Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
berubah katanya


__ADS_3

.


.


.


Sean berlari mengejar Ana, "bukankah kamu mau meracuni tanganku? ini tanganku Ana..!" Sean menunjukkan tangannya ke Ana.


Ana malah cuek saja membuat Sean tertawa tapi tetap mengikuti Ana, hidup Sean benar-benar sangat berwarna karna Ana bahkan Ia tidak menyesal sama sekali telah meninggalkan Negara asalnya itu.


Ana mencari Keluarganya beberapa kali Ia harus menendang tulang kering Sean yang terus mengganggunya.


"sekali lagi kamu bahas itu masa depanmu akan aku hancurkan sekarang biar tidak punya keturunan sama sekali." ancam Ana dengan galak.


"galak sih..!" Sean mengelus -ngelus dagu Ana yang kembali dapat tendangan di tulang kering Sean.


Sean bukannya jerah malah tersenyum lebar tanpa merasa berdosa, tanpa mereka sadari Rovert dan Xabara melihat perdebatan Sean-Ana seperti gambaran Rovert-Xabara dulu sebelum Xabara mencintai Rovert.


"kenapa aku teringat masa lalu kita sayang?" tanya Rovert ke Xabara.


"iya.! kenapa sifatnya bisa sangat mirip denganmu Rovert? apa kamu punya anak lain?" sambar Xabara.


Rovert melototkan matanya, "mana mungkin sayang..? wajah dan warna matanya saja sudah berbeda lagian apa kurangnya Istriku? kenapa aku harus membuat hamil wanita lain kalau aku punya Istri yang bisa aku hamili setiap hari."


"dasar mesum..!" ketus Xabara.


Rovert dan Xabara pun kembali ke Alena bersama yang lainnya membiarkan Sean-Ana berdebat menggemaskan itu.


"bisakah kau diam Sean?" kesal Ana dengan mata melebar penuh ancaman.


Sean menggeleng kepalanya, "nikahi aku..!"


Ana memijit pelipisnya, "aku akan membuat ramuan supaya kau hilang ingatan."


"seribu kalipun kamu membuatku lupa ingatan jika Tuhan sudah menjodohkan kita tidak ada yang bisa merubah garis takdirnya sekalipun kamu ahli memperdaya ingatan makhluknya."


Ana menggeram menatap sengit Sean yang sangat menyebalkan, beberapa kali Ia harus bolak-balik ke kandang Kuda hanya karna Sean mengancam akan mendatanginya ke Mansion Maldev, Sean benar-benar suka menguji kesabaran Ana.


"imutnya calon istriku..!" Sean menangkup kedua pipi Ana lalu mengusap-ngusapnya gemas.


Ana yang semakin geram menggigit tangan Sean yang berteriak lalu Ana tersenyum puas, "dasar Pangeran manja."


Ana melenggang pergi tapi Sean kembali mengikuti Ana sambil menghembus-hembus tangannya yang merah bekas gigitan Ana.

__ADS_1


"tanggung jawab..!" pinta Sean hingga Ana berbalik badan lalu memukuli bahu Sean serta menendangnya dengan amukan khasnya malah membuat Sean tertawa terpikal-pikal hanya Ana satu-satunya Gadis yang seperti ini.


.


Keluarga An berkumpul di Hotel berbeda kamar, Ana, Ratu dan Alena bertiga dalam 1 kamar bukan karna tidak sanggup menyewa Kamar lain tapi karna Ratu tidak mau menginap di Kamar Hotel seorang diri.


"kenapa Kak?" tanya Alena penasaran mengapa Ana melamun dibalkon.


Ana menghela nafas, "kenapa Mommy mengizinkan Kakak pergi ke Negaranya?"


Alena tersenyum manis lalu merangkul Ana duduk dikursi dan Alena juga ikut duduk disamping Ana.


"Kakak tau sendiri kan bagaimana sayangnya Papa dan Mommy pada kita semua?" tanya Alena membuat Ana mengangguk.


"jika mereka melepaskan Kakak bersama Bang Sean pasti ada alasan kan? lagian Keluarga kita sepertinya sangat berkesan pada Abang Sean yang sangat berani meminta izin pada kami semua untuk membawa Kakak, Pria mana yang nyalinya sekuat Abang Sean walaupun Kakak mengatakan hal yang dilebih-lebihkan supaya dia takut tapi dia tetap berani menemui Papa dan Mommy." kata Alena.


