
Terlihat wajah kesal dari Shinta. Sepertinya Shinta kembali merasa cemburu melihat Ustadzah Farida yang mendekati Ustad Jaki.
"Iya, itu Ustadzah Farida. Palingan mereka lagi ngomongin acara ini. Udah gak usah cemburu, Ustad Jaki setia kok," Rhea menjawab pertanyaan Shinta disertai candaan.
"Gak cemburu Re, aku cuma nanya aja kok," Shinta mengelak karena malu ketahuan kesal melihat Ustad Jaki dengan Ustadzah Farida.
"Eh itu siapa Re yang lagi ngobrol sama Ustad Fariz?" Shinta menunjuk ke arah Ustad Fariz dengan dagunya.
Terlihat perubahan ekspresi dari wajah Rhea yang semula senang karena berhasil menggoda Shinta, kini raut wajah kesal pun ditampilkan oleh wajah Rhea.
"Gak usah cemburu Re," kini giliran Shinta menggoda Rhea dengan menahan senyumnya agar Rhea tidak marah padanya.
"Siapa yang cemburu? Itu Ustadzah Indri, baru seminggu lalu dia di sini," ucap Rhea dengan nada yang sedikit kesal melihat Ustadzah Indri yang terlihat jelas mencari kesempatan untuk dekat dan berbicara dengan Ustad Fariz.
Shinta kembali mengulum senyumnya mendengar jawaban Rhea yang jelas-jelas kesal melihat suaminya bersama Ustadzah Indri.
"Tuh lihat mereka seneng banget kayaknya, kita dianggurin di sini," Rhea kembali kesal melihat mereka semua tertawa bersama.
Shinta melihat kembali ke arah Ustad Jaki dan Ustad Fariz yang sedang tertawa bersama Ustadzah Farida dan Ustadzah Indri.
Awas kamu Jaki, pokoknya aku mau ngambek lagi kalau nanti sampai acara ini selesai kamu dekat terus sama Ustadzah Farida, Shinta mengomel dalam hatinya.
Awas aja kamu Bie kalau terus-terusan dekat dan tertawa kayak gitu sama Ustadzah Indri. Gak tau apa kalau Ustadzah Indri tatapannya ke kamu sama kayak tatapan Ustadzah Firda ke Ustad Jaki? Rhea pun mengomel dalam hatinya sama seperti Shinta.
"Kalian sudah di sini ternyata," ucap Umi Sarifah ketika duduk di samping Shinta, mengagetkan lamunan Rhea dan Shinta secara bersamaan.
Rhea dan Shinta terhenyak kaget dan menoleh ke arah Umi Sarifah yang kini sudah duduk di sebelah Shinta.
"Eh Umi, udah pulang tamunya?" tanya Rhea pada Umi Sarifah yang ketika mau berangkat tadi bersama dengannya malah kedatangan tamu, akhirnya Rhea berangkat terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sudah, tadi mereka menitipkan anaknya untuk nyantri di sini. Ini belum mulai kan?" Umi Sarifah berganti bertanya pada mereka berdua.
"Belum Umi, itu anak-anak Umi lagi di sana," Rhea menunjuk Ustad Fariz dan Ustad Jaki yang masih berada diposisi seperti tadi bersama Ustadzah Farida dan Ustadzah Indri.
Umi Sarifah tersenyum mendengar nada kesal dan melihat wajah Rhea yang tidak suka melihat mereka berempat berbicara dan kadang diselingi tawa.
"Shinta sudah bertemu dengan Ustad Jaki?" kini Umi Sarifah bertanya pada Shinta.
"Belum Umi, dari tadi orangnya lagi asyik ngobrol," nada kesal dan wajah tidak suka juga ditampilkan oleh Shinta.
Umi Sarifah tersenyum melihat Shinta yang juga sama seperti Rhea.
Ternyata mereka berdua sedang cemburu, Umi Sarifah tersenyum dan berkata dalam hati.
Ketika acara dimulai, Ustad Fariz dan Ustad Jaki duduk di tempat duduk mereka. Tepatnya Ustad Fariz duduk di samping Rhea yang bersebelahan dengan Shinta, sedangkan Ustad Jaki duduk di samping Umi Sarifah. Jadi Ustad Jaki dan Shinta duduknya dipisahkan oleh Umi Sarifah yang berada di tengah-tengah mereka.
"Kyai Fariz, Ustad Jaki, sudah waktunya sekarang," Ustadzah Farida memberitahukan Ustad Fariz dan Ustad Jaki bahwa sebentar lagi saatnya mereka naik ke atas panggung.
