Cinta Pertama Sang Ustadz

Cinta Pertama Sang Ustadz
Bab 254 Bersyarat


__ADS_3

Keluarga Kyai Anwar kaget dengan jawaban Izam. Mereka tidak menyangka jika niat mereka untuk menjodohkan Adiba dengan Izam ditolak oleh Izam setelah meminta waktu untuk menjawabnya.


Adiba sangat sedih, dia tidak mampu menutupi kesedihannya. Dia hanya bisa menundukkan kepalanya agar kesedihan dimatanya tidak nampak.


Ammar, kakak laki-laki Adiba mengerti perasaan adiknya itu. Tapi tidak ada yang bisa dia lakukan selain menerima keputusan Izam dan menguatkan Adiba agar tidak terlalu sedih mendengar keputusan yang diberikan Izam mengenai perjodohan mereka.


Kyai Anwar sangat kaget dan tidak mengira jika Izam berani menolak perjodohan yang ditawarkan olehnya. Secara tidak sadar Kyai Anwar sedikit meninggikan suaranya.


Sedangkan Rhea, Shinta, Salsa dan Yasmin sangat takut jika Kyai Anwar tidak bisa menerima keputusan Izam. Mereka sangat khawatir jika apa yang mereka cemaskan sebelum datang menemui keluarga Kyai Anwar akan benar-benar terjadi.


"Maaf Kyai, biar Izam jelaskan dulu," sahut Ustadz Fariz dengan sangat sopan.


"Tenang Bi," ucap istri Kyai Anwar sambil memegang tangan suaminya.


"Astaghfirullahaladzim," ucap Kyai Anwar sambil memegang dadanya.


"Sekarang katakan apa alasanmu menolak perjodohan ini?" Apa Adiba kurang di matamu?" tanya Kyai Anwar dengan nada biasa.


"Tidak sama sekali Kyai. Adiba mempunyai keistimewaan sendiri. Saya tidak berhak menilai kekurangan orang lain sebab saya juga tidak luput dari kekurangan," jawab Izam yang menjeda perkataannya untuk mengambil nafas dan menghelanya agar dirinya bisa lebih tenang.


"Lalu apa alasannya?" tanya Kyai Anwar kembali.


"Karena di hati saya ada nama perempuan lain Kyai. Saya tidak mau membohongi hati saya dan hati Adiba," jawab Izam dengan sangat sopan menjelaskannya agar keluarga Kyai Anwar tidak marah padanya.


"Lalu kenapa tidak kamu tolak pada hari itu juga?" tanya Kyai Anwar yang terlihat sangat kecewa pada Izam.


"Maaf Kyai, pada saat itu saya masih belum yakin. Setelah itu saya selalu meminta petunjuk dari Allah dan jawabannya sama dengan yang hati saya rasakan. Jadi saya sangat minta maaf sekali karena mengecewakan Kyai beserta keluarga. Terutama pada Adiba, saya minta maaf karena tidak bisa menerima perjodohan ini. Semoga Adiba diberikan jodoh yang lebih dari saya," tutur Izam dengan sangat sopan dan hati-hati sekali.


"Bisa kamu beritahu siapa perempuan yang kamu pilih itu?" tanya Ammar yang merasa ingin tahu perempuan yang mengalahkan adiknya di hati Izam.


Izam menoleh pada Ustadz Fariz dan Rhea, kemudian dia memandang Salsa yang terlihat sangat takut dengan tangannya yang digenggam oleh Yasmin.

__ADS_1


Ustadz Fariz mengangguk dan tersenyum pada Izam, demikian pula dengan Rhea yang mengikuti suaminya, dia juga mengangguk dan tersenyum pada Izam agar putra mereka itu yakin dan berani memberitahukan keinginan hatinya.


"Perempuan itu Salsabila Humairah, putri dari Ustadz Jaki," jawab Izam dengan sangat sopan dan hati-hati.


Tentu saja semua keluarga Kyai Anwar kaget mendengar jawaban dari Izam. Dua kali mereka dikagetkan oleh jawaban Izam dan mereka merasa seperti dipermainkan.


"Bukankah Salsa adik kamu? Kenapa jadi putrinya Ustadz Jaki?" tanya Ammar yang mengutarakan kebingungannya.


"Salsa memang putri dari Ustadz Jaki, hanya saja kami sudah bersama sejak kecil sehingga kami sudah seperti adik kakak. Tapi ternyata perasaan yang kami miliki lebih dari itu. Maafkan kami dan kami mohon keluarga Kyai memaafkan kami," tutur Izam yang sangat jelas memperlihatkan penyesalannya.


