
saat Andra dan Tasya sedang asik berbincang datang seorang gadis.
"ternyata kamu di sini Andra sayang". ucap Abel dengan bergelayut manja di tangan Andra
"bel lepas jangan seperti ini". Andra berusaha melepaskan tangan Abel yang melingkar di lengannya
"tidak mau nanti kamu menghilang lagi". jawab Abel sambil mengerucutkan bibirnya
"bel lepas". Andra berhasil menghempaskan tangan Abel dan Abel mendengus sebal setiap kali Andra menolaknya.
"Hay sya". sapa Abel
"bay bel". jawab Tasya
Ana menghampiri Andra, Tasya dan juga Abel, tetapi sebelum ke meja mereka Ana membeli makanan lebih dulu.
"Andra nanti aku pulang bareng kamu ya". rengek Abel
"maaf bel nanti ada urusan". tolak halus Andra
"habis dari aman na". tanya Andra
Ana menceritakan bahwa dia abis dari ruangan pak Farhan dan betapa menyebalkan dosen tersebut, Ana juga menceritakan bahwa pak Farhan lebih killer di bandingkan pak Burhan, bahkan pak Farhan mengembalikan semua tugas yang sudah terkumpul untuk di kerjakan ulang karena tidak sesuai ketentuan dan tugas tersebut besok pagi harus sudah ada di mejanya.
"baru saja sehari jadi dosen sangat menyebalkan". gerutu Ana
"gila, hanya di beri waktu satu haru untuk memperbaiki tugas dan padahal tugas itu kita kumpul saat pak Burhan masih mengajar". omel Tasya
Ana yang masih kesal atas apa yang telah Farhan lakukan saat Ana mengikuti dia ke ruangan langsung melahap mie ayam yang dia pesan, terlihat jelas Ana begitu kelas.
"baru sehari dia jadi dosen, aku sudah kena omel". sambung Ana dan Andra hanya mengelengkan kepalanya melihat Adika bicara tanpa jeda
setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang.
"Abel turun". perintah Andra
__ADS_1
"gak mau pokoknya antarkan aku pulang". jawab Abel dengan bersedekap dada, Andra mengela nafasnya dan akhirnya memilih untuk mengantarkan Abel pulang lebih dulu, sedangkan Abel terseyum senang saat Andra menjalankan mobil.
Abel menggunakan kesempatan itu untuk bergelayut manja di lengan Abel dan berfoto, lalu Abel mengunggah foto tersebut di Instagram dengan caption "hanya milik Abel". bahkan semua anak kampus mengira bahwa Abel adalah pacar Andra, sudah berulang kali Andre memeringati Abel jangan melakukan hal itu tetapi Abel yang keras kepala tetap melakukan. Abel terseyum saat melihat komentar pada halaman Instragram, disana banyak anak kampus yang merasa patah hati saat tau Andra pacar Abel tetapi ada juga yang berkomentar bahwa Abel hanya cewek halu yang seperti ulat keket yang selalu menempel dengan Andra.
"turun". perintah Andra saat sudah sampai di depan rumah Abel
"ayo mampir". ajak Abel
"bel Ami sedang ada urusan, segera turun atau aku seret". ancam Andra dan Abel segera turun dari mobil Andra dengan cemberut.
sedangkan di rumah keluarga Delon, Anissa masuk dengan wajah kesalnya dan masuk ke kamar dengan membanting pintunya kemudian melempar tas ke sembarang arah dan merbahkan tubuhnya di ranjang. Lisa dan Delon yang melihat putrinya saling pandang.
"kenapa itu Anissa mas". tanya Lisa sambil mengusap perut buncitnya
"tidak tau". Delon mengangkat bahunya tanda tidak tau lalu tangan ikut mengelus perut Lisa .
ya Lisa mengandung anak kedua mereka saat usia Anissa sudah memasuki umur dua puluh tahun, awalanya mereka akan memberikan adik kepada Anissa saat umur tujuh tahun tetapi Lisa tak kunjung hamil lagi dan sudah mengikuti program kehamilan hingga akhirnya mereka menyerah tetapi takdir berkata lain, awalnya Lisa terkejut saat hamil lagi ketika Anissa sudah beranjak dewasa. awalnya Lisa dan Delon takut memberi tau kepada Anissa jika Lisa hamil takut Anissa tidak bisa menerima kehadiran adiknya tetapi semua itu di luar ekspektasi ternyata Anissa sangat senang mendengar mamanya hamil lagi.
