Tuan Mafia

Tuan Mafia
Tuan Mafia S2- Bazar


__ADS_3

Arden dan anak anak yang berada di rumah singgah sedang menyiapkan stand stand yang akan di gunakan untuk bazar besok yang di bantu oleh beberapa warga yang ada di sekitar rumah singgah


"saya bangga sama nak Arden, masih muda tapi jiwa kepedulian sangat besar, jika tidak ada nak Arden mungkin anak anak akan di perbudak oleh para preman". ucap bapak bapak yang sedang membantu Arden


"selagi saya mampu membantu mereka kenapa tidak, saya kasihan melihat mereka pak, sudah di suruh ngamen, mencuri dan apa yang mereka dapatkan di ambil oleh para preman". jawab Arden sambil tersenyum


"coba semua pemuda seperti nak Arden pasti tidak akan ada yang namanya anak anak meninggal karena di pukuli warga karena mencuri atau kasus kasus yang lainnya". sambung bapak itu


"saya juga bangga melihat anak anak bisa beradaptasi di lingkungan ini bahkan saya lihat mereka anak anak yang pintar, mereka mudah paham saat di ajari sesuatu". ucap bapak itu lagi sambil melihat anak anak yang membuat kerajinan untuk bazar besok


"senjata mereka anak anak yang pintar dan baik pak hanya saja takdir membawa mereka untuk berjuang keras di dunia ini". jawab Arden


warga di sekitar rumah singgah sangat senang saat ada rumah itu karena anak anak mereka lebih suka main di rumah singgah dan belajar membuat kerajinan dari anak anak yang tinggal di sana bahkan anak anak yang tinggal di rumah itu sering membantu para warga saat ada kegiatan seperti gotong royong sehingga menjadi contoh untuk anak anak yang ada di sana dan juga para warga yang malas untuk gotong royong. untuk makan anak anak di rumah itu tidak pernah kehabisan karena mereka yang tinggal di sekitar rumah singgah juga ikut membantu mereka seperti memberikan bahan bahan makanan atau makanan sudah jadi. untuk yang memasak makanan Arden sudah membayar orang untuk memasak sendangkan untuk pakaian anak anak mencuci sendiri.


"kak Arden ini taruh di stand mana". tanya salah satu anak


"kerajinan bunga di letakan di stand nomor satu yang sebelah kanan". jawab Arden


lalu Arden menjelaskan ke anak anak untuk meletakan kerajinan kerajinan di standnya masing masing, tas di letakan di stand nomor dua dari sebelah kanan, mainnya di letakan di stand selanjutnya dan seterusnya sedangkan stand yang berada di sebelah kiri untuk makanan, seperti jajan tradisional. setelah selesai meletakan kerajinan Arden menyuruh anak anak untuk beristirahat sedangkan untuk makanan akan di susun besok pagi. Arden dan beberapa warga menjaga tempat yang akan mereka gunakan untuk bazar. selain bazar Arden juga mengadakan lomba untuk anak-anak agar semakin meriah acara tersebut. Arden melihat beberapa peserta yang mengikuti lomba itu di antaranya anak anak dari warga yang tinggal di sana dan anak anak yang berada di sekolah sekolah.


Arden berharap dengan adanya bazar serta lomba itu akan membuat orang tau kerajinan yang di jual oleh anak anak sehingga menaikkan pendapatan anak anak itu untuk kebutuhan mereka. sedangkan untuk sekolah mereka Arden sedang berusaha untuk mencarikan biaya siswa untuk mereka setidaknya sampai tamat SMA sehingga untuk pendidikan selanjutnya mereka sudah bisa mencari biaya siswa yang ada di kampus kampus yang mereka inginkan.


"orang tua nak Arden pasti bangga punya anak seperti nak Arden". ucap bapak bapak di sana sambil membawa kopi dan gorengan dan Arden menanggapi dengan senyuman

__ADS_1


"nak Arden Bapak bapak silahkan di makan dan di minum malam ini ada rezeki untuk kita bergadang". bapak bapak itu menawarkan goreng dan kopi yang di sambut antusias serta tawa mereka.


Arden senang bisa mendapatkan rumah di daerah ini karena warganya yang sangat baik terhadap anak anak dan juga mereka semua ramah serta lingkungannya yang aman. malam itu Arden dan para warga berbincang bincang.


keesokan pagi anak anak sangat antusias menyiapkan makanan yang mereka jual bahkan ada warga yang ikut menjual makanan di bazar tersebut. selain untuk anak anak bazar itu juga di peruntukan untuk warga sekitar. jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi peserta lomba sudah datang yang menempati tempatnya masing masing, lomba yang di adakan antaranya adalah mengambar, makan kerupuk, balap karung dan memasukan paku di dalam botol. serta stand stand yang sudah di sediakan mulai ramai oleh para pembeli.


"ternyata di balik sikap sombong dan angkuh mu itu ada jiwa kepedulian juga". ucap Anissa saat ada di depan Arden


"apa yang kamu lakukan di sini gadis nakal". jawab Arden sambil melihat penampilan Anissa yang seperti preman


"hey beruang kutub seenaknya manggil aku gadis nakal, aku punya nama dan namaku Anissa". ucap Anissa sambil berkacak pinggang


"tidak peduli". jawab acuh Arden


"siapa juga yang mau buat keributan dasar beruang kutub". jawab Anissa dan meninggalkan Arden begitu saja dan melihat stand stand yang lain


"kak bazar kali ini sangat ramai". ucap Ilham


"benar". jawab Arden sambil melihat para pengunjung yang sudah datang padahal masih jam delapan pagi.


Arden mengahampiri anak anak yang akan mengikuti lomba dan mengabsen satu persatu agar lomba bisa di mulai saat semua peserta sudah lengkap. Alex dan Laura turun dari mobil, mereka terseyum saat melihat bazar yang di adakan oleh putranya sangat ramai pengunjung. Alex dan Laura berjalan menuju ke bazar itu.


"hai Tante om". sapa Cika

__ADS_1


"Hay anak manis". jawab Laura dan Alex hanya tersenyum


"ini Tante dan om yang waktu itu kan". tanya Cika dan mendapat anggukan dari mereka


Cika membawa Alex dan Laura ke sebuah stand yang berisi hiasan dinding


"ini buatan Cika Tan". Cika menunjuk sebuah rak tempel untuk meletakkan patung patung kecil


"wah bagus sekali Cika pintar membuatnya". puji Laura


"makasih Tante". jawab Cika


"Tante mau ini sama ini iya ". tunjuk Laura sebuah rak tempel dan bingkai foto yang unik menurut Laura, Cika langsung membungkusnya


Arden terkejut saat melihat kedua orang tuanya ada di bazar ini


"mama dan ayah ada di sini". monolog Arden sambil membalikkan badannya menjauh dari kedua orangtuanya sedangkan Alex yang melihat putranya menghindarinya hanya terseyum.


"lihat baby putramu menghindarkan kita karena dia tidak mau kalau kita tau dia yang membuat bazar ini". bisik Alex dan Laura mengikuti pandangan sumainya dan melihat Arden yang menjauh.


"biarkan saja, sekarang kita tau bahwa Arden tidak seperti yang kita pikirkan selama ini mas". jawab Laura


Alex merangkul istrinya dan melihat lihat stand yang lainnnya.

__ADS_1


__ADS_2