
Mobil yang dikirim adalah mobil Rhea yang berada di kota. Mobil itu dibeli dari hasil kerjanya selama ini menjadi penulis, Youtuber dan selebgram yang menerima endorse barang.
Selama ini Rhea jarang memakainya karena memang kebanyakan dia di rumah saja. Dan pada saat dia pindah di rumah neneknya, dia tidak diperbolehkan Ayahnya membawa mobil karena sudah ada Pak Sardi yang bisa mengantarnya kapan pun.
Sekarang mobil itu dikirimkan oleh Ayah dan Ibu ke Rhea karena di sana tidak ada yang memakai mobil Rhea dan karena sekarang Rhea sedang mengandung, sehingga lebih nyaman jika bepergian menggunakan mobil.
"Wueeeh... mobil baru nih," ucap Ustad Jaki ketika melihat Ustad Fariz dan Rhea turun dari mobilnya.
Mobil mereka diparkir di garasi mobil rumah Umi Sarifah. Berjejeran dengan kendaraan yang lain milik Abah Kyai Farhan, Ustad Jaki dan Ustad Fariz.
"Mobil lama Ustad, cuma jarang dipakai aja," jawab Rhea berjalan bersama Ustad Fariz mendekati Ustad Jaki.
"Kenapa gak dipakai?" tanya Ustad Jaki heran.
"Lah orangnya di sini, gimana makainya wong mobilnya di sana, di rumah orang tuaku," jawab Rhea sambil terkekeh.
"Oiya ya. Ih keren loh mobilnya. Lumayan nih bisa dipinjam buat ngapel ke rumah Shinta," canda Ustad Jaki.
"Loh Ustad Jaki pacaran sama Dokter Shinta?" tanya Rhea ingin tahu.
"Huss gak boleh pacaran, langsung di khitbah aja," tutur Ustad Fariz.
"Siapa yang pacaran, masih pedekate. Doaian Mas bro semoga diriku yang jomblo ini bisa diterima oleh Shinta, biar aku gak nelangsa liat kalian berdua lagi uwu-uwuan," ucap Ustad Jaki.
"Pasti di doain lah supaya kamu cepat nikah, jadi Umi bisa punya cucu banyak," sahut Umi Sarifah yang baru keluar dari dalam rumah.
"Ah Umi langsung nyahut aja padahal kabelnya belum ditancepin," canda Ustad Jaki yang disahuti dengan tawa semua orang yang ada disitu.
"Ini mobil Rhea yang katanya tadi diantar?" tanya Umi Sarifah.
"Iya Umi, bagus kan?" ucap Ustad Jaki.
"Bagus, cocok sama orangnya, cantik," puji Umi Sarifah pada Rhea.
"Ah Umi, jadi malu, kebanyakan dipuji bisa gede kapala Rhea Umi," canda Rhea.
"Gapapa gede yang penting suaminya tetap cinta," Umi Sarifah menggoda Rhea dan Ustad Fariz.
__ADS_1
Rhea malu, pipinya merona, dia menunduk untuk menyembunyikannya. Sedangkan Ustad Fariz tersenyum senang mendapati istrinya malu digoda Umi Sarifah.
Namun tidak lama ada suara wanita yang menghentikan candaan mereka.
"Wah... wah... wah... mobil baru nih. Punya Mas Fariz ya?" tanya Mirna.
"Mbak Mirna," kaget Rhea sehingga menyebutkan nama Rhea.
"Bukan punya saya, ini punya Rhea," jawab Ustad Fariz cuek.
"Pasti Mas Fariz ya yang beliin," ucap sedih Mirna.
"Aku mana ada duit Mirna? Ini punya Rhea sendiri, aku gak beliin apa-apa buat dia, karena kamu tau sendiri aku tidak punya uang sebanyak itu," jawab Ustad Fariz membuat Rhea sedih.
Rhea tidak suka jika suaminya direndahkan ataupun merendahkan dirinya dihadapannya masalah ekonomi. Rhea akan sakit hati jika mendengarnya.
"Alhamdulillah Mbak, aku membelinya sendiri dengan uangku sendiri," sahut Rhea menjelaskan pada Mirna.
"Dapat dari mana kamu uang? Kan kamu gak kerja," tanya Mirna menyelidik.
"Kerja apaan itu? Mana ada gak kerja cuma di rumah bisa dapet duit," sanggah Mirna.
"Rhea di rumah tidak menganggur Mirna, dia ada kerjaan yang dikerjakan di rumah," jawab Ustad Fariz.
