
.
.
.
dalam Mobil,
An melirik Carrina yang diam saja, "mau makan apa?" tanya An.
Carrina menoleh ke An, "sa-saya makan bubur saja Tuan, biar bisa minum obat."
"bubur?" tanya An.
Carrina mengangguk pelan, "tiba-tiba saja pengen makan bubur." gumam-gumam Carrina sambil kembali melihat jalanan.
An kembali melirik Carrina, "apa dia marah? kenapa tidak banyak bicara?" batin An merasa heran.
An berpikir Carrina marah padanya tapi sebenarnya Carrina marah pada dirinya sendiri yang selalu merepotkan An padahal Ia ingin An mencintainya, menyukainya, mana ada Pria yang mau jatuh Cinta pada seorang Gadis ceroboh yang hanya menyusahkan Pria itu saja.
An membelikan Carrina bubur di jalanan lalu Carrina meletakkan bungkus bubur hangat itu di pangkuannya sehingga perutnya terasa hangat.
di Parkiran Perusahaan BlackMalv,
An menahan lengan Carrina yang hendak keluar dari Mobilnya, Carrina memutar kepalanya ke arah An.
"apa kau marah?" tanya An serius.
Carrina tersentak, "saya marah pada diri saya sendiri Tuan..! hari ini sial sekali bagi saya, sudah bertemu dengan Lidya pasti dia benci sekali pada saya dan juga tamu bulanan saya hari ini sakit sekali, kenapa saya bisa alergi makan ikan enak? saya kesal Tuan, belum lagi tadi bertemu Tuan Verdy dan Tuan Zheyan."
"saya juga selalu merepotkan Tuan." cicit Carrina.
An tersenyum tipis, "tidak apa..! masalah 2 tikus kecil itu jangan terlalu difikirkan, selama kau ada dalam lindunganku tidak akan ada Pria yang berani mendekatimu."
Carrina terhenyak mendengarnya, "lalu bagaimana jika saya mencintai seseorang nanti?"
"kau mencintai siapa?" tanya An dengan datar.
"bu-bukan..! heheh tidak ada, aakhh!" Carrina nyengir tiba-tiba perutnya nyeri lagi.
"kenapa? apa sakit lagi?" tanya An serius.
Carrina mengangguk pelan lalu An memaksa Carrina untuk makan buburnya di dalam Mobil sehingga bisa minum obat dan Carrina bisa cepat sembuh.
"ti-tidak bisa Tuan...! anda tidak mengerti..!" kata Carrina segera meminta An berpaling.
__ADS_1
An pun terpaksa berpaling dan melihat Carrina dari pantulan cermin, Carrina melihat tempat yang Ia duduki sepertinya terkena dar*h bulanannya, Carrina lagi-lagi mengumpat dalam hati dengan kesialannya ini lagi.
Carrina mengambil tisu dan mengelap kuat tempat yang Ia duduki sampai bersih lalu membuka jaket An ternyata juga terkena dar*h menstruasinya, bibir Carrina mengerucut dan alisnya di tekuk masam sungguh menggemaskan sekali Carrina jika sedang sial itu.
"Tuan jangan berbalik..! saya akan bawa Jaket Tuan untuk di bersihkan." kata Carrina begitu malu keluar dari Mobil An.
Carrina berlari dengan segala kemampuannya sementara An melihat ke arah punggung Carrina yang tampak lucu berlari memegang perutnya sendiri sampai Carrina menghilang dari pandangannya An, bibir An melengkung sempurna.
An memiliki 2 saudara perempuan tentu saja perihal datang bulan sudah biasa bagi An, Alena dan Ana juga sering mengoceh sebal jika tamu bulanannya tidak datang diwaktu yang tepat.
.
tengah malam,
Carrina masih berada di Kamar Mandi mencuci jaket An sampai benar-benar bersih sesekali hidungnya mencium jaket An jika masih ada bau amis maka Ia akan mencucinya lagi, perut Carrina juga sudah baikan tapi Ia malah memikirkan Jaket Mahal An yang katanya limited itu.
"hiks.. hiks..! kenapa aku sial sekali?" Carrina menekuk wajahnya sungguh masam malah kelihatan imut.
"bagaimana cara menghilangkannya? kalau di sikat takutnya kainnya rusak, kalau di kucek-kucek tidak akan bersih..!"
alhasil Carrina mencucinya dengan cara di sikat ternyata bahan nya memang tebal serta tidak berbulu ketika disikat, Carrina baru bisa bernafas lega setelah semuanya bersih dan tidak lagi bau.
