
.
.
.
pagi-pagi,
Orang-orang BlackMalv sibuk dengan pelatihan masing-masing mengabaikan BigBos besar mereka yang sedang dimabuk Cinta dengan Istrinya.
Agus mengangkat Koper An dan Carrina ke dalam Mobil, Pria itu tidak banyak bicara hanya seperlunya saja tapi sebenarnya pekerjaan Agus juga sangat bagus.
"ayo masuk..!" ajak An membukakan pintu Mobil untuk Carrina yang tersenyum cerah mengalahkan sinar matahari pagi ini dimata An.
An yang gemas mengusap kepala Carrina selalu ceria dan bahagia jika bersama An.
mereka berangkat pagi itu juga ke Korea Selatan menghadiri pernikahan seorang Putri Pengusaha yang menikahi Pria dari Negara tersebut dan mengundang Orang-orang pilihan dari Indonesia yang sekiranya mampu ke Negara Korea Selatan.
Carrina sudah membawa gaun Pesta yang bagus dari Indonesia, gaun itu adalah pemberian An yang tidak terlalu megah dan tidak terlalu sederhana namun akan kelihatan Elegan jika Carrina yang mengenakannya.
"masih mau ikut? apa lelah habis turun dari pesawat?" tanya An penasaran sebab mereka baru saja tiba harus bersiap-siap menghadiri acara pernikahan itu.
Carrina menggeleng kepalanya pelan, "aku tidak lelah An..! aku malah penasaran bagaimana menghadiri acara pernikahan Orang Kaya-raya." cicit Carrina malu-malu.
An terkekeh pelan, "kamu adalah Nona Muda Maldev sudah jelas berada di posisi yang setara dengan mereka."
Carrina mengangguk, "itu sebabnya Ina berusaha untuk mencari muka padamu An." jawab Carrina dengan nada serius.
"sebenarnya itu bukan pertemuan pertama kami." ujar An membuat Carrina melebarkan matanya tidak percaya.
"ha?" tanya Carrina mendekati An dengan mata mengerjab seolah minta penjelasan yang lebih detail.
An memegang kedua tangan Carrina yang masih terlihat serius ingin An menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tutupi.
"waktu itu aku menghadiri acara Perusahaan kalangan artis besar jadi dia dan Lidya sama-sama mengejarku, aku pikir dia sudah tidak berani lagi karna penolakanku saat itu tapi masih punya muka mendekatiku." ujar An.
Carrina mengangguk-ngangguk mendengarnya, "sekarang dia semakin berani karna aku pacarmu An..! dia begitu iri dengan apa yang aku miliki An? aku yakin dia pasti ingin merebutmu dariku, sejak dulu dia selalu seperti itu."
An mengerutkan keningnya, "apa dia yang berusaha merebut boneka pemberian Papamu dulu?"
"iya An..! kami selalu bertengkar, sejak dia masuk ke Rumahku dia merebut kamarku, bonekaku, tunangan masa kecilku, semua orang membenciku entah apa yang dia katakan pada mereka semua sampai begitu membenciku." jawab Carrina.
__ADS_1
An tersenyum lalu memeluk Carrina dengan erat, "mereka itu hanya Orang bodoh yang terperdaya dengan Ular kepala 2 itu tidak berbahaya, aku tau mana wanita tidak benar dan wanita jal*ng berkedok lugu serta sok polos."
Carrina melingkarkan kedua tangannya di pinggang An, "aku tidak mau dia sok berkuasa lagi An, karna kamu mau menerima perempuan sepertiku berarti dia akan merasa percaya diri kamu akan menjadi miliknya."
"kita lihat saja nanti." kata An dengan senyuman karna Ia yakin akan hatinya sendiri tidak akan tertarik dengan perempuan manapun termasuk pada Ina.
.
di acara Pesta Pernikahan, Regi dan Choi.
An dan Carrina jalan berpegangan tangan sementara tangan Carrina yang lain mengangkat gaunnya yang cukup dalam, An dengan santainya memegang tas mungil Carrina yang terbuat dari emas berlian khusus An belikan untuk Carrina.
