Cinta Pertama Sang Ustadz

Cinta Pertama Sang Ustadz
Bab 58 Jamaah oh jamaah


__ADS_3

Keluar dari mobil kedua pasangan suami istri itu terlihat sangat serasi. Keduanya memakai baju berwana tosca. Ustad Fariz dengan baju koko dan sarung warna tosca, sedangkan Rhea memakai gamis dengan warna tosca dan juga hijab warna tosca yang menutup dada dan menutup bagian tubuh belakangnya.


Mereka berjalan menuju Masjid dengan bergandengan tangan, sangat mesra sekali, membuat orang lain menjadi iri.


Karena acara belum dimulai, Rhea mempersiapkan kamera yang akan dia pakai untuk merekam Ustad Fariz ketika sedang berdakwah nanti. Dan dia juga menyiapkan catatannya untuk mencatat hal-hal penting selama mendengarkan dakwah nanti.


Tiba-tiba saja ada tangan yang mengambil alih kamera dan penyangganya.


"Ustad Jaki," ucap Rhea ketika mendongak ke arah Ustad Jaki.


Ustad Fariz menoleh ke arah istrinya berada karena mendengar istrinya menyebut nama Ustad Jaki. Pak Jefri sebagai panitia pengajian tersebut mengikuti arah pandang Ustad Fariz ketika mereka berbicara malah pandangan Ustad Fariz ke arah lain, padahal sebelumnya mereka berbicara dengan baik.


"Sini, biar aku aja yang ngurusin ini semua. Kamu duduk aja di sini," Ustad Jaki menunjuk tempat disebelahnya dengan tujuan agar tidak bercampur dengan ibu-ibu yang lain untuk menghindari terdengarnya kasak-kusuk dari ibu-ibu yang lainnya.


Ustad Fariz mendekati Ustad Jaki dan Rhea karena merasa heran,


Bukannya Ustad Jaki tadi berada di rumah dan tidak berniat ikuti ke sini, tapi teryata sekarang ada di sini.


"Loh.Ustad Jaki kok ada di sini? Tadi kok gak bilang kalau mau datang ke sini kan bisa sekalian bareng kita," ucap Ustad Fariz ketika sudah berada di dekat Ustad Jaki dan Rhea.

__ADS_1


"Enggak niat juga sih sebenarnya, ini tadi aja aku diantar santri ke sini, abis itu dia balik ke Pondok. Cuma ada sesuatu yang harus Ustad Fariz tau. Apa kita bisa berbicara sebentar aja Ustad?" Ustad Jaki mencoba kembali untuk memberi tahu Ustad Fariz tentang berita yang beredar di masyarakat, terutama kaum ibu-ibu.


Ustad Fariz pun mengangguk dan mengikuti Ustad Jaki dari belakang.


"Sayang, tunggu sebentar di sini ya," Ustad Fariz tersenyum berpamitan pada istrinya.


Rhea pun mengangguk dan tersenyum melepas kepergian suaminya. Peralatan tulis yang dia bawa pun dikeluarkan. Sambil menunggu acara dimulai, Rhea membaca-baca kembali bahan-bahan tulisan yang sudah dia kumpulkan untuk dijadikan buku selanjutnya.


"Ada apa sih Ustad kok kayaknya penting banget?" tanya Ustad Fariz ketika sudah duduk di tempat yang sepi bersama Ustad Jaki.


"Ustad Fariz tau gak berita yang beredar di masyarakat sekitar tentang Ustad Fariz dan Rhea?" tanya Ustad Jaki.


"Berita? Berita apaan Ustad? Apa berita tentang Rhea sedang mengandung sudah tersebar?" tanya Ustad Fariz bingung, karena jika berita tentang Rhea hamil saja kenapa bisa seolah-olah Ustad Jaki menganggap berita ini sangat penting.


"Bukan yang itu Ustad, ini lebih gawat lagi," ucap Ustad Jaki.


"Lah terus?" Ustad Fariz berwajah bingung.


Ustad Jaki menceritakan pada Ustad Fariz tentang berita yang beredar. Ustad Fariz menggelengkan kepalanya mendengar cerita dari Ustad Jaki seraya beristighfar.

__ADS_1


"Astaghfirullahaladzim.... gawat Zahra," Ustad Fariz berlari menuju tempat pengajian diadakan guna menemui Rhea.


"Sayang," Ustad Fariz mendekati Rhea dan memegang kedua pundaknya.


Rhea yang sedang membaca-baca bahan yang telah dikumpulkannya seketika mendongak melihat wajah suaminya yang berada di depannya.


"Ada apa Bie? Hubby berlari ya kok ngos-ngosan gitu," Rhea tersenyum melihat wajah suaminya yang sepertinya khawatir dan juga nafasnya yang tak beraturan.


"Sayang, apa kamu mau pulang aja sama Ustad Jaki sekarang?" Ustad Fariz menatap intens manik mata istrinya berharap istrinya mengerti keseriusannya.


"Pulang? Ngapain? Aku kan ingin mendengarkan ceramah Hubby tentang istri shalihah, jadi ngapain pulang? Itu semua udah siap," Rhea menunjuk kamera yang sudah siap merekam Ustad Fariz pada saat berdakwah nanti.


"Ya udah kamu nanti liatnya dari rekaman itu aja ya, lalu nanti biar aku tambahin di rumah materinya," Ustad Fariz memasukkan peralatan tulis Rhea ke dalam tasnya.


"Ih kenapa sih?" tanya Rhea heran sambil tangannya menahan gerakan Ustad Fariz yang memasukkan peralatan tulis Rhea ke dalam tasnya.


"Udah, nurut aja ya sayang, nanti aku jelaskan di rumah ya," Ustad Fariz menatap dengan penuh permohonan.


Terlambatlah sudah, karena kini jamaah ibu-ibu sudah mulai berdatangan dan duduk sambil memperhatikan Ustad Fariz dengan Rhea yang sedang berbicara.

__ADS_1


"Eh bukankah dia istri Ustad Fariz yang kedua ya?" ceplos salah satu ibu-ibu jamaah yang berbicara pada ibu-ibu di sekitarnya.


__ADS_2