
Mex menutup telinga saat Bagaskara memanggil nama dan Bagaskara menghampiri Mex yang berada di belakang Alex, Bagaskara menjewer telinga Mex
"ayah aku bukan anak kecil lagi kenapa selalu seperti ini". protes Mex dan Bagaskara semakin menarik telinga Mex dengan keras
"kakak tolong". mohon Mex pada Alex sedangkan Alex hanya menggelengkan kepalanya dan memasuki rumah.
Alex merasakan ada yang kurang saat memasuki rumah, biasanya Laura selalu menyambutnya di depan pintu memanggil dengan sebutan tembok, Alex merindukan panggilan itu, Laura selalu menyiapkan pakaian dan makanan untuknya, bayang bayang Laura berkeliaran di rumah itu.
"ayah lepaskan"
"kenapa baru pulang". tanya Bagaskara
"ayah lupa, aku sedang berada di Start Black". jawab Mex dengan melepaskan tangan ayahnya.
mereka berdua memasuki rumah secara bersamaan, Mex menatap sekitar rumah itu.
"ternyata masih sama belum ada yang berubah" guman Mex
"yah apa yang masih sering bersama Sintia". tanya Mex
"apa kak Alex juga masih memakai Sintia untuk memuaskan nafsunya". tanya Mex lagi
"dasar Sintia sama ayah oke sama anaknya oke". cerocos Mex yang tidak di respon oleh Bagaskara.
Alex yang berada di kamar Laura hanya menatap kosong ruangan itu, Alex duduk di ranjang Laura. di ranjang itu meratapi penyesalan terhadap perlakuannya kepada Laura. Mex dan Bagaskara yang melihat Alex lewat pintu juga merasakan akan yang dirasakan Alex.
"aku harap kakak ipar tidak memaafkan kak Alex dengan mudah"
"kenapa ayah dan kak Alex tidak mencari tahu dulu asal menyiksa orang yang tidak bersalah"
bugh
Bagaskara langsung meninju putranya yang cerewet seperti perempuan saja, Mex mendengus kesal ayahnya ini sungguh menyebalkan menurutnya. Mex dan Bagaskara memasuki kamar mereka masing-masing untuk membersihkan dirinya.
Alex mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang
"hallo Lex". jawab Jeki dengan kesal karena Alex menganggu aktifitasnya
"bagaimana sudah menemukan keberadaan Laura". tanya Alex dengan penuh harapan
"belum, aku mau tau kenapa istrimu menghilang". tanya Jeki walaupun sudah tau dari seseorang, Jeki ingin tau langsung dari mulut Alex
"jek kamu hanya aku tugaskan untuk mencari bukan ikut campur". Alex langsung mematikan ponselnya.
saat Alex mematikan ponselnya Jeki semakin geram dengan perlakuan Alex yang semena meja terhadap dirinya.
"semoga saja istrimu tidak mudah memaafkanmu". sumpah Jeki yang sedang kelas.
"sayang lanjutkan permainannya, rasanya mengganjal di bawah sana". seorang wanita berbicara kepada Jeki, wanita itu berada di bawah kukungan Jeki, Jeki yang sudah kehilangan gairah langsung melepaskan diri dari wanita itu.
__ADS_1
"ini uangmu dan pakai bajumu segera keluar". perintah Jeki
"tapi ini nanggung". ucap wanita itu saat melihat sorot mata Jeki, wanita itu langsung memakai bajunya dan mengambil uang yang diberikan Jeki untuknya dan keluar dari rumah Jeki.
💙💙💙💙💙💙
prang
pyaar
prang
pyaar
dikamar Merlin membanting semua barang sebagai pelampiasan marahnya atas kegagalan pernikahan dengan Delon, setelah semua barang habis Merlin mengambil ponsel dan menghubungi seseorang
"hallo Mex".
"hmmm". jawab Mex malas
"kamu harus menikahiku". perintah Merlin
"menikahimu, aku tidak ingin menikah". jawab Mex tegas
"Mex aku hamil anakmu".
