Cinta Pertama Sang Ustadz

Cinta Pertama Sang Ustadz
Bab 64 Bersumpahlah!


__ADS_3

"Bismillahhirahmanirrahim.... Saya Fariz Mahadi telah memberikan talak tiga bagi Mirna Pertiwi sejak beberapa hari yang lalu dengan alasan sebagai berikut," Ustad Fariz mengambil nafas sejenak untuk meneruskan kembali pernyataannya.


Setelah itu Ustad Fariz membeberkan alasan-alasannya untuk menceraikan Mirna.


"Saya harap dengan adanya pernyataan dan klarifikasi dari saya ini, bisa mematahkan gosip yang beredar di masyarakat luas yang mempersalahkan orang lain. Sangat tidak adil bukan jika orang lain disalahkan karena kesalahan dari pihak lain? Saya rasa anda semua tau harus bagaimana sekarang menanggapi berita-berita atau gosip-gosip yang beredar di luaran sana yang menyalahkan orang lain karena perceraian saya dengan Mirna. Dan saya harap berita-berita atau gosip-gosip yang tidak benar selama ini tidak lagi dibicarakan di luaran sana, karena sangat menyakitkan bagi kami yang dipersalahkan karena perbuatan orang lain. Dan semoga pernyataan dan klarifikasi dari saya ini bisa menjelaskan semuanya. Saya ucapkan terima kasih untuk semua yang sudah hadir di sini. Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....," Ustad Fariz menutup pembicaraannya agar semuanya cepat selesai.


Mirna melongo dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut mantan suaminya dan di dengar oleh banyak orang. Akhirnya Mirna tersadar ketika Ustad Fariz menyudahi pernyataannya.


"Tidak, itu tidak benar. Aku tidak melakukan semua itu Mas, aku difitnah, dan aku yakin istri muda mu itu yang memfitnahku," Mirna tidak terima dengan pernyataan Ustad Fariz yang menyudutkannya.


"Astaghfirullahaladzim, jaga mulutmu Mirna!" seru Ustad Fariz yang tak lagi bisa mentolerir sikap Mirna.


"Karena bukan aku yang salah, dan bukan aku yang melakukan semua tuduhan itu. Aku hanya korban di sini," sahut Mirna kembali tidak terima dibentak oleh Ustad Fariz di hadapan banyak orang.


"Baik, saya akan buktikan semuanya, dan jika masih dibutuhkan, saya akan menghadirkan saksi yang menjelaskan semua perbuatan jahatmu Mirna," Ustad Fariz kesal dengan perkataan Mirna yang selalu tidak pernah mengakui perbuatannya.


"Bukti? Saksi? Apa? Pasti semua itu hanya rekayasa," ejek Mirna yang semakin menantang Ustad Fariz untuk membeberkan semua perbuatan buruknya.


"Baiklah, akan saya buktikan," ucap Ustad Fariz.


Ustad Fariz memberikan kode pada Ustad Jaki untuk memainkan rekaman suara dua santriwati yang melaporkan perbuatan Mirna Pada Umi Sarifah tempo hari dengan mencelakai Rhea hingga pendarahan. Kemudian mereka memainkan video Mirna yang menyebarkan gosip pada ibu-ibu pada saat berbelanja.


"Itu fitnah, itu hanya rekayasa," sahut Mirna kembali.


Pak Ratmo sudah menarik tangan Mirna sedari tadi agar diam saja dan tidak berulah, namun Mirna yang selalu emosi dan keras kepala tidak terima jika dia dipermalukan.

__ADS_1


"Baiklah, akan saya hadirkan saksinya," ucap Ustad Fariz dengan beristighfar dalam hati menghadapi mantan istrinya yang sikap dan sifatnya tidak mau berubah.


Ustad Fariz menyuruh Ustad Jaki untuk membawa dua santriwati yang melaporkan kejadian tempo hari ke hadapan semua orang. Namun mereka berdua memakai cadar, agar mereka tidak diketahui oleh Mirna, mereka berdua takut jika Mirna mengetahuinya pasti Mirna akan dendam pada mereka.


Kedua santriwati tersebut menceritakan semuanya di depan semua orang, dan semua orang memandang Mirna dengan tatapan merendahkan seraya menggelengkan kepala mereka.


Mirna gelagapan mendapatkan tatapan seperti itu dari semua orang, dan dia merasa terpojok menjadi pihak yang disalahkan.


"Semua itu bohong. Mereka berdua berbohong. Mereka berdua pembohong!" teriak Mirna tidak terima.


"Astaghfirullahaladzim... Mirna jaga ucapanmu!" Ustad Fariz kembali membentak Mirna.


Kedua santriwati tersebut merasa takut, mereka menundukkan kepalanya dan mencengkeram kuat ujung hijabnya.


"Coba mereka suruh bersumpah jika mereka benar-benar bukan pembohong," Mirna malah menantang kedua santriwati tersebut untuk bersumpah.


