
.
.
.
dalam waktu 3 hari masalah Putri Asoka berakhir dan beralih ke Rebby yang kian menyedihkan.
Ana dikatakan memang kejam tapi menurutnya manusia yang seperti Rebby maupun Asoka tidak bisa diberi hati sementara hukuman Raja tidak memuaskan bagi Ana.
Ana seorang Dewi Beracun BlackMaster jelas tindakannya sangat bersih saat menghabisi targetnya, beberapa kali Ana dipercaya oleh An untuk menghabisi musuhnya An sebagai boneka uji coba Ana.
"huhh...!" Ana menghembus teh panas yang baru saja dibawakan oleh Sophia.
semua Pelayan sibuk menggosipkan masalah Rebby bahkan Anggota Kerajaan dibuat ketar-ketir, Sean pun mulai heran mengapa Rebby tiba-tiba bisa skarat padahal jauh sebelumnya masih baik saja.
"Nona? apa Nona terganggu dengan pembicaraan mereka? saya bisa membuat mereka diam." tanya Sophia ke Ana.
Ana melirik ke Sophia lalu menepuk kursi disebelahnya, Sophia pun menurut lalu dengan entengnya Ana mengangkat kakinya dan diletakkan dipangkuan Sophia.
Sophia tersenyum lebar memijit kaki mulus Ana, "apa pijitan saya lebih baik dari sebelumnya Nona?"
Ana mengangguk lalu mengambil gelas kecil lainnya dituangkan teh dan diberikan ke Sophia.
"apa ini Nona?" tanya Sophia bingung.
Ana memutar kedua bola matanya dengan malas, "tanganku pegal memegangnya..!"
Sophia pun buru-buru mengambil gelas berisi teh itu karna takut Ana lelah.
"habiskan..!" Ana meradu gelas miliknya dengan milik Sophia yang tertegun ditempat.
Ana menghabiskan nya lalu memaksa Sophia menghabiskan teh itu dengan gugup Sophia meminumnya, Ana tersenyum lalu mengelus kepala Sophia sambil mengambil gelas itu diletakkannya di meja.
"kamu sudah kerepotan selama ini ya? apa kamu lelah mengikutiku yang tidak suka diatur ini??" tanya Ana dengan senyuman.
__ADS_1
Sophia berkaca-kaca haru dengan kebaikan Ana lalu Ia memegang tangan Ana, "saya merasa sangat beruntung dipercaya oleh yang mulia kedua untuk menjaga Nona, Nona tidak merepotkan kok..! Yang Mulia Kedua sudah bertanya pada Kepala Pelayan siapa yang paling sabar diantara kami lalu Kepala Pelayan menunjuk saya."
Ana diam mendengarkan sambil tersenyum.
"saat itu saya pikir Orang yang akan saya layani sangat kejam tapi ternyata sangat baik." sambung Sophia lagi.
Ana terkekeh, "Sean bilang begitu karna tau aku sulit diatur..? kamu tau sendiri Sophia? aku tidak pernah menemukan aturan sesulit Negara kalian ini..! ck.. ck.. ckk...! kalian sangat tahan tinggal dalam Istana ini walau tidak dianggap manusia."
Ana menceritakan Negaranya membuat Sophia menganga dan berdecak kagum dengan kehidupan di Negara Ana sehingga hatinya terbesit ingin pindah ke Negara tersebut.
"kalau aku kembali pasti aku akan mengajakmu." kata Ana sambil tersenyum manis.
"disana ada seorang laki-laki namanya Egy..! dia sangat cocok untukmu." kata Ana yang ketularan gen Xabara suka menjodoh-jodohkan Orang.
( Nae : kan Mommynya 😂😂) .
Mereka berbicara begitu akrab sampai-sampai sesekali tertawa bersama, Sophia sangat senang berbicara dengan Ana layaknya teman dan menurut Sophia pantas saja Ana hidupnya begitu bebas tanpa terikat dan tidak mau diatur.
Ana malah asik bercerita dengan Sophia, tanpa menunggu Sean mencari bukti kejahatan Rebby namun Ana sudah turun tangan menghabisi Rebby.
.
"kenapa Sean?" tanya Ana melihat Sean datang membawa 1 map dan ada flasdisk ditangan Sean.
"Ana?? aku menemukan bukti kejahatan yang mulia pertama." kata Sean sambil duduk disamping Ana lalu memegang kedua bahu Ana.
