Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Kebenaran Yang Menyakitkan Untuk Nadia


__ADS_3

Setelah kepergian Alex, Laura dan Niko, Fatma menyenderkan kepalanya di sofa dan menghirup udara dengan pelan dan memijat dahinya


"kenapa dunia ini begitu sempit tadinya aku bisa menerima Nadia jika dia anak dari Niko karena Niko melakukan itu dengan terpaksa tetapi kenapa ibunya harus wanita ular itu". monolog Fatma


"dan bagaimana reaksi Gio jika tau Nadia adalah anak Merlin". ucap Fatma sambil menatap pintu kamar yang tertutup


"kenapa takdir seperti ini, sungguh kejutan yang tidak terduga".


sedangkan di dalam kamar Nadia yang bersandar di pintu


"kenapa kebenaran ini begitu Menyakitkan, dulu aku ingin bertemu dengan kedua orang tuaku dan saat aku tau kenapa fakta ini membuatku sakit". monolog Nadia


"bahkan ibu kandungku sendiri tidak mengenali dan berusaha membunuhku ketika aku tau rencananya". ucap Nadia


"sekarang bagaimana aku menghadapi ibu dan mas Gio, aku sangat malu terutama pada ibu karena aku anak dari wanita yang sudah menghancurkan Keluarganya bahkan ayah juga ikut andil di dalam rencana itu hiks hiks hiks".


"andai tau akan seperti ini aku lebih baik tidak tau siapa orang tuaku hiks hiks"


"kenapa hidupku seperti ini". monolog Nadia


"auwh". Nadia menegang perutnya yang terasa kram


Nadia mencoba berdiri dan berjalan menuju ranjang sambil menahan kram di perutnya. Nadia menarik nafasnya lalu membuangnya


"nak mama kamu merasakan Kesedihan mama ya". ucap Nadia sambil mengelus perutnya dengan berharap rasa sakit hilang


"maafkan mama ya". ucap Nadia sambil bersandar di kepala ranjang dan memikirkan kejadian yang barusan dia dapat.


di dalam mobil terjadi keheningan


"aku takut putri membenciku saat melihat reaksinya tadi". ucap Niko

__ADS_1


"Niko saya yakin Mira tidak membencimu hanya saja dia bingung harus bersikap seperti apa kepadamu dan juga Fatma". ucap Alex


"suamiku benar Nik apalagi Nadia sudah tau bahwa mamanya yang menjadi penyebab kehancuran keluarga ibu mertuanya dan suaminya dan saya yakin juga Nadia akan bingung akan bersikap seperti apa kepada suaminya". ucap Laura


"dan aku yakin mba Fatma bisa menerima Nadia sebagai menantunya, besok kita datang lagi kesana". sambung Laura


"lalu bagaimana dengan suami Mira apa dia bisa menerima Mira setalah tau Mira anak dari wanita yang sudah memaafkan serta menghancurkan Keluarganya". tanya Niko


"Farhan sendang menjelaskan kepada Gio, saya yakin Farhan bisa membuat Gio mengerti semuanya". jawab Alex


Niko kembali terdiam ada rasa bersalah dalam dirinya yang tidak bisa menjaga Mira, andai dulu dia tidak meninggalkan Mira di depan rumah hanya untuk mengambil mainan Mira, mungkin sekarang keadaannya tidak seperti ini.


"kenapa kebaikan yang aku berikan kepadamu membawaku serta anak kita seperti ini Merlin, apa kebaikan dan cinta yang aku berikan kenapa tidak bisa membuatmu menerima keadaanku yang hanya seorang supir angkot bahkan balasan atas kebaikanku kamu balas dengan penderitaan terpisah dengan putriku dan kamu ibu macam apa yang tega menjual Mira yang masih berumur satu tahun ke rumah bordil". monolog Niko


"tuan ini rumah siapa". tanya Niko


"mulai sekarang kamu tinggal di sini dan saya yakin Merlin tidak akan tinggal diam saat nanti mengetahui kamu masih hidup bahkan tau jika Mira adalah anaknya, jika kamu tinggal di sini maka akan aman ada beberapa anak buah saya yang menjaga di sini". ucap Alex


