Cinta Pertama Sang Ustadz

Cinta Pertama Sang Ustadz
Bab 191 Bertukar pasangan


__ADS_3

Acara tasyakuran pernikahan Pandu dan Mirna pun digelar. Mereka mengikuti semua acara yang telah disiapkan oleh Pak Ratmo sebagai ucapan syukurnya.


"Terima kasih Kyai sudah mau datang ke acara ini. Saya tau mungkin sebenarnya Kyai keberatan datang ke sini, tapi saya bersyukur akhirnya Kyai mau datang juga," ucap Pak Ratmo ketika berjabat tangan dengan Ustadz Fariz.


Ustadz Fariz hanya tersenyum sambil menjabat tangan Pak Ratmo dengan berkata,


"Selamat ya Pak. Dan panggil saja saya Ustadz Fariz seperti sebelumnya."


"Emmm... Kyai, maaf, apa Kyai sudah mau menerima tawaran saya untuk mengisi acara nanti?" tanya Pak Ratmo kembali pada Ustadz Fariz.


"Maaf Pak, biar Ustadz Jaki saja yang mengisinya nanti. Saya cukup jadi pendengar saja sama seperti yang lain," jawab Ustadz Fariz dengan memberikan senyumnya kembali pada Pak Ratmo ketika berbicara.


Pak Ratmo membalas senyum Ustadz Fariz dan mempersilahkannya duduk meskipun hatinya sedikit terluka atas penolakan Ustadz Fariz, namun dia mengerti bahwa posisi Ustadz Fariz memang berhak untuk menolak keinginannya.


Rhea hanya menangkupkan tangannya di depan dada ketika berhadapan dengan Pak Ratmo. Kemudian Ustadz Fariz menggandeng Rhea untuk duduk di tempat yang sudah disediakan khusus untuk Ustadz Fariz, Rhea, Ustadz Jaki dan Shinta.


"Tenang aja Pak, saya gak akan mengecewakan Bapak kok. Jam terbang saya sudah tinggi. Bahkan saya akan mengalahkan jam terbang Kyai Fariz itu," ucap Ustadz Jaki ketika berjabat tangan dengan Pak Ratmo.


"Hahaha... iya, saya percaya kok Ustadz. Ustadz Jaki tausiyah nya top sekarang, digemari ibu-ibu," ucap Pak Ratmo diselingi tawanya.


"Lagian bapak aneh-aneh aja. Masa' Kyai Fariz disuruh mengisi acara pernikahan mantan istrinya? Kan aneh Pak," ucap Ustadz Jaki kembali.


"Iya Ustadz, saya mengerti. Maaf ya Ustadz saya hanya memanfaatkan faktor keberuntungan saja. Siapa tau saya beruntung bisa membuat Kyai Pondok Pesantren Al-Mukmin bersedia mengisi acara pernikahan mantan istrinya. Padahal dengan beliau datang ke sini saja saya sudah bersyukur," ucap Pak Ratmo kembali.


"Ya sudah Pak, saya duduk dulu," Ustadz Jaki berkata sambil menggandeng Shinta untuk duduk setelah melakukan hal yang sama seperti Rhea, menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya ketika berhadapan dengan Pak Ratmo.


"Ustadz Fariz?!"


Suara seorang laki-laki membuat Ustadz Fariz dan Rhea menoleh ke arah sumber suara. Ternyata yang memanggil Ustadz Fariz adalah Robi, kakak dari Mirna.


Ustadz Fariz tersenyum, namun gugup mendapati Robi berada di sana. Dia takut jika Robi mengatakan sesuatu yang menyinggung perasaan Rhea, istrinya yang sekarang.


"Eh Mas Robi, apa kabar Mas?" tanya Ustadz Fariz pada Robi.


Robi mengulurkan tangannya pada Ustadz Fariz untuk berjabat tangan dengannya dan Ustadz Fariz pun menerima jabatan tangan Robi, mantan kakak iparnya.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Robi pada Ustadz Fariz.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik, Mas Robi sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Ustadz Fariz pada Robi.


"Alhamdulillah baik," jawab Robi dengan tersenyum.


Robi melihat ke arah samping Ustadz Fariz dan pandangan matanya tertuju pada seorang wanita dengan berbusana syari dan memakai cadar berwarna senada dengan gamisnya.


"Ini istri kamu?" tanya Robi pada Ustadz Fariz setelah mengalihkan pandangannya dari Rhea ke Ustadz Fariz.


"Iya Mas," jawab Ustadz Fariz dengan tersenyum paksa.


"Ya sudah, saya mau permisi pulang dulu agar tidak terlalu malam sampainya," ucap Robi sambil berdiri dari duduknya dan mengulurkan kembali tangannya pada Ustadz Fariz.


