
.
.
.
"pakai handukmu cepat...!" pinta Alena.
Saga terkekeh, "aku tidak mau, kenapa kamu malu sayang? kamu sudah melihat semuanya kan? lagian ini aku pakai celana."
Alena mendengus, "celana apanya? apa kamu tidak lihat tadi itu.. ??" geram Alena.
Saga melihat kebawah dan tertawa lebar, "oh..! tenang saja sayang..? ini masih mode tidur." jawab Saga.
Saga keluar Kolam Berenang dan memakai handuknya lalu mendekati Alena.
"ada apa? mau tanya apa hm?" tanya Saga dibelakang Alena.
Alena memutar kepalanya sambil menutupi matanya namun masih sedikit mengintip dan Ia lega Saga sudah mengenakan handuk, Saga yang melihat tingkah Alena seperti itu hanya bisa menahan tawa tanpa bersuara.
"apa kamu pelakunya?" tanya Alena berubah serius.
Saga tersenyum tipis, "kenapa sayang? apa kamu tidak suka aku membasminya?"
Alena menjatuhkan rahangnya, "baiklah..! aku hanya bertanya saja."
Alena pun berbalik hendak pergi namun tangannya ditarik oleh Saga hingga masuk ke pelukan Saga, Alena sekali lagi mendaratkan bibirnya di belahan dada bidang Saga, Alena sontak saja mengatup bibirnya dan mendongak.
muah...! Saga mengecup lama kening Alena yang masih mode kesal.
"jangan takut ya? aku hanya ingin melindungimu." kata Saga serius.
Alena mengangguk, "aku tidak takut Saga..! aku hanya bertanya ya? jangan samakan takut dengan bertanya." gerutu Alena.
Saga mengelus pipi Alena, "sudah sarapan?"
"belum." jawab Alena entah mengapa Ia sedang mode manja.
Saga tak heran lagi dengan perubahan ekspresi kekasih hatinya itu, Alena memang sangat mahir dalam mengendalikan ekspresi.
"mau makan apa?" tanya Saga.
"aku mau makan diluar." jawab Alena.
"kita pulang?" tanya Saga dibalas anggukan oleh Alena.
"pekerjamu bagaimana?" tanya Saga.
"itu dia..! sepertinya pagi ini aku hanya ingin melihat mereka saja, siangnya kita kembali." balas Alena.
Saga dan Alena melalui hari-hari dengan baik, tidak ada pertengkaran diantara mereka sebab sejak Saga memiliki raga Alena seutuhnya, Saga sering mengalah malah selalu mengalah jika Alena marah-marah atau mengomel.
beberapa hari kemudian,
__ADS_1
Alena tengah berada di acara pelelangan berlian dan emas di sebuah acara yang digelar besar-besaran serta disana banyak Perusahaan saingan Alena juga ikut berpatisipasi, para penilai berlian dan emas telah memeriksa jenis tas berlian dari kotak kaca khusus.
"ini sangat bagus." gumam semua Orang menyukai tas dan sepatu senada dari Perusahaan Alena.
pemeriksaan terus berlanjut dan Juri akhirnya memutuskan Perusahaan Alena lah pemenang akhirnya, Alena sangat senang lalu memeluk Asistennya (Vinny).
Alena mendapatkan piagam penghargaan dan sertifikat yang akan menambah kepopuleran Perusahaan Alena.
banyak yang penasaran bagaimana Alena bisa punya jenis berlian yang sangat mahal juga terbukti kemurniannya, Alena tersenyum saja mendengar pujian semua Juri padanya.
Translete bahasa asing,
"sebenarnya aku memang ingin memberikan kalian hadiah walau aku tidak menang." kata Alena
"benarkah?" tanya salah satu Juri berbinar.
Alena memanggil pekerjanya yang membawakan 6 paperbag dengan lambang Perushaan Alena lalu dibagi-bagikan ke 6 Juri itu, walau ada yang laki-laki tapi bisa diberikan pada Istri mereka nanti.
"woow..!"
Alena memberikan tas dengan model khusus untuk ke enam Juri itu berdasarkan penilaian Alena memperhatikan para Juri Perempuan dan Istri dari Juri laki-laki jauh hari sebelum acara ini dimulai, Alena telah menyiapkannya dari awal membuat mereka merasa di hormati padahal Alena sudah populer namun kerendah-hatinya itu Alena sangat royal pada siapa saja.
.
kembali ke bahasa Indonesia,
"Nona?? mereka sangat menyukai pemberian Nona." pekik Vinny dengan heboh.
