Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
bertanya


__ADS_3

.


.


.


An diam saja karna Boneka Cantik itu memang gambaran Carrina jelas artinya Carrina akan dibunuh jika masih bersama An atau selalu berada didekat An.


"bakar ini." titah An memberikan paketan itu ke Wel.


"iya Tuan." jawab Wel segera pergi.


awalnya Wel melihat ada Mobil mengantar sesuatu ke depan Gerbang jadi Wel berpikir kalau Paketan Putri sambungnya telah tiba tapi ternyata malah paketan untuk Carrina.


An menerima panggilan telfon dari Agus dan wajahnya langsung menggelap mendengar laporan Agus.


"kalau begitu habisi kedua anaknya dan lakukan dengan model kecelakaan yang sama." titah An.


"baik Tuan." jawab Agus.


An menutup panggilannya lalu menggeleng kepalanya, "Carrina bisa saja mengalami gangguan kecemasan lagi saat tau kalau Bibi nya lah pelaku yang menghabisi kedua Orangtuanya."


An pun memasuki Perusahaannya, Ia akan balas Keluarga tidak tau diri itu dengan cara mencekiknya secara perlahan. selama ini 2 anak laki-laki nya Libra yang menjadi tulang punggung Keluarga Libra tapi semenjak Punya Istri malah beralih ke Istri masing-masing jadi An tidak peduli Istri dari anak-anak Libra namun An akan membuat kedua anak laki-laki Libra mati dalam kecelakaan yang sama seperti yang Libra lakukan pada Kedua Orangtua Carrina.


"aku tidak boleh menunda masalah apapun..! sebelum jadi masalah besar karna banyak serangga setidaknya aku harus mengurangi serangga." gumam An dengan raut wajah dingin.


masalah teror belum ditemukan tapi muncul lagi masalah Keluarga tidak tau diri Carrina, An sedang melacak pengirim asli dari Paketan itu yang ternyata sampai menyampai dari tangan 1 ke tangan lain sehingga membutuhkan waktu bagi An mencari tau tangan pelaku yang sebenarnya.


.


malam-malam,


Carrina memainkan ponsel dan tersentak kaget melihat berita kematian 2 Pria yang namanya cukup dikenalinya dan terlihat Libra bersama kedua anak perempuannya menjerit memanggil-manggil kedua Pria yang meninggal karna kecelakaan.


"kasihan sekali." gumam Carrina yang sangat tau rasanya berada di posisi Libra dan Ina kehilangan Orang tersayang.

__ADS_1


Carrina membaca komentar netizen tentang Vidio yang ditontonnya itu dengan polosnya Carrina juga ikut berkomentar meminta Keluarga yang ditinggalkan harus kuat.


Carrina tidak tau kalau apa yang menimpa Libra itu adalah serangan balik An yang tertunda karna sudah membuat Carrina menderita.


Carrina tidak sengaja melihat Komentar lain yang mengatakan kedua Pria itu sudah menikah dan Punya anak tapi harus tiada meninggalkan Keluarganya.


"apa aku datangi ya?" gumam Carrina terlintas dibenaknya mau mengunjungi Libra dan Ina tiba-tiba Ia menggeleng kepala.


"mereka sudah membuangmu Carrina..! jangan mau berdekatan dengan mereka lagi, aku yakin Ina pasti ingin merebut apa yang aku punya seperti dulu lagi. dulu aku memang naif juga tidak tau apapun tapi sekarang An adalah hidupku, aku tidak mau An direbut olehnya sama seperti Ari." gumam Carrina dengan nada cemburu.


"siapa Ari?" tanya An tiba-tiba muncul.


Carrina menoleh ke An lalu bangkit dari tidurannya dengan senangnya Ia melompat memeluk An.


"siapa Ari?" tanya An mengelus punggung Carrina.


Carrina menjawabnya dengan jujur bahwa Ari hanyalah teman masa kecilnya, dulu mereka sempat di jodohkan dari dalam kandungan tapi semenjak kedua Orangtua Carrina meninggal dan adanya kemunculan Ina membuat Ari berubah jahat pada Carrina.


An menangkup kedua pipi Carrina, "apa kamu mau aku balas perbuatan Pria bernama Ari itu?"