"mas aku lihat Anissa dulu". Lisa bangkit dari duduknya
saat memasuki kamarnya Lisa hanya mengelengkan kepalanya saat melihat Anissa sedang berbaring di ranjang tanpa melepas sepatu bahkan tasnya tergeletak di lantai, Lisa mengambil tas Anissa dan meletakan tasnya di tempat yang seharusnya.
"Nissa mama sering bilang jika menaruh barang itu pada tempatnya". Lisa berbicara dan menghampiri anaknya itu, Anissa lantas duduk saat mendengar suara sang mama
"lepas dulu itu sepatunya". perintah Lisa dan Annisa langsung melepas sepatu
"dari pada tempatnya". perintah Lisa saat Anissa hanya melempar asal sepatunya, dengan malas Anissa mengambil sepatunya dan meletakan ke rak sepatu
"anak sama ayahnya sama sama suka meletakan barang secara asal". Lisa mengelengkan kepalanya saat sifat Anissa persis seperti Delon
"kenapa anak mama ini mukanya di tekuk". tanya Lisa saat Anissa sudah duduk di dekat
kemudian Anissa menceritakan dari Arden yang menjatuhkan ke lantai di lanjut saat dia bertengkar dengan Arden di kantin karena kesalahpahaman.
"Anissa dengarkan mama saat kejadian di kantin Anissa juga salah, asal langsung menuduh orang, lain kali jangan langsung emosi dan satu lagi jadilah gadis yang anggun jangan bar bar seperti ini pusing mama lihatnya". Lisa menasihati Anissa
__ADS_1
"iya Anissa tau salah ma tapikan seharusnya dia tidak berbuat kasar seperti itu, sudah angkuh muka datar seperti kanebo kering, amit amit pokonya jangan sampai Anissa punya suaminya macam pria itu". jawab Anissa
"asal mama tau dia itu di kampus tidak pernah senyum dan begitu angkuhnya, pokonya jauhkan Anissa seperti pria itu". sambung Anissa
"tidak boleh bicara seperti itu jangan mengumpat orang lain". nasehat Lisa
"ayo makan dulu". ajak Lisa
"tadi sudah makan ma". jawab Anissa malas
setelah berbincang dengan Anissa Lisa kembali turun dan menghampiri Delon yang sedang duduk di sofa.
"kenapa itu Anissa. sayang". tanya Delon
"berantem dengan teman kampusnya". jawab Lisa
"berantem"
Lisa menganggukan kepalanya dan menceritakan kembali apa yang Anissa ceritakan tadi. Delon hanya bisa memijit dahi saat mendengar cerita istrinya, kenapa putrinya bisa sebar bar itu padahal Lisa memiliki sikap anggun dan sifat yang baik tidak langsung gegabah saat melakukan tindakan, padahal saat kecil mereka berdua telah merawat Anissa dan mengajarinya agar memiliki sikap yang lemah lembut dan anggun, tetapi saat Anissa duduk di bangku SMP mulai bersikap bar bar.
"mas aku pusing melihat Anissa sangat bar bar seperti itu, aku takut tidak ada laki laki yang mau dekat dengannya".
"ada itu si Bayu". jawab Delon
"Bayu masih sepupunya, mereka tidak bisa menikah, maskudku laki laki yang akan jadi suaminya mas". jawab Lisa kesal
"sudah jangan kesal seperti itu". Delon mencubit pipi Lisa
"pasti nanti Anissa akan dapat suami yang dapat mengimbangi dengan sikapnya seperti kamu yang di takdirkan untukku sayang". ucap Delon langsung mencium perut Lisa
Lisa sangat bersyukur rumah tangga berakhir bahagia seperti ini. Lisa mengelus kepala Delon yang sedang menciumi perutnya.
💙💙💙
Hay Hay aku bawakan rekomedasi cerita yang sangat bagus ni, aku sudah membacanya dan cerita sangat bagus, cusllah langsung kepoin dengan judul "Dikhianati Karena Tak Kunjung Hamil" karya " Senja_90"
__ADS_1