
"Bi, Bunda mau bawa Yasmin jalan-jalan dulu ya, mumpung masih sangat pagi."
Rhea meminta ijin pada Ustadz Fariz untuk mengajak Yasmin berjalan-jalan menikmati udara pagi yang masih sangat bersih.
"Tunggu sebentar Sayang, Abi mau ganti baju dulu," ucap Ustadz Fariz setelah menutup mushaf yang baru saja dibacanya.
"Abi teruskan saja bacanya. Bunda bawa ini kok Bi," ucap Rhea sambil memperlihatkan baby stroller yang sudah siap digunakannya.
Ditaruhnya baby Yasmin dalam baby stroller tersebut dan merapikan topi, kaos kaki serta selimutnya.
"Bunda yakin?" tanya Ustadz Fariz sambil berjalan mendekat ke arah istrinya.
Rhea tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kemudian dia menjawab,
"Yakin Bi. Abi teruskan saja baca Al-Qur'an nya."
"Ini masih gelap loh sayang, Abi temani ya," ucap Ustadz Fariz sambil mengusap kepala Rhea yang berbalut hijab.
"Gak usah Bi. Sebentar lagi juga udah terang."
Rhea menanggapi ucapan suaminya dengan senyumannya.
"Ya sudah kalau gitu jangan jauh-jauh ya. Dan hati-hati," pesan Ustadz Fariz pada istrinya.
"Cuma di sekitar Pondok aja kok Bi," ucap Rhea seraya mengambil tangan suaminya untuk dicium punggung tangannya.
Ustadz Fariz mencium kening istrinya kemudian beralih menciumi anaknya yang sudah berada di dalam baby stroller.
"Yasmin jalan-jalan sama Bunda ya. Gak boleh nakal ya. Abi tunggu di rumah," ucapnya setelah itu menciumi seluruh wajah baby Yasmin.
"Assalamu'alaikum," ucap Rhea sebelum berjalan keluar dari rumah.
"Wa'alaikumussalam," ucap Ustadz Fariz menjawab salam yang diberikan istrinya sambil tersenyum mengiringi kepergiannya.
Rhea berjalan di sekitar Pondok Pesantren Al-Mukmin seperti biasanya. Matahari belum bersinar terang, namun suasana di sekitar Pondok Pesantren Al-Mukmin sudah cukup ramai meskipun tidak seramai ketika matahari sudah bersinar terang.
Rhea berjalan mendorong baby stroller yang berisi baby Yasmin di dalamnya dengan mendendangkan shalawat nabi di setiap langkahnya.
Tiba-tiba saja ada motor yang menghampiri mereka. Rhea kaget karena pengendara dan orang yang dibonceng memakai topi dan masker sehingga tidak mudah untuk dikenali.
Dengan cepatnya orang yang dibonceng itu mengambil baby Yasmin dari dalam baby stroller.
"Lepaskan! Jangan ambil anakku!"
"Tolong! Tolong kami! Tolong!"
__ADS_1
Rhea berteriak dan melawan orang tersebut dengan menarik tubuh baby Yasmin agar bisa diraihnya. Sempat terjadi tarik menarik sebelum warga sekitar mendatangi mereka.
Suara teriakan dari Rhea membuat warga yang sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing di pagi buta itu mendatangi Rhea.
"Maling!"
"Maling! Maling!"
"Maling!"
Suara teriakan dari warga membuat orang tersebut panik.
"Cepetan! Tarik aja, gak ada waktu!" ucap si pengendara pada temannya yang sedang berusaha merampas baby Yasmin.
Dengan kuatnya orang tersebut menarik baby Yasmin yang sempat diraih oleh Rhea. Dan dengan secepat kilat didorongnya tubuh Rhea hingga terjerembab ke tanah dan kepalanya terbentur oleh bongkahan batu yang ada di pinggir jalan.
Kini baby Yasmin berada dalam gendongan orang tersebut dan mereka berhasil melarikan diri dari warga setempat yang berlari ke arah mereka.
"Ayo kita kejar mereka!" ucap salah satu dari mereka dan berlari ke dalam rumahnya yang tidak jauh dari tempat itu untuk mengambil motor yang akan digunakan untuk mengejar penculik tersebut.
Ada empat orang yang mengejar para penculik tersebut. Sedangkan yang lainnya menolong Rhea dan yang lainnya berlari ke dalam Pondok Pesantren Al-Mukmin untuk memberi kabar pada Ustadz Fariz.
Tok... tok.. tok..
Salah satu warga yang ingin memberi kabar pada Ustadz Fariz tentang kejadian tersebut mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan panik dan tergesa-gesa.
"Wa'alaikumussalam," jawab seseorang dari dalam rumah.
"Ada perlu apa ya Pak?" tanya Mbak Atik yang membukakan pintu.
