
.
.
.
"Tuan Muda hmm?" tanya Bapak pemilik Gedung Tua melihat Alena si Putri Bungsu Maldev.
Alena melirik Saga sedangkan Saga memutar kepalanya ke arah Alena sambil tersenyum.
"dia calon Istri saya Pak, dia yang merekomendasikan Gedung ini pada saya." kata Saga.
Alena melebarkan matanya ketika Ia hendak protes ponselnya bergetar terpaksa Alena mengangkat panggilannya dan meninggalkan Saga yang masih berbincang dengan pemilik gedung itu.
Istri dari pemilik Gedung itu senyam-senyum melihat Alena yang sangat cantik, berdasarkan penilaian mata tua nya Alena masih ting-ting tentu Ia percaya ketika Saga bilang Alena adalah Calon Istrinya Saga berarti Alena saat ini adalah Kekasih Saga padahal sebenarnya Alena maupun Saga tidak punya status selain teman.
"apa?" tanya Alena yang sedang berbicara dengan asistennya.
"Nona apa yang Nona lakukan? kenapa pemesanan kita semakin membengkak? stok Tas mungil dengan harga terendah 250-an sudah habis Nona, bagaimana ini?" panik sang Asisten Alena yang akrab dipanggil Vinny.
Alena menggigit bibir bawahnya, "jadi bagaimana? apa kalian terima?" tanya Alena.
"Tidak Nona..! kami bilang Stok tas itu hanya 12 buah." tanya Vinny.
"tidak apa..! aku akan tanyakan pada Mommy apakah stok berlian setitik itu sudah ada." kata Alena.
Vinny pun mengiyakan perkataan Alena lalu Alena mematikan panggilan secara sepihak dan menghubungi Xabara.
"benar-benar rezekimu sayang..! Berlian setitik kecil itu baru saja datang." kata Xabara sambil tersenyum lebar.
Alena memekik senang tapi segera Ia membekap mulutnya, sebenarnya harga berlian sangat mahal tapi yang ditemukan ini adalah Berlian cantik disuatu pulau namun KW menyerupai sempurna, zaman sekarang mana ada berlian dengan harga rendah yang penting seorang Pengusaha harus pandai mengelola sebuah usaha tanpa ada yang terlihat cacat.
Alena pun memelas manja meminta Berlian itu dijual kepadanya, Xabara terkekeh tentu saja Ia menyerahkan Berlian itu ke Alena tanpa meminta bayaran sebab Putri Kecilnya sangat membutuhkannya.
"terimakasih Mommy..! Aku Cinta Mommy, muah... muah..!" kata Alena sembari melompat kecil begitu senang Mommynya memberi Berlian itu dengan cuma-cuma sehingga Alena nanti bisa mengurangi harga tas namun kualitasnya sangat bagus.
__ADS_1
awal Alena membuat pabrik tas tidak ada tas yang harganya 250-an tapi seiring berjalannya waktu banyak peminat dari kalangan remaja yang ingin tas Perusahaan Alena tapi terlalu mahal sehingga Alena membuat Tas versi Manis juga dengan warna lembut yang sangat cocok untuk anak remaja dengan harga 250-an.
"iya sayang" jawab Xabara lalu mematikan panggilannya setelah cukup lama.
"yess?!" gumam Alena dengan senang.
"ada apa?" tanya Saga tiba-tiba disamping Alena.
Alena memutar tubuhnya ke arah Saga lalu melompat memeluk Saga, "Saga?? aku dapat pesanan dengan jumlah yang sangat besar, ternyata tamu di Restaurant itu adalah mahasiswi dari luar Negeri."
Saga tersentak lalu melingkarkan tangannya di pinggang Alena, Alena yang sadar ketika mendengar tawa cekikikan Pemilik Gedung Tua itu langsung saja Alena hendak melepaskan tangannya namun Saga telah mengunci pinggang Alena.
"aku senang sayang." kata Saga dengan senyuman memejamkan matanya di bahu Alena.
"Sa--Saga? ak--aku tidak sengaja, lebih baik lanjutkan pekerjaanmu lalu kita pulang." kata Alena dengan kikuk.
Saga melepaskan pelukannya dari Alena, "tetaplah ceria seperti biasa Alena..! jangan merasa tidak nyaman padaku karna aku tidak memaksamu untuk membalas perasaanku."
Alena mengangguk saja sambil membenahi rambutnya sendiri lalu Saga pun mengulum senyum kembali ke Orangtua pemilik Gedung.
