
.
.
.
setelah makan pun An membawa Carrina ke Sirkus Binatang laut, Carrina yang awalnya tegang menjadi pusat perhatian kini paling senang melihat anjing laut yang sedang beraksi dengan Tuannya.
Carrina melompat-lompat kegirangan melihat Lumba-lumba juga Ikan paus melompat dan jatuh ke dalam kolam sehingga membuat nya basah terciprat air, An melirik Carrina yang tertawa tanpa beban pun mengulum senyumnya.
"ingin memberi hewan itu makan?" tanya An.
"apa bisa Tuan?" tanya Carrina.
"tentu saja." An menarik lengan Carrina dan berjalan ke arah pelatihnya Anjing laut serta berbisik ke Pelatih itu yang tersenyum lebar.
Carrina menerima makanan yang diberikan pelatih hewan itu lalu diajari cara memberi makan ke hewan ketika mulut hewan itu mengambil dari tangannya Carrina kegirangan sendiri benar-benar seperti bocah, An tau Carrina tidak pernah diajak keluar oleh Lancord pasti dikurung saja di dalam sangkar jadi ketika Carrina dibawa keluar pasti bertingkah seperti anak-anak karna memang belum pernah melihat hal menyenangkan itu.
An melihat ke Pelatih itu yang sepertinya ingin berbisik ke An lalu Ia malah tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"apa dia gadis yang anda sukai Tuan?" begitulah pertanyaan pelatih Pria itu.
"sangat cantik." bisik pelatih itu lagi dan An tersenyum saja padahal Ia jatuh cinta pada Carrina bukan karna kecantikan Carrina tapi ketulusan Carrina saat merawatnya.
Carrina berputar-putar mengelilingi hewan itu yang ajaibnya juga mengikuti Carrina padahal Carrina tidak punya bakat melatih hewan, Carrina tertawa keras sungguh paras Carrina begitu menawan lalu Carrina berputar sendiri ternyata memang di tiru juga oleh hewan sirkus itu.
"ahahaha!!" Carrina memberi makan hewan sirkus itu lebih banyak lagi.
Carrina bahkan tidak sadar dirinya telah menjadi pusat perhatian karna kecantikannya itu terlebih lagi saat tertawa, sepertinya Carrina tidak lagi mengalami kecemasan benar-benar sudah sembuh.
Carrina begitu senang sampai lupa waktu telah menunjukkan pukul 11 malam dan Carrina kembali ke An.
"maaf Tuan, saya lupa waktu." ucap Carrina merasa bersalah.
"tidak apa...!" jawab An tersenyum tipis sambil menyimpan ponselnya.
"kita menginap." kata An membuat mata Carrina melebar kaget.
"me-menginap?" beo Carrina.
"aku sangat mengantuk." jawab An sambil berbalik pergi dan Carrina juga berlari mengikuti An lalu tangannya memegang ujung baju An.
ketika di Hotel,
An tidak bisa memesan 2 kamar sebab penghuni Kamar Hotel sangat penuh dan yang tersisa hanya 1 itupun kamar fasilitas menengah, terpaksa An memesan itu karna Ia memang sudah mengantuk tentu bahaya baginya berkendara.
sebelum menginap An sudah membeli pakaian ganti untuknya juga untuk Carrina, Carrina begitu malu berada dalam 1 kamar dengan An.
"aku mandi duluan ya?" tanya An dan Carrina manggut-manggut dengan kikuk.
__ADS_1
An membersihkan dirinya terlebih dahulu lalu keluar dari Kamar Mandi dan Ia tidak melihat Carrina.
"Carrina?" panggil An.
Carrina malah tidur di luar kamar yaitu di Sofa.
"Carrina?" panggil An keluar dari kamar.
"Iya Tuan?" sahut Carrina berdiri dari sofanya.
"kenapa disana?" tanya An sambil melangkah ke arah Carrina.
"sa-saya akan tidur di sofa, Tuan tidur di Ranjang saja." jawab Carrina.
"tidur sana dikamar, aku yang tidur disofa." bantah An.
"ta-tapi kaki saya jauh lebih pendek dari Tuan, saya bisa tidur disofa sedangkan Tuan memiliki Kaki yang panjang tidak akan nyaman di sofa." bela Carrina.
