Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa

Cinta Tersembunyi Untuk Sang Penguasa
menari


__ADS_3

.


uluuhh... uluh...!! kita masih di Ana dan Sean ya?? hehe... Happy Reading...!!


.


.


.


Ana tidak terima kekalahan apalagi harga dirinya sebagai dewi Beracun di singgung.


Kedatangan Sean dengan Ana di Acara Ulang Tahun Putri Asoka pun menjadi pusat perhatian, Asoka melihat Ana dan Sean mengenakan baju resmi Pasangan Couple Kerajaan yang diakui Pihak Istana membuatnya panas dingin.


tidak ada yang berani protes dengan gadis pilihan Sean itu di Istana saat Sean mengatakan bahwa Ana adalah Gadis yang menyelamatkan nyawanya ketika hampir meregang nyawa di lautan lepas.


"bagaimana penampilanku Sean?" tanya Ana berbisik.


"sangat menawan Ratu-Ku loh." kata Sean mengulum senyum.


Ana mendengus padahal Ia sudah tau Sean menyukainya tapi tidak peduli juga selagi tidak mengusik Ana, tugas Ana saat ini hanya membantu Sean saja bukan ingin menerima Cinta Sean dan lagian Pria itu tidak pernah tersinggung dengan ucapan nya yang selalu berterus terang.


"selamat ulang tahun Putri Asoka." ucap Ana dengan gerakan anggun memberi hormat pada Asoka layaknya seorang Putri Sungguhan.


semua yang memandang Ana terperangah sebab sebelumnya mereka dengar dari gosip pihak Istana bahwa Ana tidak tau cara penghormatan Putri Bangsawan.


"Haha..?bercerminlah badut...!! lihatlah wajahmu dipantulan cermin itu benar-benar sangat masam, aku ingin memotretmu lalu menyebarkannya ke media bahwa Putri Asoka kehilangan kebahagiaannya di hari Ulang tahunnya yang ke 27 tahun." batin Ana yang sangat tau wanita didepannya tengah memendam rasa kesal dan tidak senangnya ke Ana.


Ana tidak takut apapun walau Raja sekalipun yang melawannya, tinggal Ana suntik saja dengan racunnya mati lah musuhnya itu lau kenapa pula Ana harus takut?


Sean menahan senyum saja ke Ana karna tau dari banyak Orang kalau Ana maupun Alena adalah Ratu Drama yang bisa menipu Orang tapi tidak dengan Mommynya (Xabara), bahkan Carrina saja juga terkena imbasnya.


"terimakasih." balas Asoka dengan bibir dipaksakan tersenyum.


Ana melingkarkan tangannya di lengan Sean didepan Asoka yang melebarkan matanya melihat hal itu, Ana semakin semangat saja memanasi Asoka dan tangannya Ana perlahan turun ke tangan Sean lalu menautkan jemarinya di tangan Sean sedangkan Sean langsung membalas tautan tangan Ana karna Ia tidak munafik memang menyukai Ana.


"ayo kita makan..! aku lapar." pinta Ana.

__ADS_1


Sean membawa Ana pergi mengabaikan Asoka yang semakin memerah darah dipermainkan oleh Ana.


"mau aku kenalkan pada mereka semua?" tanya Sean.


Ana menggeleng kepalanya, "kenapa aku mau kenalan sama mereka? ckk..! kalian sangat ketat aturan, membosankan !" dumel Ana tapi dengan bibir merapat.


Sean menahan senyumnya sekuat tenaga, "lalu apa maumu?"


"makan." jawab Ana.


Sean mengangguk lalu ketika mereka hendak mencari tempat duduk supaya bisa makan dengan tenang malah terpaksa berhenti ketika Asoka memainkan perannya sebagai Artisnya saat ini karna Acara kan milik Asoka.


Ana duduk anggun ditempatnya, Sean dipanggil oleh Asoka lewat MIC tapi Sean malah menolak karna tidak mau Ana salah paham seolah Ana dan Sean memang ada hubungan.


"kenapa aku harus berhadapan dengan wanita buruk aktingnya ini?" batin Ana dengan jengah.


"tapi hari ini adalah Ulangtahun saya yang mulia kedua." pinta Asoka memelas dengan akting buruknya itu dimata Ana.


Ana malah muak karma Asoka tidak berbakat menjadi Artis berbeda dengan Ana dan Alena yang sangat punya bakat menjadi Artis karna keturunan dari Xabara si Ratu Drama tetapi mereka tidak minat menjadi Artis.


