Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kekesalan Anissa Pada Bunga


__ADS_3

jika Anissa mengeluarkan sumpah serapahnya karena pembicaraan mahasiswa ataupun mahasiswi yang mengatakan bahwa dirinya adalah pacarnya Arden beda halnya dengan Bunga yang mengepalkan tangannya karena mendengar bisik bisik mahasiswa tentang Anissa dan Arden di tambah dengan pakaiannya yang kotor. dengan tangan terkepal Bunga melangkah kakinya menuju ke Anissa yang akan masuk ke dalam mobilnya.


plak


Bunga menampar Anissa sedangkan Anissa yang mendapatkan tamparan dari Bunga merasa terkejut.


"kamu itu Kenapa tidak ada hujan tidak ada angin tiba tiba menamparku". ucap Anissa


"itu hukuman untuk karena sudah berani menggoda Arden". ucap Bunga sambil menatap Bunga dengan tajam dan Anissa terkekeh lalu mengelengkan kepalanya mendengar penuturan Bunga, Anissa melangkah satu langkah agar lebih dekat dengan Bunga dan Anissa sedikit menundukkan kepalanya karena dia lebih tinggi dari Bunga sedangkan Bunga memundurkan kepalanya dan mulai merasa takut saat menatap mata tajam Anissa apalagi Bunga masih ingat bagaimana tadi Anissa mencengkram rahang dan itu terasa sakit


"dengar bunga aku bukan orang yang suka mencari keributan". ucap Anissa


"dan satu lagi berhentilah mengatai ku perempuan gatal atau yang lain, jika kamu masih mengangguku akan aku pastikan kamu akan mendengar berita pernikahan ku dan Arden". sambung Anissa


"kamu". tunjuk Bunga dan Anissa menepis tangan Bunga


"jadi jangan menggangguku atau kamu akan depresi melihat ku menikah dengan Arden, jika aku bertindak aku bisa membuat pria jatuh cinta padaku". ucap Anissa sambil meremas jari Bunga


"hiks hiks". Anissa menyipitkan matanya saat melihat Bunga menangis


"Arden lihat cewek preman ini memelintir tangan ku". ucap Bunga saat melihat Arden yang berada di dekat mereka dan Bunga langsung melepaskan tangannya lalu mengelengkan kepalanya


"ratu drama". monolog Anissa dalam hati


"Arden kau urus pacar mu ini dan bilang sama dia jika masih mengganggu ku tidak hanya jarinya yang aku patahkan tapi seluruh tulangnya". ucap Anissa lalu masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya Keluar kampus


"Arden ini sakit". rengek Bunga sambil menunjukan jarinya sedangkan Arden memakai helmnya dan meninggalkan bunga begitu saja


"Arden tunggu". teriak Bunga


"sial kenapa susah sekali untuk mendapatkan perhatian Arden". umpat bunga


"bunga bunga sejak awal gabung di MAPALA mencari perhatian Arden tetapi tidak pernah di lirik dan taunya sekarang Arden malah perhatian sama Anissa" ejek seorang dan meninggalkan bunga begitu saja


"awas saja kamu Anissa akan aku buat perusahaan ayahmu bangkrut, akan aku suruh ayahku membatalkan kerjasama dengan perusahaan ayahmu dan aku yakin ayahmu akan mengalami kerugian yang sangat besar". monolog bunga


di dalam mobil Anissa menyetir dengan santai dan sesekali menyanyikan lagu yang dia putar


cittt


Anissa mengerem mendadak saat melihat seseorang tergeletak di depannya. Anissa turun dari mobil dan menghampiri orang yang tergeletak itu, Anissa melihat ke sekeliling yang sangat sepi. Anissa berjongkok dan menepuk pundak itu dan tiba tiba ada yang membekap dari belakang, Anissa berusaha melepaskan bekapan itu dan berhasil.


tetapi sedikit kemudian Anissa merasakan pandangnya yang mulai kabur sedangkan dua orang yang ada di depannya terseyum.

