Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
siapa?


__ADS_3

.


.


.


Carrina berlari ke arah An lalu melingkarkan tangannya di lengan An sambil tersenyum lebar, An mengusap kepala Carrina dengan tangannya yang lain.


"kelihatan senang?" tanya An sambil tersenyum tipis.


Carrina menoleh ke Alena dan Ana yang berjalan duluan meninggalkan pasangan yang sedang dimabuk Cinta itu.


"ada apa?" tanya An menduselkan hidungnya dengan hidung Carrina yang menggeleng kepalanya juga sambil tersenyum cerah.


An merangkul leher Carrina mendekatkan pipi mereka sambil melangkah menuju meja makan, Rovert terkekeh melihat An telah menemukan pawangnya sehingga tidak menempel lagi pada istrinya.


Xabara menoleh ke Rovert yang berbinar memandangnya, Ia menggeleng kepalanya dengan tingkah bayi besarnya itu tapi jujur saja Xabara memang sangat menyayangi Bayi besarnya itu yang tak kunjung dewasa selalu merengek manja padanya dimanapun berada.


Ana dan Alena sibuk dengan Ponsel masing-masing tanpa peduli pasangan lain sedangkan Ratu begitu senang melihat An telah menemukan belahan jiwanya, baru beberapa jam bersama Carrina tentu Ratu tau kalau Carrina adalah gadis yang baik dan sangat cocok dengan An yang keras serta dingin.


"ayo duduk..!" An menarik Kursi nya sehingga Carrina menatap bingung An sebab biasanya An memang duduk disamping Xabara.


"duduk saja sayang!" pinta Xabara.


Carrina pun terpaksa menurut lalu An mengusap pelan kepala Carrina.


"mau makan apa sayang?" tanya Xabara yang dulu dingin kini sangat lembut jika bersama Keluarganya berbeda kalau diluar Mansion apalagi terjadi sesuatu dengan Keluarganya.


"hmm? ma-makan itu Mommy." tunjuk Carrina tersenyum lebar.


Ratu mengambilkan makanan yang Carrina mau kebetulan dekat dengannya lalu dengan telatennya Xabara mengambilkan nasi untuk Carrina yang begitu berbinar sambil mengigit sendok makannya seolah tidak sabar menyantap makanan yang telah diambilkan oleh Xabara untuknya.


"ambilkan juga An sayang..! kamu lebih dekat dengannya kan?" pinta Xabara sambil beralih mengambilkan piring si Bayi besarnya yang sejak tadi seperti bocah memelas ke arahnya.


Carrina memutar kepalanya ke An yang mengulum senyum lalu Ia pun bangkit mengambilkan An makanan dengan malu-malu.


"simpan Ponsel kalian sayang..!" pinta Rovert serius.


"iya Pa." sahut Ana dan Alena cepat segera menyimpan ponsel masing-masing dan mulai memegang sendok makan.


diam-diam Carrina memperhatikan semua Keluarga An yang makan begitu recok seperti pasar apalagi Alena yang sibuk dengan ocehannya pada Ratu dan Rovert, Xabara dan Ratu juga bercerita tentang Pesta Pernikahan Orang (gosip).

__ADS_1


An mendekati Carrina, "jangan heran kalau makan kami seperti ini ya? sebelumnya mereka juga menahan mulut supaya tidak ribut tapi sepertinya mereka sudah menganggapmu keluarga, jadi tidak perlu sok jaim lagi."


Carrina mengerjabkan matanya, "setauku cara Orang Kaya makan sangat aneh selalu diam hanya suara sendok saja."


"itu neraka di meja makan..?" gemas An.


"neraka?" beo Carrina sambil memasukkan makanan ke mulutnya memandang An yang juga melakukan hal yang sama.


"iya..? makan seperti Neraka tidak akan menyenangkan, apa gunanya makan bersama Keluarga kalau pada akhirnya untuk berdiaman iyakan? seharusnya makan sendiri-sendiri saja dikamar." bisik An.


Carrina akhirnya mengerti lalu mengangguk setuju perkataan An, ternyata perkumpulan Keluarga itu memang sangat penting untuk memper-erat lagi persaudaraan sehingga saling terikat satu sama lain bukan egois sendiri-sendiri saja.


