Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
tidak ada apapun


__ADS_3

.


.


.


Rovert melihat apa yang An lakukan segera mengambil ponselnya dan memotret perilaku An itu dan dengan usilnya Ia mengirimnya ke sosok sang penguasa dalam hatinya itu (Xabara).


An membawa Carrina pergi dari acara Pesta lalu mendudukkan Carrina di kursi panjang yang ada diluar acara.


"Tuan?" Carrina memanggil An dengan nada lirih.


An yang sedang berjongkok didepan Carrina pun menatap manik mata Carrina yang menunduk itu.


"apa sakit?" tanya An.


Carrina menggeleng kepalanya, "seharusnya saya tidak usah datang, saya hanya menyusahkan Tuan Muda saja." cicit Carrina.


"saya berusaha untuk tidak membuat Tuan Muda malu tapi ternyata semua sia-sia." sambung Carrina lagi dengan mata terpejam mengeluarkan sebening kristal dari bola mata indahnya itu.


An tertegun melihat air mata Carrina, "jangan pedulikan kata-katanya..! kau sudah bekerja dengan keras, terimakasih telah mau bertahan." kata An dengan serius.


Carrina membuka matanya dan menatap mata An yang tampak serius mengatakan hal itu, mereka bertatapan cukup lama.


DEG!!! DEG !! DEG!!


Jantung Carrina berdentum tidak karuan mendengar ucapan terimakasih An dengan apa yang Carrina lakukan bukan marah karna Carrina menyusahkan An.


An tersenyum tipis lalu matanya beralih ke Kaki Carrina yang semakin tidak karuan saja merasakan desiran aneh di hatinya dengan sentuhan An yang tengah melihat kondisi kaki Carrina.


"tahan..!" pinta An.


Carrina tersadar belum sempat sedetik An mengatakan hal itu Carrina sudah memekik kesakitan.


"sudah..!" kata An.


Carrina membekap mulutnya sendiri yang berteriak seperti itu sungguh memalukan, seharusnya seorang perempuan yang jatuh Cinta pada seorang Pria harus memperlihatkan kelebihannya supaya dilihat dan dilirik oleh Orang itu tapi Carrina? Ia malah menyusahkan An dan ada saja tingkah memalukan Carrina itu sehingga mustahil-lah An akan jatuh Cinta padanya.


"te-terimakasih Tuan." cicit Carrina.


An melihat punggung tangan Carrina yang merah sementara An tidak punya kotak obat.


"ayo kita kembali..!" ajak An.


Carrina menoleh ke Acara yang An tinggalkan karna dirinya.


"acaranya akan selesai beberapa menit lagi." jawab An.


"lepas saja heelsmu, kenapa mereka memberimu heels setinggi itu?" titah An.

__ADS_1


Carrina melihat kakinya, "bu-bukankah Tuan yang memilihnya?" tanya Carrina dengan polos.


"aku tidak tau ternyata heelsnya setinggi itu." bela An yang tidak mau disalahkan oleh Carrina.


Carrina pun mengiyakan saja sambil mengikuti An tanpa alas kaki tiba-tiba Carrina kaget saat An berbalik ke arahnya.


"huuh..?" An menghela nafas lalu kembali mendekati Carrina yang melebarkan mata.


"disana kerikil dan jangan harap aku akan memberikan sepatuku untukmu." ujar An dengan datar.


Carrina menganggukkan kepalanya, "sa-saya tidak akan meminta sepatu Tuan Muda." jawab Carrina gugup.


Carrina berjalan duluan dengan langkah yang sudah lebih baik dari sebelumnya, An melihat kaki Carrina yang menginjak kerikil.


"dasar keras kepala..!" umpat An melangkah ke arah Carrina tanpa permisi menggendong Carrina yang tadi menahan sakit kembali syok digendong lagi oleh An.


"menurutlah sedikit!" kata An membuat Carrina kebingungan dengan maksud kata-kata An.


"menurut apa? apa aku tidak menurut? apa maksudnya?" batin Carrina malah tidak mengerti.


.


ketika berada di dalam Mobil tidak ada perbincangan apapun diantara Carrina dan An sampai tiba di Perusahaan BlackMalv.


di depan Ruangan An.


"masuk ke Ruanganku..!" titah An.


An menarik lengan Carrina masuk ke Ruangannya betapa kagetnya Carrina ternyata An malah mengobati punggung tangannya.


"Tuannn?? ku mohon jangan terlalu baik padaku." batin Carrina memandang tangannya yang diobati oleh An.


