
.
.
.
An dan Carrina masih asik dengan dunia mereka berdua sambil melangkah ke meja makan, sesekali Carrina tertawa memukul lengan An yang ikut tertawa mengelus kepala Carrina.
An tidak pernah tertawa di depan keramaian bahkan pada Keluarganya pun jarang tapi bersama Carrina bisa-bisanya An tidak sadar dilihat banyak Orang, benar kata pasangan yang dimabuk Cinta bahwa dunia milik mereka saja.
"Tuan Muda?" panggil seseorang ke An.
An menoleh begitu juga Carrina dan Carrina tentu terkejut ada Verdy Nase di tempat ini, Ia lupa kalau Pria itu juga seorang Pengusaha terkenal.
"ini pacarmu kan?" tanya Verdy Nase ke An.
"hmm..?" jawab An menggenggam tangan Carrina dan diletakkan di paha nya.
"jadi aku bisa melihat Carrina kan?" tanya Verdy memang akui sosok kekasih An sangat cantik tapi Verdy masih tertarik dengan si bar-bar yang berani menendang intinya.
"apa maksudmu..?" tanya An heran begitu juga Carrina.
"anda sudah punya pacar jadi biarkan aku memacari Asistenmu ya? lagian kekasih anda ini sangat cantik, aku yakin anda tidak akan main 2 kan?" Verdy nase.
An menatap datar Verdy, "kau fikir aku akan mengizinkanmu pacaran dengan pacarku?"
Verdy Nase terkekeh, "aku bukan pacaran dengan pacarmu tapi dengan Asistenmu."
"dia belum melihat wajahku An.!" kata Carrina memegang lengan An.
An akhirnya paham dan baru ingat kalau Verdy memang belum pernah melihat wajah asli Carrina, Verdy terpaku mendengar perkataan Carrina.
"belum melihat wajahku?" beo Verdy melihat Carrina dengan seksama lalu An menutupi Carrina dengan tubuhnya.
"Tuan apa maksud kata-katanya? tidak mungkin dia Asistenmu kan? bukankah dia tidak bisa di keramaian? dia punya gangguan kecemasan kan?" cecar Verdy.
"aku sudah sembuh..!" kata Carrina menyembulkan kepalanya di lengan An sambil memegang lengan An yang menutupi dirinya dari Verdy.
Verdy seketika merasa pusing mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
An tersenyum tipis, "kau sudah tau kan? kalau kau mau hancur silahkan lawan aku tapi jika kau masih cerdas mencari perempuan lain akan aku biarkan."
"ba-bagaimana bisa Tuan? anda bukan tipe Pria yang mudah jatuh Cinta kan? kenapa aku baru pertama kali jatuh Cinta harus punya saingan sepertimu?" Verdy malah mengomeli An dengan nada tak terima kalau Rivalnya adalah Orang yang tidak mungkin bisa Verdy lawan.
An mengangkat bahunya tidak peduli rengekan An lalu Verdy mendengus.
"aku tidak akan mengucapkan selamat.!" ketus Verdy seperti begitu kekanakan.
"siapa juga yang butuh ucapan selamat darimu." sarkas An memang bermulut pedas tanpa embel-embel disaring sama sekali.
Verdy pun pergi dengan raut wajah kesal, Ia cemburu tapi otak cerdasnya masih bisa dikendalikan sebab Ia tidak mau bersaingan dengan An dan yang pasti Verdy tidak akan bisa melawan seorang Penguasa seperti An.
An menoleh ke Carrina yang tersenyum cerah padanya, An hendak mencium bibir Carrina tapi bukannya mengizinkan An mencium Carrina yang malah membuang muka dengan wajah merona.
"An banyak Orang." bisik Carrina.
An tersenyum menempelkan keningnya di bahu Carrina sebab Ia juga tidak bisa menahan diri melihat senyum Carrina yang secerah itu.
tingkah mereka yang seperti itu membuat banyak Orang iri, beberapa pasang mata yang berasal dari Indonesia berani memotret Carrina dan An lalu mempostingnya ke sosmed.
berita panas tentang An dan Carrina pun mulai menguasai jagat maya, betapa banyaknya Orang memuji kecantikan Carrina pantas saja An bisa tidak tertarik pada Flo dan Lidya ternyata kecantikan kedua Model itu hanya seujung kuku dibanding dengan paras Carrina ketika berdandan.
.
Carrina memperlihatkan layar ponselnya ke An menunjukkan betapa trendingnya dunia maya di Indonesia membahas tentangnya bersama An.