Alena terkikik ceria lalu mereka berpelukan dengan senang, seorang Pria mendekati Alena.
Alena memutar kepalanya ke Pria itu, "aku menyogok? perhatikan kata-kata anda itu, aku beri mereka setelah aku dipastikan menang kan? apa anda tidak bisa membedakan Hadiah dengan sogokan?" sindir Alena.
para pengunjung mulai berbisik-bisik Pria itu iri dengan kemenangan Alena.
"lalu apa namanya?" tanya Pria itu dengan tangan terkepal.
"Tuan Raden? sepertinya anda sepertinya tidak bisa membedakannya, ckck...! tapi tidak apa, aku akan berbaik hati menjelaskan pada Orang sepertimu yang iri dengan kemenanganku." kata Alena dengan santai tanpa sadar kata-katanya itu memang menusuk Raden.
"Hadiah diberikan sebagai ucapan terimakasih sedangkan sogokan dilakukan sebelum acara dimulai." sambung Alena lagi tersenyum manis seakan mengejek Raden.
"haha..! dia iri."
"aku tidak menyangka tas Raden sekarang jarang laku dipasaran."
"iya..! sejak tas Nona Alena muncul."
"aku sangat menyukai Tas dari Perusahaan Nona Alena, selain bagus, Ringan juga bertahan sangat lama."
"Tas Tuan Raden mudah dimakan binatang (rayap)."
"Ahaha..!"
Raden yang mendengar celaan Orang terhadapnya mengepalkan tangan dan menatap tajam Alena.
__ADS_1
"aku tidak takut dengan tatapanmu itu, jangan sampai Perusahaanmu hancur karna mencoba menjatuhkanku, apa kau mau hancur sepertinya yang ingin mencuri Ide desain tasku?" ejek Alena.
Alena mengancam tanpa main belakang namun didepan Orangnya langsung, tentu saja Raden pergi tanpa berbalik.
"Nona sangat hebat...!" puji Vinny mengacungkan ibu jari tangannya.
"ayo kita balik..!" ajak Alena hendak pergi tiba-tiba Ia merasa aneh.
"kenapa Nona?" tanya Vinny cemas.
"Hoekkk...!" Alena membekap mulutnya.
"Nona kenapa?? masuk angin?" tanya Vinny begitu khawatir.
"ayo kita kembali..!" racau Alena dengan tangan masih menutup bibirnya.
Alena dan Vinny meninggalkan tempat itu sementara acara sudah selesai namun masih ada pengunjung disana masih sibuk memotret Tas dan Heels dari Perusahaan Alena, kotak kaca itu dikunci jadi sangat aman dari pencurian juga CCTV ada dimana-mana.
.
"kita ke Rumah Sakit Nona?" tanya Vinny.
"aku baik-baik saja, Vin." jawab Alena menolak.
"Nona harus periksa ya? nanti saya kena marah Tuan Reyza." bujuk Vinny.
Alena tersenyum namun tidak mau juga ke Rumah Sakit, Vinny pun diam-diam mengirim pesan pada Saga karna sekarang Vinny bukan hanya bekerja pada Alena tapi juga bekerja untuk Saga dalam mengawasi keadaan Alena, Jadi Vinny akan dapat gaji dari Alena maupun Saga.
di Perusahaan,
Alena terlihat pucat tapi masih memaksa untuk bekerja, semua Karyawan Alena sudah meminta Alena untuk berhenti hingga tiba-tiba Saga datang bersama dokter.
"Saga?" gumam Alena yang tidak percaya Saga kembali ke Kota.
"Saga? bukannya kamu sedang dibandung? kenapa tiba-tiba ada disini?" tanya Alena.
Saga mendekati Alena lalu menangkup kedua pipi Alena, "kenapa tidak jawab telfonku hmm?"
Alena melihat ke saku bajunya lalu mengeluarkan ponselnya dan dilihat Ponselnya mati langsung mendongak ke Saga.
"aku lupa chas hp." jawab Alena nyengir.
"kenapa wajahmu sangat pucat hmm?" kata Saga dengan khawatir lalu menggendong Alena yang protes Ia baik-baik saja.
Alena diperiksa oleh Dokter yang dibawa Saga dan setelah selesai memeriksa.
"aku baik-baik saja kan dok?" tanya Alena yang sebenarnya merasa pusing dan mual tapi ditahan.
"sepertinya Nona sedang hamil Tuan Muda." jawab si Dokter.
.
.
__ADS_1
.