"sudah..! kembalilah ke Ruanganmu." usir An sambil membenahi kotak P3K nya.


"Terimakasih Tuan." ucap Carrina dengan tulus.


An mengangguk saja tanpa menoleh ke arah Carrina yang berdiri lalu keluar dari Ruangan An.


.


di Ruangan Pribadi Carrina.


Carrina duduk bersandar di tempat tidurnya sambil memeluk kedua lututnya dan dagunya bersandar di tengah-tengah kedua lututnya.


"aneh?" Carrina menangkup kedua pipinya sendiri lalu mata indahnya langsung berkaca-kaca.


"huh..! kenapa aku sangat sedih disebut aneh? aku memang aneh kan?" gumam Carrina begitu sedih memikirkan kata-kata Lidya.


"menyerahlah Carrina..! Tuan An tidak akan jatuh cinta pada gadis aneh sepertimu, mustahil..! mustahil..!" lirih Carrina.

__ADS_1


"hiks.. hiks..!" Carrina malah menangis seolah tidak rela harus melupakan sosok seperti An.


"aku boleh diam-diam mencintainya kan? aku tidak akan cemburu, aku tidak akan marah melihatnya dekat dengan perempuan lain, aku akan simpan perasaan ini baik-baik..! aku akan senang jika Tuan An mencintai seseorang yang bisa membuatnya bahagia." lirih pelan Carrina.


"Orang baik pasti akan bahagia." sambung Carrina lagi lalu kembali menangis memeluk kedua kakinya sendiri lebih erat.


Carrina sibuk menangis sampai Ia lelah dan tertidur sendiri.


di tempat An,


"tidak ada hubungan apapun Mommy..! benar Mommy, aku hanya merasa bersalah padanya karna dia punya gangguan kecemasan tetap mau menemaniku." jelas An dengan serius.


An memijit pelipisnya mengingat tingkah kanak-kanak Rovert yang mengadukan kejadian tadi pada Xabara sehingga An harus menjelaskannya panjang X lebar supaya Xabara mengerti kondisinya yang seorang Atasan bertanggung jawab.


"ya sudah..! Mommy percaya dengan penjelasanmu sayang..! tapi ingat harus kenalkan pada Mommy siapapun gadis yang kamu sukai ya?" pinta Xabara.


"yes Mommy..!" jawab An.


panggilan terputus,


An menarik nafas lega akhirnya penjelasan An diterima oleh Xabara sebab An memang berkata jujur tidak ada hubungan apapun diantara An dengan Carrina.


.


ke esokan harinya,


Carrina pergi ke Rumah Sakit bertemu dengan dokternya seperti biasa memberitau segala keluhannya pada dokternya itu.


kini Carrina berada di taman Rumah Sakit mengingat semua kata-kata Dokter yang memuji peningkatan Carrina bahkan dokter itu meminta Carrina untuk selalu terlibat dengan sosok Pria yang Carrina jaga itu sehingga mempercepat proses kesembuhan Carrina.


"aku harus dekat dengan Tuan?" gumam Carrina lalu mengacak-ngacak rambutnya sendiri.


"kenapa aku harus terlibat dengan Tuan Muda? aku hanya merepotkannya saja." rutuk Carrina yang tidak terima perkataan dokter tadi.


Carrina memang mau sembuh tapi tidak mau memanfaatkan An sebab Perasaannya pada An sangat tulus.


"tidak apa-apa aku bisa sembuh kok tanpa melibatkan Tuan." kata Carrina menyemangati dirinya sendiri lalu pergi dari pekarangan Rumah Sakit dengan Ojek Online.


Carrina kembali bekerja di Perusahaan setelah jadwal Rumah Sakitnya selesai malah didatangi oleh Ayunda menanyakan kondisi Carrina.


"ada apa kak? aku baik-baik saja kok, kenapa kalian seperti nya begitu khawatir padaku." tanya Carrina merasa heran dengan perlakuan Orang-orang An belakangan ini memang berbeda.


buktinya malam acara An itu seharusnya mereka merekomendasikan Carrina yang memang tidak ada kegiatan malam saat itu tapi mereka malah kebingungan tidak ada Orang yang bisa menemani An dan mereka tidak mau menyebut nama Carrina.


"Tuan Muda hanya mengatakan kalau kamu tidak terbiasa di tempat ramai Carrina, jadi tadi malam kamu menggantikanku bagaimana? apa kamu baik-baik saja di tempat ramai?." jawab Ayunda.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2