"permisi Tuan? bisa perlihatkan Undangannya?" tanya penjaga acara Pesta dalam bahasa English.
An mengeluarkan Undangan yang Ayahnya Regi berikan untuk An membawa seorang pasangannya, Carrina diam saja dan begitu betah melingkarkan kedua tangannya di lengan An.
"silahkan Tuan!!?"
An dan Carrina pun diizinkan masuk sesekali An melirik tajam para bodyguard lainnya yang berani menatap Carrina begitu cantik, Carrina tidak melihat Pria manapun malah asik melihat desain acara Pernikahan Regi dan Choi yang sangat megah menurut Carrina.
"lebih dekat lagi..!?" pinta An.
"I--Iya." jawab Carrina semakin merapat ke An.
"Herdian??" gumam Carrina tersenyum manis melihat buku tamu ketika An menulis nama panjang An sendiri.
An mencium kening Carrina yang tertawa lebar memandang An lalu meletakkan buku tamu yang ia pegang.
"ayo kita datangi mereka..!" ajak An dibalas anggukan oleh Carrina.
An dan Carrina menjadi pusat perhatian, kecantikan Carrina serta ketampanan An jelas menjadi pemandangan segar yang patut untuk dilihat.
"An?" bisik Carrina.
"gugup?" tanya An.
"sedikit." jawab Carrina.
"tidak apa, nanti akan terbiasa." ujar An.
An membawa Carrina menuju altar pernikahan lalu mereka semua berbicara dalam bahasa Inggris kecuali Carrina dan Regi, Regi tampak mengagumi kecantikan Kekasihnya An (Carrina).
__ADS_1
"cantik sekali." puji Regi yang seorang perempuan saja suka dengan kecantikan Carrina bagaimana dengan laki-laki pantaslah An bisa suka pada Carrina padahal sebenarnya An tidak pernah melihat paras Carrina.
"terimakasih..! kamu juga cantik." jawab Carrina.
Regi kaget melihat tangan Carrina mengenakan cincin berlian juga cincin Couple dengan An seperti pasangan suami-istri.
"ka--kalian sudah menikah?" tanya Regi.
Carrina tersenyum malu-malu, "ii--iya."
Regi berdecak kagum ternyata An bergerak cepat langsung mengikat permanen wanita cantik seperti Carrina.
"selamat juga untuk kalian, kenapa tidak mengadakan pesta besar?" tanya Regi tersenyum lebar.
"Mommy dan Papa sedang ke Dubai ada urusan bisnis." jawab Carrina.
"dan Tuan Muda langsung menikahi Nona?" sambung Regi.
Regi memuji An yang main cepat menikahi Carrina tanpa memberi celah pada Pria lain untuk mendekati Carrina dengan santainya An bilang Carrina terlalu berharga jika tidak diikat dengan cepat, Regi semakin kagum dengan perasaan Cinta An yang begitu besar pada Carrina.
.
"An? kenapa kamu bilang kalau kita akan Pesta Besar? terus kenapa kamu yang tidak membantah perkataan mereka yang bilang kamu duluan mencintaiku?" tanya Carrina.
An mengulum senyum, "tidak apa."
"kamu menjaga harga diriku An? apa itu penting?" tanya Carrina dengan manja.
"tentu saja penting." jawab An.
Carrina tersenyum manis lalu memeluk An dengan manja mendongakkan wajahnya ke An yang mengecup kening Carrina.
kemesraan mereka terlihat sangat natural tanpa embel-embel settingan belaka dan diantara mereka semua ada yang iri juga tidak senang, tak jauh dari Carrina ada Ina yang melihat kemesraan An bersama Carrina.
"ckk...! aku biarkan kau bersenang-senang terlebih dahulu Carrina, kita lihat apa yang akan aku lakukan nanti untukmu." seringai Ina.
Ina sangat iri dengan apa yang An lakukan pada Carrina seolah tidak dimiliki oleh perempuan lain, Ina bertekat akan membuat An membenci Carrina sama seperti Ia lakukan dulu.
.
.
__ADS_1
.