alex dan Laura terkejut.


"aku mau ikut ke Singapura yah ma, aku ingin memastikan apa Ana baik baik saja". ucap Arden


"Arden biar mama dan ayah saja yang kesana kamu di sini saja, nanti mama beritahu keadaan adikmu". ucap Laura


"tapi..."

__ADS_1


"tidak usah banyak tapi tapian sebaiknya kamu keluar". ucap Alex dan mendorong putranya Keluar dari kamarnya dan mengunci pintunya


__ADS_2