Carrina tertawa, "bunuh saja dia kalau berani mendekatiku lagi."


"tentu saja..! mulai sekarang aku akan menjadi wanita serakah, tidak ada yang boleh mendekati Suamiku apalagi berpikir untuk memilikimu." kata Carrina dengan serius tapi An malah tertawa melihat wajah serius Carrina itu yang sangat menggemaskan.


An mengangguk-ngangguk setuju, "bagus sekali..? seorang Nyonya Maldev memang harus tegas dan hempaskan semua wanita jal*ng yang mencoba mendekati suamimu."


Carrina tersenyum lebar dan menyetujui kata-kata An bahwa Ia harus lebih berani serta harus lebih kejam untuk mempertahankan apapun yang seharusnya menjadi milik Carrina.


"kalau begitu kita?" bisik An perlahan membuka kancing piyama Carrina.


Carrina pun dengan menahan rasa malu memasukkan tangannya dibalik baju An serta meraba dada kekar suaminya itu.


An menggendong Carrina dengan posisi berhadapan dan Carrina melingkarkan tangannya di leher An juga mengikat erat kedua kakinya dipunggung An supaya Carrina tidak merosot kebawah.


An membaringkan tubuh Carrina secara perlahan diranjang Carrina, Carrina melebarkan pa*anya seolah memberi izin melakukan apa saja padanya.

__ADS_1


"kali ini kita akan lembur lagi." bisik An membuat Carrina malu memeluk An yang terlihat sangat menikmati aksinya sendiri.


Carrina dibuat ketagihan dengan permainan An itu entah kemana Carrina yang polos tidak tau apa-apa itu, bahkan Carrina menurut ketika An mengajarinya cara bercin*a serta mempraktekkannya detik itu juga.


Carrina yang pintar mempelajari sesuatu langsung jadi profesional saja hingga An yang menggila, An yang mengajari Carrina tapi Ia sendiri yang dibuat terlena oleh permainan muridnya itu begitu lembut, terkadang ngebut, lambat, menggebu penuh nafs* dan semuanya yang dilakukan Carrina tentu An sangat suka.


.


An terkekeh melihat Carrina terkapar di sisinya, An mengecup pipi serta kening Carrina dengan lembut.


disaat Keluarga Libra begitu kehilangan tapi Carrina malah terlena dalam buaian Cinta sang Suaminya padahal Carrina tadi sempat kasihan pada Keluarga itu.


.


pagi-pagi di tempat lain,


Ana mendatangi kandang Kudanya dan menjatuhkan rahangnya selebar-lebarnya melihat Sean begitu pandai merawat kuda-kudanya sampai pekerja Ana mengagumi Sean yang sangat tampan tapi tidak malu merawat kuda dan membuang kotorannya.


"apa-apaan ini? kenapa dia semakin betah disini? apa ini tidak salah? apa dia memang seorang Pangeran? anak Raja?" Ana merasa ragu dengan identitas Sean yang malah menikmati pekerjaan menyebalkan itu.


Ana berjalan cepat ke arah Sean yang sedang memandikan Kuda Putih milik Ana yang sulit di jinakkan oleh pekerja lain tapi bersama Sean langsung patuh.


"Heii..? Putih? apa-apaan ini? apa kau menyukai Pria ini?" Ana berkacak pinggang berada didepan Kuda Putihnya yang malah asik menggoyang ekornya.


Ana menatap tajam Sean.


"Ana?" sapa Sean sambil tersenyum mengelus-ngelus bulu Kuda Putih Ana yang baru saja selesai dimandikan.


"sepertinya Kudaku ini ingin menikah denganmu, apa kau akan tinggal disini? kapan kau akan pulang? apa kau tidak memikirkan Keluargamu disana? sudah berapa lama kau berada disini?" cecar Ana marah-marah.


Sean mengerjabkan matanya, "Ibundaku sudah meninggal dan hanya Ibunda sambungku saja sementara Ayahku memang menyayangiku tapi aku yakin dia akan baik-baik saja karna ada Istrinya itu, aku hanya perlu waktu untuk menemukan dalangnya."


"Ahaha..! waktu? berapa lama waktu yang kamu maksud?" Ana tertawa hambar lalu bertanya dengan datar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2