"anakku, apa kamu yakin, kamu saja tidur bukan denganku saja" jawab Mex dan mematikan ponselnya
"nak". panggil
"ma siapa nenek ini". tanya Merlin
"dia Mbok Sri, orang yang akan membantumu untuk mengugurkan janin itu" mamanya menjelaskan
"mengugurkan". tanya Merlin
"iya, mama tidak mau kamu di hina orang hamil tanpa suami, jika tidak ada janin ini mama yakin kamu pasti bisa mendapatkan laki laki yang lebih kaya dari Delon". bujuk mamanya, sedangkan Merlin tanpa berpikir dan akhirnya menganggukan kepalanya
"lakukan yang terbaik mbok Sri". perintah mama Merlin
"minum ini nduk". perintah mbok Sri dan Merlin akhirnya meminumnya, setelah sepuluh menit Merlin merasakan nyeri di perut
"isshh". ringis Merlin karena perut terasa seperti terlilit
"berbaringlah di ranjang nduk". mama Merlin membantunya
setelah Merlin berbaring mbok Sri duduk di ranjang dekat perut Merlin dan mengurut perut Merlin dengan kuat
"ma hiks hiks". tangis Merlin dan mamanya memegang tangan Merlin untuk menenangkannya.
__ADS_1
"tahan nak".
"hiks hiks". tangis Merlin semakin menjadi.
mbok Sri semakin mengurut perut Merlin dengan kuat dari atas ke bawah, sedangkan Merlin semakin kesakitan dan peluh membanjiri wajah Merlin.
"mbok sudah sakit". mohon Merlin yang tidak tahan diurut
"tahan nduk sebentar lagi". jawab mbok sri
setelah satu jam lama akhirnya selesau, lemas yang dirasakan Merlin karena sakit perutnya, setalah itu mbok Sri membersihkan aset Merlin.
"sudah selesai nduk"
"ini mbok uang dan terima kasih". mama Merlin menyerahkan uang sebagai pembayaran.
💙💙💙💙💙
Laura duduk di menghadap jendela menatap taman sudah seminggu dia berada di rumah ini, di taman itu ada anak laki laki yang menatap balik Laura, dan anak laki laki itu segera memasuki rumah dan masuk di kamar Laura.
"hai tante aku bawakan cilok untuk tante". anak laki laki itu menyodorkan cilok kepada Laura dan Laura menerimanya
"kata orang kalau sedih harus makan coklat agar tidak sedih lagi ,ini coklat untuk tante juga". anak laki laki itu memberikan Laura coklat
"Alif sudah pulang". tanya seorang Wanita
"sudah ma". Alif mencium tangan mamanya
"Alif ganti pakaian dan makan". perintah sang mama dan Alif keluar dari kamar Laura
"kita tidak boleh bersedih terlalu lama, dibalik kesakitan pasti akan kebahagiaan Laura". wanita itu berbicara dibelakang Laura
"kebahagian seperti apa, saat umurku lima tahun ayah ibu dan kakakku meninggal karena kecelakaan, di saat aku akan merasakan bahagia dengan menikah bersama dengan orang yang aku cintai tiba tiba ada laki laki lain yang menikahku sebagai balas dendam Cika, lalu aku akan mengharapkan kebahagian seperti apa". tanya Laura
"belum tentu yang kita harapkan akan membawa kebahagiaan, belum tentu juga orang yang tidak kita harapkan hanya membawa kesakitan, tuan Alex melakukan itu karena dia tidak tahu bahwa kamu bukan anak Gunawan dan sekarang tuan Alex sedang mencarimu, aku yakin dia sudah tau siapa dirimu dan merasa menyesal". Cika menjelaskan kepada Laura
"kenapa dia tidak mencari dari dulu, kenapa setelah aku pergi baru mencari, aku membencinya dan tidak akan pernah memaafkannya". Laura menekan setiap perkataannya
"aku tau apa yang kamu rasakan, sekarang tenangkan dirimu dan jangan bertindak nekat seperti kemarin, bunuh diri bukan solusi yang baik, aku yakin kamu akan mendapatkan kebahagiaan setalah ini Laura". Cika mengusap pundak Laura.
"aku mendengar bahwa kamu belajar menggunakan pistol dan bela diri saat tau suamimu mafia, jadi sekarang belajarlah sebuah keikhlasan dan buatlah jalan hidupmu pasti kamu akan menemukan sebuah kebahagiaan, jika kamu semakin larut dalam kesedihan maka kamu akan semakin merasakan sakit". penuturan Cika ada benarnya menurut Laura.
"aku tunggu di ruang makan". setelah itu Cika meninggalkan Laura
💙💙💙💙💙💙💙
sambil menunggu update selanjutnya yuk baca cerita temanku pasti bikin penasaran....
judul : Ranjang Tuan Lumpuh
__ADS_1
karya : Kay_21