"terima kasih tuan atas kebaikan yang telah anda berikan". ucap Niko


"sama sama".


mobil yang Alex tumpangi meninggalkan Niko dan beberapa orang yang di tugaskan Alex untuk menjaganya Niko.


sedangkan di perusahaan Farhan sedang duduk bersama Gio


"ada yang ini Abang sampaikan". ucap Farhan


"Abang ingin menyampaikan apa". tanya Gio


"tapi Abang mohon jangan emosi atau marah" ucap Farhan

__ADS_1


Farhan menarik nafasnya sebelum memberitahu Gio, Farhan mengatakan kepada Gio bahwa Nadia adalah Mira anak dari Merlin dan Niko orang yang sudah menghancurkan keluarga mereka dan Farhan dapat melihat kemarahan di mata adiknya itu. Farhan juga meminta pada Gio agar tidak membenci Nadia bagaimana Nadia adalah istrinya dan juga sedang mengandung anaknya bahkan Nadia sendiri juga tidak tau jika Merlin adalah mamanya bahkan Merlin menjual Nadia ke rumah bordil dan berusaha membunuh mantan suaminya agar menghilangkan jejak.


"Abang mohon jangan kamu lampiaskan kemarahan mu pada Nadia atas kesalahan yang di buat oleh orang tuanya". mohon Farhan


"bang bagaimana dunia sesempit ini aku menikah dengan anak dari orang yang sudah menghancurkan keluarga kita". ucap Gio dengan mata yang penuh dengan kemarahan


"bahkan sekarang Nadia hamil anak ku". sambung Gio


"lucu sekali". monolog Gio sambil terkekeh saat mengingat kehidupannya


"tapi Nadia tidak tau apapun Gio". ucap Farhan karena Farhan takut Gio melampiaskan atau membenci Nadia saat tau Nadia anaknya Merlin


"yang salah orang tuanya bukan anak bahkan Merlin sendiri membunuh anaknya sendiri dan memberikan obat pengering kandungan agar kalian tidak memiliki anak jadi mereka tidak tau jika memiliki hubungan Gio". ucap Farhan


"lalu bagaimana jika selama ini wanita itu dan Nadia hanya berpura pura tidak saling mengenal bahkan Abang tau bagaimana Mahirnya wanita itu berakting bisa saja sekarang mereka berdua sedang berakting, dan mungkin saja wanita itu sudah tidak memiliki cara lain untuk mendapatkan harta ayah maka dia menyuruh Nadia memberikan keturunan padaku agar harta itu jatuh ke tangan anakku". ucap Gio bukan tanpa alasan Gio berbicara seperti itu karena selama ini dia selalu di bohongi oleh Merlin maka tirinya dan Farhan tau kenapa Gio berbicara seperti itu.


"jika Nadia tidak tau jika wanita itu adalah mamanya kenapa saat dia SMP selalu mengejar ngejar ku dan akhirnya aku menikah dengannya, aku tidak akan tertipu lagi dengan mereka bang". ucap Gio dan meninggalkan Farhan


"Gio dengarkan Abang dulu Abang yakin Nadia tidak tau soal itu". teriak Farhan


Gio mengendarai mobil dengan emosinya yang memuncak dan memukul stir mobilnya


"sial ternyata Nadia anak wanita itu, sekarang aku mengerti Nadia dengan sikapmu yang dulu mengejar ku lalu menghilang dan bertemu kembali menolong ku sehingga aku terjebak bahwa kamu wanita baik baik dan mama Merlin berakting dengan bagus saat dia menolak mu tetapi setelah kita menikah mama Merlin bisa menerima mu secepat itu, jika tidak ada hubungan apapun mama Merlin tidak akan menerima mu secepat itu". monolog Gio


ketika malam hari dan tengah malam Gio pulang ke rumah ibunya saat masuk ke rumah ibunya Gio masuk ke kamar yang di tempati oleh Nadia


"aku tidak akan tertipu lagi dengan mammu ataupun kamu". monolog Gio saat melihat Nadia yang tertidur lelap di atas ranjang


setelah mengatakan itu Gio keluar dari kamar dan duduk di sofa


"Gio". panggil Fatma

__ADS_1


__ADS_2