Carrina mengeringkannya di mesin cuci lalu menggantungnya di kamar, sesekali Carrina memeluk gemas jaket An seolah berasa memeluk An saja saat ini.
"Tuan Aku mencintaimu..? tapi kenapa aku hanya memperlihatkan sisi jelekku saja padamu ha?? disaat semua Pria langsung tertarik dengan wajahku lalu bagaimana caraku membuatmu tertarik padaku?" tanya Carrina ke sebuah Jaket An.
ke esokan harinya,
"dimana Tuan An?" tanya Carrina ke Ayunda.
Ayunda dan Egy saling melirik satu sama lain.
"kenapa?" tanya Carrina heran.
Egy menjelaskan bahwa Orang-orang BlackMaster dan An menyerang balik musuh yang mengepung An bersama Egy di Bandara, Carrina melebarkan matanya.
"menyerang dimana?" tanya Carrina.
"Tuan Muda ke Luar Negeri, ternyata dalangnya lari ke Singapura." jawab Egy.
sebenarnya Egy ingin sekali ikut tapi An dan yang lainnya tidak mau Egy ikut sebab lawannya banyak wanita sementara Egy lemah dengan wanita, nanti Egy bukannya membantu tim malah membuat tim kehilangan fokus takut Egy terluka sebab mereka seperti sudah 1 tubuh jika ada anggota tubuh yang terluka maka yang lainnya juga merasakan sakitnya.
Carrina terdiam sendiri lalu Ayunda meminta Carrina untuk tenang sebab An pasti akan menang seperti biasa.
"kapan Tuan akan kembali?" tanya Carrina.
__ADS_1
"mungkin nanti malam." jawab Ayunda.
Carrina pun menganggukkan kepalanya lalu kembali memasuki Ruangannya dengan lesu.
"ada apa Egy?" tanya Ayunda berbisik ke Egy sembari melangkah menuju Lift dengan Egy juga.
"seperti yang aku duga, Carrina menyukai Tuan Muda." jawab Egy.
Ayunda terkejut mendengarnya, "benarkah? apa Carrina menyukai Tuan Muda?" tanya Ayunda memastikan.
"aku sangat mengenal wanita walau tidak sempurna tapi aku lebih peka dibanding semua rekan-rekanku." jawab Egy yakin.
Ayunda mematung mendengarnya, "aku tidak tau."
"tetaplah berpura-pura tidak tau..! dia diam-diam menyembunyikan perasaannya." pinta Egy.
"apa Tuan An juga menyukai Carrina?" tanya Ayunda penasaran.
"siapa yang bisa membaca pemikiran Tuan An hmm?" tanya Egy balik membuat Ayunda mengangguk-ngangguk.
"aku rasa Cinta Carrina tulus, Tuan Muda adalah Pria yang jenius dia pasti tau Perasaan tulus Carrina tanpa harus dikatakan." Egy.
"kalau Tuan tidak tau bagaimana?" tanya Ayunda.
"setidaknya Tuan akan tersentuh dengan ketulusannya." jawab Egy.
Ayunda dan Egy pun kembali beraktifitas seperti biasa dengan menjaga rahasia Carrina baik-baik jangan sampai ada yang tau. Carrina sangat ahli menutupi perasaannya tapi Egy tau itu demi menjaga harga diri Carrina tentu Ia harus merahasiakan semua itu.
Carrina bekerja dengan baik disaat jam istirahat Carrina melihat-lihat Potret An yang banyak Ia simpan di galeri, kebanyakan diambil dari Sosmed bukan di foto lewat kamera ponselnya itu.
"huh...! kendalikan hatimu Carrina." gumam Carrina tersenyum lebar melihat potret An.
Carrina tidak bisa lagi menekan perasaannya itu walau Ia selalu bertindak memalukan pada An tapi hatinya tidak bisa berbohong.
"tapi apa maksud Tuan tidak masalah direpotkan olehku? apa Tuan mencintaiku? apa mungkin suka? aku tidak mengerti apa maksud kata-katanya."
Carrina menanyakan hal itu ke Aplikasi (Google) tapi jawaban dari aplikasi itu malah membuat Carrina tersenyum masam.
"Pria itu adalah Pria yang baik." itulah jawaban dari Aplikasi itu.
"bukan cinta tapi baik? haha..! iya dia memang baik pada siapapun." senyum masam Carrina malah mendapatkan jawaban yang tidak menyenangkan hatinya.
.
.
__ADS_1
.