Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
teman


__ADS_3

.


.


.


pagi-pagi,


Alena terkejut ketika baru bangun dari tidurnya sambil melihat sekeliling, Ia juga melihat pakaiannya masih utuh.


"syukurlah." gumam Alena lega tidak terjadi apapun dengan dirinya.


walau insting Alena mengatakan Saga adalah Pria baik-baik tetap saja Alena cemas kalau Saga bisa saja berbuat nekat, nafs* Pria dewasa sulit dikendalikan apalagi jika sudah bertemu dengan perempuan yang sudah lama dicintainya selama ini.


tok.. tok.. tok..


Alena menoleh ke Pintu dan tak lama kemudian Saga datang membawa menu sarapan yang aromanya menggelitik hidung Alena seakan ingin menyambar cepat makanan itu.


"sudah bangun?" senyum tampan Saga yang terlihat sedang bahagia saat ini.


Alena memicingkan matanya curiga, "kau tidak macam-macam denganku kan?"


Saga terkekeh lalu menyentil pelan kening Alena yang memekik pelan dan matanya melotot ke arah Saga.


"apa yang ada di otak kecilmu ini Sayang? apa isinya hanya hal mesum saja?" ejek Saga seketika membuat Alena salah tingkah.


"kan wajar aku berprasangka seperti itu." gerutu Alena dengan kikuk melihat arah lain karna merasa malu dianggap sebagai perempuan vulg*r yang pikirannya selalu negatif.


Saga tersenyum lalu menjelaskan semuanya ke Alena bahwa Ia tidak melakukan apapun selain menggendong Alena saja serta mengakui kedua tangannya menarik selimut untuk Alena, Saga juga mengatakan kalau Ia menyentuh rambut Alena yang menutupi wajah cantiknya serta Ia juga memandang wajah Alena yang sangat menawan ketika terlelap.


"sudah cukup...!" Alena mengangkat tangannya ke udara dengan wajah memerah bukan karna Cinta tapi karna malu dengan kejujuran Saga.


"aku memang Pria Jahat Alena tapi aku tidak akan berbuat jahat pada Malaikatku." kata Saga dengan tulus.


Alena melirik Saga, "siapa juga malaikatmu, hanya permen Caramel saja membuatmu sampai seperti ini? kalau hutang budi aku tidak akan mempermasalahkannya, kau ini mengagumiku saja kan? apa taumu tentang Cinta?" dumel Alena.


Saga tersenyum, "Cinta itu seperti semangat bagiku Alena, bisa dikatakan dunia ini butuh matahari untuk menerangi kegelapan dan bagiku kamu adalah cahaya yang menarikku keluar dari kegelapan."


Alena diam saja, "apa itu untukku?" tanya Alena melirik sarapan yang dibawa Saga.

__ADS_1


"aah.. iya Alena..! ini Sarapanmu dan Pakaian gantimu ada di lemari itu ya? aku sudah menyiapkannya kemarin sore."


Alena tertegun, "apa maksudmu? apa kau tau aku akan tidur disini?" sambar Alena dengan galak.


"aku hanya berjaga-jaga, sarapanlah !! aku akan makan diluar." kata Saga mengelus kepala Alena lalu pergi dari sana tanpa berkata-kata lagi malah senyam-senyum.


Alena menatap sengit pintu yang sudah tertutup itu segera Ia bangkit membersihkan dirinya baru sarapan, Alena memejamkan matanya ketika sarapan itu berada dalam mulutnya.


"ke--kenapa bisa se enak ini?" gumam Alena menggeleng-geleng kepalanya merasa senang dengan rasa makanan itu.


Alena makan begitu lahap sementara Saga Ruang Tamu sedang memainkan Ipednya, jari telunjuknya terluka.


"Tuan? kenapa anda harus sampai seperti ini? apa anda tidak sayang lagi dengan tubuh anda sendiri? bagaimana bisa anda membuat sarapan sampai berjam-jam lalu terluka? hah?" omel Sang Asistennya Saga.


"Alena itu berharga bagiku, kesenangannya adalah hal yang wajib aku lakukan." jawab Saga singkat.