Saga pun langsung mengurus surat-surat kepemilikan gedung dan membayarnya dengan tunai sehingga kedua Orangtua pemilik Gedung itu menangis haru sebab selama ini banyak yang ingin gedung itu tapi dengan harga murah karna selalu di datangi rentenir (alasan tidak nyaman).
.
Alena berada di Perusahaan dan mengeluarkan banyak desain model tas terbaru sehingga tidak membosankan juga tidak terlalu pasaran.
"bekerjalah dengan baik semuanya..! kita akan dapat bonus akhir tahun." teriak Alena sambil bertepuk tangan senang.
"horeee...?" Para Pekerja Alena begitu antusias dan langsung bekerja sampai berhari-hari juga sampai larut malam tapi makan semua Pekerja ditanggung oleh Alena sebagai Presdir juga ikut turun tangan.
Alena sibuk dengan Pemesanan tasnya sementara Saga juga sibuk mendesain ulang Gedung Tua yang telah menjadi miliknya.
.
beberapa minggu kemudian,
__ADS_1
Alena tengah tertidur pulas di Perusahaannya setelah menyelesaikan semua pemesanan anak remaja yang menginginkan tas dari Perusahaannya telah habis terjual lewat Online beberapa jam yang lalu.
Alena tidak menyangka semua desain tasnya yang dibuat dengan stok besar pun lenyap tanpa tersisa sehingga Alena benar-benar kebanjiran uang masuk.
"Tu--Tuan?" Vinny kaget melihat kedatangan Saga yang bisa masuk ke Perusahaan Alena.
Vinny tidak tau apapun hubungan Saga dengan Alena tapi jika Saga bisa masuk ke Perusahaan Alena tanpa perlu minta izin dari Alena jelas hubungan mereka cukup serius padahal hanya teman baik saja.
"berapa lama dia begadang?" tanya Saga sambil mengelus kepala Alena yang masih terlelap.
Vinny menjawabnya dengan takut-takut tanpa membalas kata-kata Vinny langsung saja Saga menggendong Alena menuju Mobilnya, seluruh pekerja Alena hanya diam saja namun juga takjub dengan pesona Alena bisa membuat seorang Reyza pengusaha terkaya dibidang pertanian itu tunduk kepada Alena bahkan seperti bodyguard Alena yang selalu menjaga Alena.
Saga membawa Alena ke Apartemennya dan dengan hati-hati Saga melepaskan sepatu, jas, mengelap kaki Alena, membersihkan wajah Alena juga membersihkan tangan Alena.
"biar jangan ada kantung mata sayangku ini." bisik Saga meletakkan sesuatu di bawah mata Alena yang ada kantung matanya karna Alena akhir-akhir ini kurang tidur.
Saga tersenyam-senyum memijit mata Alena sampai merasa cukup lalu Saga menyelimuti Alena.
Saga mengabari Ratu kalau Alena sedang ada di Apartemennya karna Alena terlalu lelah bekerja, Saga juga tidak mungkin membawa Alena ke Mansion Maldev yang ada akan terjadi kesalahfahaman.
"tidak apa Nak..! terimakasih sudah mengabari Neneknya? mohon jaga gadis kecil kami ya? kami percaya padamu nak." kata Ratu dengan lega ada yang merawat Alena.
Ratu mengabari Xabara dan Rovert, awalnya Rovert tidak terima tapi Ia terdiam ketika Ratu meminta Rovert memikirkan Agam yang sebenarnya baik dan Alena pernah menghibur anaknya yaitu Saga saat masih kecil.
Xabara dan Rovert tentu teringat pada sosok bocah kecil yang pernah dihibur oleh Alena, Xabara tidak menyangka kebaikan Putri kecilnya itu bisa membuat Alena memiliki seorang Kesatria tersembunyi sampai dewasa.
"ckk...! dia seorang Hacker." ketus Rovert membuat Xabara dan Ratu tertegun.
Rovert mengatakan kalau yang datanya tidak bisa dicari tau walau menggunakan koneksi X Company Group itu hanya seorang Hacker yang bisa melindungi data Pribadinya sendiri, Rovert tau data Alena bocor padahal kerja Saga bersih tapi Rovert yang sudah lama berkecimpung di dunia IT tentu tau walau Ia tidak sehebat Saga yang merajai dunia IT dizaman sekarang.
.
.
.
__ADS_1