
...aku hancur ketika melihatmu sudah tak bernyawa Karinaku, andai malam itu aku datang tepat waktu, sekarang kita sudah hidup bahagia...
..."Mahendra"...
Karina melihat jam pada pergelangan tangan yang sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Suasana taman sudah gelap hanya di terangi lampu lampu yang ada di taman itu, Karina yang merasa bosan berdiri dari kursi dan berjalan di sekitar danau yang ada di taman itu, Karina mengusap usap tangan karena cuaca terasa dingin. Karina berhenti di pinggir danau dan menetapkan rembulan yang sangat terang menampakan cahaya
"sebentar lagi aku akan menikah dengan pria yang aku cintai, mungkin banyak yang bilang aku bodoh, setelah lulus dari SMA lebih memilih menikah, tapi setiap orang memiliki jalan sendiri" monolog Laura
dor
dor
dua kali tembakan mengema di taman itu, Karina memegangi dadanya yang terkena tembakan, dua peluru tepat mengenai jantung Karina
"argh" rintih Karina dan jatuh di pinggir danau, sebelum menutup matanya Karina melihat seseorang menghampirinya dan menjatuhkan pistol di samping Karina, dan orang itu terseyum puas saat Karina menutup matanya.
Gunawan yang berada di rumah merasa cemas saat Karina belum pulang, karena selama ini Karina tidak pernah pergi sampai melewati pukul tujuh malam, Gunawan langsung menyambar jaketnya untuk menyusul Karina.
"mas mau kemana" tanya istirnya
"aku mau menyusul Karina" jawab Gunawan
"kenapa di susul, mungkin dia sedang bersama Mahendra" jawab sang istri
"sayang, selama ini Karina tidak pernah pergi sampai pukul sembilan ini". jawab Gunawan
"kamu habis darimana" tanya Gunawan pada istrinya
"habis beli Basko, ayo makan mas" sambungnya
"aku mau menyusul Karina dulu" jawab Gunawan tapi istrinya menahan
"ini keburu dingin mas, Karina pasti sedang bersama Mahendra, jika sampai setangah sepuluh belum pulang baru kamu susul" bujuk sang isteri
akhirnya Gunawan bersama istirnya memakan bakso yang di beli istrinya, setalah makan bakso Gunawan mondar mandir di teras rumah. saat menujukan pukul setengah sepuluh tanpa pikir panjang Gunawan langsung menyusul Karina ke taman Asoka. setelah sampai taman Gunawan mencari cari keberadaan Karina dan saat menemukan dunia Gunawan seperti berhenti
"Karina" terima Gunawan dan berlari kearah Karina yang berada di pangkuan Mahendra dengan bersimbah darah, Mahendra menatap ke arah Gunawan
__ADS_1
"Karina bangun" Gunawan menepuk pipi Karina dan amarahnya langsung memuncak saat melihat pistol di samping Mahendra dengan lambang D'devil, Mahendra langsung menarik kerah Mahendra
bugh
bugh
bugh
"bajingan kenapa kamu bunuh adikku ha" teriak Gunawan
"aku tidak membunuhnya, saat aku sampai Karina sudah seperti itu" jawab Mahendra sambil mengelap darah yang ada di bibir
"bohong" teriak Gamawan
bugh
bugh
bugh
bugh
"dok gimana keadaan adik saya" tanya Gunawan dengan perasaan yang tidak dapat di jabarkan
"maaf saya sudah berusaha sebaik mungkin tapi saya tidak bisa menyelamatkan adik tuan karena dua peluru tepat mengenai jantung dan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya tadi adik tuan menyebutkan kak Mahe" dokter menjelaskan
"jika di bawa dengan cepat dan mendapatkan penanganan adik tuan masih ada harapan selamat tapi sepertinya dia tertembak sudah cukup lama" sambung dokter
Mahendra langsung masuk dan tangisnya pecah saat melihat adiknya sudah tak bernyawa.
Gunawan menatap gundukan tanah dengan nisan yang tertulis Karina Amadya, Gunawan menaburi bunga pada makam itu.
