Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
beruntung


__ADS_3

.


.


.


"sudah cukup Saga...! aku butuh asupan." Alena mendorong Saga yang terduduk sambil tertawa kecil.


"mau makan apa sayang? akan aku masakkan untukmu." tanya Saga sambil berdiri dihadapan Alena yang terbelalak segera membuang muka.


"Saga...?? kamu benar-benar tidak tau malu..!!" pekik Alena.


"apanya yang harus malu sayang? kamu sudah melihatnya kan?" kekeh Saga.


"ayo katakan mau makan apa?" tanya Saga sambil mencari celana nya.


Alena heran mengapa Saga masih punya tenaga setelah melakukan hubungan itu lalu dengan Bangga Saga mengatakan bahwa Ia mampu melakukannya 24 jam tanpa istirahat, Alena membayangkannya saja kepalanya langsung berdenyut.


"buatkan aku nasi goreng saja." jawab Alena.


"baik Nyonya Reyza." balas Saga memberi hormat.


Alena menahan tawanya lalu Saga keluar dari Kamarnya menuju dapur memasakkan nasi goreng untuk sang Istri yang telah menjadi milik Saga seutuhnya.


Alena menangkup kedua pipinya yang terus saja tersenyum, "sadar Alena.. sadar..! kenapa kamu bahagia sekali hmm??"


"pasti karna aku dapat tambang Emas dan berlian itu, hihi...!" Alena begitu senang memiliki tambang emas sendiri padahal Ia sejak dulu tidak pernah berani berpikir punya pertambangan sendiri.


jika Alena mengelolanya dengan baik tentu Ia bisa menciptakan jenis model tas dan High Heels dengan jumlah yang sangat besar.


"coba aku lihat lagi suratnya." gumam Alena membuka laci lemari didekatnya.


Alena membaca nama nya tertera di lembaran surat kepemilikan itu, disana ada tandatangan Saga, Alena dan para pemerintah yang menandakan pertambangan itu Legal.


"Mommy aku kaya..!" kata Alena seperti Orang miskin mendadak kaya padahal Alena memang Orang Kaya.


Alena menyimpan surat itu dan bangkit hendak membersihkan diri tapi kakinya malah gemetar, Alena dengan polos melihat kakinya.


"haishh..! memalukan sekali." gumam Alena yang sungguh malu karna teringat malam dimana Saga tau bahwa hubungan itu pertama kalinya Alena lakukan dengan lawan jenis.


dengan semua kekuatan yang Alena miliki akhirnya bisa tiba di Kamar Mandi, Alena duduk diam mendinginkan badannya yang sedikit berkeringat dipaksa berjalan.


Alena membayangkan hubungannya dengan Saga, Alena juga teringat betapa kuatnya des*h*n Alena membuatnya malu saja.


"kenapa mulutku mengeluarkan suara itu?" rutuk Alena.


Alena menutupi wajahnya yang merah lalu Ia menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

__ADS_1


"akkhhh...!" pekik Alena dengan gemas menutupi wajahnya lagi sambil terkikik malu.


Alena akhirnya sudah dewasa dan telah merasakan indahnya bercint* itu tapi dengan cara yang baik bukan lewat pergaulan bebas.


Beberapa menit kemudian,


Saga masuk ke Kamarnya dan melihat Alena tidak ada di Ranjang, Ia tersenyum mendengar suara air dari kamar mandi.


Saga melangkah ke arah Meja sofa dan meletakkan nasi goreng spesial dengan telur dadar bentuk Love, Tomat bentuk Love, Timun juga bentuk Love bahkan nasi Goreng yang tertata juga bentuk Love, semua itu Saga lakukan karna hatinya memang sedang berbunga penuh Cinta.


Saga pergi ke Ranjangnya dan mengangkat selimutnya, Ia terkekeh melihat bercakan dar*h dengan senang hati Saga menggantinya dengan yang baru, Alena keluar dari Kamar mandi dan melihat Ranjang telah rapi juga berganti alasnya.


"Saga?" panggil Alena.


"iya sayang?" sahut Saga meletakkan Ponselnya dan berlari ke arah Alena yang jalannya terlihat aneh.


"kenapa sayang? apa masih sakit?" tanya Saga dengan cemas.