Asistennya Saga terus mengomeli Saga yang tidak sayang dengan tubuhnya sendiri padahal sebelumnya Saga sangat menjaga tubuhnya dari segores luka apapun tapi sekarang terluka memasak demi Alena.


Alena yang baru saja keluar dari Kamarnya tertegun mendengar percakapan mereka.


"diamlah..?" ketus Saga yang dibalas helaan nafas panjang oleh Asistennya itu yang sangat cerewet.


pantas saja Alena merasa sarapan yang Saga berikan rasanya begitu sempurna ternyata Saga sudah berulang kali membuatnya.


"Saga??" panggil Alena berpura-pura tidak dengar pembicaraan mereka tadi.


Saga pun segera berdiri sedangkan sang Asisten diam saja melihat Tuannya begitu mengagumi Alena, Ia senang Saga punya alasan untuk bertahan hidup tapi jujur saja bawahan mana saja yang akan senang Tuannya terluka demi orang lain.


"Alena?" Saga berlari ke arah Alena dan berdiri dihadapan Alena yang sangat cantik dengan pakaian gantinya itu.


"aku mau pulang..!" kata Alena lalu berlalu melewati Saga yang memejamkan matanya begitu suka aroma tubuh Alena saat melewatinya.


"aku antar..!" kata Saga seketika membuat Alena berbalik serta menatap tajam Saga yang nyengir kuda dan meminta maaf pada Alena.


"jangan mengikutiku..!" ancam Alena yang tidak main-main.


Saga pun tidak mengikuti Alena tapi melambaikan tangan saat Mobil Alena pergi dari kawasan tempat miliknya.


Alena melirik dari kaca spionpun tersenyum kecil, "dasar aneh..!"

__ADS_1


sejak saat itu Alena menerima Saga sebagai temannya dan hal itu membuat Saga sangat gembira karna Ia bisa dekat dengan Alena walau hanya sebatas teman setidaknya Saga punya status dalam hati Alena walau hanya Teman.


.


kini Alena sedang ada acara penting yang membuatnya harus punya Rekan supaya bisa mempermudah pekerjaannya.


"apa?? kok bisa?" Alena kaget mendengar laporan bawahannya ternyata rekan Alena hari ini tidak bisa hadir karna ada masalah Pribadi dengan Keluarganya.


"lalu siapa yang bisa membantuku?" Alena meraup wajahnya frustasi.


Alena tiba-tiba punya Ide segera menghubungi An tapi ternyata Abangnya itu sedang berada di Luar Kota dan akan pulang esok hari.


"tidak mungkin Abang mau kesini untuk membantuku sedangkan anak dan Istrinya aja di tinggal olehnya berarti itu rapat penting." gumam Alena menghela nafas panjang.


Alena ingin minta bantuan Papanya tapi teringat lagi kalau Rovert sedang tidak enak badan, Alena tidak mungkin meminta bantuan Kerabatnya yang sedang sibuk hingga terakhir Alena menghubungi Saga.


Alena terkejut ketika Saga bilang akan langsung ke Perusahaannya lalu mematikan panggilannya secara sepihak, Alena menatap layar Ponselnya.


"cepat sekali." gumam Alena pelan namun diam-diam hatinya merasa lega ada Saga yang mau membantunya.


tak butuh waktu lama Saga tiba di Lokasi yang diberitau Alena, ternyata hari ini Alena mengadakan Fashionshow yang mana banyak tamu undangan dari kalangan atas sehingga Alena membutuhkan Rekan untuk menyempurnakan pekerjaannya itu.


"apa yang bisa aku bantu Alena?" tanya Saga begitu sumringah.


Alena memberikan sebotol air mineral dengan senang hati Saga menerimanya dan meneguknya sampai tandas namun matanya hanya tertuju pada Alena saja.


"aku akan bayar berapapun kamu minta." kata Alena dengan serius.


Saga tersenyum lebar, "hanya 1 permintaan saja, kamu makan bersamaku besok malam bagaimana?" tanya Saga.


Alena menatap Saga tidak percaya, "hanya itu?"


"yah..? hanya itu mauku." jawab Saga lalu Alena menjelaskan pekerjaan Saga hari ini tidak mudah tapi kenapa Saga minta hal yang mudah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2