
.
.
.
Ardit pun terpaksa meminta maaf pada Alena padahal hatinya dongkol, sungguh Ardit benci dengan Alena yang terlalu cantik membuatnya terpikat tapi tidak bisa dimiliki.
Rozi sang Asistennya Saga pun diam-diam memperhatikan Alena, "Nona sangat cantik dan hatinya juga begitu baik, jika bukan karna Nona Alena mungkin Tuan Reyza tidak akan bersemangat mendapatkan penghasilan lebih." batin Rozi.
Rozi sangat tau bagaimana Cintanya Saga pada Alena sampai rela melakukan apa saja demi Alena, berjuang untuk Alena, diam-diam melindungi Alena, dan banyak hal lainnya.
Saga seorang Kesatria tersembunyi untuk Alena yang selalu setia menjaga Alena dimanapun Alena berada.
"sekarang kau pergi..!" usir Saga.
"ba--baik Tuan Reyza." jawab Ardit dengan kepala tertunduk lalu pergi dari sana.
Saga mendekati Alena yang masih duduk dengan anggun, Saga memegang tangan Alena lalu mengecup punggung tangan Alena yang cuek saja.
Rozi menganga lebar tapi menggeleng kepalanya seketika, "kenapa aku harus kaget? tuan Reyza memang sudah mengagumi Nona sejak dulu." batin Rozi segera menghilangkan pemikiran nya yang sedang tidak percaya dengan penglihatannya itu.
"boleh aku duduk disampingmu?" tanya Saga.
Alena melirik tempat duduknya, "lebih baik kau sapa saja rekan-rekanmu itu..! aku terlalu malas bergabung dengan kalian yang gemar bergosip tentangku."
Saga langsung duduk disamping Alena, "aku juga terlalu malas dengan mereka yang gemar bergosip tentangku."
Alena tidak berbicara apapun sedangkan mata Saga memandang ke arah Alena seperti tidak ada bosan-bosannya.
"Alena?" panggil Saga.
Alena melirikkan matanya kearah Saga, "katakan?"
"mau berdansa denganku?" tanya Saga sambil melihat ke arah depan banyak orang yang berdansa disana.
Alena menggeleng kepalanya pelan, "aku mau pulang saja." tolak Alena segera bangkit dan melangkah pergi dari sana.
Saga ikut berdiri dan mengikuti Alena, "tidak bisa sayang..! aku akan mengikutimu." jawab Saga.
Alena diam saja di ikuti oleh Saga, tamu Undangan yang ada disekitar mereka hanya menonton dengan raut wajah tanda tanya, bagaimana pertemuan Saga dengan Alena sampai Saga segitu menempelnya pada Alena.
Saga adalah Pria yang angkuh dan jarang terkena skandal dengan wanita begitu juga dengan Alena tapi sekarang pasangan yang bersih dari skandal pacaran itu tengah jalan bersama, tentu semua yang melihatnya kaget sampai lupa merekam atau sekedar memotret saking syoknya mereka.
Alena mendengus di ikuti oleh Saga tiba-tiba Alena berhenti dan berbalik sambil bersikadap dada memandang Saga yang tersenyum menatap manik mata Alena.
__ADS_1
"kenapa kau mengikutiku?" tanya Alena dengan datar.
Saga menarik tangan Alena yang terhuyung lalu masuk ke sebuah Ruangan kosong dan Saga menarik pinggang Alena sampai masuk ke pelukan Saga.
"tidak mau berdansa denganku didepan umum bagaimana jika disini saja?" tanya Saga.
Alena menjatuhkan rahangnya lalu Ia menginjak Kaki Saga yang meringis seketika, "berani-beraninya kau menyentuhku." geram Alena.
"hanya kamu juga yang aku sentuh Alena." jawab Saga dengan serius sambil menahan sakit di kakinya.
Alena menarik nafas dalam-dalam, "aku tau kau selama ini menolongku tapi bukan berarti kau bisa leluasa menyentuhku."
Saga meminta maaf karna Ia tidak berpengalaman dalam merebut hati perempuan jadi bertindak sesuai dengan naskah para lelaki merebut hati perempuan, Alena mendengar kejujuran Saga pun diam-diam menahan tawanya.
"aku pulang aja." kata Alena lalu pergi dari sana dengan bibir berkedut.
"dia seperti orang bodoh yang di ajari supaya cepat pintar." batin Alena mengejek Saga.
