Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak berubah


__ADS_3

.


.


.


"biarkan waktu yang menjawabnya sayang." kata Ratu dengan senyuman lembut mengelus pipi Alena.


Alena mengangguk dipelukan Xabara lalu melihat Rovert tengah sibuk dengan tamunya itu.


"sini sama Nenek Alena..! kasihan Papamu sendiri menerima tamu, biarkan Mommymu kesana." Ratu mengambil alih Alena dari Xabara yang terkekeh mengusap kepala Alena lalu melangkah pergi membantu Suaminya.


Acara sudah hampir berakhir tapi tamu undangan semakin banyak saja dari berbagai tempat yang jauh, koneksi An dan Rovert sangat berpengaruh di berbagai pengusaha di Luar Negeri.


"Nenek..? cepat atau lambat Kak Ana akan menikah sama Abang Sean, teman Alena siapa?" tanya Alena merengek manja ke Ratu.


Ratu tertawa lebar, "kalau begitu teman Alena, nenek saja bagaimana?"


Alena mengerucutkan bibirnya, "Nenekk..?"


Ratu semakin tertawa lepas, "iya sayang..! tunggu sampai Kakak Iparmu melahirkan bayi mungilnya ya? terkadang bermain dengan bayi lebih menyenangkan dibanding bermain dengan Orang dewasa."


"benarkah Nenek?" tanya Alena berbinar.


Ratu mengangguk lalu mengelus-ngelus gemas hidung Alena dengan senangnya Alena memeluk Ratu lagi.


Acara terus berlanjut sampai benar-benar berakhir Keluarga Maldev tidur di Kamar Hotel saja karna sudah terlalu lelah dan tidak sanggup kembali ke Mansion.


.


pagi-pagi,


Carrina terbangun terlebih dahulu lalu matanya melihat wajah tampan An sedang terlelap, Carrina dengan hati-hati melihat tangan An yang melingkar di pinggangnya lalu tangan lain An menjadi bantal kepala Carrina.


Carrina tersenyum manis memandang wajah An, "suamiku adalah An?? aku tidak sabar melahirkan anakmu An..! impianku memiliki Keluarga kecil denganmu benar-benar terwujud, terimakasih telah melindungiku selama ini." batin Carrina yang tau apa saja An lakukan untuknya.


Carrina mengelus perutnya yang menurut Carrina lama sekali membuncitnya padahal Carrina ingin sekali cepat melahirkan bayinya yang pasti mirip dengan An saking tidak sabarnya menanti calon bayinya.


tangan Carrina mengelus rahang An yang menarik nafas lalu perlahan membuka matanya dan bersitatap dengan binar mata cerah Carrina yang tengah tersenyum begitu ceria ke arahnya mungkin saja akan mengalahkan mentari pagi saat ini jika An membuka tirai Kamar Hotelnya kini.

__ADS_1


"sejak kapan bangunnya?" tanya An mengecup sayang kening Carrina.


Carrina juga ikut-ikutan mencium kening An.


"kenapa kening? kenapa tidak ini?" tanya An menunjuk bibirnya.


Carrina tersenyum malu-malu berkata, "itu stempel kepemilikanku An..! dengan begitu kamu akan selalu memikirkanku."


An tergelak seketika padahal masih pagi lalu Ia menduselkan hidungnya dengan hidung Carrina.


"kenapa kamu semakin menggemaskan sayang?" tanya An dengan lembut.


Carrina tertawa lebar, "aku ingin kamu bahagia An."


"iya..? kamu memang kebahagiaanku dan juga ini." jawab An sambil memegang perut Carrina yang tersenyum bahagia dengan pipi meronanya.


"aku jadi ingin melihatnya." kata An membuat wajah Carrina semakin memerah jika An sudah berkata seperti itu.


"mau?" tanya An.


Carrina mengangguk-ngangguk lalu An dengan senang hati melihat calon bayinya itu dengan cara An saja, pagi-pagi disaat semua Orang meringkuk menarik selimut karna kedinginan Carrina dan An malah mandi berkeringat sehabis bercint* dengan penuh hasrat.


.


Carrina sedang mencoba Mobil baru yang diberikan suaminya menuju Supermarket terdekat.