"jadi kau mau tidur denganku di sofa? aku pikir sofa ini tidak akan cukup menampung 2 orang." senyum miring An.
Carrina melebarkan matanya.
"haha..! saya tidur di kamar saja." kata Carrina dengan canggung lalu berlari mengitari An menuju Kamar yang dimaksud An.
An terkekeh pelan lalu berbaring di Sofanya dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang Carrina pegang tadi dan memejamkan matanya, sejak jam tidur An diatur oleh Carrina membuat An jadi terbiasa tidur di waktu tertentu entah mengapa An tidak sanggup lagi tidak tidur di malam hari.
Carrina benar-benar menjaga An dengan baik, Ia menyelimuti An lalu mengatur suhu AC supaya tidak terlalu dingin dan kembali ke Kamarnya.
.
.
pagi-pagi,
An membuka matanya tapi Ia heran mengapa tidak kedinginan padahal tadi malam An tidak sempat mengecilkan AC dan selimutnya juga tipis karna saking mengantuknya, An duduk dan melihat seprei dan selimut hotel yang tebal menyelimutinya lalu melihat Remot AC yang ada dimeja padahal tadi malam An tidak menemukan remot itu.
"dia yang melakukannya?" batin An mengulum senyum.
.
.
"Tuan?" Carrina masuk ke Hotel sambil tersenyum lebar.
An melihat pakaian yang Ia beli tadi malam dikenakan oleh Carrina, mata An memang tidak salah mencari pakaian serta warna yang cocok untuk Carrina.
"dari mana?" tanya An.
"tadi saya keluar hotel mencari sarapan yang enak." jawab Carrina.
__ADS_1
An melihat Carrina tanpa mengenakan masker, "bisa?"
Carrina tersenyum lebar dan duduk di sofa depan An, "semua baik-baik saja Tuan..! terimakasih Tuan sudah membuat saya lebih berani."
An mengangguk lalu bertanya sarapan yang Carrina beli.
"bagaimana tuan?" tanya Carrina penasaran dengan rasanya ketika An mencicipi sarapan yang Ia beli.
"lumayan." jawab An mengangguk.
Carrina mencoba sarapannya ternyata memang enak, Ia bertanya pada Orang yang lewat tentang sarapannya.
"Tuan? bisa beritau dimana sarapan yang enak? suami saya sedang kelaparan tapi saya tidak bisa memasak karna tidak ada perlengkapan." begitulah alasan Carrina bertanya pada Orang-orang yang menatap kagum dirinya.
jika Carrina bilang sudah menikah maka mereka tidak ada yang berani meminta nomor Ponsel Carrina jadi Ia sengaja sedikit berbohong.
setelah sarapan mereka pun bisa kembali ke Kota tanpa halangan apapun.
"Terimakasih Tuan..!" ucap Carrina tersenyum lebar.
An mengusap kepala Carrina yang semakin tidak takut menunjukkan reaksi Ia senang kepalanya di elus oleh An dan hal itu membuat An gemas dalam semalam Carrina bisa berubah.
memasuki Gedung BlackMalv.
Orang-orang BlackMalv terpana melihat Carrina yang tidak mengenakan masker, Rop dan Egy serta Wel yang kebetulan berkumpul menanyakan siapa gadis boneka barbie hidup yang An bawa.
"Tuan?" sapa Rop, Egy dan Wel.
"hm?" sahut An.
"siapa Nona cantik ini Tuan?" tanya Wel.
"kalian mau aku pukul ya?" kesal Carrina.
Rop, Egy dan Wel seketika memekik kaget mendengar suara carrina tentu saja mereka tau.
"Carrina? kamu Carrina?" tanya Wel memastikan.
"iya..! aku Carrina di bungsu kesayangan BlackMalv." kata Carrina dengan riang lalu berlari menerobos 3 sekawan itu memasuki Lift.
Wel, Egy dan Rop seperti orang bodoh setelah melihat paras Carrina yang sangat cantik, kecantikan Carrina dibalik masker itu diluar ekspetasi semua Orang.
An mengulum senyum saja melangkah pergi dari bawahannya itu menyusul Carrina yang sudah berubah ceria dan berani.
.
.
.
__ADS_1