"yang mulia kedua?" panggil Asoka.


Sean diam saja duduk disamping Ana seolah pendengarannya bermasalah saja saat ini, jika bukan karna ajakan Ana mana mungkin Sean datang ke acara ini.


Asoka mengepalkan tangannya terpaksa Ia mulai acara tanpa Sean padahal Ia sudah menggunakan segala koneksinya untuk memaksa Sean datang ke acara ini tapi ternyata Sean tidak juga melihatnya.


.


Asoka yang sangat mahir memainkan alat musik dan menari menunjukkan kebolehannya malam itu juga.


Ana menyunggingkan senyum meledeknya ketika Ia melihat mata Asoka sepertinya tertuju pada Sean saja, Ana tidak cemburu tapi malah timbul perasaan usil ingin mengerjai Asoka dan lagian menurutnya Asoka itu bukan wanita baik-baik.


"kamu memang Ratunya menari Putri Asoka." puji para tamu undangan kompak.


Asoka semakin pongah lalu menunjukkan lagi permainan alat musiknya sungguh bagus dimata siapapun.


"apa kita tidak bisa melihat kelebihan Nona nya Yang Mulia Kedua?" tanya Asoka seperti sengaja mempermalukan Ana.

__ADS_1


Ana menyemburkan tawanya tapi segera Ia membekap mulutnya hal itu tertangkap basah oleh Asoka yang begitu marah mengapa Ana tertawa seperti itu.


(Nae : anggap saja pembicaraan dalam bahasa asing ya? Nae langsung translete aja karna menurut Nae tulis bahasa Asing terus di Translete kan lagi menuh-menuhi kapasitas 1000 kata dalam setiap Bab Novel yang Nae Buat, jadi Nae langsung Indonesiakan aja tulisannya).


"kenapa anda tertawa?" tanya Asoka.


"tarian seperti itu hanya untuk menarik mata Orang saja untuk memandangmu, kau menari tidak menggunakan Perasaan." kata Ana dengan ledekan tanpa ada yang tau Ana melontarkan kata-kata yang sama dengan apa yang Alena pernah katakan padanya.


Ana dan Alena selalu bersama sementara Alena sangat hebat menari terutama balet, jadi Ana sedikit banyaknya belajar menari dari Alena.


semua yang mendengar ucapan Ana berbisik-bisik membenarkan komentar Ana, Sean diam saja tidak meminta Ana berhenti untuk berbicara karna tau Ana itu tidak suka peraturan.


"kenapa seperti itu? bukankah mata yang menjadi inti menari? tau apa anda? anda berkomentar seolah anda lebih hebat dari saya." kata Asoka dengan mata memerah dan tangan terkepal.


"bukan..! inti dalam tarian itu perasaan, jika kau menari dengan Perasaan maka semua mata yang memandangmu akan tersentuh walau hanya gerakan kecil saja." jawab Ana dengan santai sambil memainkan rambutnya serta menggulungnya dengan jari telunjuknya.


"aku tidak bilang tarianmu buruk tapi tidak menggunakan Perasaan jadi nilaiku untuk Tarianmu tadi 70 saja." kata Ana dengan senyuman tak bersalahnya.


"apa maksud Anda menilai saya?" tanya Asoka dengan geram.


"loh...? bukankah anda menari didepan Umum untuk dilihat? tarian akan semakin baik jika ada yang mengkritikmu sehingga penari itu akan terus belajar sampai mendapatkan nilai sempurna?" Ana berbicara dengan logika sehingga yang mendengarnya malah terlihat gelisah akan sikap Asoka yang tidak terima masukan.


Asoka melihat sekitar, semua Orang malah memintanya untuk menerima saran Ana karna apa yang Ana katakan sangat jujur dan tulus padahal Ana hanya berakting saja, jika berakting memang harus menggunakan hati dan mengatur Pikiran sehingga Akting akan begitu natural sulit dibedakan akting dengan real.


"kalau begitu tunjukkan Tarian yang menggunakan Perasaan itu." desis Asoka yang sudah semakin tidak tahan dengan kata-kata Ana.


Ana menggeleng kepalanya, "aku tidak mau menari didepanmu tapi aku akan menari untuk Sean."


hening...?


Ana begitu lancang menyebut nama Yang Mulia Kedua, selama ini tidak ada Orang yang begitu berani memanggil nama Sean tapi Sean tidak marah malah bertepuk tangan dengan senyum terlebarnya seolah tidak sabar melihat Ana menari hanya untuknya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2