
pagi hari Anissa sangat semangat dan senang, setelah selesai membersihkan diri dan bersiap siap Anissa turun ke bawah membawa tasnya, Delon yang melihat putrinya sangat antusias merasa senang dan juga khawatir.
"pagi ma yah". sapa Anissa saat sampai di ruang makan
"pagi adek Farhat". Anissa juga tidak lupa menyapa adiknya itu dan menoel noel pipinya tembem
Anissa duduk dan mengambil sarapan yang dia inginkan, Anissa makan dengan lahap begitu juga kedua orang tuanya.
"semua sudah kamu siapkan Anissa". tanya Lisa setelah mereka selesai makan
"sudah ma, semua keperluanku sudah Anissa bawa". jawab Anissa sambil membantu mamanya membereskan sisa makanan.
"ini bawa". Lisa menyerahkan kotak bekal untuk Anissa bawa, agar saat sampai tujuan tidak perlu repot untuk memasak dulu karena Lisa tau saat sampai Anissa akan di sibukan dengan memasang tenda dan lainnya.
"dan yang ini berikan untuk Bayu". sambung Lisa
"terima kasih Ma". jawab Anissa sambil memasukan kotak bekal itu ke dalam Tote bag agar mudah membawanya.
setelah itu Anissa Keluar dari dapur dan menunggu Bayu di teras.
"nanti kalau sudah sampai di lokasi hubungi ayah jika ada sinya, jika tidak saat akan sampai hubungi ayah". ucap Delon
"siap yah". jawab Lisa
Anissa melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul delapan tetapi Bayu belum datang juga.
"ini Bayu kemana sih , jam sembilan harus udah kumpul di kampus dan jam sepuluh berangkat ke lokasi perkemahan". monolog Anisa sambil menghubungi Bayu tetapi tidak di angkat oleh Bayu.
"mungkin masih di jalan". ucap Delon saat melihat Anissa tidak sabar
Anissa langsung menghampiri mobil Bayu saat melihat mobil itu memasuki pekarangan rumahnya, saat mobil berhenti Anissa langsung masuk saat Bayu belum turun.
"ayo berangkat". ajak Anissa
"sabar Anissa, aku mau turun dulu mau pamit sama om Delon". jawab Bayu
Bayu turun dan menyalami tangan omnya itu
"om saya dan Anissa berangkat dulu". ucap Bayu
__ADS_1
"iya, hati hati di jalan". jawab Delon
tin
Bayu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kampus, Bayu mengelengkan kepalanya saat melihat Anissa yang selalu melihat jam di pergelangan tangannya.
"kita tidak akan telat Anissa, kita juga akan berangkat jam sepuluh". ucap Bayu
"issh kau tidak tau betapa bahagianya aku bisa ikut perkemahan seperti, jadi aku tidak ingin terlambat". jawab Anissa dengan antusias
"ya ya nanti di perkemahan harus hati hati dan jaga ucapan karena kita kemah di tengah hutan". ucap Bayu
"siap, eh bay mau tanya beruang kutub itu sudah lama ya jadi ketua MAPALA". tanya Anissa
"maksudmu Arden". tanya Bayu
"ya mungkin aku tidak tau namanya yang jelas dia itu manusia yang sangat menyebalkan dan dingin". beritahu Anissa
"ya sudah hampir dua tahunlah Arden menjadi ketua menggantikan kak Bimo yang sudah lulus". jawab Bayu sambil fokus menyetir
"dua tahun memang beruang kutub itu semester berapa". tanya Anissa
"semester enam sama seperti kita, Arden kuliah jurusan Manajemen Bisnis". jawab Bayu
plak
Anissa memukul lengan Bayu
"di dunia ini cowok itu banyak gak cuman beruang kutub jadi aku tidak akan jatuh cinta dengannya". jawab Anissa
mobil yang di kendarai Bayu memasuki kampus, di sana sudah terlihat banyak anak anak yang berkumpul.
"tuhkan Bay sudah pada kumpul semua". ucap Anissa menyalahkan Bayu
Anissa dan Bayu bergabung ke anak anak yang sudah berkumpul, Bayu sudah menghubungi supir untuk mengambil mobilnya karena mereka berangkat menggunakan bus sampai ke tempat parkir dan untuk menuju ke lokasi perkemahan mereka akan jalan kaki yang memakan waktu tiga puluh menit. ini juga salah satu cara yang di gunakan oleh pengurus MAPALA untuk melatih anggota baru agar mereka bisa kuat saat menaiki gunung nanti dengan membawa beban yang berat di pundak mereka.