.


malam hari di Mobil An,


Carrina memeluk 2 bingkai Foto sekaligus Album Foto Keluarga barunya seolah tidak boleh diambil darinya, An melirik Carrina sesekali yang memeluk erat benda biasa yang terlihat tidak begitu berharga itu.


"hanya foto itu saja membuatmu senang? bagaimana bisa Mobilku seharga Ratusan Juta aku berikan padamu kalah dengan Foto yang aku rasa tidak ada harganya ini hmm?" tanya An dengan gemas.


Carrina tersenyum manis, "maaf An..? aku tidak mencintai hartamu, aku mau Keluargamu."


An tergelak mendengarnya lalu mengusap sayang kepala Carrina yang tersenyum cerah.


Mobil An tiba-tiba berhenti mendadak lalu Ia melihat ke arah depan dengan memicing curiga melihat ada sebuah batang pohon melintang dijalanan, Ia yakin ini bukan perihal biasa.


"coba aku lihat." kata An sambil melepas Seatbeltnya.


"jangan An..!" Carrina menahan lengan An sambil menoleh ke kiri-kanan.


"tidak apa..!" kata An sambil menepuk-nepuk pelan tangan Carrina.


"jangan An..! aku merasa banyak belasan mata mengintai kita." bujuk Carrina dengan cemas.


An memang merasa ada hal yang tidak biasa tapi Ia lupa kalau Carrina memiliki insting yang sangat kuat mungkin lebih kuat dari An tetapi kalau masalah berkelahi dan kekuasaan tentu An lebih dari apapun.


An memejamkan matanya lalu perlahan Ia membuka matanya dan mencoba merasakan hawa kehidupan lain disekitarnya ternyata memang banyak Orang yang tengah bersembunyi.


"An kita putar balik..!" pinta Carrina memohon.


"apa kamu takut sayang?" tanya An.

__ADS_1


"aku takut kamu terluka An, aku tidak sanggup melihatmu terluka." jawab Carrina.


"aku lebih senang kalau aku yang terluka dari pada kamu An." sambung Carrina lagi.


An menggeleng kepalanya tidak terima, "baiklah kita kembali..! kita putar arah ya?" bujuk An mengalah.


Carrina mengangguk lalu An melajukan Kendaraannya dengan kecepatan tinggi kebelakang tiba-tiba saja banyak Orang keluar dari tempat persembunyian masing-masing berlari ke arah Mobil An.


Carrina melebarkan matanya melihat banyak Orang tengah berlari ke arah mereka sambil menodongkan pistol.


"tenang saja Carrina..! Mobilku anti peluru." ujar An membuat Carrina merasa lega.


An segera memutar setirnya dan melaju kencang tanpa peduli menabrak salah satu dari orang-orang yang berpakaian serba tertutup itu, Carrina tidak takut melihat hal itu sebab Ia benar lebih takut lagi jika An terluka dikeroyok mereka semua.


An menoleh ke Carrina yang cemas membuatnya mengumpat dalam hati siapa pelaku yang telah berani melakukan hal curang ini padanya.


bunyi tembakan membahaya tertuju ke Mobil An tapi tak merusak Mobil An sama sekali malah Mobil An terus melaju kencang meninggalkan kawasan itu.


.


di lampu merah,


"Kamu tidak apa-apa An?" tanya Carrina memegang lengan An serta meraba-raba tubuh An siapa tau ada Peluru yang tembus ke Mobil An tadi sehingga Pria yang dicintainya itu terluka.


An menatap Carrina yang begitu cemas Ia terluka, "kamu benar-benar setakut itu jika aku terluka?"


"pertanyaan macam apa itu?" Carrina malah menatap kesal An yang seolah tengah mengejeknya.


An mengulum senyum lalu mengambil tangan Carrina dan mencium punggung tangan Carrina yang seketika merona diperlakukan seperti itu oleh An.


"aku minta maaf membuatmu takut sayang." ucap An dengan serius.


"iya..! aku takut kamu terluka." jawab Carrina lalu tiba-tiba Ia menoleh kebelakang.


"apa mereka mengikuti kita?" tanya Carrina dengan serius.


"sepertinya tidak akan terkejar juga." sahut An.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2