
.
.
.
Carrina mengajak An belanja snack makanan ringan, awalnya An menolak ingin makan jajanan sebab menurutnya tidak sehat tapi melihat tingkah menggemaskan Carrina yang memelas padanya An menurut juga ternyata sangat enak.
Carrina juga membeli termos yang langsung di isi air panas dan Pop mie serta cemilan lainnya ternyata semua itu untuk cemilan di tepi pantai, An sampai tidak bisa berkata-kata ternyata Carrina ingin menghabiskan malam di tepi pantai.
"kenapa ditempat seperti ini Carrina? disini banyak nyamuk dan tidak ada siapapun." tanya An menoleh sekitar lumayan sepi tapi Carrina malah suka ditempat itu.
"An..? dulu aku pernah bercita-cita ingin ke tepi pantai mendengarkan ombak, melihat bintang serta menghitung jumlah bintang, bulan dan udara malam yang dingin. itu semua impianku An." kata Carrina dengan bahagia.
An menjatuhkan rahangnya, "ditempat seperti ini?"
Carrina mengangguk-ngangguk semangat.
"apa kamu suka sunyi dan ketenangan?" tanya An penasaran.
"tentu saja." jawab Carrina.
"kamu yakin? bukan karna memikirkanku yang suka ketenangan? kamu mau main dimana sebenarnya Carrina? tidak usah memikirkanku, pikirkan saja kebahagiaanmu." kata An serius.
Carrina tertawa lebar, "aku suka ditempat ini An..! hanya kita berdua dengan alam saja."
Carrina masak pop mie cara jitu lalu memberikannya ke An yang sudah diberi bumbu.
"apa ini sehat?" tanya An.
Carrina tertawa lucu, "hanya sekali saja tidak akan mencemari tubuh sehatmu An."
An pun mengendus kuah mie itu baunya sungguh menyengat lalu Ia menoleh ke Carrina yang duduk disampingnya dan melingkarkan tangannya di lengan An sambil tersenyum manis dibawah sinar bulan yang memantul ke pantai.
An mengecup bibir Carrina yang terkejut lalu tersenyum lebar dengan jujurnya mengatakan Ia selalu jantungan setiap An menciumnya.
"aku juga." jawab An dengan senyuman.
Carrina menyandarkan sisi kepalanya di bahu An, "sejak kapan? kamu menyukaiku An?"
"apa itu penting?" tanya An sambil meletakkan pop mie tadi disampingnya.
"iya..! aku penasaran karna aku tau Tuan Muda An tidak akan jatuh cinta padaku hanya karna kecantikanku." kata Carrina.
An terkekeh, "kamu sudah sangat mengenalku ya?"
__ADS_1
Carrina mengangguk tapi ternyata An malah tidak mau memberitau Carrina namun An berjanji akan di beritau ketika mereka telah membuat akta pernikahan.
Carrina yang tidak bisa menyembunyikan rona bahagia nya pun fokus dengan makanannya, An melihat Carrina menyeruput mie pun sepertinya ikut berselera dan An baru tau rasa makanan cepat saji itu.
mereka menghabiskan waktu berdua di tepi pantai beberapa kali Carrina dan An berdebat saat menghitung jumlah Bintang sampai cemilan yang mereka beli sudah habis lalu kembali ke Perusahaan.
Carrina mendengar An sudah masuk ke Ruangannya pun segera keluar dari Ruangannya dan berlari ke balkon Gedung BlackMalv melihat sosok tersembunyi di dalam Mobil mengawasi perjalanan mereka tadi.
"siapa dia?" gumam Carrina yang tentu saja sadar di ikuti.
"Carrina? kamu tau?" tanya An tiba-tiba membuat Carrina meloncat kaget.
An yang tadinya serius seketika menahan senyum melihat aksi kaget Carrina tadi.
"An kamu mengagetkanku." kesal Carrina.
"bukankah instingmu kuat? kenapa tidak menyadari kedatanganku?" tanya An heran.
"kalau aku fokus dengan 1 titik tidak bisa fokus ke tempat lain karna jantungku sendiri berdetak 3 kali lebih cepat bagaimana aku bisa mendengar detak jantung orang lain?" elas Carrina.
"hah?" An tidak mengerti maksud kata-kata Carrina.