"pagi menjelang siang semuanya". sapa Arden
"pagi menjelang siang juga kak". jawab mereka
__ADS_1
"baiklah sebelum berangkat kita akan absen dulu anggota kita untuk mengetahui siapa saja yang ikut". ucap Arden
"Ben absen mereka". perintah Arden
Ben mengabsen mereka satu persatu agar tidak ada yang tertinggal dan memudahkan mereka saat di perkemahan nanti.
"semuanya sudah lengkap Arden". beritahu Ben setelah selesai mengabsen mereka.
setalah itu Arden dan Ben mempersilahkan mereka masuk ke dalam bus tetapi sebelum masuk mereka memasukkan barang barang mereka ke dalam bagasi bus. setelah semua masuk ke dalam bus, Arden memerintahkan supir untuk menjalankan busnya.
Anissa sedikit kesal saat harus duduk di samping Arden, entah duduk dimana Bayu.
"kenapa harus duduk di samping beruang kutub ini". monolog Anissa dalam hati
"jangan sering sering mengumpat atau berkata kasar apalagi nanti saat di hutan". ucap Arden
"apa dia bisa tau apa yang aku bicarakan dalam hati". monolog Anissa di dalam hati lagi
"aku tidak tau apa yang kamu bicarakan di dalam hatimu, tapi dari ekspresi mu bisa menjelaskan kamu sedang kesal dan mengatakan sesuatu di hati mu". sambung Arden
"beruang kutub sok tau". ucap Anissa
"dasar caper". monolog bunga dalam hati saat melihat Anissa dan Bayu
bus sudah memasuki sebuah jalanan pedesaan dan melewati pemukiman penduduk. Anissa menghubungi orang tuanya jika dia akan segera sampai di perkemahan karena tadi sudah di jelaskan bahwa di sana akan susah sinyal. bus berhenti di area parkir. mereka semua turun lalu mengendong tas mereka masing masing, dan untuk tenda tugas para cowok untuk membawanya sendangkan para cewek membawa Peralatan masak dan makan.
"kita akan jalan untuk sampai ke lokasi perkemahan dan untuk sampai di sana akan memakan waktu sekitar tiga puluh menit, jadi jangan ada yang terpisah saat di perjalanan”. ucap Arden.
mereka semua mulai berjalan memasuki hutan, Arden memimpin di depan setengah Ben berjalan di belakang. sepuluh menit pertama mereka masih antusias berjalan dan saat memasuki dua puluh menit sudah mulai mengeluh dan lelah yang belum terbiasa berjalan membawa beban berat. saat sudah sampai lokasi mereka bernafas lega.
"jadi di sini lokasi kita berkemah, di sini kalian harus saling membantu dan kerja sama, di bawah sana ada sungai yang bisa di gunakan untuk mandi atau kebutuhan lainnya, dan udah kayu bakar akan kita cari nanti bersama sama setalah mendirikan tenda". ucap Arden
"jadi silahkan mendirikan tenda bersama kelompok masing-masing, satu kelompok mendirikan dua tenda, silahkan mendirikan di wilayah yang sudah di beri nomor sesuai nomor kelompok kalian masing masing". perintah Arden
mereka semua melihat kertas nomor yang baru saja di pasang oleh Ben. mereka memasang tenda mereka masing-masing, ada yang kesulitan dan ada yang sudah bisa memasang tenda dengan mudah.
"ternyata susah juga masang tenda ini". monolog Anissa
"masang tenda saja tidak bisa gitu mau ikut kemah, lihat ini tenda kami sudah berdiri". ucap bunga dengan bangga
__ADS_1
"bunga kita itu satu kelompok bukan tadi sudah di jelaskan oleh ketua bahwa kita harus saling membantu dan menjaga, jadi bantulah kami yang belum selesai memasang tenda ini, aku juga tau kamu lebih berpengalaman karena sudah bergabung lama di sini". ucap Anissa
Bunga yang melihat Arden dan Ben berjalan ke arah mereka langsung membantu Anissa memasang tenda bahkan bunga menjelaskan cara memasang tenda yang benar, Anissa merasa aneh saat bunga mau membantunya.