"Alah alasan, masa' iya kerja di rumah bisa menghasilkan duit sebanyak ini," Mirna tersenyum meremehkan.
"Sudahlah kalian jangan ribut di luar rumah, malu," ucap Umi Sarifah melerai perdebatan mereka.
"Aku gak terima ya sebagai istri pertama tidak pernah dibelikan barang semahal ini," protes Mirna.
"Mulai... mulai... padahal kemarin damai-damai aja gak ada dia," sindir Ustad Jaki yang tidak suka dengan sifat Mirna yang seperti ini.
"Ustad!" seru Rhea memperingatkan Ustad Jaki.
"Sudah, kalian jangan berdebat di sini," ucap Umi Sarifah kemudian masuk ke dalam rumah agar mereka ikut bubar.
Ustad Fariz pun memberi kode dengan menggerakkan dagunya pada Rhea agar ikut masuk ke dalam rumah Umi Sarifah. Rhea pun menuruti perintah suaminya, dia berjalan masuk segera setelah suaminya memberi perintah, selangkah kemudian suaminya juga berjalan masuk mengikutinya.
__ADS_1
Namun Mirna masih saja belum puas karena keinginannya belum terpenuhi. Mirna mengikuti suaminya masuk ke dalam rumah Umi Sarifah.
Sedangkan Ustad Jaki malas jika harus menghadapi Mirna, tapi dia tidak bisa meninggalkan Ustad Fariz dan Rhea yang selalu mengalah pada Mirna.
"Mas... kenapa kamu gak jawab. Kenapa kamu membelikannya mobil semewah itu, apa karena dia sedang mengandung anakmu?" tanya Mirna emosi.
Seketika Rhea dan Ustad Fariz menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dimana Mirna berada.
"Astaghfirullahaladzim, Mirna kamu ini bicara apa?" tanya Ustad Fariz sambil menahan amarahnya.
Umi Sarifah, Rhea dan Ustad Jaki beristighfar sambil mengusap dada mereka.
"Benar kan Mas? Gara-gara dia hamil kan Mas Fariz membelikannya mobil baru seperti kemauannya," tuduh Mirna.
"Ngawur kamu, dari mana aku punya duit sebanyak itu?" ucap Ustad Fariz yang masih berusaha menahan emosinya.
"Ya mungkin aja Mas Fariz dapat uang dari Umi atau Abah, mereka pasti ngasih buat cucu mereka," tuduh Mirna kembali.
"Astaghfirullahaladzim Mbak, cukup, hentikan. Semua yang Mbak Mirna bicarakan tidak benar. Mobil itu aku beli dengan kerja kerasku sendiri Mbak. Aku membelinya sebelum aku datang kemari. Mobil itu sudah lama berada di rumah orang tuaku, tidak ada yang memakainya, mangkanya sama Ayah dikirim kemari buat kendaraan ku kalau akau kemana-mana Mbak," Rhea menjelaskan dengan sedikit emosi.
"Halah itu cuma alasan aja biar aku percaya kan? Aku gak sebodoh itu," jawab Mirna.
"Ya memang bodoh, coba kamu lihat surat-suratnya atas nama siapa dan cek juga tanggalnya," sahut Ustad Jaki seketika.
"Bisa aja dimanipulasi," sanggah Mirna kembali.
"Mirna, kamu sudah kelewatan. Kamu bukan saja tidak menghormati ku sebagai suamimu tapi kamu juga tidak menghormati Umi dan Abah yang kamu ikut-ikutkan untuk membenarkan persepsi mu. Lebih baik kamu tidak usah pulang sebelum kamu berubah menjadi lebih baik lagi," ucap Ustad Fariz yang kemudian melangkah masuk ke bagian dalam rumah Umi Sarifah.
"Kamu mengusirku Mas?" tanya Mirna seiring langkah kaki Ustad Fariz.
Tidak ada jawaban dari Ustad Fariz. Mirna hendak menyusulnya masuk ke dalam, namun dihentikan oleh Ustad Jaki.
"Sebaiknya Mbak Mirna turuti saja dulu perintah suami Mbak," ucap Ustad Jaki menghadang pintu masuk dengan badannya.
"Mirna, tenangkan dulu dirimu. Setelah lebih tenang kamu boleh kembali, pasti suamimu memaafkan mu," ucap Umi Sarifah menenangkan Mirna.
Rhea hanya diam karena saat ini Mirna menatapnya dengan penuh amarah dan menyiratkan permusuhan.
__ADS_1