An melihat itu lalu tersenyum tipis, "apa kamu tidak mau hubungan kita terungkap?"
Carrina terdiam, "bukan tidak ingin." cicit Carrina.
An menaikkan sebelah alisnya, "lalu?" tanya An.
"aku takut mereka akan berbicara buruk tentangmu kalau mereka semua tau aku ini hanya anak terlantar yang tidak punya keluarga." gumam-gumam Carrina sungguh pelan.
An mengerutkan keningnya tidak suka, "tidak akan ada Orang yang berani mencelamu..! jadi ini alasan mu tidak mau Orang tau hubungan kita? semua itu karna ku?"
Carrina mengangguk pelan, "aku memang tidak tau diri tapi aku tidak akan sedih disembunyikan olehmu, jika demi kebaikanmu aku rela dikurung An asalkan berada didekatmu."
An menghela nafas lalu meletakkan piring yang ia pegang untuk mengambil makanan penutup nya.
__ADS_1
"aku tidak suka mengurungmu..!" ucap An tiba-tiba dengan nada sangat serius.
"aku juga ingin memberitau semua Orang kalau Carrina Carol adalah calon Nyonya Maldev berikutnya, aku tidak ingin menyembunyikanmu..? jangan samakan aku dengan Pria yang mengurungmu Carrina." sambung An lagi.
Carrina menggeleng kepalanya lalu menjelaskan kalau Ia tidak pernah melihat ada kesamaan antara An dengan Lancord tapi Ia mau disembunyikan demi kebaikan An.
An yang melihat mata Carrina berkaca-kaca pun memeluk Carrina serta membujuknya semua akan baik-baik saja walau dunia tau mereka menjalin hubungan, An tidak pernah berniat ingin menyembunyikan Carrina tapi Carrina malah ingin disembunyikan.
"mungkin Carrina masih trauma dengan ulah Lancord yang selalu mengurungnya, aku tidak boleh memaksa terlalu berlebihan, aku harus mengajarinya dengan cara lembut tapi bagaimana??" batin An dengan pasrah tapi juga sedang berpikir ide untuk membuat Carrina mau menerima semua itu tanpa paksaan An.
"jadi kamu tidak mau hubungan kita terungkap? kalau aku tau aku tidak akan membawamu kesini, apa kamu tidak berpikir disini banyak mata yang melihat kita? aku pikir kamu mau ikut karna sudah siap akan hal ini." tanya An memegang kedua bahu Carrina dan menatapnya serius.
Carrina terdiam.
"apa kamu tidak malu mengenalkanku ke publik An?" tanya Carrina tiba-tiba.
"tidak..! sekalipun 1 dunia tidak merestui kita aku tidak akan mundur, bukankah kamu sudah melihat bagaimana sikap keluargaku padamu? apa mereka melihat latar belakang keluargamu?" An.
"iya..! kamu benar An..! aku lebih takut tidak direstui keluargamu daripada Orang lain." kata Carrina akhirnya bisa tersenyum lebar.
An juga ikut mengulum senyum lalu menanyakan kondisi Carrina yang katanya sudah jauh lebih baik, An tau Carrina adalah gadis yang pantang menyerah dan masalah ini bukanlah masalah besar bagi An jika Carrina berani menghadapi masalah itu sedangkan sisanya adalah urusan An.
Carrina pun tidak memikirkan masalah itu lagi dan kembali melanjutkan aktifitas mereka berdua di tengah acara itu.
Acara semakin meriah walau sudah begitu larut malam sampai-sampai Carrina terpana dengan gaya pesta Orang Luar Negeri yang benar sampai pagi.
"apa An?" tanya Carrina bingung melihat tangan An terulur ke arahnya tapi tangan Carrina juga menyambut tangan An.
An menarik Carrina ke tengah lantai kosong lalu berdansa sehingga banyak tepuk tangan meriah para tamu undangan tertuju pada mereka, melihat An berdansa membuat yang lainnya juga mulai mengikuti An berdansa dengan pasangan masing-masing.
"An aku tidak bisa berdansa." bisik Carrina sedangkan An mengulum senyum.
"kalau tau akan berdansa aku akan belajar sebelumnya." dumel Carrina dengan wajah kesal seperti anak kecil yang tidak bisa menjawab soal ujian.
An terkekeh gemas dengan dumelan Carrina itu yang sangat lucu.
.
.
__ADS_1
.