Ana menatap datar Sean yang terlihat bahagia itu padahal sudah jelas-jelas Sean tau dari X (Eks) bawahan setia Sean kalau pelakunya itu adalah Rebby tapi pihak Istana yang punya aturan tidak adil itu membuat Sean harus mengumpulkan bukti yang sejelas-jelasnya berbeda dengan Ana maupun Keluarganya main bant*i saja pelakunya tanpa banyak basa-basi.
"baguslah..! seminggu lagi aku mau kembali ke Indonesia." jawab Ana.
Sean terhenyak, "balik ke Indonesia?"
Ana mengangguk lalu mengusap kepala Sean, "kamu boleh ikut..! Tuan Master kesukaanmu itu akan merayakan Pesta pernikahan besar-besaran dengan Carrina sekaligus penyambutan kehamilan Carrina."
Sean tersenyum lebar, "kalau begitu aku akan cepat selesaikan masalah ini lalu kita akan langsung ke Indonesia tanpa harus menunggu seminggu lagi."
__ADS_1
Ana terkekeh dan mengangguk lalu Sean bangkit berlari kecil keluar kamar Ana yang tertawa geleng-geleng kepala.
Sophia mendekati Ana dan bertanya apa pembicaraan mereka sebab Sophia tidak bisa bahasa Indonesia jadi tidak paham, Sophia penasaran apa yang membuat yang mulia kedua bisa segembira itu sampai mau berlari padahal etika mereka Calon Penerus Tahta mana mungkin boleh berlari bahkan Sean pun melupakan aturan Kerajaannya sendiri.
"aku mau ke Indonesia..!" jawab Ana.
Sophia langsung berubah murung karna Ia merasa akan kesepian tidak ada Ana, Ana pun berjanji akan membawa Sophia hingga Pelayannya itu memekik senang tanpa sengaja memeluk Ana.
"ma--maafkan saya Nona." ucap Sophia merasa bersalah.
Ana tergelak melihat wajah merah Sophia dan meledek gadis itu.
"menurut aturan kami Pelukan adalah hak milik, jika Yang Mulia Kedua memeluk Nona artinya Nona Putri adalah miliknya, saya tidak berani bertindak sejauh itu Nona..? Nona harus menghukum saya."
Ana yang tertawa bungkam seketika, "hah?? pelukan pun dicap sebagai hak milik?" tanya Ana tidak percaya aturan aneh itu.
"benar Nona..!" jawab Sophia yang meminta dirinya untuk dihukum.
Ana berdecak tidak percaya, "kalau dinegara Kami hak milik itu adalah status seperti pacar, istri, suami, dan lainnya kalau berpelukan kenapa disebut hak milik? aku sering memeluk Papaku apa itu artinya aku milik Papaku? peraturan apa itu?"
Sophia tidak menyangka Negara Ana seorang anak perempuan boleh memeluk Ayah kandungnya berbeda dengan Negara penuh aturan ini jika anak perempuan sudah tahap bisa menikah maka harus menjaga jarak dari Ayah kandungnya.
Ana merasa pusing mendengar peraturan Negara itu dari Sophia sehingga Ia memilih pergi, lagi-lagi Ana harus mengenakan Dres tidak boleh hanya memakai baju sepotong dengan rok saja.
"aturan kalian menyebalkan sekali..! aku tidak tahan dengan Negara kalian yang banyak sekali maunya." gerutu Ana.
Ana melihat-lihat sekitar Istana hingga Ia tiba didepan Kamar Rebby, disana banyak Orang penting dari pihak Istana yang sibuk mencari Sang Dewi Beracun untuk menyembuhkan penyakit Rebby.
Ana menatap datar mereka semua lalu melangkah pergi tanpa berminat menunjukkan dirinya lah Orang yang dicari-cari oleh mereka.
"memangnya siapa dia? kenapa aku harus menyembuhkannya padahal aku sendiri yang membuatnya seperti itu, aku mungkin Ratu Drama tapi aku tidak pernah menyembuhkan boneka Uji Cobaku." batin Ana.
Ana bisa menyembuhkan Rebby tapi Ia ingin kembali ke Indonesia dengan cepat tanpa hambatan jadi sengaja melakukan semua tanpa berkompromi dengan Sean, bahkan Sean tidak tau jenis racun yang masuk ke tubuh Rebby sebab Ia sendiri bukan ahli dibidang itu.
.
__ADS_1
.
.