Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
kehilangan kesabaran


__ADS_3

.


.


.


tiba-tiba situasi menjadi hening,


Carrina menatap lurus kedepan dan kaget ketika semua Orang memberi jalan untuk Sosok Penguasa itu.


"An?" gumam Carrina.


Zheyan menoleh ke arah tatapan Carrina sambil berdecak mengapa An bisa ada disini.


Carrina melepaskan cekalan tangan Zheyan lalu berlari ke arah An, An melirik ke Egy yang langsung mengerti mengambil belanjaan Carrina.


"aku pulang duluan, Carrina." bisik Egy ke Carrina yang mengangguk lalu tanpa ragu Carrina melingkarkan kedua tangannya di lengan An.


Egy akan pulang membawa Mobil An sementara An nanti akan bawa Mobil yang Carrina bawa, jadi Egy pulang duluan karna tidak mau menjadi obat nyamuk.


An menatap tajam Zheyan yang berani mengibarkan bendera perang asmara padanya.


Egy menoleh ke An dan Carrina sesekali lalu bergumam tentang kebodohan Zheyan yang tidak mengenal lawannya dengan baik.


"An aku tidak bermaksud...?" Carrina berusaha menjelaskan situasinya.


"sejak tadi aku sudah melihatnya." jawab An menoleh ke Carrina lalu mengusap wajah Carrina yang basah.


"dingin?" tanya An dan Carrina mengangguk kepalanya dengan manja.


An melepas Jas nya lalu memakaikannya ke tubuh Carrina, "tetap disini..!" pinta An.


Carrina tersenyum saat An merapikan rambutnya yang basah ulah disiram air oleh Flo.


An melangkah ke Zheyan yang masih bisa mempertahankan pemikirannya itu, Zheyan memang gambaran Lancord yang menyukai Carrina sehingga ingin mengurung Carrina dalam sangkar emas serta akan dimanja dengan banyak kemewahan versi Zheyan.


"kau bilang bersaing secara sehat lalu apa ini sehat yang kau maksud?" tanya An dengan dingin.


Zheyan melihat Carrina yang tampak senang mengenakan Jas An, An menutupi pandangan Zheyan sehingga Zheyan melihat tubuh An.


"sudah cukup...! ini peringatan terakhirku..! jika kau masih berani mengambil milikku terimalah akibatmu." kata An dengan dingin.

__ADS_1


jika bukan karna tempat yang ramai mungkin An sudah menembak mati kepala Zheyan tapi disini banyak mata anak-anak dari Ibu-ibu yang membawa anak berbelanja di Supermarket, mana mungkin An menghabisi Orang didepan anak polos.


"tadi Flo datang menyiramnya, aku menyelamatkannya." kata Zheyan.


An menatap tajam Zheyan, "jangan kau fikir aku tidak tau niat busukmu itu, kau pikir Carrina mudah jatuh cinta denganmu hanya karna tindakan murahanmu ini? tidak ada yang spesial sama sekali jadi tidak usah berharap banyak."


Zheyan mengepalkan tangannya, "apa kurangnya Flo? kau seorang Penguasa bisa mendapatkan siapa saja yang kau inginkan apa kau tidak bisa mengorbankan 1 wanita demi 1000 wanita lain yang mengantri untukmu?"


wajah An semakin gelap saja saat ini, "kalau begitu kau ambil saja 1000 wanita itu." kata An menahan amarahnya lalu pergi ke arah Carrina.


Carrina berlari kecil mendekati An memegang tangan An tanpa melihat ke Zheyan, "apa kamu baik-baik saja An?" tanya Carrina dengan cemas.


"tidak apa..! lebih baik kita cari Toko Baju untuk mengganti pakaianmu yang basah ini." kata An sambil membenarkan Jas nya terpakai di tubuh Carrina.


Carrina tersenyum manis lalu An melangkah pergi dengan membiarkan Carrina melingkarkan tangannya di lengan An, para pengunjung Supermarket berbisik-bisik dengan kecantikan Carrina dan bagaimana An yang tidak mau melepaskan Carrina sesuai permintaan Zheyan walau ada 1000 wanita yang antri untuk menjadi kekasih An tapi menurut An jelas Carrina yang terbaik dari 1 Juta wanita.


"haciih...!"