"Astaghfirullahaladzim... Mirna, kamu tau kan mereka berdua adalah santri di sini, dan mereka tidak mungkin berbohong karena mereka tau konsekuensinya jika mereka berbohong," Ustad Fariz tidak bisa lagi bersabar menghadapi Mirna yang selalu mempunyai jawaban untuk membenarkan tindakannya.


"Halah bilang aja kalau mereka takut karena mereka benar-benar pembohong," Mirna tersenyum meremehkan semua yang ada di depan, yaitu kedua santriwati tersebut, Ustad Fariz dan Ustad Jaki.


"Mereka lebih takut pada Allah daripada denganmu Mirna!" Ustad Fariz kini tidak bisa menahan emosinya mendengar setiap perkataan yang diucapkan oleh Mirna.


"Astaghfirullahaladzim....," Ustad Fariz dan Ustad Jaki mengelus dadanya mendengar jawaban Mirna yang tidak ada hentinya untuk membenarkan argumennya.


"Mbak Mirna itu sudah terbukti bersalah loh Mbak, gak usah tambah mempermalukan diri Mbak sendiri deh," Ustad Jaki kini bersuara, setelah sedari tadi dia membisu agar keadaan tidak lebih memanas, ternyata Ustad Jaki salah, diamnya malah membuat Mirna semakin menjadi karena tidak ada lawan untuk menandingi perkataan-perkataannya.

__ADS_1


"Itu semua bohong dan aku tidak mengakuinya. Lagian mereka juga tidak berani bersumpah," Mirna kembali menantang kedua santriwati tersebut bersumpah, karena setahu Mirna mereka tidak akan begitu saja dengan gampangnya mengeluarkan sumpahnya karena mereka tahu akibatnya.


"Ba-baiklah, kami akan bersumpah," ucap salah satu santriwati mewakili mereka berdua.


Mereka berdua sejak tadi berbisik-bisik untuk berdiskusi apa yang harus mereka lakukan. Apakah mereka harus bersumpah demi Allah, demi kebenaran dan demi nama baik mereka, nama baik Kyai dan guru mereka dan juga nama baik Pondok Pesantren Al-Mukmin tempat mereka menimba ilmu ataukah mereka hanya akan diam saja karena takut? Dan akhirnya mereka bersepakat untuk melakukan sumpah demi Allah, demi kebenaran dan demi nama baik mereka, nama baik Kyai dan guru mereka dan juga nama baik Pondok Pesantren Al-Mukmin tempat mereka menimba ilmu.


Ustad Fariz dan Ustad Jaki menoleh pada kedua santriwati tersebut, dan mereka tidak percaya jika kedua santriwati tersebut bisa terpancing oleh ucapan Mirna.


"Kalian tidak perlu lakukan itu," Ustad Fariz mencegah mereka berdua untuk melakukan sumpah seperti yang diinginkan oleh Mirna.


"Tidak Kyai, kami bersedia bersumpah demi kebenaran," salah satu santriwati tersebut berkata dengan tegas dan tidak ada keraguan, dan diangguki oleh santriwati yang satunya lagi.


Ustad Fariz menoleh pada Ustad Jaki dan Ustad Jaki pun mengangguk menyetujui usul dari kedua santriwati tersebut.


Kemudian kedua santriwati tersebut bersumpah menggunakan Al-Qur'an dan mengatakan demi Allah jika mereka tidak berbohong atas pengakuan mereka berdua.


Setelah itu kedua santriwati tersebut diantar oleh Ustad Jaki untuk kembali ke kamar mereka. Ustad Fariz dan Ustad Jaki benar-benar melindungi kedua santriwati tersebut karena mereka takut jika Mirna nekat untuk mencelakakan mereka.


"Aku tidak terima Mas, aku tidak terima dipermalukan seperti ini karena aku tidak melakukan semua yang dituduhkan padaku," Mirna mengucapkannya sambil berdiri kemudian dia berlari keluar dari ruangan tersebut.


Ustad Fariz kembali beristighfar dalam hati mendapati mantan istrinya yang sedari dulu tidak berubah menjadi lebih baik, bahkan dia tidak menghormati dirinya sebagai suami ataupun mantan suaminya.


Ustad Fariz mengakhiri pertemuan tersebut dan mengucapkan banyak terima kasih atas waktu yang mereka sisihkan untuk datang memenuhi undangannya. Sebelum pulang, mereka menyatakan semua permintaan maaf mereka atas berita dan gosip yang beredar yang mencemarkan nama baik Ustad Fariz dan istrinya serta Pondok Pesantren Al-Mukmin.


Brak!!!

__ADS_1


"Rhea! Dimana kamu? Dasar wanita tidak tau diri! Beraninya kamu mempermalukanku! Beraninya kamu menyingkirkanku! Keluar kamu, dasar pengecut!" Mirna masuk ke rumah Umi Sarifah tanpa permisi dan langsung berteriak-teriak di dalam rumah memanggil Rhea dan mencaci makinya.


__ADS_2