Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Abu Abu


__ADS_3

di ruangan itu Alex dan Mex sedang berpikir siapa orang yang meneror Ana selama ini musuh mereka hanya Gunawan sedangkan Gunawan sendiri sudah bahagia dengan keluarga barunya.


"kakak tenang saja, aku yakin Ana bisa menjaga dirinya". beritahu Mex


"Mex aku tidak yakin karena Ana itu sangat manja bahkan dengan kecoa saja dia takut". jawab Alex sambil menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya


"kakak tidak tau saja jika Ana bergabung ke D'devil mengguankan identitas Leonar". monolog Mex dalam hati


"Mex bagaimana jika Marko jadi bodyguard Ana, jika mengandalkan Arden anak itu sedang sibuk dengan dunianya sendiri". Alex mengutarakan niatnya


"jika Marko yang jadi bodyguard Ana kedua anak itu akan bebas melakukan apapun yang dia mau". jawab Mex dalam hati


"kakak yakin". tanya Mex


"Yakin, jika tidak Leonar yang jadi bodygaurd Ana saja dia perempuan jadi Ana akan nyaman dengan". jawab Alex sedangkan Mex menghela nafasnya mana mungkin Leonar mereka orang yang sama


"Marko saja kak merekakan saudara jadi lebih bebaslah dan Ana juga tidak merasa di kekang". jawab Mex


setelah berbincang dengan kakaknya, Mex akan menjemput Jeslin ke bandara karena hari ini istrinya pulang dari jalan jalan, Mex memang menyuruh istrinya untuk berlibur ke luar negeri agar tidak bosan di rumah. sebelum itu Mex mampir ke toko bunga untuk membeli buket bunga mawar kesukaan istrinya itu. saat akan masuk ke dalam mobil Mex melihat seseorang yang seperti dia kenal tapi saat akan menghampirinya orang itu sudah menghilang


"mungkin aku salah lihat, diakan berada di rumah sakit jiwa". monolog Mex dan masuk ke dalam mobil. setelah sampai di bandara Mex melihat istrinya sudah menunggu. Jeslin terseyum saat melihat Mex menghampirinya.


"aku merindukanmu sayang". ucap Mex sambil memeluk istrinya


"aku juga merindukan mu, kenapa tidak ikut liburan saja". jawab Jeslin dan menerima bunga yang di berikan suaminya itu


"bagaimana dengan Marko". tanya Jeslin


"anak itu lebih suka mengabiskan waktu di D'devil". jawab Mex sambil merangkul istirnya sambil berjalan menuju ke mobilnya


"sayang apa benar Ana dapat teror". tanya Jeslin dan Mex hanya menganggukkan kepalanya.


setelah sampai di rumah Mex melihat putranya turun turun dari motornya. Marko mengahampiri orang tua dan membantu ayahnya membawa barang barang mamanya. setelah menaruh barang-barang mamanya Marko masuk ke kamarnya dan mengambil beberapa baju untuk di bawa ke rumah om Alex dan tante Laura. Jeslin menatap putranya yang turun membawa sebuah tas


"Marko mau kemana kamu". tanya Jeslin

__ADS_1


"ma pa Marko akan tinggal di rumah om Alex tadi Om Alex menelepon Marko untuk menemani kemanapun Ana pergi". ucap Marko


"ya sudah hati hati jika seperti itu". ucap Jeslin sambil mengusap rambut anaknya itu


"ma pa Marko pergi dulu". pamit Marko


Marko melaju motornya dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota. Laura yang sedang duduk di teras menatap sebuah motor yang masuk ke rumahnya, Laura meletakan teh yang di pegang. Marko turun dari motornya dan terseyum hangat kepada tantenya itu.