__ADS_1


"sial mereka membiusku". ucap Anissa dan Anissa mengigit bibirnya agar kesadarannya tetapi terjaga


"bos dia tidak pingsan". ucap orang tergeletak lagi


bugh


bugh


Anissa memukul orang itu dengan kepala yang mulai pusing sedangkan kedua preman itu tertawa saat melihat Anissa yang mulai kehilangan keseimbangannya dan pada akhirnya Anissa tergeletak di aspal.


"hahaha pesta bos". ucap salah satu preman itu


"bawa dia ke balik semak itu". perintah sang Bos


pria yang tergeletak itu langsung mengangkat Anissa dan membawanya ke arah semak semak tetapi saat itu ada motor yang menghadang mereka. Arden turun dari motornya.


"turunkan dia". perintah Arden


"siapa kamu ha mengganggu kesenangan kami ha". ucap sang bos


"lepaskan perempuan itu atau aku tidak akan pernah mengampuni mu". ucap Arden


"hey hey santai jika mau bergabung ayo, kita bersenang senang". jawab sang bos


bugh


bugh


bugh


bugh


bugh


serangan yang di lakukan Arden membuat dua preman itu tak sadarkan dirinya. Arden langsung menelpon polisi dan Arden mengedong Anissa ke arah mobilnya lalu meletakkan Anissa ke kursi pengemudi. lima belas menit kemudian polisi datang dan menangkap dua orang itu dan polisi juga menemukan lima wanita yang tergeletak di semak semak tanpa busana dan tiga di antaranya telah tiada sedangkan dua masjid bernyawa. di dalam mobil Arden mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Annisa, kesadaran Anissa mulai kembali dan Anissa menegang kepala terasa pusing, Anissa juga terkejut saat melihat Arden ada di samping.


"apa yang kamu lakukan". tanya Anissa


"menurutmu". tanya Arden dengan dingin


ingatan Anissa berputar saat ada seseorang yang membekapnya dan langsung meneliti pakaiannya.


"auwh". ringis Anissa yang merasakan pusing di bagian kepalanya

__ADS_1


Arden turun dari mobil dan pindah ke bagian kemudi.


"apa yang kamu lakukan". tanya Anissa


"mengantar mu pulang". jawab Arden


"aku bisa menyetir sendiri". jawab Anissa dan membuka pintu penumpang dan saat itu juga Anisa memegang kepala yang masih terasa pusing efek dari obat bius yang dia tadi.


"sebaiknya kamu duduk tenang". ucap Arden lalu melajukan mobilnya


"bagaimana dengan motormu". tanya Anissa


"motorku akan aman". jawab Arden


Arden yang pernah menolong Anissa lama melajukan mobilnya ke arah rumah Anissa, mobil itu memasuki sebuah pekarangan. Delon yang sedang mengendong baby Farhat menatap pria yang turun dari mobil milik putrinya serta putrinya yang berjalan sambil memegang kepalanya


"Anissa kamu kenapa". tanya Delon


"tadi sedikit ada masalah yah untuk saja ada dia yang menolong". jawab Anissa


"terima kasih ya , siapa namamu". tanya Delon


"Arden om". jawab Arden dan Delon merasa tidak asing dengan nama yang barusan di sebutkan


"kamu anaknya Alex dan Laura". tanah Delon


"iya om". jawab Arden yang sedikit bingung ayahnya Anissa bisa mengenal orang tuanya


"masuk dulu". ajak Delon


"tidak om, saya harus cepat cepat pulang". ucap Arden


"saya pamit dulu". sambung Arden dan Delon menganggukkan kepalanya


"kenapa kamu bisa kenal sama anaknya Alex dan Laura". tanya Delon


"aku dan dia satu kampus dan satu organisasi yah". jawab Anissa


"jangan dekat dekat dengannya ayah tidak suka". ucap Delon dengan dingin


"ada apa dengan ayah, kenapa seperti tidak suka dengan Arden padahal belum pernah bertemu". monolog Anissa lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya saat sampai di kamar Anissa langsung merebahkan dirinya di ranjang.


💙💙💙💙

__ADS_1


yuhuu aku kembali lagi membawa rekomendasi cerita dengan judul "Fake love" karya " Mayya_zha" cuss langsung baca



__ADS_2