Salsa hanya menundukkan kepalanya karena ketika namanya disebut, keluarga Kyai Anwar melihat ke arahnya. Terutama Adiba yang melihatnya dengan tatapan kesedihan dan sepertinya ada ketidaksukaan dari Adiba. Mungkin saja Adiba masih merasa kecewa pada Izam dan Salsa.


Terlihat raut kekecewaan pada semua wajah keluarga Kyai Anwar. Mereka tidak menyangka akan dikecewakan oleh keluarga dari Pondok Pesantren Al-Mukmin yang merupakan milik sahabatnya sendiri.


"Emmm... maaf Abi, Umi, Ammar ingin berbicara pada Abi dan Umi," ucap Ammar lirih di sebelah Kyai Anwar dan istrinya.


"Maaf, kami tinggal sebentar," ucap Kyai Anwar pada Ustadz Fariz dan keluarganya.


Masuklah Kyai Anwar dan istrinya diikuti oleh Ammar setelah mereka mendapatkan ijin dari Ustadz Fariz dan keluarganya.


"Abi, Umi, tolong jodohkan Ammar dengan Yasmin, adik dari Izam, putri dari Kyai Fariz," tukas Ammar dengan tegas dan menatap kedua orang tuanya bergantian.


Kyai Anwar dan istrinya saling menatap, mereka tidak menyangka jika putra mereka menaruh hati pada Yasmin, adik dari Izam.


"Kamu serius Ammar?" tanya Kyai Anwar sambil memegang pundak Ammar.


Ammar tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Abi nya.


"Apa kamu mencintainya Ammar?" tanya istri Kyai Anwar dengan menatap putranya itu dengan intens.


Ammar kembali menganggukkan kepalanya dan senyumnya masih saja belum hilang dari bibirnya.

__ADS_1


"Baiklah, kita bicarakan di depan mereka sekarang," tukas Kyai Anwar sambil menepuk-nepuk pelan pundak putranya itu.


Setelah itu keluarlah Kyai Anwar berserta istrinya dan juga Ammar dari dalam rumah mereka dan duduk di tempat mereka semula.


"Kyai Fariz, ada yang ingin Ammar sampaikan pada kalian," ucap Kyai Anwar pada Ustadz Fariz.


Ustadz Fariz menoleh pada Ammar yang sudah bersiap untuk berbicara padanya.


Ammar mengambil nafas dan menghelanya sebelum mulai membicarakan niatnya pada Ustadz Fariz.


"Bismillahirrahmanirrahim, saya ingin meminang putri Kyai yang bernama Yasmin. Saya harap Kyai dan keluarga menyetujuinya," ucap Ammar tegas tanpa berbasa-basi.


Jelas saja keluarga Ustadz Fariz sangat kaget mendengarnya. Mereka tidak mengira jika Ammar diam-diam menaruh hati pada Yasmin, permata hati mereka yang baru saja mereka temukan.


"Bagaimana Kyai, apa niat baik putra kami juga ditolak?" tanya Kyai Anwar serius menatap Ustadz Fariz.


"Kami sih setuju saja Kyai, tapi tetap saja jawaban ada pada Yasmin. Kami tidak mau anak-anak kami menjalani rumah tangga mereka dengan terpaksa," jawab Ustadz Fariz dengan sangat hati-hati, karena dia takut akan mengecewakan hati Kyai Anwar kembali.


Yasmin sangat kaget, dia mencengkeram tangan Salsa yang tadinya tangan Salsa dia pegang untuk menenangkannya.


"Cieee yang mau nikah juga," bisik Salsa di telinga Yasmin.


"Kak, gimana ini?" tanya Yasmin dengan berbalas bisik di telinga Salsa.


"Kalau kamu suka sama dia, terima saja. Dia gak kalah tampan dengan Kak Izam. Insya Allah saleh. Tapi terserah kamu sih, kamu kan yang menjalani hubungan ini. Kakak hanya mendoakan yang terbaik untuk kamu," bisik Salsa kembali di telinga Yasmin.


"Kalau begitu, kita tanyakan saja pada Yasmin. Bagaimana Yasmin, apa kamu mau menerima lamaran Ammar, putra saya?" tanya Kyai Anwar dengan menatap mata Yasmin.


Yasmin menghela nafasnya beberapa kali untuk menenangkan hatinya, kemudian dia menjawabnya.


"Apa saya boleh mengajukan syarat jika menerimanya?" tanya Yasmin dengan tegas.

__ADS_1


__ADS_2