"jangan dibahas..! cepat gendong aku..! aku sudah lapar." pinta Alena nyelonong melingkarkan tangannya di leher Saga yang langsung menuruti perintah Alena.


Saga membawa Alena ke sofa dan Alena tertegun melihat bentuk nasi goreng itu lalu Ia tertawa lepas, Saga malah senang ditertawai oleh Alena.


"apa kamu pikir aku anak kecil Saga? kenapa membuat makanan seperti ini?" tawa Alena ke Saga.


"makanlah..!" pinta Saga mengelus sayang kepala Alena.


"kenapa sendoknya juga bisa berbentuk Love? apa ada jualnya?" tanya Alena terlihat ceria.


"aku membuatnya dengan tanganku sendiri sayang." jawab Saga.


Alena semakin terbahak karna berpikir Saga bercanda saja lalu terpaku seketika saat Saga menunjukkan rekaman bukti Saga membuat sendok berbentuk hati itu dari Ponsel Saga.


"kamu bisa melunakkan besi Saga? ini butuh skill." tanya Alena penasaran.


"dulu aku bekerja seperti ini untuk mengisi jam kosongku pulang sekolah, aku tidak sanggup minta uang pada Papa yang terlalu sibuk dengan Perusahaan padahal dia juga menahan rasa sakit bekerja seorang diri." jawab Saga.


Alena mengangguk mendengarkan sebab Ia juga pernah belajar balet untuk mengisi jam kosongnya, Alena makan dengan lahap namun matanya dan telinganya fokus ke Saga yang menceritakan masa lalunya.


Saga tiba-tiba tertawa membuat Alena keheranan.


"kenapa tertawa? memang ada yang lucu?" tanya Alena.


"aku tidak menyangka akan menceritakan masa laluku padamu sayang, apa kamu malu dengan masalaluku sayang?" tanya Saga.


Alena tersenyum, "kenapa juga aku harus malu."


Saga mengelus pipi Alena yang tersenyum saja lalu menyuapi Saga tomat berbentuk hati dan tertawa.

__ADS_1


"teruslah bahagia seperti ini sayang..! aku akan terus membuatmu seperti ini sementara aku akan selalu bahagia karna sikap ceria mu ini." batin Saga.


.


2 hari kemudian,


Alena kembali ke Kota dan Ia berlari memasuki Mansion Maldev.


"Mommyyy???" panggil Alena tertawa riang.


Ratu dan Xabara keluar dari dapur tentu menyambut Putri Bungsu Maldev itu dengan bahagia.


"sayangg?? kamu kesini nak? bagaimana bulan madumu hmm?" tanya Xabara dengan gemas.


"bulan madu? siapa yang bilang Mommy?" tanya Alena kebingungan.


"suamimulah." jawab Ratu dan Xabara serentak.


Alena terdiam sejenak membuat Ratu dan Xabara tertawa lalu menuntun Alena duduk disofa.


"ada apa sayang?" tanya Xabara yang tau kalau ada yang ingin dikatakan Alena.


Alena sumringah lalu menceritakan semua yang membuatnya senang, Xabara terkejut sementara Ratu menganga lebar melihat bukti kepemilikan tambang emas dan berlian itu ditangan Alena.


"Saga memberinya padamu sayang?" tanya Xabara tidak menyangka Cinta Saga jauh lebih besar dari perkiraannya.


"cuma-cuma aja nak? apa Saga minta imbalan?" tanya Ratu.


"dia cuma minta tidak mau Alena tinggalkan, disaat semua Pria hanya ingin kekayaan dan ketenaran Alena saja hanya dia yang memberikan kekayaan padaku Mom..? Nek..! Alena sangat senang." celoteh Alena.


Xabara dan Ratu tersenyum lembut mendengar keceriaan Alena, mereka jelas langsung paham kalau Alena juga menaruh hati pada Saga.


"besok Alena akan membawa beberapa Orang bekerja disana, Alena akan olah semua menjadi batangan emas lalu di jual lewat Perusahaan Mommy, kita bagi rata ya??"


Xabara tertawa, "ambil saja semuanya sayang..! simpan untuk masa depan kalian berdua."


Alena tersenyum malu dan hal itu tentu saja dilihat Ratu yang terkekeh.


"terkadang kamu seperti Carrina saja sayang." gemas Ratu.


Alena garuk-garuk kepala sambil nyengir kuda.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2