"An benar-benar membuatku gigit jari..! kenapa dia membuang uang membelikanku Mobil sebagus ini?" gerutu Carrina yang selalu dimanjakan An dengan kemewahan tapi Carrina tidak dikekang oleh An malah bebas kemana saja karna An sudah memastikan Carrina aman dari musuh yang sudah dibasmi oleh An.


dulu Carrina dimanja dengan kemewahan tapi dikekang dan hatinya tidak bahagia namun sekarang dimanja dengan Cinta An, Kemewahan dari An juga kaki Carrina tidak dirantai oleh An serta membebaskan Carrina kemana saja asalkan tidak Keluar Kota saja.


kalau keluar kota harus bersama An, sampai detik ini An belum menemukan Bodyguard yang pantas untuk Carrina.


Carrina belanja di Supermarket membawa Troly terbesar untuk membeli semua yang Ia inginkan, saat ini Carrina suka berbelanja mungkin sejak dulu Carrina selalu terbiasa menahan diri jika ingin membeli sesuatu hingga kini waktunya Carrina bisa mendapatkan apa saja yang Ia mau.


"Carrina?" panggil seseorang yang suaranya Carrina kenal pun berbalik.


Carrina menautkan kedua alisnya, "dia? sedang apa dia disini?" gumam Carrina celingukan.


Libra memegang tangan Carrina yang ditepis oleh Carrina kembali memegang Trolynya.

__ADS_1


"jangan pegang-pegang..!" titah Carrina dengan datar.


Libra mengangguk mengerti, "akhirnya setelah sekian lama kamu bisa keluar sendiri Carrina..! apa kalian bertengkar? kenapa Tuan Muda tidak menemanimu?" tanya Libra.


Carrina berdecak, "kenapa kami bertengkar? suamiku tidak pernah membentakku bahkan saat aku diam saja dia meminta maaf padaku padahal aku tidak marah padanya, bagaimana kami mau bertengkar kalau Pria yang aku nikahi adalah Pria yang sangat baik."


Libra tersenyum kecut, "kamu jangan termakan dengan wajah tampannya nak..? dia membuat Kedua Saudaramu dikurung oleh Mafia, Bibi sudah mencari keberadaan Saudaramu tapi tidak bisa ditemukan. apa kamu mau membantu Bibi nak?" tanya Libra.


Carrina tersenyum merendahkan, "masih punya muka minta bantuanku?"


"apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Libra dengan ekspresi sedih.


"tidak usah bermuka dua didepanku..! aku sudah tau kalau Bibi pembunuh kedua Orangtuaku." kata Carrina dengan nada sinis lalu berbalik pergi meninggalkan Libra.


Libra berlari mengejar Carrina lalu kembali memegang tangan Carrina, "siapa yang bicara seperti itu ha? mana mungkin Bibi tega melakukan itu nak..? sudah Bibi bilang kalau itu hanya kebohongan saja, masalah Vidio itu sudah jelas itu di manipulasi, kamu harus percaya sama Bibi ya Nak? jangan percaya pada Orang asing."


"siapa Orang asing?" Carrina menepis tangan Libra.


"jangan buat aku muntah disini BIBI..! aku tidak tau apa yang akan diperbuat suamiku jika aku mengatakan apa yang baru saja Bibi katakan tadi, apa Bibi mau di lempar ke samudera olehnya?" ancaman kejam Carrina.


Libra terpaku, "apa kamu mempercayai Orang asing dari pada Bibimu sendiri?"


"aku lebih percaya An yang menyelamatkan hidupku serta memungutku saat BIBI membuangku ke jalanan." kata Carrina dengan nada tajam sangat menusuk hati Libra.


Libra tidak menyerah terus membujuk Carrina serta berjanji tidak akan mengganggu hidup Carrina lagi kedepannya.


"tidak perlu menuruti permintaanmu juga untuk membuatmu supaya berhenti menggangguku..! ganggu saja aku, aku tidak akan berubah pikiran dengan membantu pembunuh Kedua Orangtuaku." kata Carrina.


"bersyukurlah aku tidak menjebloskanmu ke Penjara." sambung Carrina lagi lalu pergi dari Libra.


Libra terduduk lemas, "penjara? hidupku sekarang di Penjara oleh suamimu." gumam Libra dengan lirih karna Ia benar-benar tidak punya harapan lagi.


"apa gunanya aku sekarang hidup? lebih baik dia memenjarakanku saja di Penjara dengan begitu aku tidak akan kelaparan." Libra merasa beruntung bertemu Carrina di Supermarket padahal diam-diam Libra mengutip makanan karna kelaparan tapi ternyata Carrina tidak mau memaafkannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2