Ustadz Fariz pun menerima jabatan tangan Robin dengan tersenyum dan berkata,


"Hati-hati Mas, semoga selamat sampai tujuan."


Robi pun tersenyum dan mengangukkan kepalanya. Kemudian dia berkata,


"Maafkan kesalahan Mirna ya, dan tolong doakan untuk kebahagiaannya. Dan saya juga minta maaf mewakili seluruh keluarga saya."


Ustadz Fariz pun membalas senyuman Robi sambil menganggukkan kepalanya serta berkata,


"Siapa?" tanya Ustadz Jaki pada Rhea ketika akan duduk di kursi dekat Ustadz Fariz.


Sedangkan Ustadz Fariz masih berdiri di depan Rhea yang duduk untuk berbicara dengan Robi.


"Kakaknya Mbak Mirna," jawab Rhea.


"Cieee yang ketemu sama mantan kakak iparnya," Ustadz Jaki meledek Ustadz Fariz.


Sontak saja mulut Ustadz Jaki dicakup oleh telapak tangan Ustadz Fariz.


"Ngomong aja. Sana buruan isi acaranya biar bisa cepat pulang," ucap Ustadz Fariz kesal.


Tangan Ustadz Fariz dilepaskan oleh tangan Ustadz Jaki, kemudian Ustadz Jaki berkata,


"Beres, paling cuma lima menit langsung selesai ngisinya," jawab Ustadz Jaki sambil terkekeh.

__ADS_1


"Ngawur. Mau ngisi acara apa cuma lima menit aja?" tanya Ustadz Fariz yang masih sedikit kesal pada Ustadz Jaki.


"Ya cuma salam doang, terus udahan. Keren kan, cepet," jawab Ustadz Jaki sambil terkekeh dan menaik turunkan alisnya.


Ustadz Fariz menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mulutnya terbuka akan berbicara. Namun ketika dia akan mengeluarkan suaranya, ada seseorang yang memanggil Ustadz Jaki untuk segera maju ke depan mengisi acara.


Setelah beberapa saat, Ustadz Jaki selesai mengisi acara tersebut dan kembali ke tempat duduknya.


"Ustadz, ayo pulang," Ustadz Fariz mengajak Ustadz Jaki yang baru saja duduk untuk pulang.


"Baru aja duduk udah diajak pulang. Takut amat ketemu mantan," Ustadz Jaki kembali meledek Ustadz Fariz.


"Ck, mau pulang gak? Kalau gak mau, ya udah aku pulang sendiri sama istriku," ucap Ustadz Fariz dengan sewot.


"Cieee istriku. Lagi di nikahan mantan manggilnya istriku," Ustadz Jaki kembali mengeluarkan ledekannya untuk Ustadz Fariz.


Sontak saja tangan Ustadz Fariz kembali meraup wajah Ustadz Jaki yang terkekeh melihat Ustadz Fariz kesal padanya.


"Kalian gak malu dilihatin orang banyak?" tanya Rhea yang berdiri dihadapan mereka untuk menutupi dari pandangan orang-orang.


"Ustadz, monggo makan dulu di dalam rumah," suara Pak Ratmo membuat tawa Ustadz Jaki terhenti.


"Maaf Pak, kami mau pulang saja. Tidak enak meninggalkan lama-lama Izam dan Salsa di rumah sendiri dengan Umi.


"Baiklah, tunggu sebentar, saya akan membawakan sesuatu," ucap Pak Ratmo sambil berbalik berjalan cepat masuk ke dalam rumah.


Ternyata Pak Ratmo keluar dengan membawa beberapa bungkusan yang telah dipersiapkan untuk mereka semenjak tadi.


Dan yang membuat Ustadz Fariz serta Rhea kaget adalah, ternyata Pak Ratmo menyuruh Pandu dan Mirna keluar untuk menemui mereka.


Pandu kaget ketika melihat wanita bercadar yang matanya tidak asing menurutnya.


"Rhea?!" celetuk Pandu tanpa sadar ketika melihat Rhea dan Ustadz Fariz yang berdampingan.


Mirna kaget mendengar Pandu yang kini sudah menjadi suaminya menyebut nama Rhea. Dia memperhatikan Pandu yang tersenyum senang mendapati Rhea ada di depannya.


Kenapa Mas Pandu menyebut nama Rhea? Apa dia kenal dengan Rhea? Mirna berkata dalam hatinya sambil memperhatikan Pandu dan juga Rhea secara bergantian.

__ADS_1


"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah," ucap Ustadz Fariz kemudian menggandeng tangan Rhea untuk segera pergi dari tempat itu sehingga Rhea tidak bisa memberi ucapan selamat pada Mirna.


"Wah... kalian main tukar pasangan ya?" ucap Ustadz Jaki sambil terkekeh.


__ADS_2