Carrina mengisyaratkan An untuk diam lalu An mendekati Carrina dan matanya menatap lurus ke arah Mobil yang mengikutinya tadi.
An sedang berpikir seperti pernah melihat Mobil itu tapi Ia tidak ingat namun tidak menyerah terus mencoba mengingat pemilik Mobil itu.
"sepertinya aku tau itu siapa." jawab An seketika membuat Carrina menoleh ke An.
"ikut aku..!" An menarik lengan Carrina membawa Carrina masuk ke Ruangannya.
.
An duduk di kursinya setelah menarik bangku lain serta mendudukkan Carrina disampingnya.
"kenapa didepan Komputer An?" tanya Carrina sambil melihat ke An sesekali.
An mengetik satu nama yaitu Zheyan sehingga muncullah semua foto-foto Zheyan.
Carrina masih memperhatikan maksud An tanpa menyelah sama sekali sebab Carrina percaya An tidak pernah salah mengenal lawan dan kawan.
"ini An..?" tunjuk Carrina.
An memperbesar Foto yang Carrina tunjuk memperlihatkan Mobil yang sama dengan Mobil yang mengikuti mereka sejak tadi bahkan platnya juga tidak berubah.
"apa maunya An? kamu bilang dia rekanmu kan? kenapa mengikutimu?" tanya Carrina penasaran.
__ADS_1
"dia sepertinya tertarik padamu, apa kamu tidak sadar akan hal itu?" tanya An serius.
Carrina menggeleng kepalanya, "aku pikir dia hanya ingin berteman denganku saja."
"jangan percaya tawaran pertemanan lelaki padamu Carrina, mereka punya maksud." pinta An serius meminta Carrina untuk berhati-hati kedepannya.
Carrina diam memikirkan lalu mengangguk mematuhi peringatan An untuk kedepannya Carrina tidak akan mau diajak berteman oleh Pria manapun.
An pun meminta Carrina istirahat sebab besok akan banyak pekerjaan menerjemah sementara An tidak ingin Carrina mengantuk saat bekerja demi kebaikan Carrina sendiri jangan sampai lehernya sakit atau masalah lainnya yang menyangkut kesehatan tubuh serta kenyamanan Carrina sendiri dalam bekerja.
.
ke esokan harinya,
An mendatangi Perusahaan Zheyan tanpa embel-embel menyapa langsung to the point bertanya mengapa Pria itu mengikutinya.
Zheyan tersenyum tipis, "aku tidak menyangka dia secantik itu, apa kau sengaja menyembunyikan selama ini An?"
An tersenyum miring, "kau menunjukkan taringmu padaku?"
Zheyan mengangkat bahunya acuh, "aku tidak peduli apa maksud pertanyaannmu itu, ku harap kau bermain sehat dalam mendapatkan hatinya."
An terkekeh meremehkan Zheyan, "untuk apa aku memenangkan hatinya jika aku dan dia sudah memiliki hubungan?"
Zheyan tidak mau terpancing, "selamat atas hubungan kalian dan berhati-hatilah kedepannya jika kau lengah maka Carrina akan jatuh cinta padaku."
An menggeleng kepalanya pelan, inilah alasan An tidak mau berteman dengan Pria yang berasal dari kalangannya sekalipun (Orang Kaya) sebab mereka haus akan kekuasaan serta sesuatu yang unik sehingga menjadi masalah besar dan berakhir penghianatan atau musuh dibalik selimut.
"kenapa? apa kau takut?" tanya Zheyan dengan senyum lebarnya.
An menatap tajam Zheyan, "sejak kapan aku takut dengan tikus kecil sepertimu."
Zheyan masih bisa menetralkan senyumnya, siapapun Pria melihat Carrina sudah jelas akan tergila-gila.
Zheyan tidak sama seperti Verdy yang sampai pergi ke Luar Negeri untuk move-on dari Carrina, jika Zheyan suka harus dikejar bukan dipasrahkan dengan Pria lain.
An berbalik pergi seketika Ia mengelak saat Zheyan melempar sebuah pisau ke arah punggungnya.
"Owwh..? aku hanya menguji ternyata benar kata Orang-orang instingmu sangat kuat." Zheyan dengan raut wajah tidak merasa bersalahnya memuji An yang memasang wajah dingin dan datar seolah ekspresi lainnya memang tidak pernah ada selama ini.
.
.
.
__ADS_1