
Merlin yang merasa kesal karena tidak berhasil membuat Gio menandatangani berkas itu langsung mengambil berkasnya dan memasukan ke dalam tas.
"ma kenapa berkasnya di masukkan ke dalam tas". tanya Gio
"owh ini karena kamu tidak mau menandatangani maka mama mau membuangnya saat sampai di lobi nanti". jawab Merlin
"tidak perlu di lobi ma, itu ada tempat sampah buang saja di sana nanti biar OB yang membuangnya". ucap Gio sambil menahan senyuman saat melihat wajah mama tirinya yang terkejut lalu kembali seperti biasanya lagi
sedangkan Merlin terseyum dan mengeluarkan berkas itu Kemudian membuangnya ke tempat sampah yang di tunjukan Gio, Merlin melakukan itu agar Gio tidak curiga karena dia masih bisa membuat surat yang baru.
"akan aku ikuti permainan yang telah mama buat, aku juga bisa berakting seperti anak yang baik dan menuruti kemauan mama tanpa mama curiga jika aku sudah mengetahui semuanya, mama yang memulai permainan ini dan aku yang akan mengakhirinya dengan hal yang tidak pernah mama bayangkan". monolog Gio di dalam hati sambil memperhatikan punggung Merlin yang membuang berkas itu
"nak mama pulang dulu, kabari mama jika kamu sudah berhasil membawa Nadia kembali". ucap Merlin sambil mengusap pundak Gio
"iya ma akan Gio kabari perkembangannya". jawab Gio
setelah kepergian Merlin, Gio mengelap pundaknya yang tersentuh oleh Merlin.
"Ujang". teriak Gio dari dalam ruangan
sedangkan Ujang yang sedang mengepel lantai langsung masuk ke ruangan bosnya itu.
"iya tuan". jawab Ujang
"bersihkan ruangan ini dan jangan lupa sampah yang ada di kotak sampah itu kamu bakar". perintah Gio
"siap Tuan". jawab Ujang
__ADS_1
"satu lagi kamu lahap meja ,kursi serta sofa ini karena saya tidak ingin ada bekas parasit yang tertinggal di ruangan ini". ucap Gio lalu meninggalkan Ujang
sedangkan Ujang menggaruk tengkuknya karena merasa aneh dengan bosnya itu.
"kenapa tuan bilang tidak ingin ada bekas parasit yang tertinggal padahal aku membersihkan ruangan ini". monolog Ujang yang tidak mengerti apa yang di maksud bekas parasit, kemudian Ujang melaksanakan perintah yang di berikan oleh Gio.
Gio melajukan mobilnya menuju Bandung untuk pergi ke makam ayahnya, saat sampai di makam ayahnya Gio menaburkan bunga di atas kuburan ayahnya.
"sekarang Gio tau apa yang ingin ayah sampai ke Gio waktu itu sehingga menyuruh Gio segera kembali dari liburan karena ayah ingin memberitahu Gio siapa tentang mama Merlin tetapi nasnya saat Gio sampai rumah mama Merlin membunuh ayah dan memfitnah ibu". monolog Gio
"sekarang Gio sudah tau semuanya dan akan Gio balas semua perbuatannya terhadap keluarga kita yah". sambung Gio
setelah merasa cukup Gio meninggalkan makam ayahnya dan menuju hotel yang dia pesan karena merasa lelah Gio memilih untuk beristirahat di hotel dan besok pagi baru kembali ke Jakarta.
setelah sampai di hotel Gio merbahkan tubuhnya di ranjang dan memejamkan matanya karena merasa lelah dan bersalah setelah mengetahui kebenaran dari mulut mama tirinya.