"dia bilang demi rakyatnya maka dia rela melakukan apa saja." jawab Ana.


Alena berbinar seketika, "benarkah Kak? tapi aku merasa Abang Sean yang begitu mencintai Rakyatnya akan kalah jika bersama Kakak."


"maksudmu?" tanya Ana.


Alena menjawab kalau Sean pasti sanggup melepaskan apapun yang ada dalam dirinya jika Ana mau hidup dengan Sean.


Alena terkikik melihat wajah Ana yang tampaknya tidak menganggap godaan Sean dengan serius.


"rakyatnya saja dicintai olehnya apalagi jika dia mencintai seorang Gadis dengan sepenuh hatinya sudah jelas dia rela meninggalkan semua demi gadis yang dicintainya itu." gumam-gumam Alena.


.


di Kamar lain,


Sean tersenyum lebar melihat Foto Ana tersenyum dengan Keluarga An sebab tadi Ia ditugaskan memotret Keluarga bahagia itu sedangkan Sean belum menjadi bagian dari mereka.


"aku diam-diam mencintai seorang Putri Penguasa walaupun aku sudah berterus terang tapi dia tidak tergoda sama sekali." gumam Sean senyam-senyum sendiri mengingat kebar-baran Ana.


Sean sedang dimabuk Cinta seorang diri di Kamar Penginapannya,


sementara di Kamar An dan Carrina.


"apa kamu suka dengan Sean?" tanya Carrina penasaran.


"kenapa begitu?" tanya An balik.

__ADS_1


"entah kenapa aku merasa dia sangat mengagumimu An." jawab Carrina serius.


"lalu kamu cemburu ada Pria yang mengagumi suamimu? tenang saja aku sangat normal." kata An dengan senyuman.


Carrina memukul dada bidang An yang terkekeh, "aku bukan cemburu seperti itu An, aku malah penasaran dimana kamu bertemu dengannya?"


"entah..! coba kamu tanyakan sendiri padanya." balas An dengan senyuman.


Carrina mendengus saja, Carrina tau kalau Sean mengagumi An karna Carrina sendiri pernah merasakan hal yang sama sampai perlahan rasa kagumnya membuat Carrina diam-diam mencintai An.


"lebih baik aku tanya Ana saja." gerutu Carrina mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada Ana mengabaikan An yang terkekeh.


"masa ada Pria yang mengagumi suamimu udah cemburu aja sih?" goda An menoel-noel pipi Carrina yang menekuk kedua alisnya.


"aku bukan cemburu An tapi penasaran." bela Carrina yang memang Ia tidak cemburu pada Sean.


Carrina terkejut mendapat balasan Ana lalu An bertanya apa yang membuat Istrinya bisa seperti itu.


"kata Ana kamu pernah mengalahkan Masternya An yang dulu sombong berubah baik dan rendah hati, dia juga selalu mengajarkan muridnya untuk ingat bahwa diatas langit masih ada langit lagi." jawab Carrina.


An mengerutkan keningnya, "Masternya?" gumam An.


"kamu tidak ingat An?" tanya Carrina.


"aku terlalu banyak mengalahkan Master-Master hebat jadi tidak tau Master yang mana dimaksud anak itu." jawab An santai.


Carrina mengangguk lalu tiba-tiba Ia memeluk An, "laki-laki saja mengagumimu An apalagi kami perempuan yang pernah kamu selamatkan, aku sangat beruntung menjadi satu-satunya wanita yang memenangkan hatimu."


An mengulum senyum, "iya..!"


Carrina menoleh ke layar Ponselnya ada notif berita tentang Ina membuat siaran langsung meminta maaf pada Carrina atas semua kesalahan mereka selama ini.


"kenapa Carrin?" tanya An.


"Ina buat siaran langsung." kata Carrina sambil melepaskan pelukannya dari An mengambil Ponselnya lagi lalu membuka Siaran langsung Ina.


Ina di buli dengan komentar-komentar sangat mengerikan dari banyak netizen yang mengejek Ina pasti meminta maaf karna tidak mau jatuh miskin sehingga mencari perhatian publik kalau Ina sudah berubah.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2