
setelah mengatakan keputusan kepada kedua orang tuanya, Ana kembali ke kamar sedangkan Laura menatap punggung putrinya yang menaiki tangga.
"maafkan mama Ana , maafkan mama yang telah membuat surat palsu itu, mama hanya ingin kamu tidak mengharapkan yang tidak pasti, mama hanya ingin kamu segera memberikan jawaban atas lamaran yang Gio berikan apalagi Gio adalah anak yang baik". monolog Ana dalam hati
"ada apa". tanya Alex saat melihat istrinya itu menatap kepergian Ana
"tidak apa apa mas". jawab Laura
"buruan mas beritahu Gio jika Ana sudah memberikan keputusannya". perintah Ana
Alex mengambil ponselnya dan menekan nomor Gio, panggilan pertama tidak terjawab lalu Alex mencoba menghubungi Gio lagi
"hallo om". jawab Gio di seberang sana dengan nafas yang berat
"Gio kamu sedang apa". tanya Alex saat Guo menjawabnya dengan tersengal sengal
"maaf om Gio abis ngeGym jadi suara saya sedikit berat karena kecapean". jawab Gio
"maaf om apa ada hal penting atau masalah perusahaan jika masalah perusahaan Gio akan segera kesana". ucap Gio
"tidak, om hanya ingin menyampaikan jawaban putri om atas lamaranmu dan maaf juga jika putri om baru memberikan jawaban setalah dua Minggu". ucap Alex
"tidak apa apa om, jugaan ini menyangkut hidupnya jadi Ana harus memikirkan matang matang keputusannya, jadi Ana memberikan jawaban apa om". tanya Gio dengan harap harap cemas
"putri om menerima lamaran mu." jawab Alex dan Alex bisa mendengar Gio yang kegirangan
"om ini benerankan." tanya Gio sekali lagi dan memastikan dia tidak salah dengar
"benar Gio dan silahkan besok datang bersama keluarga mu". beritahu Alex
"maaf om mungkin besok saya datang bersama adik saya karena ibu saya masih di luar negeri". jawab Gio
"tidak masalah". jawab Alex
setelah memberitahu jawaban Ana, Alex mematikan sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja
"mas aku masih tidak percaya ternyata putri kita sudah dewasa dan sudah ada yang mau melamarnya". ucap Laura sambil bergelayut manja di lengan suaminya dan hanya di jawab oleh Alex dengan deheman.
__ADS_1
"pasti Ana akan bahagia jika menikah dengan Gio". sambung Ana
"baby mas mau ke ruang kerja dulu". ucap Alex dan Laura menganggukan kepalanya
setelah sampai di ruang kerja Alex langsung menekan remote untuk mengunci pintunya dan menghubungi seseorang. di sambungan teleponnya itu Alex berbicara sangat serius dengan orang di seberang sana, lima belas menit berbicara dengan seseorang Alex mengakhiri sambungan telepon tersebut kemudian mengambil sebuah berkas yang berada di dalam amplop tersebut dan melihat isi dari berkas itu, setelah melihatnya Alex memasukkan berkas itu ke dalam laci dan membuka kunci pintunya dengan remote yang ada di meja kerjanya.
sedangkan di kamarnya memegang surat yang barusan di temukan di atas ranjangnya itu
"apa maksudmu pangeran panda satu bulan yang lalu kamu monolog ku dan mengatakan untuk menunggu tetapi hari ini aku kamu hembaskan dengan surat ini". monolog Ana
Ana melepaskan kalung dan memasukan ke dalam kotak lagi beserta surat dan kenangannya kemudian Ana membuka lemari dan menaruh kotak itu di laci bagian bawah dan menguncinya
"mungkin semuanya sudah berakhir aku tidak ingin mengharapkan mu". monolog Ana
sedangkan Laura yang sejak tadi berdiri di ambang pintu itu melihat apa yang di lakukan putrinya
"mama yakin Gio akan membuat mu Bahagia tidak seperti pangeran panda mu itu sayang yang tidak pernah menampakkan dirinya, mama hanya ingin kamu bisa melupakan pangeran panda mu itu dengan kehadiran Gio". monolog Laura lalu meninggalkan kamar putrinya itu
sedangkan di tempat lain Gio sangat bahagia ketika mendapatkan kabar bahwa Ana menerima lamarannya.