Carrina tiba-tiba bersin-bersin sebab sudah terkena air dingin ada efek AC dalam Supermarket sehingga Carrina kedinginan.


An menoleh ke Carrina yang nyengir kuda.


"kita ke Rumah Sakit!" kata An serius.


An memeluk Carrina sambil melangkah pergi keluar Supermarket tidak peduli bagaimana pemikiran Orang, Carrina malah dengan senang hati melingkarkan tangannya di pinggang An sesekali mendongak ke An yang terlihat datar saja sebab apa yang An pikirkan tidak ada yang bisa menebaknya termasuk Carrina, Carrina tidak mempermasalahkan wajah datar kekasihnya itu yang penting berpelukan dengan An itu lebih baik baginya apalagi perhatian kecil An yang tidak mau Carrina kedinginan.


.


hanya bersin saja Carrina dibawa ke Rumah Sakit bahkan dokter yang bersusah payah mengosongkan jadwal sampai tercengang dengan pasiennya itu hanya flu biasa saja.


sebagai seorang Dokter yang harus bersikap profesional sekaligus takut dengan An yang berkuasa tentu melakukan tugasnya dengan baik, Carrina hanya masuk angin jadi diberi obat termahal saja akan sembuh.


"apa sudah baikan?" tanya An memperhatikan wajah Carrina yang tidak basah lagi dan telah berganti pakaian.


Carrina tersenyum dan mengangguk-ngangguk pelan.


"kamu tidak marah kan An?" tanya Carrina memegang lengan An.


An mengusap kepala Carrina, "sudah makan? biar bisa minum obat." tanya An.


Carrina menggeleng kepalanya dengan perhatiannya An bertanya makanan yang Carrina mau.

__ADS_1


.


malam harinya,


An menatap dingin Foto Zheyan, Ia sudah kehilangan kesabarannya dengan santainya An meminta Ana untuk menghabisi Pria itu sebab Ana suka boneka uji Coba.


"benarkah? aku boleh jadikan Pria bernama Zheyan ini sebagai Boneka Uji Coba ku An?" tanya Ana sekali lagi lewat panggilan ponsel.


"yah...! lakukan apa saja yang kamu inginkan." jawab An serius.


"yakinn?? ini bukan jebakan kan? kamu tidak akan beritau Mommy atau Papa kan?" cecar Ana belum mempercayai An sebab Ana sudah berjanji pada An tidak memakai Boneka Uji Coba lagi tapi An menawarkan tentu Ia curiga.


"Pria ini berani mencari masalah denganku..!" jawab tanpa menjelaskan detailnya.


Ana pun setuju malah bersemangat, Ia senang sekali kalau masalah uji mencoba racunnya karna baru-baru ini Ana menciptakan racun terbaru lagi lebih berbahaya dari Racun Kalajengking yang pertama dan boneka uji cobanya saat itu adalah Romeo.


An menutup panggilannya lalu tersenyum miring, "selesai."


An sangat tau Ana suka sekali dengan manusia untuk dijadikan boneka uji coba jadi ketika ada target pasti malam ini Ana langsung bergerak.


.


di tempat lain,


Ana menarik lengan Zheyan yang pingsan dari sebuah Rumah Mewah, tidak ada yang bisa menghalangi Ana yang berpakaian serba hitam dengan lambang khas Mafia BlackMaster yang sangat ditakuti siapapun itu termasuk para pejabat tinggi pun takut dengan lambang itu sebab tidak berbeda jauh dengan Mafia Higanbana yang sempat ditakuti juga pada masanya.


Ana terlihat tersenyum lebar dibalik penampilan tertutupnya itu mendapatkan boneka baru untuk menjadi uji coba nya.


"lumayan juga..!" ujar Ana dengan senyuman membawa masuk Zheyan ke Mobil khususnya.


Zheyan belum sadarkan diri saat Mobil Ana melaju kencang menuju labor kesenangan Ana.


.


seperti biasa racun baru Ana lagi-lagi sukses besar dan dengan santainya Ana membuang boneka Uji Cobanya itu ke Lautan lepas dengan Yacht (kapal) tapi tiba-tiba Ana memicingkan matanya melihat ada sebuah tangan mencoba untuk mencari bantuan.


"siapa itu?" gumam Ana melajukan Yacht nya menuju sesuatu bergerak-gerak itu sebab Ana belum tau kalau itu adalah tangan meminta bantuan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2