Ustadzah Indri hanya mengikuti Ustadzah Farida dan menampilkan senyum manisnya pada mereka semua, terutama pada Umi Sarifah, sepertinya dia berharap untuk bisa mengambil hati Umi Sarifah. Dan tatapan matanya tak lepas ditujukan pada Ustad Fariz, sehingga Rhea risih melihat suaminya ditatap seperti itu oleh wanita lain.
Bukan hanya Rhea saja yang kesal dan tidak suka pada kehadiran Ustadzah Farida dan Ustadzah Indri. Shinta pun kembali merasa kesal dan tidak suka dengan sikap kedua Ustadzah yang secara tidak langsung mencari kesempatan untuk dekat dengan Ustad Fariz dan Ustad Jaki.
Ustad Fariz dan Ustad Jaki mengikuti Ustadzah Farida dan Ustadzah Indri ke belakang panggung untuk bersiap-siap karena setelah ini mereka akan dipanggil untuk naik ke atas panggung mengisi acara yang sudah disusun.
Shinta dan Rhea saling menoleh dan saling menatap seperti saling berbicara dalam hati. Kemudian Shinta mengambil ponselnya dari tasnya dan mengetikkan sesuatu untuk mengirimkan pesan pada seseorang.
Tring!
Suara notifikasi terdengar dari ponsel Rhea. Dan Rhea pun mengambil ponselnya serta membaca pesan yang masuk. Ternyata Shinta mengirim pesan pada Rhea.
__ADS_1
[Sepertinya ada calon pengganggu]
Setelah membaca pesan tersebut, Rhea menoleh pada Shinta dan dia menganggukkan kepalanya, dan dia pun mengetikkan sesuatu pada ponselnya untuk mengirim pesan balasan pada Shinta.
[Kita harus berhati-hati, SIAGA SATU]
Shinta pun menoleh dan mengangguk pada Rhea dan mengirim balasan.
[Ok, SIAGA SATU]
Kemudian mereka menyimpan kembali ponsel mereka karena pujaan hati mereka sedang berada di atas panggung untuk menyampaikan sesuatu sebagai perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Mukmin.
Setelah Ustad Fariz dan Ustad Jaki kembali duduk di tempatnya semula, mereka merasakan aura yang berbeda dengan pasangan mereka. Umi Sarifah yang mengerti mengapa mereka berdua seperti itu hanya tersenyum karena senang mengetahui mereka benar-benar mencintai anak-anaknya.
Tadinya Umi Sarifah akan berbicara pada mereka berdua agar tidak menjadikan rasa cemburu mereka berlebihan, namun melihat situasi dan kondisinya tidak memungkinkan karena sekitar mereka sangat ramai dan banyak orang, sehingga Umi Sarifah mengurungkan niatnya, dia akan membicarakan hal itu pada mereka nanti pada saat di rumah ketika mereka hanya bertiga saja.
Acara sudah selesai, kini mereka pulang ke rumah Umi Sarifah dengan berjalan beriringan. Rhea diam saja semenjak kejadian tadi, dan biasanya jika Ustad Fariz menggandengnya pasti dia meresponnya. Sedangkan kini Rhea tidak merespon sama sekali gandengan tangan ataupun tangan Ustad Fariz yang berpindah ke pinggangnya.
Ustad Fariz merasakan hal yang berbeda dari biasanya. Dia melepaskan tangannya dari pinggang Rhea dan mundur sedikit ke belakang, kemudian menarik baju Ustad Jaki dari belakang sehingga Ustad Jaki kini berjajar dengan Ustad Fariz berjalan di belakang Rhea, Shinta dan Umi Sarifah.
"Kenapa mereka? Kok diam aja?," Ustad Fariz berbisik bertanya pada Ustad Jaki.
"Gak tau, Shinta juga sama. Kayak gak dianggap kita," Ustad Jaki juga berbisik pada Ustad Fariz.
Rhea menoleh ke belakang mencari keberadaan suaminya. Ustad Fariz tersenyum menyambut pandangan Rhea padanya, kemudian dia berpindah kembali ke sampingnya dan tangannya kembali melingkar pada pinggangnya. Dan Ustad Jaki pun kembali ke tempat semula.
Sesampainya di rumah, Ustad Fariz,Rhea, Ustad Jaki dan Shinta duduk di teras, sedangkan Umi Sarifah berada di dalam rumah.
"Kok diem aja, sariawan ya?" Ustad Jaki menggoda Shinta dan Rhea yang sedari tadi diam.
__ADS_1