"Kyai Faris ada?" tanya salah satu dari mereka yang datang untuk mengabarkan pada Ustadz Fariz.
"Gawat Mbak, bayi Kyai Fariz diculik dan Bu Rhea sekarang pingsan di jalan," ucap orang yang lainnya dengan paniknya dan tergesa-gesa ingin menemui Ustadz Fariz.
Prang!
Ustadz Fariz yang ada di sana sedang membawa kopi ke ruang tamu mendengar ucapan dari orang tersebut. Cangkir kopi yang dibawanya lepas dari tangannya. Dan segera dia berlari keluar rumah tanpa mendengar perkataan orang tersebut untuk lebih jelasnya.
Salah satu dari mereka berlari mengejar Ustadz Fariz dan menunjukkan di mana Rhea kini berada.
Dan yang lainnya memberikan penjelasan akan kejadian tersebut pada Mbak Atik dan Ustadz Jaki yang baru saja keluar dari kamarnya ikut mendengar penjelasan orang tersebut.
Badan Ustadz Fariz lemas serta tangannya gemetar melihat istrinya terbaring lemah tidak sadar dan keluar sedikit darah di kepalanya.
"Sayang," suara gemetar Ustadz Fariz mengiringi tetesan air matanya ketika memeluk tubuh Rhea dan berusaha menyadarkannya.
__ADS_1
"Ustadz, cepat bawa Rhea ke rumah sakit!"
Suara Ustadz Jaki menyadarkan Ustadz Fariz.
Dengan segera Ustadz Fariz mengangkat tubuh Rhea ke dalam mobil yang dibawa Ustadz Jaki. Dimasukkannya tubuh Rhea ke dalam mobil, tepatnya di kursi belakang dibantu oleh Ustadz Jaki.
Shinta yang ikut bersama Ustadz Jaki bertanya-tanya untuk mendapatkan informasi dari warga sekitar yang berada di lokasi kejadian sekarang ini mengerubungi Rhea yang tadi masih dalam kondisi pingsan.
"Yasmin.... Yasmin... di mana Yasmin?"
Ustadz Fariz mencari-cari Yasmin di dalam baby stroller dengan memanggil-manggil nama Yasmin.
"Bayinya berhasil dibawa kabur penculik dan mereka masih dikejar oleh warga tadi. Semoga saja mereka berhasil menangkapnya," ucap salah satu warga.
Bagaikan dihantam oleh batu sangat besar, kini hati dan tubuh Ustadz Fariz sangat hancur dan sakit. Tubuhnya kembali lemas dan tanpa disadarinya air matanya menetes mengiringi kesedihannya.
Di sisi lain, di jalanan yang masih longgar dan sedikit gelap terjadi kejar-kejaran motor antara penculik dengan warga yang mengejar mereka.
Empat warga dengan mengendarai dua motor itu berhasil mengejar penculik tersebut hingga terjadi salip menyalip dan terdengar nyaring suara tangis baby Yasmin dalam gendongan penculik tersebut.
"Maling!"
"Maling!"
Warga yang mengejar penculik tersebut meneriakinya dengan meneriakkan kata maling di setiap kesempatan dengan tujuan warga yang lain ikut menangkap mereka.
"Braaaaaaak!!!
Suara hantaman dua buah kendaraan beradu di depan mata warga yang mengejar para penculik itu.
Motor si penculik tersebut bertabrakan dengan mobil truk yang sedang melintas di depan penculik tersebut.
Baby Yasmin terlempar dari gendongan penculik tersebut dan penculik yang mengendari motor itu seketika tidak bernyawa dan tubuh penculik yang menggendong baby Yasmin kejang-kejang sebelum akhirnya dalam beberapa saat penculik itupun sama seperti temannya, tidak bernyawa di tempat tersebut.
"Bayinya masih hidup, tapi sepertinya ada yang aneh. Tadi dia menangis kencang, kenapa sekarang dia diam saja? Apa dia kaget sehingga nangisnya berhenti?"
Orang yang berada di dekat baby Yasmin yang terlempar tadi segera menggendongnya dan bertanya pada orang yang berada di sebelahnya.
"Lebih baik kita bawa saja bayi ini ke rumah sakit terlebih dahulu," ucap orang yang ada di sebelahnya.
"Ya sudah kita bawa saja bayi ini ke rumah sakit," ucap orang tersebut.
"Pak nanti kalau ada yang mencari bayi ini bilang saja kami bawa ke rumah sakit. sepertinya bayi ini syok. Kami takut jika terjadi sesuatu dengannya," orang tersebut berkata pada orang yang berada di tempat kejadian.
"Baiklah Pak, di rumah sakit kan? Nanti tolong Bapak jangan ke mana-mana dulu, takutnya bayi ini dicari orang tuanya. Tolong tunggu di sana dulu," ucap orang tersebut pada orang yang menolong dan menggendong Yasmin saat ini.
__ADS_1