Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Hama Yang Tidak Tau Malu


__ADS_3

Ana dan Farhan bersiap untuk sarapan sebelum berangkat ke lokasi meeting ya hari ini Farhan ada meeting dan Ana memilih ikut bersama suaminya daripada harus tinggal di hotel sendirian. semua makanan sudah terhidang di atas meja. saat mereka sedang menikmati sarapan tiba tiba ada seorang perempuan duduk di tempat mereka.


"pagi Farhan". ucap Erlin sambil tersenyum manis dan melihat Ana sekilas sedangkan Farhan lebih memilih untuk fokus menikmati makanan.


Ana menatap Farhan karena kaki Farhan di kesampingkan dan saat itu Ana melototkan matanya saat ada kaki yang menyentuh kakinya dan Ana sekarang faham kenapa Farhan memindahkan kakinya.


"auwh". ringis Erlin saat Ana menginjak kakinya


"punya kaki di jaga mba takut itu kaki di potong orang jika tidak di jaga, aku rasa tempat ini masih luas dan banyak meja yang kosong". ucap Ana sambil mengigit rotinya


"ya memang masih yang kosong tapi aku ingin di sini karena aku ingin mengenang masa masa indah bersama Farhan". ucap Erlin tanpa tau malu bahkan Erlin menurunkan lengan bajunya


"Erlin aku sudah menikah dan aku harap jangan menggangguku dan istriku". ucap Farhan lalu meletakkan sendoknya


"hmmm aku sudah bilang tidak masalah jika harus jadi istri kedua mu demi anak kita Farhan". ucap Erlin


"Erlin itu anakmu bersama laki laki lain dan saat kita pacaran kita tidak pernah melakukan apapun jadi jangan membuat cerita palsu". ucap Farhan yang masih tenang


"mba apa tidak malu anak siapa tapi siapa yang kamu tunjuk sebagai ayahnya, jika memang kamu mencintai Farhan kenapa meninggalkan Farhan ketika dia tidak memiliki apapun dan sekarang saat tau Farhan sukses mendekat lagi, apa mba tidak punya malu". ucap Ana dan tetapi Erlin malah tertawa


"hey kamu berbicara seperti itu karena kamu bertemu Farhan ketika dia sudah sukses coba saja jika kamu bertemu dengan dia ketika dia tidak memiliki apapun aku yakin kamu juga tidak mau". ucap Erlin dengan percaya dirinya


"kamu salah bahkan aku bertemu Farhan ketika dia masih SMP dan membantu ibunya berjualan kue, jadi aku tau seperti apa kehidupan Farhan, aku sarankan jangan merendahkan orang lain nantinya akan malu ketika keadaan itu berbalik pada kita". ucap Ana dengan tenang


"Erlin sebaiknya kamu pergi dari sini dan istriku bukan orang yang suka merendahkan orang lain". ucap Farhan


"baiklah aku akan pergi tapi aku tidak akan menyerah sampai aku jadi istrimu Farhan sayang dan aku yakin masih ada cinta di hatimu untuk ku". ucap Erlin lalu meninggalkan mereka berdua


"aku harus melakukan sesuatu padanya perempuan seperti pasti akan berbuat segala macam cara untuk mendapatkan sesuatu, saat Leonar beraksi". monolog Ana dalam hati


"sayang". ucap Farhan sambil memegang tangan istrinya karena melihat diamnya Ana membuat Farhan takut jika dia beraksi sebagai Leonar akan seperti apa jadinya Erlin dan Farhan tau Ana bukan wanita yang akan diam saja jika di usik

__ADS_1


"iya sayang ada apa". jawab Ana


"kamu sedang memikirkan apa". tanya Farhan


"hmm aku sedang memikirkan jika sudah mempunyai anak apa kita masih bisa berduaan seperti ini". bohong Ana sambil tersenyum dan Farhan menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa yakin dengan jawaban istrinya.


setelah selesai makan mereka menuju lokasi meeting saat sampai di sana Ana mengikuti Farhan memasuki restoran mewah itu.