"Ana akhirnya kamu menjawab lamaran ku setelah aku menunggu selama dua minggu, aku sangat bahagia ketika kamu memutuskan menerima lamaran ku". ucap Gio dengan senyuman yang mengembang dalam di bibirnya
"satu langkah untuk memiliki mu Ana dan rasanya aku sudah tidak sabar menunggu momen dimana kamu menjadi milikku". monolog Gio
keesokan harinya
Laura begitu semangat mempersiapkan acara lamaran putrinya dan Alex yang melihat Laura begitu bahagia hanya mengelengkan kepalanya sudah sejak tadi lagi Laura begitu sibuk mempersiapkan ini itu bahkan Laura sudah memilihkan baju yang di gunakan oleh Ana dan Ana hanya tersenyum saat melihat kebahagiaan mamanya.
"baby kenapa kamu begitu semangat sekali hari ini". tanya Alex sembari menghampiri istrinya
"aku sangat bahagia mas karena hari ini akan menjadi hari spesial untuk putri kecil kita". jawab Laura
"yang akan di lamar itu Ana kenapa kamu yang sangat antusias, jangan jangan kamu suka sama Gio". goda Alex
"jangan sembarang mas". ucap Laura sambil mencubit roti sobek suaminya itu
"buruan mas pakai baju karena sebentar lagi Gio datang". perintah Alex
__ADS_1
Alex mengambil baju yang telah di siapkan oleh Laura di atas ranjang. setelah mereka selesai memakai pakaian segera turun ke bawah. setelah Alex dan Laura sampai di ruang tamu terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah mereka. saat melihat Gio dan adiknya turun dari mobil membuat Laura sangat bahagia dan menyambut mereka , Laura menyuruh mereka masuk dan duduk.
"siang om tante". ucap Gio
"siang Gio". jawab Alex dan Laura secara bersamaan
"Tante panggilan Ana dulu". ucap Laura lalu naik ke atas
Laura mengandeng Ana untuk menuju ke ruang tamu, saat Ana turun dari tangga Gio terpana dengan Ana yang hari ini sedikit memoles wajahnya dan saat merasakan cubitan di pahanya membuat Gio kembali kesadaran dan menatap wanita yang ada di sampingnya. setalah sampai di ruang tamu Ana menatap wanita yang ada di samping Gio
"kamu kan". ucap Ana sambil mengingat ingat di mana dia pernah bertemu
"aku Nadia kita pernah bertemu di supermarket". ucap Nadia dan Ana menganggukan kepalanya
siang itu Gio menyampaikan niatnya untuk melamar Ana dan Ana menerima lamaran itu kemudian Gio memasangkan cincin dan kalung untuk Ana. saat acara lamaran itu Gio juga menyampaikan kepada Alex yang ingin menikahi Ana satu minggu lagi karena dua Minggu lagi mamanya akan menjalani operasi jadi Gio mengatakan bahwa mamanya ingin melihat Gio menikah sebelum melakukan operasi.
Ana terkejut saat Gio ingin menikahinya seminggu lagi dan itu menurut Ana sangat cepat, setelah melakukan runding Alex menyetujui permintaan Gio yang akan menikahi Ana seminggu lagi. setelah acara lamaran itu Gio dan Nadia pamit pulang
diperjalanan pulang Nadia cemberut dan Gio yang melihat itu mencubit pipinya
"kenapa cemberut hmmm". tanya Gio
"tadi mas menatap Ana terus dan tidak berkedip". jawab Nadia dengan ketus
"cemburu ya". goda Gio
"siapa yang tidak cemburu saat sumainya menatap perempuan lain, awas saja jika setelah menikah mas menyentuh Ana, ingat mas menikahi Ana karena permintaan mama pokonya setelah menikah Ana adalah urusan mama". ancam Nadia
"dan setalah mas menikah dengan Ana pokoknya Nadia tidak mau tau mas harus tidurnya bersama Nadia terus". ucap Nadia dan Gio hanya terkekeh mendengar penuturan istrinya itu
"dengar hanya kamu yang ada di hati mas". ucap Gio dan itu membuat Nadia terseyum
Gio melajukan mobilnya menuju ke rumah karena sejak tadi mamanya sudah menghubunginya dan Gio tau pasti mamanya akan menanyakan tentang lamaran ini.
💙💙💙
besok nih penentuan apakah Ana akan menikah dengan Gio?
__ADS_1
selamat membaca, kabur dulu🤗