Saga tidak pernah disebut bodoh karna dia seorang IT.
Saga mengikuti Alena sampai ke Mansion Maldev tapi Saga naik Mobil lain yang membawa Mobilnya adalah Rozi.
"ayo kita pergi...!" ajak Saga yang merasa lega Alena telah sampai ke tujuan tanpa halangan.
"baik Tuan." jawab Rozi pun pergi dari area Mansion Maldev.
"hmm??" sahut Saga.
"aku akan datang ke Perusahaannya besok." jelas Saga yang tau pemikiran Rozi.
Rozi mengangguk lalu meminta Saga harus lebih sabar lagi karna siapapun tau sosok Alena adalah tipe gadis mahal yang sulit untuk di takhlukkan, Saga terkekeh dengan santai Ia mengatakan kalau Rozi tidak perlu cemas padanya karna Saga sangat tau karakter Alena yang memang Arogan.
.
di Perusahaan Alena,
"apaa??" Alena berdiri dari duduknya melihat Desain tas nya di publikasikan oleh Perusahaan saingan Alena.
"bedeb*h...!" maki Alena lalu segera mengeluarkan ponselnya menghubungi An.
"abangg? abang harus bantu Alena menemukan pelakunya..!" pinta Alena dengan nada memelas manja namun penuh ancaman.
An pun menuruti permintaan Alena memerintahkan X Company Group membantu adiknya.
"Nona?" sapa bawahan Alena.
__ADS_1
"ada apa? apa kamu tidak sibuk? ide kita bocor." tanya Alena yang tampak sibuk dengan pekerjaannya.
"ada Tuan Reyza yang siap membantu Nona." jawab bawahan Alena.
"ckk..! apa yang bisa dilakukan olehnya...?" gerutu Alena menggantung seketika membuat bawahan Alena kebingungan mengapa Alena tiba-tiba hening.
"Saga seorang IT kan? pasti pekerjaan seperti itu mudah baginya." batin Alena.
"ekhem...! suruh dia masuk." titah Alena.
"ba-baik Nona." jawab bawahan Alena segera pergi.
beberapa saat kemudian Saga masuk ke Ruangan Alena,
"Alena? idemu bocor, apa ada yang bisa aku lakukan? apa X Company Group menemukan dalangnya?" tanya Saga sembari melangkah mendekati Alena.
Alena menggeleng sambil sibuk dengan pekerjaannya, "belum ada konfirmasi dari abang..! aku merasa ada mata-mata disini maka nya ide kami bisa bocor ke media."
Saga menangkup pipi Alena sehingga Alena melebarkan matanya menatap Saga.
"tenangkan dirimu Alena..? kita atasi seperti biasa ya? boleh aku pegang komputermu? aku bisa melacak Komputer mana yang menyalin Idemu." tanya Saga.
Alena segera bangkit dari duduknya tapi Saga malah mendudukkan Alena lagi membuat Alena bingung namun Saga mendorong kursi Alena sehingga menjauh dari Komputernya, Saga menarik kursi lainnya dan duduk didepan Komputer Alena.
Alena melihat apa saja yang Saga lakukan, mata Alena berkedip-kedip lucu betapa cepatnya Saga mengotak-ngatik Komputernya.
"siapa yang terakhir masuk ke Ruanganmu Alena?" tanya Saga.
"hanya Asistenku." jawab Alena.
"siapa saja yang tau punya koneksi bisa mengakses data penting ini?" tanya Saga.
"hampir semua karyawan tetap Perusahaanku." jawab Alena.
Saga mengangguk lalu mengakses CCTV serta menontonnya dengan serius, Alena mendekat ke sisi Saga sambil melihat layar Komputernya, mereka berdua begitu serius menonton CCTV tapi tidak menemukan apapun Alena sempat menyerah tapi Saga tidak menyerah dan mengotak-ngatik Komputernya sehingga terdeteksi Komputer yang mengirimkan Desain Tas Alena lewat Email.
"komputer ini yang mengirimnya ke sainganmu." tunjuk Saga.
Alena melihat nama akun itu pun mengepalkan tangannya, "ini Pekerja tetapku."
"aku punya cara." kata Saga memutar kepalanya ke arah Alena begitu juga dengan Alena sehingga pandangan mereka begitu dekat.
.
.
__ADS_1
.