"sayang sebaiknya aku mengelilingi restoran ini saja sambil menunggu mu selesai meeting, aku dapat menikmati ke indahan pemandangan di sini". ucap Ana


"baiklah nanti jika sudah selesai akan aku hubungi dan ponsel jangan di matikan". ucap Farhan dan Ana menganggukan kepalanya, sebelum masuk ke ruang VIP Farhan mengecup dahi Aan dan kemudian masuk.


Setelah Farhan masuk Ana lebih memilih pergi ke taman yang ada di restoran itu, bibir Ana terseyum saat melihat sebuah keluarga yang sangat bahagia saat sang suami mengusap perut istrinya yang sedang bucit itu dan tiba tiba ada kekehan dari pasangan suami-isteri itu karena tendangan dari bayi mereka


"mungkin jika aku hamil mas Farhan pasti akan melakukan itu mengelus perutku". ucap Ana sambil tersenyum saat membayangkan itu


"kenapa tidak dari awal aku memutuskan untuk hamil saja, mungkin saat ini sudah ada nyawa yang tumbuh di dalam karena dulu belum yakni jadi aku meminta menundanya dan sekarang sedikit menyesal". ucap Ana sambil memegang perutnya dan berjalan di salah satu bangku dan memperhatikan anak anak yang sedang bermain di taman itu


*pangeran Panda*


*Anda*


aku berada di taman di sini sangat indah dan jangan khawatir aku akan baik baik saja di sini


*pangeran panda*


hmmm aku percaya itu tidak ada yang bisa menyakitimu karena ada darah mafia yang mengalir dalam dirimu, aku hanya takut kamu terpesona dengan laki laki yang ada di sini


^^^*Anda*^^^


^^^hanya kamu yang bisa membuat hati ku bergetar sayang 😘😘😘^^^

__ADS_1


*pangeran panda*


meleleh hati Abang dekπŸ’˜


sudah dulu sayang aku mau meeting dulu 😘❀️


Ana hanya mengelengkan kepalanya saat membaca pesan dari suaminya itu, setelah membalas pesan itu Ana memasukan ponselnya ke dalam tasnya


"jangan terlalu bahagia karena aku akan mengantikan posisimu". ucap Erlin yang duduk di samping Ana


"lakukan saja jika bisa, biasanya orang yang ingin merebut suami orang akan melakukan secara diam diam tapi kamu dengan beraninya melakukan secara terang terangan". ucap Ana


"hanya orang yang pengecut melakukan secara diam diam dan bagiku melakukan di depan istrinya jauh lebih menyenangkan apalagi ketika melihat ekspresi istrinya". ucap Erlin dengan bangga


"hallo hunny". ucap seseorang dan akan mencium Erlin tetapi Erlin mendorong pria itu


"hunny ada apa Kenapa mendorong ku, apa kamu tidak merindukan ku". ucap pria itu


"aku sudah tidak membutuhkan mu lagi". ucap Erlin


"ada hunny apa aku kurang memuaskan mu di ranjang jika iya katakan saja". ucap pria itu


"hubungan Kita hanya saling membutuhkan saja dan aku membayarmu untuk itu jadi sekarang sebaik kamu pergi dari sini sebelum aku melakukan sesuatu sehingga kamu kehilangan pekerjaan mu itu". ucap Erlin


"baiklah jika membutuhkan mu silahkan hubungiku aku siap memuaskan mu". ucap pria itu dan meninggalkan Erlin


"sewa gigolo ternyata". ucap Ana sambil mengelengkan kepalanya


"dan semakin yakin aku jika suamiku tidak akan tertarik dengan mu walaupun seribu cara kamu lakukan dan satu lagi jangan main main dengan ku karena aku bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu bayangkan". sambung Ana dan setelah mengatakan itu Ana meninggalkan Erlin dan Erlin mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Ana


πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™

__ADS_1


yuk mampir di karya author " Julia Fajar " judul " Mutiara Terbaikan Untuk Adam" cuss langsung ke beranda kak julia



__ADS_2