sedangkan di sebuah rumah seorang wanita bersandar di kepala ranjang dan wanita itu tersenyum saat melihat seseorang masuk ke kamar yang dia tempati
"tadi sedikit rewel Bu, tadi Nadia sedikit mual". jawab Nadia
"aku masih tidak percaya jika selama ini mas Gio tinggal bersama mama tiri yang begitu jahat". ucap Nadia sambil mengusap perut
setelah mendengar kenyataan bahwa selama ini dia mengkonsumsi obat pengering kandungan membuat Nadia syok tetapi setelah itu Nadia juga merasa senang saat di beritahu bahwa ada janin yang hidup di perutnya. Nadia juga bersyukur janinnya masih bertahan dengan keadaan Nadia yang tidak baik baik saja. siksaan, tusukan pisau dan jatuh dari tangga seharusnya membuat dia keguguran tetapi janinnya sungguh kuat.
saat dirinya sadar sudah berada di sebuah kamar dan menatap bingung seorang wanita paruh baya sedang berada di sisinya lalu wanita itu menjelaskan bahwa dia ibunya Gio awalnya Nadia tidak percaya tetapi semua bukti membuat Nadia percaya.
"sekarang makanlah kamu dan janinmu butuh energi". ucap Fatma
__ADS_1
Nadia memakan makanan yang ada di hadapannya, Nadia juga bersyukur bisa makan dengan lahap tidak seperti wanita hamil yang pernah dia lihat sering mual saat melihat beberapa jenis makanan.
"cucu ibu tidak rewelnya saol makanan, ibu senang kamu bisa makan makanan dengan lahap". ucap Fatma
"Iya Bu Nadia juga bersyukur". jawab Nadia
"Bu bagaimana dengan mas Gio". tanya Nadia.
"ibu yakin Gio akan mengetahui kebenaran dan untuk sementara kamu tinggal di sini dulu ya, ibu takut wanita itu akan mencoba membunuhmu". ucap Fatma dan di anggukan oleh Nadia
setelah Nadia selasai makan Fatma memberikan obat yang telah di anjurkan okeh some untuk menyembuhkan rasa nyeri di seluruh tubuh Nadia, karena saat Nadia sadar yang Nadia lakukan adalah hanya menangis saat merasakan seluruh tubuhnya sakit dan nyeri. dokter Rama memberikan resep obat yang tentunya aman untuk kandungan Nadia.
"besok dokter Rama akan datang untuk mengecek kondisi mu". ucap Fatma dengan senyum
"sekarang istirahatlah nak". ucap Fatma lu menarik selimut sampai batas pinggang Nadia
setelah Fatma keluar Nadia menetas air matanya karena sejak tadi menahan rasa nyeri di seluruh tubuhnya, kini Nadia merasa sedikit baik setelah minum obat
"anak mama yang kuat ya, mama harap kamu kuat sampai dewasa nanti, tetap bertahan ya sayang sampai mama lahirkan kamu". monolog Nadia sambil mengelus perutnya.
"untung saja ibu membawa ku kemari, jika aku masih di rumah sakit mungkin mama akan membunuhku". ucap Nadia karena tadi dia mendengar suara mama Merlin yang mencarinya bahkan memberikan ancaman kepada Fatma
"mas aku harap kamu tidak percaya dengan ucapan mama Merlin". monolog Nadia
pikiran Nadia menerawang jauh saat dulu Gio meminta izin untuk menikahi dan waktu itu usiannya masih delapan belas tahun, Nadia masih ingat betapa marahnya mama Merlin kepada Gio hingga akhirnya Gio mengajaknya nikah tanpa restu mama Merlin. saat dia di bawa pulang ke rumah, disana dia di sambut baik dengan mama Merlin dan Nadia masih ingat saat mama Merlin menyuruhnya untuk meminum sebuah obat.
"berarti sejak awal mama sudah memberikan aku obat pengering kandungan". monolog Nadia
__ADS_1
"kenapa ada wanita sejahat itu, sudah menghancurkan keluarga orang lain dan memanfaatkan anaknya untuk mencapai tujuannya". sambung Nadia
setelah berkecamuk dengan pikirannya perlahan Nadia menutup matanya karena merasa ngantuk karena efek obat yang dia minum.