
.
.
.
setelah puas jalan-jalan pada akhirnya Carrina terkapar kelelahan di Mobil, hal itu membuat An tertawa sepanjang jalan, Ia mengelus kepala Carrina dengan gemas tengah ketiduran di sampingnya.
An jadi ingin cepat-cepat menikah dengan Carrina tapi Ia berpikir tidak mau terburu-buru yang ada Carrina nanti bisa saja malah punya pikiran buruk akan niatnya itu.
An menggendong Carrina yang masih tertidur menuju kamar hotelnya lalu meletakkan tubuh Carrina di Ranjangnya dan menyelimuti tubuh Carrina, An duduk ditepi ranjang sambil merapikan rambut Carrina.
"tidak butuh waktu 1 minggu berpacaran denganmu Carrina perasaanku ingin menikahimu malah sudah timbul, apa kamu mau menikah cepat denganku?" tanya An tersenyum tipis.
An terkekeh dengan pemikirannya sendiri, sepertinya An bisa mengejar ketertinggalan besar Cinta Carrina pada An sebab belum cukup 1 minggu saja Perasaan An semakin besar dari sebelumnya pada Carrina, segala tingkah malu-malu Carrina, kekanakan, ceria, jujur, polos, pekerja keras dan kebahagiaan Carrina hanya karna hadiah kecil, tidak ada wanita seperti Carrina dimuka bumi ini begitulah pemikiran An sehingga perasaan ingin cepat menikahi Carrina timbul dalam diri An.
.
ke esokan hari nya di siang hari,
An bekerja di sofa sementara Carrina masih asik tertidur di Ranjang dan An sudah terbangun 2 jam sebelumnya.
Carrina duduk sambil mengucek-ngucek matanya dan melihat An tengah bekerja di sofa.
"sudah bangun?" tanya An.
Carrina tersenyum lebar dengan wajah naturalnya bangun tidur, "sudah."
"sana bersihkan tubuhmu lalu kita cari makan diluar." pinta An.
Carrina pun turun dari ranjangnya mengambil koper Carrina serta membuka nya tentu Ia mencari pakaian yang akan dikenakan olehnya, An meliriknya sekilas lalu kembali melanjutkan pekerjaannya mana mungkin An memegang pakaian Carrina bisa-bisa An yang kaget sendiri salah pegang pakaian Carrina.
Carrina berlari melewati An memasuki kamar mandi lalu 30 menit kemudian Carrina keluar dengan baju yang sudah berganti juga rambut yang basah.
"kenapa rambutnya dibiarkan basah? kalau masuk angin bagaimana?" tanya An meletakkan Ipednya melangkah ke Carrina.
An membawa Carrina duduk di meja rias lalu mengeringkan rambut Carrina dengan pengering rambut, Carrina diam seperti patung tidak pernah di perlakukan seperti itu membuatnya merasa tidak lagi seorang diri.
__ADS_1
"sudah kering..!" kata An lalu menyisir rambut panjang Carrina dengan hati-hati sedangkan Carrina melihat An lewat pantulan cermin.
"ayo kita turun cari makanan!" ajak An mengusap kepala Carrina dan berbalik.
Carrina segera bangkit lalu memeluk An dari belakang, An kaget hanya beberapa detik saja dan setelahnya Ia mengulum senyum.
"kamu baik sekali padaku." kata Carrina dengan nada bergetar.
An mengelus lengan Carrina lalu berbalik dan menangkup pipi Carrina, "aku baik supaya kamu tidak pernah berpikir putus dariku, dimana lagi kamu mencari Pria sepertiku hmm?"
Carrina tersenyum dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk An serta menyembunyikan wajahnya di leher An, hidungnya bisa mencium aroma tubuh An yang sangat menenangkan hatinya.
"memang tidak ada pria sebaik dirimu, aku tidak mau Pria lain lagi walaupun dia lebih baik darimu." jawab Carrina membuat An mengulum senyum mengusap kepala Carrina.