"sudah mas ikhlaskan, jika kamu seperti ini Karina tidak akan tenang" bujuk sang isteri
dengan berat hati Gunawan meninggalkan makam itu. setelah kepergian Gunawan, Mahendra baru bisa masuk ke makam Karina karena sejak tadi dia dihalangi oleh anak buah Gunawan, bukannya Mahendra tidak bisa melawan tapi dia tidak ingin membuat Gunawan semakin marah
"maaf maafkan aku Karina, andai aku tidak telat kamu tidak akan seperti ini". tangis Mahendra pecah dan kemudian memasang sebuah kalung di nisan Karina, kalung itu dia pesan secara khusus khusus untuk Karina. Mahendra mencium nisan Karina sebelum meninggalkan makam itu.
__ADS_1
di ruangan Gunawan melihat cctv yang ada di taman itu dan tangannya terkepal saat ada orang yang menghampiri adiknya yang sudah tergeletak di tanah dan menjatuhkan pistolnya kemudian meninggalkan Karina sendiri, dan kejadian itu tepat pukul sembilan lewat lima menit.
"dasar bajingan kamu Mahendra, berpura pura tidak tau penyebab kematian adikku padahal kamu sendiri yang membunuhnya, setelah meninggalkan dan dua puluh menit kemudian datang menemui Karina agar aku tidak mencurigai"
pyaar
Gunawan melepas gelas tanya ada di mejanya dan mengenai dinding, dia menyalakan Mahendra karena jaket yang di kenakan pelaku adalah milik Mahendra serta bukti pistol yang bertanda D"Devil. dan saat itu Gunawan menyusun rencana secara matang untuk membalas Gunawan.
tiga bulan kemudian
Gunawan sangat marah saat tahu Mahendra menikah.
"sial kamu Mahendra, setelah membunuh adikku dengan bangganya kamu menikah dengan perempuan lain" remote tv yang di genggaman Gunawan pecah karena kemarahannya sangat besar saat melihat siaran langsung pernikahan yang begitu mewah.
"aku tidak akan membiarkan kebahagiaan ada di keluargamu Mahendra, akan aku hancurkan semua".
Gunawan selalu ingin menghancurkan Mahendra dan D'devil tetapi selalu gagal, sudah beberapa kali mencoba tetapi tetap gagal, hingga tiga tahun usahanya membuahkan hasil saat Alex di lahiran disitulah Gunawan menghancurkan Mahendra dan D'devil.
flashback off.
"malam itu ayahmu membunuh adikku" terima Gunawan
"apa kamu yakin, saat aku mendengar ceritamu aku yakin ayahku sangat mencintai adikmu dan tidak mungkin membunuhnya" jawab Alex dengan santai
saat Gunawan akan melesatkan tembakan, Alex melemparkan sebuah buku dan CD , Gunawan menatap buku dan CD tersebut
"untuk apa buku dan CD itu" tanya Gunawan
"buku itu membuktikan bahwa ayahku sangat mencintai adikmu, bahkan ibuku mendapatkan cinta dari ayah setelah dua tahun pernikahan dan aku lahir tiga tahun pernikahan mereka dan di CD itu adalah bukti pembunuh adikmu yang sebenarnya" jawab Alex. buku itu Alex temukan saat memasuki kamar ayah dan terletak di laci paling atas, sedangkan untuk CD itu Alex dapatkan saat menyuruh Jeki menyelidiki kematian Karina.
"bohong" teriak Gunawan yang sudah mengebu gebu untuk membunuh Alex
"aku tidak bohong, kamu bisa membaca buku itu dan melihat CD tersebut, tidak perlu khawatir bukankah di sini anak buahmu dan aku hanya datang bertiga".
akhirnya Gunawan menurunkan senjata dan membaca buku tersebut, di buku itu terlihat jelas kerapuhan Mahendra atas kehilangan Karina, dia mencurahkan lewat tulisan, Gunawan tidak membaca semua tapi langsung menyambar CD dan memasukan ke laptop dan memutarnya.
Gunawan terkejut setelah menonton video tersebut
__ADS_1