"apa kabar Tante Laura yang cantik dan baik hati". sapa Marko dan Laura terkekeh mendengar penuturan keponakannya itu


"kabar Tante baik Marko, kamu sendiri bagaimana". tanya Laura


"sungguh luar biasa baik Tan". jawab Marko


"aku mau tinggal di sini untuk waktu yang lama". sambung Marko


"boleh tapi ini kamu tidak kabur dari rumahkan". Laura menatap curiga kepada keponakannya itu karna Laura sangat paham dengan Marko , sejak dulu ponakannya itu akan kabur dari rumah dan tinggal di sini jika bertengkar dengan orang tuanya


"kali ini tidak aku mau tinggal di sini karena merindukan tanteku yang sangat sangat cantik ini". ucap Marko


"masuk sana". perintah Alex dan Marko langsung masuk meninggalkan omnya dan tantenya itu, setelah kepergian Marko , Alex mencium pipi istrinya sehingga membuat Laura tau jika Alex cemburu dengan keponakannya itu.


"sudah jangan cemburu dia keponakan mu". beritahu Laura dengan mencium bibir Alex singkat. mereka berdua duduk di teras sambil menikmati secangkir teh.


Ana yang duduk di kursi penumpang melototkan matanya saat melihat motor Marko ada disana


"itu moto siapa". guman Andra saat melajukan mobilnya dan berhenti di belakang motor tersebut, mereka bertiga turun dari mobil.


"selamat sore ma pa". sapa mereka bertiga


"sore, dari mana kalian". jawab Laura


Tasya menjawab bahwa mereka berdua pergi ke butik untuk memilih gaun yang akan mereka gunakan untuk pesta pernikahan kemudian memilih desain undangan dan souvernir, Alex terseyum saat putranya telah menyiapkan semuanya. Laura juga terseyum saat melihat binar bahagia di mata Tasya, setidaknya Tasya tidak sedih atas pernikahan mendadak mereka.


"yah ini motor siapa". tanya Andra

__ADS_1


"Marko". jawab Alex


"siapa Marko yah ma". tanya Tasya


"ayo masuk akan aku kenalkan dengannya". ajak Andra yang di ikuti Ana karena ayahnya mengode untuk meninggalkannya.


saat sampai di ruang keluarga Andra melihat Marko yang sedang menikmati makanan, sudah menjadi kebiasaan Marko jika datang selalu menjajah makanan yang ada di rumah ini. Andra menghampiri Marko yang mulutnya masih penuh dengan makanan, kemudian Andra mengenalkan Tasya kepada Marko jika Tasya adalah istrinya ada keterkejutan di diri Marko begitu juga Andra mengenalkan Marko kepada Tasya jika Marko ada sepupunya.


"Hay kakak ipar senang berkenalan dengan mu". sapa Marko sambil mengulurkan tangannya


"aku juga senang berkenalan dengan Marko, aku baru tau jika si kembar punya sepupu". jawab Tasya sambil menerima jabatan Marko


"tega kak Andra dengan ku, menikah tidak mengundang ku". ucap Marko sambil memakan buah anggur


"pestanya masih satu Minggu lagi". beritahu Andra


Ana menatap Marko dengan curiga yang tiba tiba ada di sini yang Ana tau Marko lebih suka tinggal di D'devil.


"aku tinggal di sini sebagai bodyguard mu kak Ana". ucap Marko saat melihat tatapan Ana yang tajam


"bodyguard". tanya Tasya


Marko memberitahu mereka bahwa om Alex menelpon dan memintanya untuk menemani kemampuan Ana pergi sedangkan Ana terseyum jika Marko yang akan menemaninya maka dia bisa pergi ke markas dan bermain dengan taiger dan juga senjatanya. Marko yang melihat senyum Ana tau apa yang di pikirkan oleh kakaknya itu.


"Marko aku tinggal dulu ya, aku dan istriku mau ke kamar dulu". pamit Andra


"iya iya yang pengantin baru jadi pengennya di kamar terus kak". jawab Marko


"kak Ana sendangkan aku yang jadi bodyguard". bisik Marko saat Andra dan Tasya sudah pergi


"tentu saja dengan begitu aku bisa pergi ke markas". jawab Ana


"Markas"....


deg

__ADS_1


Ana menoleh ke arah pintu


__ADS_2