"aku percaya..!" bisik An.
malam harinya,
Carrina dan An mendatangi acara Pesta Undangan di Negara Perancis,
Kecantikan Carrina menjadi pusat perhatian ratusan mata yang memandang nya, siapakah Carrina? Tuan Putri dari mana Carrina? bagaimana bisa ada wajah secantik itu? dimana An menemukan bidadari seperti Carrina?
memang benar perkataan pepatah kebanyakan manusia menilai sebuah buku lewat covernya saja tanpa melihat isinya, itulah penyakit alami manusia yang tidak ada obatnya.
"siapa ini Tuan Muda?" tanya Pria lumayan tua didepan An dalam bahasa Perancis.
"tunanganku." jawab An lalu mengenalkan Pria itu ke Carrina yang telah mengundangnya ke acara ini.
Carrina tidak terlalu menguasai bahasa Perancis mungkin sekitar 50% tapi Ia paham apa yang An katakan pada Pria didepan mereka, diam-diam hati Carrina seperti banyak letusan kembang api penuh cinta di kenalkan sebagai tunangan An.
Carrina menjawab dengan bahasa Perancis hingga An kaget sebab setau An itu kekasihnya menguasai 6 bahasa yaitu : English, Spanyol, Mandarin, Thailand, Rusia dan Jerman bukan menguasai bahasa Perancis.
Pria tua didepan An terperangah sesaat ternyata Carrina menguasai bahasa asing dan sudah bisa berbincang dalam bahasa Perancis diantara mereka, Pria tua itu memuji An yang mendapatkan harta karun seperti Carrina yang malah malu-malu disebut harta karun padahal An-lah harta karun bagi Carrina.
.
"bagaimana bisa kamu menguasai bahasa Perancis Carrina?" tanya An berbisik.
__ADS_1
"aku bisa tapi tidak 100% mungkin hanya 50%, masih banyak kosa-kata yang belum aku kuasai." jawab Carrina tersenyum lebar sungguh menawan sekali Carrina seperti itu.
"aku janji akan belajar lebih keras lagi menguasai bahasa ini." ucap Carrina lagi membuat An mengusap kepala Carrina lalu mendekatkan bibirnya di kening Carrina dan mengecupnya gemas.
"kekasihku seorang pekerja keras." puji An dengan senyuman sementara Carrina tetap tersenyum lebar dengan pipi merona menubrukkan wajahnya di dada bidang An.
"apa bedakmu tidak menempel di bajuku hmm?" goda An.
Carrina memukul dada An, "tahan air tentu saja tidak akan menempel."
An tergelak mengusap-ngusap kepala Carrina dengan gemas.
An tau banyak Pria yang menatapnya memeluk Carrina begitu cantik, mereka seolah bertanya-tanya dimana An menemukan dewi Barbie seperti Carrina itu. inilah alasan An tidak pernah melihat perempuan cantik karna selalu menjadi pusat perhatian banyak lelaki namun jatuh Cinta tidak pernah bisa memilih dan An kalah dengan pendiriannya itu sebab Ia Jatuh Cinta pada Carrina yang sangat perhatian serta kebetulan wajah Carrina sangat cantik.
"kenapa berani memelukku didepan umum hmm?" tanya An dengan nada berbisik.
"banyak Perempuan yang melihat pacarku." jawab Carrina mengerucutkan bibirnya.
entah hantu belau dari mana Carrina bisa begitu berani bermanja dengan An bahkan sudah berani sekali menunjukkan rasa kecemburuannya terhadap wanita lain yang memandang Pacarnya itu.
An terkekeh, "lalu kita akan terus seperti ini?"
"iya.." jawab Carrina.
"sampai kapan?" tanya An lagi.
"sampai acaranya berakhir." jawab Carrina seketika membuat senyum An kian melebar.
"kakiku tidak sekuat itu berdiri selama 12 jam Carrina." bisik An.
"12 jam? kenapa acaranya bisa lama sekali?" tanya Carrina tidak percaya.
mereka malah berbicara tentang jam acara pesta di Luar Negeri dan di Indonesia memang sangat berbeda mulai melupakan kecemburuan masing-masing malah menganggap dunia milik berdua yang lain mengontrak saja.
.
.
__ADS_1
.